
Ferguso turun tepat disebuah halte tak jauh dari gang menuju flatnya. Ia berjalan kaki menelusuri sebuah gang yang hanya cukup dilewati sebuah mobil sedan kecil. Kawasan tersebut memang kawasan pemukiman flat-flat sederhana yang bertingkat. Rata-rata flat tersebut tak lebih dari 7 lantai. Warga yang tinggal di pemukiman tersebut sebagian besar masyarakat kelas menengah ke bawah. yang mayoritas diantaranya adalah warga imigran dan penduduk campuran.
Ferguso berjalan dengan santai tapi matanya menatap ke segala penjuru. Tepat ketika ia melewati segerombolan anak muda berusia sekitar 14 sampai dengan 16 tahun tengah asyik bersenda gurau,kupingnya menangkap sebuah pembicaraan mereka yang menarik perhatiannya. Ia berhenti sejenak menajamkan telinganya mendengarkan pembicaraan mereka.
" Mereka bilang kebakaran tersebut bukan karena korsleting listrik..Tapi mungkin seseorang memasak sesuatu dan lupa mematikannya..hingga api tersebut menyambar dan membesar..."ucap salah seorang pemuda diantara mereka.
"Bodoh kau !!! seandainya seseorang memasak sesuatu dan mereka lupa mematikannya bukankah seseorang seharusnya mencium bau hangus dan alarm kebakaran diflat pun pasti menyala...dan akan otomatis memicu air untuk menyemburnya...hingga bisa segera dipadamkan..dan..tak mungkin sampai merambat hampir ke satu lantai flat itu..." jawab salah seorang kawannya menimpali.
"Ah,sudahlah...kalian berdua sok tahu sekali! Bukankah polisi pun belum tahu penyebabnya ?! Lagipula..untunglah kebakaran tersebut tidak sampai menimpa flat kita !Coba kalian pikir,seandainya saja kita tak segera keluar karena alarm pemadam kebakaran yang berbunyi...pasti kita ikut terbakar hangus.." balas seorang yang lainnya lagi.
"Oh iya,katanya ada korban jiwa dari kebakaran tersebut ? waktu malam terjadi kebakaran aku melihat adanya ambulance rumah sakit pun ada diparkiran. Dan mereka sepertinya membawa seseorang dalam tandu memasuki ambulance.." kembali temannya membalas perkataan kawannya itu.
" Ya..ayahku bilang seorang pria lansia yang tinggal dilantai tepat kebakaran terjadi,tewas terbakar...karena ia sedikit tuli,ia tidak menyadari api telah menyambar ke kamarnya.."jawab kawannya.
Ferguso yang mendengar percakapan mereka tertarik mendengarkannya.Ia pun memperhatikan mereka. Setelah Ferguso yakin anak-anak itu hanya seorang remaja biasa yang tengah bergosip mengenai kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu,ia pun menghampiri mereka, guna mencari informasi yang mungkin berguna baginya.
"Hai ..boleh aku ikutan mengobrol dengan kalian ? " ucap Ferguso menghampiri gerombolan remaja disitu.
Tampak ketiga orang remaja pria yang tengah duduk membelakangi Ferguso terkejut.Mereka menoleh kearah suaranya.
"Kau siapa,bung ?" tanya salah seorang diantara mereka.
__ADS_1
"Oh, aku kebetulan lewat dan mendengar sedikit pembicaraan kalian mengenai kebakaran diflat sana ..kalian salah seorang penduduk disanakah ?" ucap Ferguso sambil menunjuk ke arah deretan flatnya yang beberapa telah terbakar hangus.
"Oh..bukan..kami tinggal di flat sebrang.."jawab anak muda itu kembali yang diikuti anggukan tanda menyetujui perkataan kawannya itu dan mereka menunjukkan tangannya pada sederet flat yang berada tepat berhadapan dengan flat yang telah terbakar.
"Apakah kalian tahu awal mula terjadi kebakaran tersebut ?Maksudku...kalian melihat bagaimana kebakaran itu terjadi saat itu ?" tanya Ferguso kembali.
