Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 41 : Pertemuan Thomas ...


__ADS_3

Thomas naik menuju salah satu kamar hotel. Hari ini ia telah memiliki janji dengan bosnya Miguelo di hotel tersebut. Seorang petugas lobby memberikan sebuah kunci kamar hotel untuknya. Petugas front office mengatakan pada Thomas bahwa seseorang menitipkan pesan padanya jika lelaki itu datang untuk memberikan kunci kamar hotel 502.


Thomas mengambil kunci tersebut dan menuju kamar yang dimaksud. Ingatannya teringat kejadian di lobby tadi. Tapi, Thomas berupaya menepisnya. Ia semakin penasaran dengan wanita bernama Maria. Dari perkenalan dan hasil pencariannya terhadap wanita itu, Maria bukanlah wanita pada umumnya. Dalam bayangannya, Maria adalah orang yang supel tapi bukan seseorang yang mudah didekati. Hanya...peristiwa di lobby tadi membuyarkan segala prasangkanya akan wanita ini. Apakah ini karena cemburu didalam dirinya ?,batinnya. Ah, ia tak tahu. pikirannya fokus terhadap Miguelo. Apa yang lelaki ini inginkan terhadap Maria ? Kenapa lelaki ini ingin mengetahui segala informasi tentang wanita ini ?. Pintu lift tiba-tiba terbuka tepat ketika khayalannya akan melambung jauh.


Thomas melangkahkan kakinya menuju kamar 502. Kamar tersebut berada disebelah kiri pintu keluar lift tadi. Ia melihat sebuah angka tertera 502 di salah satu pintu. Ia membuka dengan sebuah kartu sebagai kunci kamar tersebut.


Gelap pekat. Thomas memasukkan kartu tadi pada sebuah celah dekat dinding. Membuat seluruh lampu di ruang kamar menyala. Tak ada satu pun orang di kamar itu. Kamar itu tampak rapi. Seperti kamar baru.


Beep...beep...beep...


suara notifikasi pesan masuk di hpnya. Lelaki itu merogoh kantong saku celananya. Sebuah pesan masuk dari sebuah nomor tanpa nama.


Nikmati kamarmu. Aku temui kau nanti malam di pub hotel ini. Jika ada sesuatu yang ingin kau pesan hubungi room service dan aku yang akan membayar semua tagihannya.


Miguelo.

__ADS_1


Thomas meletakkan tas ranselnya diatas sebuah meja disudut ruangan. Kamarnya cukup luas dan tertata rapi layaknya hotel berbintang lima. Arsitekturnya bergaya klasik kontinental.


Ia merebahkan dirinya diatas kasur. Entah mengapa angannya melambung kembali pada Maria. Seperti episode berseri, ia melanjutkan pikiran-pikiran yang muncul dibenaknya saat didalam lift.


Mungkinkah ia salah dalam analisanya terhadap Maria ? Siapakah lelaki yang bersamanya di lobby tadi ? Mungkinkah...wanita ini tak sebaik profilnya ?Atau...


Aha ...atau mungkin lelaki yang bersamanya salah satu target operasinya sebagai seorang polisi ? Sayangnya Thomas tak dapat melihat wajah lelaki itu dengan jelas. Tapi...mungkin jika ia bertemu kembali, ia yakin dapat mengenalinya dari fisik dan perawakan wajahnya itu. Ah...kenapa pula ia merasa panas membakar dalam dadanya ? inikah kecemburuan ?Mungkinkah ia jatuh cinta terhadap targetnya, Maria ?


Thomas memejamkan matanya. Ia tengah berfikir...Miguelo. Ada perlu apa lelaki itu menyuruhnya mencari tahu Maria ? Haruskah ia memberitahu semua profil wanita itu pada lelaki ini ? Apa yang akan kira-kira dilakukannya terhadap informasi yang akan diberikannya kepada lelaki itu ? Mungkinkah akan membahayakan Maria ?


