
Suara gemericik air dari pancuran shower merileksasikan setiap inchi tubuh gadis berambut hitam legam. Ia selalu menikmati saat-saat mandi. Menghilangkan segala penat yang ia rasakan kala ia harus mengenakan seragamnya. Maria merupakan gadis yang cerdas dan juga jeli.
Ia adalah seorang anggota kepolisian yang bertugas dibalik komputer. Mereka menyebutnya Data Support Engineer. Tugasnya hanya mengurusi segala hal terkait keamanan data maupun investigasi yang berkaitan dengan IT support. Tubuh Maria cukup atletis tapi tidak terlalu tinggi. Ukuran tinggi badannya hanya 162 cm. Bagi anggota kepolisian wanita, tinggi badannya standar.
Tetapi kejelian dan kecekatannya bermain dengan komputer menjadi sebuah nilai plus baginya. Tidak seperti kebanyakan para IT yang biasa berpenampilan nerd. Maria justru sebaliknya. Warna kulit coklatnya yang terawat,ditambah mata coklat kehijauannya serta hidung bangir dan bibir melengkung yang tidak terlalu tipis,merupakan sebuah daya pikat. Ia dapat dikatakan cantik. Ibunya merupakan seorang wanita berdarah asia sedangkan ayah Maria merupakan pria berdarah campuran Portugal-Spanyol. Hingga ia memiliki wajah cantik nan eksotis.Dengan tubuh yang padat berisi dan proporsional.
__ADS_1
Rambutnya masih terurai basah ketika ia selesai mengenakan pakaian tidurnya. Ia tidak langsung tertidur. Walaupun matanya terasa mengantuk, ia menyalakan komputernya. Matanya terfokus pada layar monitor yang menyala. Ia mengecek emailnya. Sebuah email masuk ke akunnya. Maria membaca si alamat pengirim. Seperti sebuah alamat formil dari sebuah institusi yang berkaitan dengan bank ataupun keuangan. Tapi ia tidak mengenalnya. Sambil ingatannya berputar,mengingat-ingat apakah sebelumnya ia mengajukan sebuah pinjaman ke sebuah bank atau dari seorang debt collector yang ingin menagih segala tagihan kartu kreditnya.Tapi ia teringat,ia telah membayar tagihan kartu kreditnya seminggu yang lalu. Maria menyerah. Ia pun dengan penasaran membuka isinya.
Disitu tertulis seperti sebuah surat formil balasan dari permintaan yang ia ajukan. Maria semakin penasaran dan berupaya berpikir keras mengingat. Tetapi rasa kantuk membuat otaknya melemah untuk berfikir. Ia hanya mengikuti instruksi yang tertera. Ia harus membuka sebuah laman dengan alamat yang telah tertulis didalam email. Ia pun mengklik link yang tercantum. Komputer mulai meloading alamat yang ia klik. Tidak biasanya jaringan internet malam itu terganggu. Hampir lebih dari 15 menit komputernya masih dalam kondisi meloading. Matanya perlahan terasa begitu berat.Hingga tanpa disadari ia tertidur didepan layar monitornya. Saat yang bersamaan, Maria tidak menyadari komputernya merestart dengan sendirinya.
***
__ADS_1
Maria telah terbangun dari tidurnya saat langit masih gelap. Ia berjalan ke arah dapur. Maria tinggal disebuah flat yang sederhana. Hanya ada sebuah kamar tidur, kamar mandi,dapur dan sebuah ruang tamu yang digunakan sebagai ruang tv. Dimana sebuah TV layar datar yang tergantung ditembok.
Maria tengah mengaduk secangkir cappucino hangat. Aromanya bahkan sanggup memenuhi seluruh flatnya. Ia terduduk disebuah kursi bar tinggi yang ada di dapurnya itu. Sambil menyeruput cappucinonya, ia memeriksa handphonenya. Tidak ada chat dalam handphone pribadinya.
Maria tinggal seorang diri di flatnya. Kedua orang tua kandungnya telah berpisah sejak ia berusia dini. Ibunya yang seorang wanita Asia pergi meninggalkan dirinya bersama ayahnya. Ia balik ke negaranya. Maria besar bersama ayahnya. Ayahnya kemudian menyekolahkannya pada sebuah sekolah berasrama sejak ia duduk di bangku Junior High School atau setara dengan SMP. Setelah itu, ayahnya meninggalkannya entah kemana. Ia hanya tahu segala kebutuhannya dicukupi olehnya. Hingga ketika ia lulus dari SMA. Maria memilih melanjutkan studinya mendapatkan gelar kesarjanaannya disebuah kampus dikawasan Coveland, sebuah daerah yang jauh dari kawasan metropolis yang padat penduduk dan sibuk. Coveland adalah sebuah daerah yang tidak hanya terpencil tapi juga kawasan yang penduduknya masih sedikit. Udaranya masih sangat alami dan asri. Disanalah Maria menamatkan studinya dalam bidang pemrograman. Kemudian ia mendapatkan pekerjaan di kepolisian dikawasan Coveland. Karena kelihaian sekaligus kecantikannya, ia dipindahkan ke kepolisian di Bellarose. Bellarose adalah kawasan metropolitan yang mewah. Hampir seluruh penduduknya adalah kaum elite. Hingga tidak heran pekerjaan polisi disini cukup sibuk. Ia baru saja ditransfer disini sekitar 3 bulan yang lalu. Ia mendapatkan flatnya dari kantornya. Mereka yang mengurus segala keperluannya.
__ADS_1
Baru ia menikmati kopinya,sebuah suara alarm kebakaran berbunyi tak jauh dari flatnya.Maria refleks berjalan menuju kamar tidurnya. Ia membuka jendela kamarnya. Langit masih gelap. Ia menoleh kesana-kesini mencari arah suara. Hingga ia melihat sebuah kepulan asap yang berasal beberapa blok dari tempat tinggalnya.
***