
21.30 Delivery to Genesys. Mr.Burnshield.
Monday 08/02/2023 Packing Slots to Mandrake 's Cafe at 00.00. and 04.00 o'clock goes to Hellways.
23.00 Meeting Slopee full pack. Mr Sakabuchi. Making money alot.
Seorang lelaki mengenakan kimono nya memegang sebuah agenda dengan cover kulit berwarna hitam. Ia tengah membolak-balik lembar demi lembar halaman. Banyak catatan dengan beberapa istilah yang orang umum tidak akan mengerti maksudnya tapi ia pribadi mengerti isinya. catatan tersebut berisi kegiatan si pemiliknya.Beberapa nomor kontak juga tertulis dalam agenda tersebut.
"Sayang..kau terlalu sibuk dengan pekerjaanmu..Bisakah kita melanjutkan bercinta kembali ?" ucap seorang wanita yang terduduk diatas ranjang sambil membelai dan menciumi lelaki disampingnya itu.
"Kau berpakaianlah, Lucia..dan pergi sekarang juga..Aku ada hal penting yang harus kulakukan sekarang.."jawab si pria dengan tegas pada wanita tersebut. Ia menepiskan wajahnya dari ciuman yang bertubi-tubi yang dilakukan wanita disisinya.Sebuah isyarat penolakan halus. Bagi Lucia ia mengerti tanda ia harus pergi dari sisi lelaki itu sekarang juga. Lucia tampak kecewa. Padahal ia masih merasakan hasrat seksual begitu meletup malam ini bersama lelaki itu. Meskipun rambut lelaki itu telah dipenuhi uban, Lucia merasa kejantanan lelaki itu setara dengan pria berusia 30 tahunan yang biasa ia kencani. Lucia adalah wanita simpanan lelaki itu. Sudah 3 tahun lebih ia berhubungan dengannya. lelaki ini memberikannya tempat tinggal di sebuah apartemen sederhana dan biaya hidup setiap bulannya layaknya seperti suami kepada istrinya. Hanya saja mereka tidak menikah. Lucia menyetujui hal ini sejak pertama kali lelaki tersebut menawarkannya menjadi kekasihnya. Lucia yang memang dahulunya seorang pelayan bar dikawasan Mandrake dan sesekali ia mencari tambahan dengan mengencani pria-pria berkocek tebal yang biasa mengunjungi barnya. Untuk semalam mendapatkan service darinya, Lucia memasang tarif sebesar 80 GC atau setara 165 USD. One night stand istilah yang biasa digunakan kaumnya. Lucia berusia 19 tahun. Tubuhnya yang masih ranum dengan payudara bulat berisi merupakan magnet yang luar biasa bagi kaum adam yang haus akan kepuasan seksual. Wajah Lucia memang tidak terlalu cantik tetapi ia memiliki mata bulat berwarna hijau emerald dan bibir sensual yang membuat setiap lelaki yang memandang bisa berfantasi liar terhadapnya. Kulitnya putih bersih dengan body sintal dan rambut pirang ikal sepunggung sudah cukup membuat setiap lelaki terangsang pada wanita muda ini.
__ADS_1
Ia beruntung. Ketika pria yang tidur dengannya saat ini bertemu dengan Lucia saat hendak pulang dari pekerjaannya menjadi seorang pelayan bar di suatu malam. Saat itu Lucia tengah menghisap sepuntung rokok ditangannya sambil menyusuri sisi jalan hendak pulang,ketika seorang lelaki menghentikan mobilnya. Sebuah mobil mercy klasik berwarna hitam dengan seluruh jendela yang dilapisi plastik anti tembus pandang,hingga tak terlihat orang yang berada didalamnya.