"Hmm...aku hanya ingat...saat itu jam menunjukkan sekitar pukul 11 malam lebih...saat itu aku terjaga dari tidur...hingga aku mendengar seseorang berteriak kebakaran..Kulihat dari jendela kamar,sebuah kepulan asap hitam menyambar dari salah satu lantai diflat tersebut..selanjutnya halaman telah dipenuhi orang yang berhamburan keluar dan beberapa dari mereka membawa ember-ember air untuk memadamkannya..sayangnya api saat itu menyambar cukup cepat hingga dilantai tersebut...Tapi untunglah sebuah mobil pemadam kebakaran segera datang tak lama dari kebakaran itu dan mereka berhasil memadamkannya sebelum seluruh flat diseberang sana habis terbakar...Kami pun yang tinggal diflat seberang ikut berhamburan keluar saat itu karena suara sirene yang berbunyi kencang..."jawab salah satu remaja itu menjelaskan. Ferguso mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kalian tahu penyebabnya ?" tanyanya kembali dengan rasa penasaran.
"Hmm..kami tidak tahu untuk masalah itu...tapi seseorang yang tinggal dilantai flat tersebut memberikan kesaksian pada polisi yang datang bahwa ia mencium bau asap dari lorong flat dilantai itu. Tapi saat itu ia berpikir seseorang mungkin sedang memasak/membakar sesuatu hingga mungkin baunya tercium hingga kekamarnya...ia tidak curiga adanya kebakaran saat itu...Tapi ia baru menyadari adanya kebakaran ketika seseorang yang tinggal dilantai flat yang sama berteriak kebakaran kala itu..ngomong-ngomong...kau siapa bung ?seorang polisi yang sedang menyelidiki kebakaran yang terjadi atau wartawan yang ingin menulis berita ?"tanya remaja tersebut pada Ferguso dengan penuh rasa ingin tahu. Temannya yang duduk disampingnya sempat menyenggol lengan kawannya itu sambil melirik memberi isyarat pada kawannya itu,bahwa pertanyaannya tidak sopan. Ferguso melihatnya. Ia hanya tersenyum.
"Oh ...begitu...welcome back,Sir.. semoga kau tak terkejut melihat perubahan yang terjadi disana..."jawab anak-anak muda tersebut berbasa-basi. Ferguso hanya tersenyum. Ia dapat melihat mereka hanyalah remaja biasa yang sopan.
"Ok..thanks.."ucap Ferguso singkat. Ia berjalan berlalu meninggalkan ketiga remaja itu. Mereka melihatnya sebentar sampai ia berlalu dari hadapan mereka,kemudian mereka pun kembali berbincang dengan sebuah topik obrolan lainnya.
Ferguso berjalan. Hmm...lorong dilantai flatnyalah sumber kebakaran tersebut. Kira-kira apa yang terjadi saat itu ? benak Ferguso mulai mengkhayalkan segala hal yang mungkin menjadi penyebab kebakaran tersebut.
Flat atau kamar Ferguso sendiri tampak ikut terbakar. Tapi beruntunglah hanya bagian depan ruang tamu yang tampak terbakar dengan beberapa tiang dan pintu yang roboh terbakar serta sebagian dapur yang sedikit tampak menghitam tapi tidak sampai hangus. Tetapi, bagian kamar tidurnya tidak terbakar sama sekali. Hanya temboknya tampak agak menghitam nyaris terbakar. Hingga beberapa barang dan perabotnya masih dapat ia selamatkan. Hal ini mungkin juga karena konstruksi bangunan gedung yang cukup baik. Mereka memiliki alarm pemadam kebakaran otomatis pada setiap flat/kamar disetiap dapur mereka. Dimana jika terjadi kebakaran didapur maka alarm kebakaran akan berbunyi otomatis dan memicu air untuk menyembur otomatis guna memadamkan api.
Ferguso masih berpikir keras, Jika sumbernya berasal dari lorong dilantai flatnya...bagaimana api bisa ada disitu ? Mungkinkah seseorang sengaja membakar lorong tersebut disaat semua orang tidur terlelap ?
__ADS_1
Saat ia sibuk berpikir sambil berjalan,tak terasa ia telah tiba didepan kamar flatnya yang tak berpintu. Ferguso diam sejenak. Memperhatikan lorong kamar tersebut. Hampir seluruh lantai dikamar tersebut terbakar bagian depan pintunya. Hingga ia dapat melihat kamar-kamar tetangga dilantai tersebut. Pada bagian depannya tampak roboh dan terbakar hangus. Puing-puing kayu dan dinding berserakan. Sebagian tangga menuju lantai flatnya terlihat tanda-tanda bekas terbakar.Tapi masih bisa digunakan untuk naik dan turun. Ia menatap sekelilingnya tampak kosong. Tampaknya semua penghuni dilantai tersebut telah pergi mengungsi. Ia melihat kedalam kamar disebrangnya. Tidak ada orang. Beberapa perabotnya masih tampak ada yang bagus dan layak pakai.Tapi masih tergeletak disana. Pada bagian ujung lorong tampak hitam pekat hangus dan berlubang. Puing-puing berserakan disana.
