Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 9 : Kebakaran Di Flat


__ADS_3

"Bedebah..!!" ucap Ferguso diluar flatnya. Ia mendongak ke atas,kelantai 7 tepat dikamarnya,kepulan asap hitam telah memenuhi kamar flatnya. Sialan, kau Fernando.Ini pasti ulah kau ! Batin Ferguso. Untunglah,Ferguso malam itu hendak menghangatkan tubuhnya. Ia tengah keluar dengan jaket kulit dan sarung tangan kulit berwarna hitam. Musim dingin belum tiba. Tapi angin malam itu begitu kencangnya dan terasa dingin. Ia keluar untuk membeli sebuah minuman Zingi.Zingi diambil dari nama latin zingiber yang berarti minuman yang terbuat dari jahe,madu yang ditambahkan sedikit susu sapi/domba murni dan perasan lemon.Warnanya putih gading dengan aroma khas jahe yang menyengat. Minuman khas bagi para penduduk lokal yang hanya ada disaat musim dingin saja. Makanya Ferguso membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan minuman tersebut. Ia berjalan cukup jauh hampir 10 km dari flatnya.Ia menaiki kereta malam itu. Menghindari angin dingin yang menusuk ke tulangnya. Ia turun dua stasiun dari tempat ia naik. Dikawasan Mendrake. Kawasan Mendrake adalah sebuah kawasan berisi club-club malam, cafe dan kedai-kedai makanan. Kawasan ini selalu ramai tak tentu waktu. Dari club ataupun cafe mewah hingga kedai-kedai untuk para rakyat jelata yang memiliki kantong tipis pun ada disana. Ferguso begitu familiar dengan kawasan ini. Karena ia biasa bertemu orang disana atau hanya sekedar nongkrong mencari hiburan. Malam itu ia menemukan sebuah kedai kecil yang menjual makanan dan minuman lokal bagi penduduk disana. Hingga ia menemukan zingi, minuman yang ia cari. Ferguso bukanlah seorang yang religius, tetapi ia terbiasa hidup sehat. Ia tidak ingin mati hanya karena candu akan minuman keras. Meskipun sesekali ia suka minum-minuman beralkohol tetapi ia tidak pernah sampai kehilangan kesadarannya atau mabuk. Mabok bagi Ferguso sama juga menjemput kematian. Karena dalam keadaan mabok, seseorang bisa kehilangan kesadaran dirinya,dan tidak tahu harus berbuat apa. Sedangkan Ferguso tahu pekerjaannya beresiko.


Ferguso biasa melakukan transaksi morphine dengan para kliennya dikawasan Mendrake. Beberapa club malam disana adalah langganannya. Tapi malam itu sebenarnya ia tidak punya janji dengan seorang pun. Rasa suntuk dan karena tidak ada persediaan ataupun makanan yang cukup dikulkasnya,membuatnya memutuskan pergi keluar. Melawan kencangnya angin malam yang berhembus. Ia pun menyempatkan untuk mampir disebuah minimarket disana. Membeli beberapa makanan dan minuman untuk mengisi kulkasnya. Tak lupa ia membungkus minuman Zingi dari kedai makan tempat ia makan. Zingi dapat bertahan selama semalam disuhu kulkas.Ferguso sangat menyukai minuman ini. Menurutnya bukan hanya hangat, tapi minuman ini sehat dan membuatnya tetap waras dalam kondisi dingin.


Ferguso masih bersungut melihat flatnya tengah terbakar. Ia termangu. Suara sirene pemadam kebakaran menderu kencang.Api telah hampir sepenuhnya padam.Menyisakan asap kepulan hitam. Warga yang tinggal di gedung yang sama berhamburan keluar. Cukup ramai tengah malam itu. Ferguso melihat arlojinya. Hampir pukul 00.00 dini hari. Beberapa kamar yang satu lantai dengan Ferguso terlihat ikut terbakar.

__ADS_1


Ini pasti ulah Fernando. Ferguso masih membatin. Ia tahu hanya lelaki itulah satu-satunya yang bisa ia tuduh. Ia memiliki alasan yang jelas untuk membunuhnya. Ferguso tahu, Fernando telah mengetahui hubungan gelapnya dengan Chantel, adik perempuan satu-satunya Fernando. Ia telah meniduri wanita itu hingga hamil.


Chantel adalah seorang pelayan di salah satu club malam elite dikawasan Mandrake. Ia bertemu wanita itu, ketika gadis itu sedang tidak bertugas. Chantel tengah makan disebuah kedai makanan Cina dikawasan itu, ketika Ferguso mampir untuk minum arak buatan mereka yang cukup terkenal. Saat itu Ferguso tengah setengah mabuk. Ia berkenalan dengan Chantel dan membawanya ke flatnya. Ferguso meniduri wanita itu. Ia seorang wanita berdarah Mexico. Mata hijau dengan rambut pirang dan badan sintalnya,membuat Ferguso lupa segalanya. Ketika pagi telah tiba,wanita itu telah pergi sebelum lelaki itu sadar dan bangun dari tidurnya. Ia hanya meninggalkan sebuah pesan singkat berisi nama dan nomor telepon genggamnya. Semenjak itulah Ferguso memacari gadis itu. Sayangnya, Ferguso baru tahu bahwa saudara laki-laki Chantel adalah seorang bandar yang bekerja menjadi bodyguard pribadi Miguelo, salah seorang pemilik club malam elite dikawasan Mandrake. Ia memiliki beberapa club malam serupa disana.


Ia tengah mengetik pesan singkat pada seseorang diserang sana. Ia tahu untuk beberapa hari kedepan ia tidak punya tempat tinggal. Tapi tidak mungkin ia tinggal di ditempat Chantel. Habislah nasibnya jika saudara laki-lakinya itu berada disana. Ia sendiri tidak tahu apakah Fernando tahu bahwa adik perempuannya itu telah hamil oleh dirinya atau tidak. Tapi dalam situasi pelik seperti ini,hanya satu orang yang ia dapat percaya. Ia pun menghubungi meminta izin untuk tinggal sementara ditempatnya. Ia tahu, permintaannya tidak akan mungkin ditolak lelaki diseberang sana. Ia sangat yakin. Hanya sekejap pesan singkat tersebut telah terkirim.

__ADS_1


Otak Ferguso masih berpikir keras untuk sesaat mengenai apa yang baru saja ia lihat. Ia merasa yakin kebakaran ini bukan karena kelalaiannya. Ia yakin betul meninggalkan flatnya itu dalam keadaan aman. Semua listrik atau gas dalam keadaan mati.


Ia tahu seseorang pasti berniat membunuhnya. Satu-satunya alasan yang mungkin hanyalah Fernando.Lelaki ini memiliki alibi untuk membunuhnya karena masalah Chantel yang telah ia hamili. Tetapi ia sendiri masih sedikit ragu. Ia sadar betul pekerjaannya sebagai kurir terpercaya untuk menjual morphine kepada para kliennya yang orang besar dan terkemuka bukanlah sebuah bisnis tanpa musuh. Tapi siapa kira-kira orang yang dapat ia tuduh untuk masalah ini, Ferguso masih belum dapat menemukan jawaban dalam otaknya.


***

__ADS_1


__ADS_2