Lelaki itu menurunkan jendelanya dan menawarkan tumpangan padanya kala itu. Lucia yang melihatnya awalnya ragu tetapi ketika melihat senyum lelaki itu dengan wajah hangat dan tampilan yang elegan menepis segala keraguannya malam itu. Ia membuang puntung rokoknya dan menaiki mobil lelaki tersebut. Lelaki itu sangat sopan pada Lucia kala itu. Mereka berbincang sesaat sampai lelaki tersebut menawarkannya menjadi kekasih simpanannya tanpa dinikahi. Lucia setuju kala itu. Lelaki tersebut membayarnya melebihi bayarannya sebagai wanita panggilan dan gajinya sebagai seorang pelayan bar saat itu. Ia pun memberikan sebuah kunci apartemen untuk ditinggali dimana hanya Lucia dan lelaki ini saja yang memegang kunci apartemen tersebut. Kadang lelaki itu tinggal bersamanya. Tetapi dilain waktu lelaki itu tidak pulang ke apartemen mereka. Lelaki ini juga tidak mengekang Lucia kecuali ia menyuruh Lucia untuk menghentikan pekerjaannya sebagai wanita panggilan.Hingga kini Lucia masih bekerja sebagai pelayan bar sekaligus berstatus sebagai wanita simpanan dari seorang lelaki bernama Marco ini.
Lucia turun dari ranjangnya tanpa sehelai benang pun dibadannya. Ia mengenakan pakaiannya satu persatu. Setelah selesai, tanpa banyak berkata ia mencium pria itu dan keluar dari apartemennya.
Lelaki bernama Marco itu masih membuka dan membaca halaman demi halamannya. Ia mengenal beberapa nama yang tertulis didalamnya. Marco tersenyum puas. Pikirannya melayang bagaimana ia akan mendapatkan uang dari agenda ditangannya itu.
Damn! Chantel menghubungiku dan inilah pertama kalinya aku bercumbu dengannya dalam keadaan sadar. Kami bercinta sepanjang hari. Wanita ini sanggup membuatku tergila-gila padanya.
di halaman berikutnya...
__ADS_1
Sial! Mati aku!Lelaki itu bisa membunuhku karena menghamilinya. Bodohnya aku,tak pernah mengenakan pengaman setiap kali aku menyetubuhi wanita ini diranjang. Apa yang harus kulakukan Tuhan ?Ampunilah aku...
Hingga halaman selanjutnya ..
Seperti ada seseorang menguntitku ketika aku baru pulang dari hotel bersama Chantel menuju flatku. Sebuah mobil Volvo hitam mengikuti dibelakang mobil kami. Aku tak dapat melihat wajahnya, jendelanya hitam gelap hingga tak mampu mata menembus kedalam mobil tersebut. Tetapi seketika mobil itu melewati kami dijalan raya sebelum memasuki kawasan flat tinggal kami.
Chantel...aku sangat mencintai wanita itu.Tapi...aku tidak mungkin menikahinya...ia pasti tidak akan menyetujuinya. Apalagi jika lelaki itu mengetahui aku telah menidurinya berkali-kali. Bisa mati aku dibunuhnya!
Marco mengernyitkan dahinya. Chantel ? siapa wanita yang dimaksud si pemilik agenda ini ?Hmm...ternyata Ferguso, si pemilik agenda yang ada ditangannya saat ini memiliki sebuah affair tersembunyi dengan seorang wanita bernama Chantel ? Apakah ia istri dari seseorang ? Hingga Ferguso begitu takut untuk dibunuh suaminya..ckckck...Marco tersenyum. Ia mengerti sekarang apa yang ditakuti lelaki ini. Mungkin ini akan menjadi senjata ampuh bagi dirinya saat ini untuk bermain 'cantik' dalam kejahatan yang direncanakannya. Sambil ia mencari tahu siapa wanita dan lelaki yang dimaksud Ferguso dalam agenda ini.
Hmm..sebuah ide terbersit dibenak lelaki ini, yang sebagian kepalanya telah dipenuhi uban. Malam ini ia merasa puas. Rencananya sejauh ini berjalan lancar dan Lucia baru saja mengenyangkan rasa lapar akan kejantanan lelaki ini. Marco berjalan menuju kamar mandi. Ia bergegas membersihkan diri dan bergegas menuju hingar bingar dikawasan Mandrake yang baru saja ramai dipukul 01.00 dini hari.
__ADS_1
***