Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 10 : Wanita Simpanan


__ADS_3

"Dasar kau wanita ****** gila..! Apa-apaan kau ini ! Aku harus membayar tagihan belanjaanmu ?! Kau lihat ini tagihan kartu kreditku habis untuk belanja semua barang-barang mewahmu !! " Ucap lelaki berusia 48 tahun itu. Beberapa uban yang terlihat keperakan menghiasi rambutnya. Tetapi tidak cukup untuk menghilangkan garis-garis ketampanan masa mudanya dulu.


Juan tampak meledak-ledak meluapkan emosinya. Bagaimana tidak wanita simpanannya itu membuatnya gila. Tagihan kartu kreditnya membludak hampir setara dengan tagihan biaya apartemen dan kebutuhan hidupnya.


Juan sendiri mengerti.Inilah konsekuensinya ia memiliki wanita simpanan. Tetapi baginya jauh lebih baik daripada ia memiliki seorang istri sah. Usia Juan bukanlah usia muda. Tetapi pernikahan adalah hal yang rumit baginya. Ia tidak ingin terikat dengan segala beban dan tanggung jawab seorang suami. Tetapi perkiraan Juan meleset.


Pertama kali bertemu Chantel, ia adalah seorang wanita manis. Usianya separuh lebih dari usia Juan. Saat itu Chantel berusia 19 tahun. Ia bertemu wanita itu di sebuah Cafe hotel. L'Coste Cafe. Cafe yang menyediakan live music. Chantel saat itu membantu temannya. Menggantikan posisi vokalis yang saat itu tengah sakit.


Juan yang berada didalam cafe itu, melihat potensi gadis itu. penampilan fisik maupun suaranya tampak cukup menonjol dalam pandangan lelaki itu. Juan yang seorang pemilik studio rekaman dan pengusaha beberapa penginapan di beberapa pulau-pulau eksotis adalah seorang tipe lelaki ideal bagi wanita manapun.

__ADS_1


Sayangnya, Juan bukanlah seorang lelaki yang berbakat menjadi suami idaman. Ia adalah seorang petualang sejati.Wajah tampan dengan finansial yang mapan membuatnya sangat mudah mendapatkan wanita. Hingga baginya wanita hanyalah bagian dari pemuas nafsunya yang bisa ia ganti kapanpun ia inginkan.


Chantel yang masih mengenakan pakaian dalamnya masih berbaring diranjang. Ia menyalakan sebuah cerutu. Yang ia ambil dari kotak cerutu milik Juan. Ia menghisapnya. Chantel tampak tenang seperti tidak menghiraukan kemarahan Juan padanya.


Wajah Juan tampak marah mengenggam kertas tagihan kartu kreditnya. Disitu tertulis beberapa tagihan barang-barang mewah seperti sepatu,tas,dll.


"Chantel...!Dengarkah kau apa yang kukatakan padamu ?!" ucap lelaki itu kembali. Ia hanya mengenakan pakaian dalam ketika berteriak mendekati Chantel. Chantel masih menghisap cerutunya. Kepulan asap mengenai wajah lelaki itu. Tampak wajahnya semakin memerah karena amarahnya.


Perlahan amarahnya memadam sesaat. Lelaki itu pun membalas wanita dihadapannya. Juan mulai melepaskan bra yang dikenakan wanita dihadapannya. Tampak kedua buah *********** yang berisi dan ranum itu. Ia menggerayanginya dan meremasnya penuh birahi. Hingga tak butuh lama bagi keduanya, mereka telah hanyut oleh luapan nafsu keduanya.

__ADS_1


"Maafkan aku, sayang...kurasa masalah tagihan yang kau bicarakan padaku hanyalah hal kecil bagimu bukan ? Bukankah kau yang memintaku untuk tampil lebih baik dan elegan saat bersamamu ?" jawab Chantel masih terbaring diatas ranjang. Ia tidak mengenakan sehelai benang pun. Juan yang tampak disampingnya tidak menjawab. Dalam hatinya ia mengakui betapa hebatnya wanita ini diatas ranjang. Hingga ia tidak lagi sanggup meluapkan emosinya yang meledak-ledak. Chantel masih tampak asyik memainkan jari jemarinya diwajah lelaki itu. Wanita itu mencumbunya sekali lagi. Ia tampak merajuk merayu. Juan mengakui hatinya meluluh saat itu. Sesaat ia berpikir,benar apa yang dikatakan wanita itu. Lagipula ini pertama kalinya, wanita ini membuatnya terpaksa merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk memenuhi penampilannya. Bukankah ia sendiri pula yang meminta gadis itu berpenampilan lebih baik dan berkelas ? Lagipula Juan pun menyadari ia adalah lelaki yang pertama kali merenggut keperawanan wanita ini ? Juan ingat betul, Chantel adalah gadis lugu. Ia mengenalnya sebagai seorang vokalis dalam band pengisi di Cafe L'Coste. Saat itu gadis itu tampak malu-malu saat ia mengajaknya berkenalan. Juan pulalah yang membuat gadis itu kerap mengisi performance disana. Sejak itulah mereka intens dan Juanlah yang memintanya menjadi wanita simpanan yang tidak dinikahinya. Saat itu Juan yang berkata apa adanya terhadap gadis itu. Ia menyukainya dan lelaki itulah yang membantu masalah keuangannya. Juan pun mengenal baik Miguelo,bos dari Fernando, saudara laki-laki Chantel. Bahkan Fernando lah yang merestui hubungan keduanya. Saat itu Chantel tampak ragu. Tetapi, perlakuan istimewa Juan padanya membuatnya luluh.