Kamar Ferguso adalah nomor 3 dari ujung kamar.dilantai tersebut ada 12 kamar flat. 6 kamar disisi kanan dan 6 kamar disisi kiri yang saling berhadap-hadapan. Diujung terdapat tangga yang menghubungkan satu lantai ke lantai lainnya. Pada sisi sebrang tangga terdapat sebuah lift kecil pula bagi yang ingin menggunakan lift tersebut. Pada bagian sebelahnya,lorong disebrang kamar Ferguso, sampai ujung lorong tersebut terdapat sebuah kamar mandi umum dan ruangan khusus untuk menyimpan berbagai perlengkapan kebersihan.
Ferguso melihat bagian lorong sebrang tampak bersih,seperti tidak terkena bakar sama sekali. Kebakaran tersebut hanya seperti melalap bagian lorong yang berisi kamar saja sampai ke tangga. Sedangkan lorong sebrangnya tidak ada tanda-tanda terbakar sama sekali hingga ke ujung lorongnya.
Mungkinkah sumber kebakarannya berasal dari lorong kamarnya ini ?Bagaimana api bisa muncul dari lorong disini tiba-tiba ?Tidak mungkin! Ini pasti karena ulah seseorang yang dengan sengaja membakarnya ? Tapi apa motifnya ? Kenapa api tidak berasal dari salah satu kamar diflat ini ?Jika memang ini ulah Fernando,kenapa ia tidak mendobrak masuk saja ke kamar flatnya dan membakarnya hidup-hidup ?Jika memang lelaki ini ingin membunuhnya, kenapa tidak mendobrak masuk kamar flatnya ?pintu flat Ferguso hanyalah pintu biasa. Seseorang seperti Fernando pasti dapat mencungkilnya dengan mudah...Postur Fernando juga jauh lebih tinggi dan besar dari Ferguso...Hanya dengan sekali tinju Ferguso yakin ia pasti bisa roboh oleh Fernando...ia bukanlah seseorang yang pandai bela diri..
Ferguso mulai tampak ragu dengan tuduhannya terhadap Fernando..Apakah ini hanya kecurigaannya saja pada lelaki itu yang berlebihan ?dan..kebetulan saja kebakaran terjadi hingga membuatnya mengkait-kaitkan segalanya pada lelaki itu ? Atau...mungkinkah ada pelaku lain yang berniat membunuhnya ?
Ferguso semakin kalut dalam pikirannya. Ia tidak bisa menemukan sebuah alibi sempurna.
Ferguso memasuki kamarnya. Ia mengecek satu persatu barang-barangnya..Dan...Ferguso terperangah ketika ia memasuki kamar tidurnya. Ia melihat pintu laci dari lemari pakaiannya tampak terbuka. Tunggu !Bagaimana laci lemari tersebut bisa terbuka ?Ia ingat dengan jelas pertama kali ia kembali ke flatnya tersebut. Ia hanya mengambil beberapa pakaian saja dilemari tersebut karena panik.Ia belum sempat menyentuh barang-barang yang lainnya. Tiba-tiba saja Ferguso langsung teringat sesuatu.
Ferguso berlari ke arah lemari pakaiannya. Mengobrak-abrik seluruh isi lemari dan seluruh isi kamar tidurnya..Betul saja, ia kehilangan sesuatu.
Ia kehilangan sebuah agenda hariannya. Berisi kehidupan pribadi dan hal-hal terkait pekerjaannya.
Sial!! umpatnya. Ia semakin yakin seseorang sedang menguntitnya dan berniat membunuhnya. Seseorang telah mendahuluinya..siapakah dia ? Ferguso mulai geram hingga ia menendang lemari tersebut. Ia terduduk diranjangnya sambil menjambak rambutnya dengan kedua tangannya sendiri. Ia tertunduk lemas.
***
__ADS_1