Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 3 : Family Background


__ADS_3

Wonder Island adalah sebuah pulau diselatan Samudera Atlantik. Pulau kecil tak berpenghuni. Pulau yang dimiliki keluarga Don Pablo. Dipulau inilah Nina dibesarkan. Keluarga Don Pablo merupakan keluarga dengan aset kekayaan yang fantastis. Mereka membangun kerajaan bisnis dipulau ini.


Don Pablo muda dahulunya hanyalah seorang lelaki miskin yang besar disebuah perkebunan yang dimiliki seorang tuan tanah besar di Pulau Ponctianus. Disana ia bekerja disebuah ladang perkebunan mariyuana.


Pulau Ponctianus merupakan pulau yang sedikit dihuni penduduk. Hanya beberapa kepala keluarga yang tinggal di pulau ini. Pablo kecil adalah seorang yatim piatu yang dibawa oleh majikannya. Disana mariyuana layaknya tanaman biasa, yang digunakan sebagai salah satu obat penenang syaraf ataupun terapeutik. Di pulau ini mereka tidak mengenal dokter, kecuali tabib ataupun dukun beranak sebagai penyembuh.


Seiring berjalannya waktu, Pablo kecil tumbuh menjadi seorang remaja tampan yang pekerja keras. Ia menikahi Angelo, gadis yang berasal dari keluarga miskin di Pulau Ponctianus. Pablo yang hanya berbekal keberanian dan kecerdasan serta modal yang pas-pasan hasil kerja kerasnya sebagai buruh diladang mariyuana milik tuan Carmenito, ia pergi berlayar menuju selatan Samudera Atlantik. Disana perahu kayu sederhana yang dibuat dengan tangannya sendiri terdampar disebuah pulau tak berpenghuni. Wonder Island begitulah ia menamainya. Disana istrinya, Angelo, melahirkan bayi perempuan cantik, yang tak lain Nina.


Disana Pablo harus bertahan hidup dengan segenap kemampuannya demi keluarganya. Pablo muda mencoba peruntungannya pertama kali dengan Morphine. Ia mengenal zat ini ketika dahulu ia membantu para tabib meracikan obat bagi penduduk di Ponctianus yang terserang penyakit.


Dikawasan sekitar Wonder Island, Pablo muda menemukan banyak tanaman Papaver Somniverum atau biasa dikenal dengan opium. Inilah yang membuat Pablo muda mulai meracik dengan keahlian dan kemampuan ilmu chemistry pas-pasan yang ia miliki menjadi zat Morphine yang kemudian ia edarkan ke daerah Ponctianus dan perlahan kebeberapa negara sekitar Wonder Island, hingga perlahan seiring waktu, pada akhirnya Pablo muda bisa menjadi penyuplai Morphine diseluruh negara didunia.


Kehidupan yang sangat keras membuat Pablo muda hidup mandiri,gigih, dan kerja keras. Ia mengawali karirnya dengan melakoni semuanya secara sendiri. Hingga berhasil sukses seperti saat ini, ia telah menjadi seorang "Don".


Don merupakan sebutan ataupun gelar yang diberikan seluruh rekanan bisnis padanya. Sebutan ini sebagai gelar penghormatan padanya yang setara dengan seorang raja karena ia menguasai bisnis ini ke semua lini. Bukan hanya dikalangan farmasi secara legal, Morphine yang ia punya pun diedarkan secara gelap didunia hitam. Dunia dimana para bandar narkoba dan pengedar kecil mengenal nama Don Pablo.


Don Pablo bukan hanya pebisnis dikelas Morphine, ia pun seorang penyuplai minuman keras dari bir, wine, hingga Fenucaria, yakni sebuah minuman keras yang biasa diracik rumahan oleh penduduk Ponctianus, tak terkecuali Pablo kecil saat itu. Minuman Fenucaria ini merupakan minuman yang berasal dari buah dan sayuran yang difermentasi hingga berubah bentuk menjadi sebuah minuman beralkohol. Mereka biasa meminumnya kala angin dingin tiba untuk menghangatkan tubuh.

__ADS_1


Pablo muda akhirnya sukses dan mendapatkan gelar "Don" tepat saat genap diusianya yang ke 30 tahun. Gelar tersebut ia dapatkan karena kehebatannya dalam membangun bisnis yang ia lakoni.


