Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 19 : Lunch Di Restoran Lianhua


__ADS_3

Jam telah menunjukkan pukul 13.00 siang. Matahari bersinar sangat terik. Ray yang telah berganti pakaian seragamnya disebuah kamar mandi di pom bensin. Ia tampak begitu tampan dan memukau dengan pakaian santainya.


Ray memang selalu sedia pakaian casual didalam mobilnya. Sebagai seorang polisi yang selalu mengenakan seragam, membuat Ray selalu sedia pakaian ganti casual didalam mobilnya. Jaga-jaga saat ia harus keluar kantor tanpa seragam kepolisiannya.


Siang itu selepas pertemuannya dengan dokter Breyman, Ray memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke Restoran Lianhua. Sebuah restoran Cina, tempat dimana terakhir kali Jessie berada sebelum ia meninggal. Tetapi sebelum sampai ke tujuannya, Ray mengisi penuh bensin dimobilnya dan berganti pakaian casual. Ia tidak ingin tampil mencolok dengan seragam kepolisiannya.


Kaos putih polos yang hanya dihiasi dengan inisial yang melambangkan sebuah brand pakaian distro yang cukup terkenal dibagian kiri kaos tersebut. Logo tersebut dijahit dengan benang tenun emas yang sangat rapi dan elegan. Dengan celana blue jeans yang pas dikaki Ray dan sepasang sepatu boots membuat penampilan Ray tampak simpel nan elegan. Sebuah kacamata photochromic berbingkai besi tipis berwarna hitam dengan lensa kotak membuat Ray tampil berbeda. Wajahnya terlihat tampan. Penampilannya lebih menyerupai seorang eksekutif muda ketimbang seorang polisi. Warna lensanya telah berubah tampak berwarna coklat karena teriknya panas matahari yang menyengat. Ia bergegas memasuki mobilnya yang terparkir tak jauh dari pom bensin. Ia menenteng sebuah tas pouch berwarna hitam yang berisi seragam kepolisiannya. Tanpa berlama-lama, Ray menyalakan mesin mobilnya dan menuju restoran Lianhua.


sekitar 1 jam lebih ia menghabiskan waktu dari pom bensin menuju restoran Lianhua. Tampak siang itu dari jendela kaca yang mengelilingi restoran itu, ia dapat melihat nuansa merah dengan lampion-lampion yang berwarna-warni menghiasi bagian interior luar dan dalam restoran. Dari luar pun sudah terlihat ini sebuah restoran Cina dengan nuansa khas lampion sebagai hiasan. Di beberapa sudutnya juga terlihat tanaman bunga artifisial sebagai penghias ruangan.


Ia telah berada didalam restoran itu 10 menit yang lalu. Matanya menatap setiap sudut-sudut restoran itu. Siang itu pengunjung di restoran itu tampak cukup ramai.Wajah Ray yang rupawan tampak cukup menonjol diantara para pengunjung restoran meskipun penampilannya tampak sangat casual. Ia mengambil sebuah meja kosong tepat disamping jendela. Hingga ia dapat merasakan pantulan cahaya matahari yang terasa hangat meskipun didalam restoran tersebut menggunakan AC.

__ADS_1


Ray melepaskan kacamatanya. Ia melihat menu dihadapannya. Seorang pelayan wanita tengah siap disisinya dengan secarik kertas dan pulpen ditangan. Siap mencatat menu yang akan dipesan lelaki yang ada dihadapannya itu. Ray menatap daftar menu. Ia teringat perkataan dokter Breyman. Matanya menatap setiap daftar menu dengan jeli. Seperti mencari sesuatu.Setelah beberapa menit membolak-balik menu, matanya tertuju pada sebuah menu disana.Tetapi disitu tertulis Pre Order Special Menu : Puff Fish Soup With Spicy Chinese Taste.


Ia menatap pelayan dihadapannya itu.


"Saya ingin pesan menu special ini..."ucap Ray sambil menunjuk kepada menu yang ia inginkan.Sebenarnya Ray tidak benar-benar berniat memesan menu itu. tetapi pikirannya terusik melihat menu special yang tertera sekaligus teringat akan penjelasan dokter Breyman padanya.


"Maaf Tuan, menu ini adalah menu special pre-order..Jadi anda harus memesan minimal 7 hari sebelumnya " jawab di pelayan wanita dihadapannya. Ray yang mendengar jawaban pelayan tersebut sebetulnya sudah dapat menebaknya. Tetapi ia sangat ingin tahu lebih detailnya.


