Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 38 : Benang Merah...


__ADS_3

" Aku sudah membereskan semuanya ?" ucap suara parau seorang lelaki.


"Jangan tinggalkan jejakmu. Pastikan semuanya lenyap!" Ucap Fernando. Si bodyguard bertubuh atletis itu.


"Aku tidak bodoh! Kau transfer ke rekeningku sekarang juga! Aku membutuhkannya cepat!" jawab si pria geram dengan suara parau seraknya.


"Baiklah!"


"Dasar Sialan! Kalau Bos tak membutuhkanmu lagi, akan ku tendang Kau sampai mati!",umpat Fernando dalam hatinya.


Si pria diseberang sana mematikan ponselnya. Tugasnya telah selesai. Ia akan mendapatkan bayaran untuk biaya sewa apartemennya yang telah jatuh tempo. Untunglah ini tugas terakhirnya menjadi pembunuh bayaran. Besok ia akan kembali ke kota. Minggu depan ia akan bekerja menjadi petugas kebersihan di perusahaan farmasi terbesar di dunia.Medicro Pharmaceutical.


Kabut tebal akibat hujan deras di kawasan Rheinsen membuat cuaca pegunungan semakin terasa dingin. Seperti musim dingin akan tiba. Lelaki itu berada didalam sebuah rumah kayu sederhana. Jauh di pelosok hutan. Tak ada tetangga di kiri kanan. Ia menyewa pondok tersebut dari sepasang suami istri yang telah berusia lanjut. Ditangannya segelas kopi panas kental. Ia menatap keluar jendela. Hanya kabut yang menutupi pepohonan Pinus yang tinggi.


***

__ADS_1


Thomas tengah berkutat dengan laptopnya. Segelas black coffee latte berada di sampingnya. Ia sedang menghabiskan jam makan siangnya di sebuah cafe internet. Ia sibuk mencari tahu segalanya tentang Miguelo. Rasa penasarannya menuntut lelaki itu untuk mencari tahu segalanya tentang orang yang membayarnya itu.


Thomas tak ingin salah bekerja untuk seseorang. Biasanya ia tak peduli. Tetapi setelah ngobrol dengan Maria beberapa kali,ia merasa benih cinta tumbuh dihatinya pada wanita ini. Hingga nuraninya seolah berontak, ia tak ingin terjadi sesuatu padanya.


Mengapa Miguelo sangat tertarik mencari tahu segala hal tentang Maria. Ada hubungan apa lelaki ini dengan Maria ? Apa yang ia inginkan dari gadis ini ?, batin Thomas.


Tidak butuh waktu lama untuk Thomas mendapatkan informasi mengenai Miguelo. Thomas membaca dengan seksama profile tentang Miguelo. Ia berdecak kagum membaca perjalanan karir lelaki ini. Dari hanya seorang kurir di sebuah perusahaan farmasi hingga ia bisa berdiri sendiri sebagai pengusaha cafe and pub. Ada sebuah berita yang memuat bagaimana lelaki ini pernah berurusan dengan hukum karena narkoba.Hingga ia harus dipenjara dan mengikuti program rehabilitasi selama 3 bulan sebagai bagian dari hukuman yang ia terima.


Tetapi, tak banyak data pribadi yang dapat ia peroleh dari lelaki ini. Ia mencoba masuk ke salah satu website instansi pemerintahan untuk mendapatkan data yang lebih pribadi dari lelaki ini. Thomas berhasil membobol situs tersebut. Dari sini ia memperoleh data pribadi Miguelo. Lelaki ini ternyata pernah menikah dengan seorang wanita dan bercerai. Disitu dicantumkan data administratif akte nikah dan surat cerai resminya. Thomas dapat melihat nama wanita tersebut. Michele Chou San. Sebuah nama berbau Asia. Tidak ada surat pengadilan apapun mengenai harta gono-gini ataupun masalah anak. Tampaknya ia bercerai secara baik dengan mantan istrinya itu. Selebihnya Thomas tak menemukan apapun yang bersifat pribadi terhadap lelaki ini.


Apa yang ia inginkan dari Maria sebenarnya ? Miguelo memang pernah berurusan sekali dengan hukum ketika berusia muda dari catatan record kepolisian yang ia dapatkan. Tapi, apakah lelaki ini melakukan sebuah tindakan kriminal lain hingga menyeret wanita ini ? Mungkinkah Maria berada dalam bahaya ?,gumam Thomas sambil merenung berfikir.


***


Maria tengah terduduk diatas sofanya. Ia membaca sebuah surat yang baru ia terima.

__ADS_1


Dear Maria,


Apa kabarmu, sayang ? Maafkan aku baru mengabarimu saat ini. Aku tahu, aku salah selama ini. Tapi aku bangga melihat keadaanmu sekarang.


Dari berita yang kudengar kau telah mendapatkan gelar sarjana komputermu dari Universitas Coveland ? dan sekarang kau bekerja di kepolisian ? Selamat sayangku...maafkan aku..aku tak bisa menjadi lelaki hebat yang selalu mendampingi disisimu selama ini. Tapi aku berharap diusiaku yang sudah tua,kau bisa memaafkan semua kesalahanku padamu.


Aku sangat merindukanmu. Jika kau berkenan untuk memaafkanku, aku berharap dapat bertemu denganmu kembali. Kau pasti sangat cantik sekarang. Ini nomorku. 76546755188.


Salam Sayang Selalu...


Daddy.


Maria meneteskan airmatanya. Ia teringat kembali masa kecilnya dahulu. Lelaki yang rela membanting tulang untuk membesarkan dan membiayainya sendiri. Bagaimana ia sangat menyayangi ayahnya itu. Semenjak ia masuk asrama, ia tak pernah bertemu ayahnya. Ia hanya tahu ayahnya selalu mengirimkan uang untuk membayar semua kebutuhannya.


Ia membayangkan seorang lelaki tua yang telah dipenuhi uban. Pasti seperti itulah rupa ayahnya sekarang, pikir Maria. Ia masih tak percaya setelah bertahun-tahun tanpa kabar dari ayahnya itu, kini datang tiba-tiba saja surat yang ada ditangannya sekarang. Maria memasukkan nomor telepon yang tertera dalam surat itu ke handphonenya.

__ADS_1


Ia menekan nomor tersebut pada tombol dilayar handphonenya. Nada sambung terdengar dari seberang sana. Jantung Maria berdebar kencang. Ia tak tahu apa yang akan ia katakan. Tapi rasa rindu didalam hatinya terhadap pria yang membuatnya ada didunia ini, datang dan membuncah begitu saja. Airmatanya menetes tatkala sebuah suara menyapanya diseberang sana.


***


__ADS_2