Nina kecil yang tumbuh terasing di Wonder Island merasakan hasil kesuksesan ayahnya menjadi seorang gadis yang kuat,cerdas, dan selalu dipenuhi segala keinginannya. Hingga saat ia menginjak usia 12 tahun, Nina kecil tengah merayakan ulang tahunnya bersama ayah dan ibunya di Italia. Saat itu ia tengah berada disebuah kamar hotel mewah bersama ibunya. Ayahnya yang tengah keluar hotel menemui rekanan bisnisnya. Hingga seorang bellboy hotel memencet tombol bel didepan pintu kamarnya dan membawakan sebuah bungkusan yang berisi kue tart yang ditujukan untuknya. Nina kecil begitu gembira menerimanya. Ia mengira ayahnyalah yang mengirimkan bingkisan tersebut. Hingga tanpa curiga sedikitpun, ia merayakan ulang tahunnya dikamar hotel bersama ibunya untuk menikmati kiriman kue tart tersebut. Beruntung sekaligus kemalangan bagi Nina sekaligus saat itu. Ketika potongan kue pertama diberikan pada ibunya dan ia pun menggigitnya, tanpa butuh waktu lama, seketika ibunya terkapar jatuh. Nina yang saat itu tak menyangka,spontan saja ia menepiskan kue tart ditangannya sendiri serta sisa potongan kue yang dipegang ibunya. Nina bahkan berupaya mengeluarkan kue yang ada dimulut sang ibu. Sayang, Nina kecil telat. Racun telah bereaksi melalui air liur yang ditelan sang ibu dan telah mengalir ke seluruh tubuhnya. Hanya dalam hitungan detik Angelo,ibu kandung Nina kecil meninggal saat itu juga.


Nina kecil yang histeris melihat langsung Kematian ibu kandungnya itu mengalami traumatic syndrome akut. Ia tumbuh menjadi seorang gadis yang selalu waspada dan penuh curiga terhadap dunia luar. Terlebih ketika perlahan ia mulai mengetahui kerajaan bisnis yang dibangun ayahnya, Don Pablo, merupakan sebuah dunia yang memiliki banyak kawan tapi tidak sedikit pula lawan bisnis, terutama yang berasal dari dunia kelam, sangat haus akan harta dan reputasi yang dimiliki oleh sang ayah.


Nina sangat mencintai ayahnya. Terlebih setelah kematian ibunya, nyonya Angelo. Hanya ayahnyalah satu-satunya yang ia miliki dalam hidupnya. Begitupun Don Pablo, setelah kematian wanita yang sangat ia cintai,satu-satunya wanita yang selalu berada disisinya dari ia hanya seorang lelaki miskin hingga menjadi seorang Don, Angelo adalah wanita setia dan penyayang baginya. Sejak kepergiannya, Nina bagi Don Pablo adalah anugerah terindah yang diberikan istrinya dan satu-satunya peninggalan sang istri padanya. Hal inilah yang membuat Don Pablo sangat memanjakan Nina dan bersikap jauh lebih protektif pada gadis kesayangannya. Ia tidak ingin kehilangan lagi wanita yang ia cintai.


Nina kecil tumbuh beranjak dewasa didalam rumahnya yang menyerupai kastil megah baginya dengan penjagaan yang sangat ketat serta beberapa bodyguard yang disewa ayahnya. Ia tidak pernah sekalipun keluar rumah. Don Pablo selalu memfasilitasi apapun yang ia inginkan didalam kastil megahnya. Bahkan Nina menghabiskan masa remaja dengan seorang guru pribadi yang telah mengalami proses seleksi oleh Don Pablo sendiri dengan bantuan Carlo, orang kepercayaan ayahnya itu.


Carlo bagi Nina seperti seorang kakak. Ia yang melatih Nina menjadi pribadi yang kuat. Carlo yang mengajarkan Nina menembak dan memanah. Bahkan Carlo pulalah yang mengajarinya berbagai ilmu bela diri untuk Nina sebagai proteksi diri seandainya ia berada dalam situasi pelik.


"Carlo, dimana ayahku ?" tanya Nina yang masih mengenakan wig burgundynya dengan wajah Lucy berdiri dihadapan Carlo.