" Maaf sekali,Tuan...menu ini sangat special. Karena ikan puffer yang kami hidangkan tidak tersedia setiap hari direstoran ini. Ikan itu hanya bisa dipesan jauh hari sebelumnya...karena kami pun mendapatkan supply-nya dari supplier langganan kami dan kami tidak menyuplainya setiap hari karena harganya yang relatif mahal. Selain itu, koki yang akan memasaknya pun adalah koki khusus yang akan kami hubungi jika ada pemesan saja. Jadi bukan para koki yang biasa menyajikan menu harian yang biasa ditawarkan..itulah mengapa menu ini sangat special dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pemesanannya disini,Tuan..terlebih, harganya yang pastinya sangat mahal..maka tidak akan mungkin dipesan oleh sembarang orang iseng saja,Tuan.." jawab si pelayan wanita dengan ramah dan senyum yang tak lepas dari wajahnya yang tampak lembut.


"Jika anda mau, saya bisa catatkan pesanan anda sekarang dan akan kami masukkan pada pemesan pre-order special menu kami ?" lanjut pelayan itu kembali.

__ADS_1


"Oh..tidak...mungkin tidak sekarang,Miss..kalau begitu saya pesan secangkir hot green tea dengan chicken soup with black pepper cheese creamy flavor saja" jawab Ray kembali. Si pelayan wanita pun dengan cekatan menuliskan pesanan Ray.


"Baik,Sir..pesanan anda akan segera datang dalam waktu 10 menit..silahkan ditunggu.." jawab wanita tersebut dengan sopan dan senyuman ramah. Ia pun bergerak dengan cepat menuju dapur dan memberikan menu pesanan Ray pada koki yang bertugas.


Ray kembali duduk terdiam. Tetapi pikirannya telah melintas teringat perkataan dokter Breyman dan si pelayan wanita tersebut. Ia baru ngeh. Ketika tiba-tiba ia teringat perkataan pelayan wanita dan menu yang ia baca. Jika benar kematian Jessie karena zat tetrodotoxin yang ada didalam menu khusus yang ditawarkan restoran itu, lantas bagaimana bisa Jessie memakannya saat itu ? Bukankah menu istimewa disini hanya dapat dibeli melalui pemesanan dengan cara pre-order ? Lantas bagaimana bisa Jessie memakan ditempat saat itu juga ?Apakah sebelum hari nahasnya itu Jessie telah memesan menu itu ? Ataukah seseorang telah memesankannya terlebih dahulu untuk Jessie ? Ataukah Jessie tengah berada direstoran ini bersama seseorang sebelumnya dan memesan menu special ini bersamanya dan kembali berjanjian ditempat ini kembali untuk bersama-sama menikmatinya ?Tapi mungkinkah pula Jessie yang hanya seorang perwira polisi biasa dapat memesan menu istimewa yang menurut si pelayan wanita tadi, menu istimewa berharga relatif sangat mahal ?Mungkinkah seorang Jessie yang telah memiliki istri dan anak mau mengeluarkan kocek besar hanya untuk sebuah makanan yang ia nikmati sendirian ? Banyak pertanyaan memenuhi pikiran Ray. Hati dan otaknya kali ini benar-benar tergelitik dengan semua kejadian yang ia alami hari ini. Banyak hal janggal menurutnya yang semakin membuat Ray yakin bahwa kematian Jessie adalah sebuah pembunuhan dan bukanlah kebetulan semata. Mungkinkah pula ini sebuah pembunuhan berencana ? Mungkinkah ini semua ada kaitannya dengan kasus yang Jessie tangani ? . Ray masih duduk terdiam. Ia menikmati kesendiriannya saat itu dengan pikirannya sendiri. Hingga pelayan wanita yang tadi menuliskan menu pesanannya telah kembali dan meletakkan menunya dihadapan Ray.


"Silahkan dinikmati pesanannya,Sir.. Semoga anda suka.." ucap pelayan tersebut dengan sopan dan senyum yang tak pernah lepas diwajahnya.


"Terima kasih.."jawab Ray singkat dengan senyumannya.Ia membalas pelayan wanita itu. Pikirannya masih mengambang sembari ia mengaduk sup dihadapannya. Ia mencicipi menu itu. Rasa cheese yang creamy dengan pedas yang berasal dari lada hitam terasa lezat dan gurih dilidahnya. Ditambah daging ayam empuk yang disajikan hangat-hangat menambah kenikmatan sup dihadapannya. Ia tidak membutuhkan waktu lama untuk menghabiskan semangkuk sup tersebut dengan sangat lahap.


***

__ADS_1


__ADS_2