
Seorang lelaki mengenakan kaos hitam dengan blue denim dan sebuah topi berwarna biru memasuki sebuah restoran Cina. Ia duduk disebuah meja tak jauh dengan bagian cashier. Lelaki itu mengambil tempat yang tersedia untuk 4 orang.Ia tengah duduk sendirian. Selang sekitar 2 menit, seorang pelayan wanita berambut pirang menghampirinya. Ia memberikan daftar menu dan memegang sebuah note kecil ditangannya.
Pria tersebut membolak-balik menu dan tampak dalam hitungan detik ia seperti berbicara pada pelayan tersebut. Pelayan itu menganggukkan kepala sambil menuliskan sesuatu disebuah buku kecil ditangannya. Tak lama pelayan itu mengambil daftar menu dan kembali ke bagian dapur restoran itu.
__ADS_1
Tampak pria tersebut diam dan melihat ke arah luar jendela sesekali. Sekitar 3 menit berikutnya, lelaki itu mengeluarkan handphone dari sakunya. Tak tahu apa yang dilakukannya,tapi ia tampak sibuk bermain dengan handphone ditangannya. Hingga 10 menit kemudian, pelayan berambut pirang itu kembali ke mejanya dan membawa nampan berisi makanan dan minuman kepada pria tersebut.
Lelaki tersebut tampak menatap wajah pelayan dan menganggukkan kepalanya, ketika pelayan wanita itu meletakkan seluruh makanan dan minuman diatas mejanya.
__ADS_1
Pria itu kemudian tampak memakan menu yang telah dipesannya itu. Sesekali ia meneguk minuman. Hingga pada menit ke 20 setelah lelaki itu hampir menghabiskan setengah makanan yang tersaji dipiringnya, ia tampak memegang bagian dadanya. Sesekali ia terbatuk dan tak butuh waktu lama wajah lelaki tersebut jatuh tersungkur kedepan, hingga kemudian diikuti beberapa orang menghampiri mejanya.
Hingga...Ia tersadar. Ada yang janggal dalam rekaman CCTV tersebut. Pria yang mengenakan topi biru, yang tak lain adalah almarhum Jessie rekannya, ia beberapa kali tampak melihat ke arah luar jendela. Ia menzoom rekaman CCTV tersebut.Tetapi ia tidak dapat melihat dengan jelas gambar rekaman. Tampak begitu kabur . Tapi, ia yakin raut Jessie tampak tengah mencari/menunggu seseorang. Hingga pada bagian dimana Jessie tengah mengeluarkan handphonenya, disitu tampak jari jemari lelaki itu,seperti tengah mengetik sesuatu. Mungkinkah saat itu Jessie tengah mengirim SMS pada seseorang ?.
__ADS_1
Ray kembali melihat tayangan detik-detik dimana Jessie tengah makan sebelum ia jatuh dan meninggal ditempat. Ray berupaya menzoomnya. Tetapi karena video CCTV yang kurang bagus, hingga jika resolusi diperbesar, maka gambar yang dihasilkan tampak pecah dan tidak jelas. Ray berupaya mengecilkan gambar sedikit demi sedikit. Hingga tampak dari kejauhan ia dapat melihat seperti sebuah daging fillet yang tersaji diatas piring Jessie. Ia tidak terlalu yakin dengan penglihatannya karena gambar rekaman terlihat jauh. Tapi, Ray teringat perkataan dr. Breymen padanya, bahwa pada tubuh Jessie ditemukan sejumlah zat tetrodotoxin dengan dosis yang cukup tinggi untuk mematikan rekannya itu. Ia semakin yakin bahwa menu yang disantap Jessie adalah menu ikan puffer,yang merupakan menu termewah direstoran Cina itu. Menu itulah yang menjadi penyebab kematian kawannya itu.Ray sangat yakin sekarang dengan dugaannya itu. Tapi,seorang Jessie yang hanya polisi berpangkat rendah, mungkinkah ia akan rela mengeluarkan sejumlah uang dalam nominal yang besar hanya untuk mencicipi menu termewah itu. Ray tampak tak yakin untuk dugaannya ini. Ia yakin seseorang pasti telah merencanakan semuanya dengan matang untuk membunuh Jessie rekan kerjanya.
Dahi Ray semakin berkerenyit. Ia kembali mengutak-ngatik rekaman CCTV. Hingga tiba-tiba kerutan didahinya perlahan mereda. Ia tahu, Ray harus bisa menemukan bukti baru yang bisa mengungkap kematian Jessie bukan sekedar penyakit jantung mendadak. Ray yakin Jessie adalah korban pembunuhan berencana.
__ADS_1