Cih...Thomas merasa kepalanya berdenyut. Ia tengah mengatur strategi untuk pertemuannya dengan Miguelo. Mungkinkah Miguelo adalah lelaki picik atau bahkan seorang bajingan yang berbahaya ? Haruskah ia mengulur informasi yang akan diberikannya itu dan mencari tahu terlebih dahulu apa yang akan dilakukan lelaki ini terhadap informasi tentang Maria yang akan diberikannya nanti ?


Thomas benar-benar merasa resah. Hingga tanpa ia sadari ia tertidur pulas hingga siang tiba.


***

__ADS_1


Suasana pub di hotel itu pada malam hari tidak terlalu ramai. Tetapi dentingan musik tekno dan lampu temerawang membuat suasana hiruk. Jam masih menunjukkan pukul 8 malam. Thomas mencari tempat duduk yang telah dipesannya itu.


Ia hanya membawa sebuah amplop berwarna coklat kedalam pub. Seorang pelayan pub mengantarkannya menuju sebuah meja. Disitu ia melihat seorang lelaki dengan jenggot yang nampak baru dicukur.Klimis dan rapi. Rambutnya tampak coklat kegelapan. Tubuhnya atletis. Thomas tampak kaget dengan wajah lelaki dihadapannya itu. wajah itu ....wajah lelaki yang tadi pagi ia lewat dilobby bersama Maria. Ia memang nampak tak terlalu yakin dengan penglihatannya itu didalam pub yang dengan penerangan kerlap-kerlip yang minim. Tapi perawakan tulang rahang serta jenggot yang klimis, yang hanya menyisakan bulu-bulu kecil dan pendek, tampak persis dengan lelaki yang ia lihat di luar lobby yang tengah berjalan dengan Maria. Thomas tampak terkejut, tapi ia cukup pandai menutupi rasa keterkejutannya itu dari lelaki dihadapannya. Ditambah penerangan yang minim sangat membantunya untuk itu.


Dalam pandangan Thomas yang tak jelas, Miguelo sepertinya tampak jauh lebih muda dari foto yang didapatkan Thomas dari hasil penelusuran di dunia maya. Selama ini Thomas memang belum pernah bertemu dengannya kecuali hanya melalui email atau telepon seluler baik SMS ataupun call langsung pada Miguelo. Ini pertama kalinya pria itu bertemu dengannya. Ia tersenyum pada Thomas yang ada dihadapannya itu.


"Duduklah..." jawabnya sambil memberikan isyarat dengan salah satu tangannya.


Thomas mengikuti perkataannya.


"Ini...seperti yang anda minta..."ucap Thomas tanpa basa-basi. Ia menyerahkan amplop coklat berisi segala informasi tentang Maria. Tapi Thomas tidak memberitahukan kepada lelaki itu ia telah chatting secara langsung pada wanita itu. Ia menimbang untuk mengulur segalanya. Khawatir lelaki dihadapannya ini ternyata akan membawa malapetaka bagi Maria. Entah kenapa Thomas menyadari dirinya telah jatuh cinta pada gadis itu.


"Bagus...Kau sudah bertemu langsung dengannya ?" tanya pria itu padanya.


"Belum Bos.." jawab Thomas singkat.

__ADS_1


" Bergeraklah lebih cepat....dan cari tahu lebih detail tentang wanita itu yang tidak kau dapatkan lewat dunia mayamu...dan beritahu aku segera...", ucap Miguelo padanya. Thomas makin penasaran dan curiga terhadap Miguelo. Jika benar lelaki ini yang dilihatnya di luar lobby hotel bersama Maria, mungkinkah ia telah mendahului Thomas untuk mencari tahu langsung mangsanya ini ? Astaga! apakah aku salah bekerja pada seseorang ? Mungkinkah lelaki ini akan berbuat kejahatan atau tindakan kriminal pada gadis yang ia incar ini ? Gadis yang belum lama ia kenal dan ia telah merasa jatuh cinta padanya..Atau lelaki yang ia lihat bersama Maria adalah pria yang berbeda dengan lelaki ini ? Mungkin penglihatannya yang salah!. Aku harus mencari tahu segera hal ini!,ucap Thomas membatin.


***


__ADS_2