Ia tahu Juan seorang petualang cinta. Tetapi Chantel pun mengetahui ia adalah wanita satu-satunya yang telah diberikan kebebasan mengetahui seluruh aset yang dimiliki lelaki itu. Bahkan lelaki itu mengajaknya berkeliling ke semua resort yang dimilikinya. Sebelum disana pulalah Juan menyetubuhi wanita ini pertama kalinya. Sejak itu Juan memperlakukannya istimewa. Ia memberikan kunci apartemennya dan sebuah kartu kredit platinum yang dapat ia gunakan sesuka hatinya. Hari ini pertama kalinya ia meledakkan amarahnya pada gadis itu karena tagihan yang luar biasa.


Juan masih tampak lemas berbaring disamping gadis itu. Tubuhnya berkeringat tanpa sehelai pakaian pun. Chantel menyelimuti lelaki itu. Ia tampak bangun dan mengenakan kembali pakaiannya. Ia mencium pipi lelaki itu dengan cepat dan berjalan menuju ke kamar mandi.


Bagi Juan mungkin inilah pertama kalinya seorang wanita sanggup meredam kemarahannya hanya dalam hitungan menit. Ia memejamkan matanya dan tertidur pulas tanpa disadarinya. Dikamar mandi, Chantel tengah asyik menikmati pancuran air di showernya. Ia teringat bagaimana lelaki tua ini selalu memberikan apapun yang ia inginkan. Tetapi ia sendiri tidak tahu, apakah selama ini ia melayaninya karena cinta atau hanya karena kekuasaan yang dimiliki lelaki itu. Ia teringat Ferguso. Seorang lelaki yang baru saja dikenalnya. Seorang pria yang mampu membawanya ke tempat tinggalnya hingga lelaki itu menyetubuhinya. Ia tahu lelaki itu dalam keadaan setengah mabuk saat itu. Tetapi entah mengapa hatinya seperti terikat pada lelaki itu.


Chantel tahu Juan bisa menendangnya dari apartemen ini dan memblokir kartu kredit yang diberikannya, jika ia mengetahui wanita simpanannya menyetubuhi lelaki lain. Chantel meraba perutnya. Usia kandungannya hampir memasuki 3 bulan. Juan belum mengetahuinya. Chantel tahu anak dikandungannya adalah anak hasil hubungannya dengan Ferguso. Karena ia tidak pernah lepas dari pil-pil KB selama berhubungan intim dengan Juan. Ferguso lah saat itu yang menghamilinya. Karena saat itu, Chantel sendiri tidak menyangka ia meniduri pria itu dalam sekejap ketika ia tidak mempersiapkannya. Hingga Chantel baru menyadari setelah beberapa minggu setelahnya. Ia telah telat datang bulan. Ia membeli sendiri alat test kehamilan di sebuah apotek. Ia mengikuti setiap instruksi yang tertulis disana. Saat ia mengetahui sebuah tanda positif merah muncul, ia tidak tahu harus berkata apa.

__ADS_1


30 menit lebih Chantel berada dikamar mandi. Ia keluar mengenakan kimononya. Ketika ia melihat Juan telah tertidur pulas diranjang. Chantel melihat handphonenya yang berada didalam tasnya sesaat. Tampak sebuah pesan singkat dari Ferguso di hpnya. Ia membuka pesannya. Lelaki itu mengabari dirinya akan ada keperluan untuk beberapa hari kedepan. Hingga ia tidak berada di flatnya dan mungkin tidak akan bisa dihubunginya. Chantel buru-buru menghapus pesan singkat itu sebelum Juan mengetahuinya.


***


__ADS_2