
Estello bersungut-sungut dini hari itu karena ia masih harus bekerja dilapangan. Ia adalah seorang pengacara senior tampan, handal,dan lihai. Usia Estello masih terbilang muda untuk seorang pengacara senior. Gaji Estello setiap bulannya melebihi pengacara senior manapun yang bekerja di Corporate. Hanya bekerja dalam kurun waktu 3 bulan saja, Estello telah sanggup membeli sebuah apartemen mewah dikawasan Canola Mansion, sebuah kawasan elite yang terletak sekitar 6 km dari Bellarose.
Ia baru saja keluar dari sebuah club malam didaerah Bellarose malam itu, ketika bosnya meminta untuk memastikan orderan subuh itu berjalan mulus. Estello muda bertugas mengurus keperluan administratif serta segala keperluan legal yang dibutuhkan. Tugasnya bukan sekedar mengurus keperluan legalitas formil dalam pengedaran morphine yang diproduksi perusahaan farmasi milik bosnya tetapi ia harus pandai menyelundupkan morphine-morphine tersebut secara ilegal ke seluruh dunia.
Nama Estello cukup dikenal dikalangan rekanannya. Ia merupakan pengacara litigasi yang bukan hanya memiliki lisensi lokal tetapi juga internasional hingga bagi kalangan seprofesinya Estello muda cukup dikenal diseluruh dunia. Tetapi Estello telah nyaman menjadi pengacara khusus bagi bosnya. Meskipun pekerjaannya membawa resiko, tetapi baginya sepadan dengan bayaran yang ia terima nyaris 3x lipat dari bayaran pengacara professional di perusahaan manapun.Itulah yang membuat Estello muda masih begitu loyal terhadap atasannya.
Hatinya masih bersungut. Malam itu juga ia harus terbang dengan helikopter milik perusahaan ke perbatasan pulau. Mengurus kebodohan para kurcaci yang tertangkap oleh patroli di perbatasan karena perizinan legal yang tidak sesuai dengan jumlah distribusi morphine yang dibawa. Kurcaci adalah sebutan yang digunakan bagi para pesuruh-pesuruh dilapangan yang bertugas mengedarkan barang produksinya. Untunglah Estello telah terbiasa perihal ini. Ia hanya butuh sekitar 30 menit mengurusnya. Ia menyelundupkan kelebihan morphine yang didistribusikan dengan menunjukkan surat permintaan palsu dari sebuah rumah sakit lainnya dikawasan tersebut. Pihak berwenang mempercayai hal itu. Bukan hanya karena reputasi yang gemilang dari Estello, tetapi memang kebetulan truk container yang membawa barang tersebut menggunakan logo perusahaan farmasi milik bosnya dan memiliki izin melewati perbatasan.
__ADS_1
Hingga jadilah subuh itu ia masih berada jauh dari apartemennya. Ia berada dipulau sebelah. Memastikan setiap orderan diterima dengan baik oleh para rekanan bisnisnya disekitaran pulau itu dan dinegara-negara tetangganya. Penampilannya begitu lusuh dengan lingkar hitam mata yang pekat. Akan tetapi kelusuhan tersebut tidak sanggup menghilangkan ketampanan klasik Estello dari wajahnya.
Dongkol didalam dadanya belum hilang. Beberapa bulan belakangan ini pengedaran morphine antar pulau/negara bukanlah hal yang mudah baginya. Pemerintah dibeberapa negara telah memberlakukan aturan hukum dengan membatasi jumlah pengedaran morphine disetiap rumah sakit-rumah sakit berlisensi. Bahkan masalah legalitas dan perizinan semakin diperketat karena adanya peraturan mengenai peredaran jaringan narkoba internasional. Itulah mengapa Estello bekerja ekstra dan harus lebih berhati-hati. Bahkan beberapa dari rekanan bisnis bosnya didunia hitam pun terkadang meminta bantuannya sebagai fasilitas tambahan dalam transaksi.
Estello bahkan ikut membantu dalam penyimpanan uang/aset haram milik bosnya itu. Diwaktu tertentu ia harus mengambil sejumlah uang secara berangsur dan kemudian ia pecah secara fisik kedalam beberapa jenis mata uang dan menginvestasikannya kembali ke sejumlah bisnis-bisnis legal untuk menutupi kegiatan haramnya itu.
"Urusan beres bukan ?" suara parau seorang lelaki, yang tak asing baginya terdengar dari seberang.
__ADS_1
" Ya. Tak ada masalah. Semua pekerjaanku berjalan dengan lancar", jawab Estello datar.
"Syukurlah..lakukanlah tugasmu selalu dengan baik. Kau tidak akan rugi.." ucap Carlo yang berada diseberang sana sambil menutup teleponnya.
Estello merasa lega mendengar perkataan lelaki itu. Ia paham betul, Carlo bukan hanya sekedar penjaga bagi bosnya itu. Tetapi ia lebih layak dikatakan anak asuh bosnya. Segala perkataannya merupakan pertanda baik baginya dari Sang Don. Subuh itu ia mendapatkan cuti selama 1 hari setelah seharian penuh ia bertugas. Inilah salah satu momen terbaik yang diberikan Don padanya.Ketika ia mendapatkan cuti, ia dapat menggunakan akses dan segala fasilitas apapun yang dimiliki Don. Don Pablo memiliki bisnis di hampir banyak lini bahkan ia memiliki helikopter dan pesawat jet pribadi yang dapat digunakan untuk kepentingan bisnis. Tetapi bagi beberapa pegawai kepercayaan Don,seperti dirinya, ia memiliki akses semua fasilitas untuk kepentingan pribadinya saat ia diberikan cuti sebagai sebuah reward atas keberhasilan kerjanya.
Tetapi subuh itu, Estello muda tidak tertarik untuk berlibur. Hampir seluruh negara dan kepulauan di seluruh dunia telah ia kunjungi. Saat ini,Estello lebih tertarik menarik selimutnya dan tidur di mansion elitenya.
__ADS_1
***