"Dia ada diruang kerjanya. Kau bergantilah pakaianmu dahulu. Tak pantas berpakaian seperti itu dihadapan ayahmu." Ucap Carlo dengan nada datar yang tegas padanya. Carlo memang segalanya bagi Nina. Ia guru,kakak, bodyguard, teman dan segalanya bagi Nina. Hanya ia dan ayahnya yang dimiliki Nina sejak kematian ibunya.


"Oh...Carlo sayang...janganlah terlalu kaku padaku...tapi,terima kasih saranmu.." jawab Nina sambil mencium pipi Carlo secara spontan dan berlalu begitu saja menuju kamarnya. Ia selalu menuruti saran Carlo karena ia tahu Carlo yang paham betul sifat ayahnya. Ia pun berganti pakaian layaknya ketika berada dirumah.

__ADS_1


Carlo memang sudah biasa dengan sikap Nina. Tapi tidak saat ini. Saat ia telah tumbuh menjadi seorang gadis cantik dihadapannya. Bagi Carlo ini sudah lebih dari cukup untuk balasan cinta yang ia pendam dalam hatinya bagi gadis ini. Ia tersenyum datar tapi hatinya tengah berbunga-bunga.


"Papa, kau masih sibuk berkutat dengan pekerjaanmu ? santailah sedikit papa...nikmati hasil jerih payahmu..." ucap Nina sambil merangkul leher ayahnya dan mencium pipinya itu. Don Pablo memang sangat memanjakan Nina. Ia satu-satunya keturunan dari istri tercintanya, Angelo. Wanita yang telah menikahinya dan bersedia membangun kehidupan rumah tangganya sejak ia masih menjadi seorang pria miskin hingga billioner dengan gelar Don.


"Nina...kau tahu..pekerjaan ayah penuh resiko..ayah harus selalu mengawasi dan memastikan segalanya berjalan lancar...Bagaimana acara nontonmu diluar ? Ada masalah sayang ?" jawab ayahnya dengan suara parau.


"No Daddy...everything is good. You know Daddy...setelah menonton film...I remembered you...and I don't know how's my life without you...you are my everything...I love you so much,Daddy..." ucap Nina kembali pada ayahnya. Ayahnya tersenyum mendengar perkataan putri satu-satunya itu.


"I love you,too sweet heart..." jawab ayahnya singkat.


"Daddy, you should call Carlo to help your work.. Berikan saja tugas yang harus dikerjakan pada Carlo,Daddy...take a few days to relax your mind" ucap Nina mengingatkan ayahnya.


"I know sweetheart...Carlo memang ayah berikan tugas tapi tidak sepenuhnya menjalankan bisnis ini..." jawab ayahnya sambil menatap Nina yang ada dihadapannya itu.


"Itulah yang Nina maksud ayah...Carlo seperti anggota keluarga bagi kita. Ia pun sangat menyayangi ayah. Berikan saja sepenuhnya pada Carlo...Aku rasa ia tidak akan mengkhianatimu ayah...Sesekali ayah perlu meluangkan waktu untuk rileks...Lihatlah kerutan didahimu dan uban yang sudah memenuhi rambutmu...mungkin saatnya ayah belajar memberikan kepercayaan penuhmu pada Carlo.." Nina berkata dengan senyum simpul manisnya.


Nina seorang gadis yang cerdas. Ia terbiasa melihat banyak orang dilingkungan pekerjaan ayahnya. Ia terbiasa menilai karakter mereka. Menurutnya Carlo adalah satu-satunya orang yang tidak mungkin berkhianat pada ayahnya itu.Don Pablo sebetulnya setuju dengan pendapat anaknya itu. Nina benar dalam beberapa hal. Baginya ia seperti pengganti Angelo, istrinya yang selalu memberikan masukan dan nasehat padanya.

__ADS_1


Tanpa mereka berdua sadari, Carlo yang tengah lewat dan berdiri didepan ruang kerja Don Pablo mendengar percakapan keduanya. Hatinya semakin berbunga-bunga mendengarkannya. Mengetahui gadis yang ia cintai menaruh kepercayaan yang begitu besar padanya.


***


__ADS_2