
Ray masih berkutat dengan setumpuk berkas diatas mejanya,meskipun jam telah menunjukkan pukul 20.30 malam. Semua kawan-kawan dikantornya telah pulang sejak pukul 07.00 malam. Hanya beberapa yang masih berada di kantor hingga pukul 20.00 malam, sebelum mereka berpatroli dijalanan.
Ray memeriksa semua berkas-berkas yang ada terkait dengan kedua rekan kerja polisinya yang dinyatakan meninggal dunia.
Tangan Ray tiba-tiba terdiam. Ia melihat sebuah map file kerja. Sebuah laporan kerja hasil penelitian Simon ketika ia masih hidup. Ray membuka map file tersebut. Ia membaca satu persatu kertas-kertas tersebut dengan seksama. Sambil membaca setiap lembaran kertas, otaknya pun ikut berfikir. Hingga sampailah ia pada selembar kertas kecil menyerupai kertas memo yang tampak kusut seperti kertas yang digumpalkan hingga kusut tak berbentuk untuk dibuang tetapi tidak jadi. Dalam kertas tersebut ia melihat sebuah tulisan :
__ADS_1
Menurutku ada sebuah pola tertentu disetiap kasus-kasus narkoba yang telah ditangani kepolisian. Kasus A177+ dan Kasus AND1439UP, Kasus 21BR adalah sumber berpola sistemik yang nihil untuk diungkap. Secara pribadi sebuah dugaan dari semua kasus yang ada adalah sebuah konfigurasi sistemik yang bermuara akan adanya dugaan sebuah jaringan narkoba global. Nihil rasanya bagiku pribadi untuk mengungkap semuanya.
Sebuah catatan singkat. Seperti sebuah coretan pribadi yang mungkin niat untuk dibuang tetapi tidak jadi karena alasan tertentu sipenulisnya. Sebuah tulisan tangan sambung dengan tinta hitam yang sedikit meluntur. Ray membaca berungkali tulisan itu. Ini pasti tulisan Simon. Karena kertas memo kecil yang nampak kusut itu ada dalam berkas kerja milik Simon dahulu. Ray mengambil kertas tersebut. Apa itu kasus A177+, AND1439UP, dan 21BR ? kode-kode apa ini ? Setiap berkas kasus tertentu yang dikerjakan kepolisian memang memiliki kode tersendiri untuk memudahkan pengarsipan. Tetapi semua arsip berkode awal POL yang berarti police. Menandakan berkas/kasus tersebut ditangani pihak kepolisian. Untuk berkas rahasia atau top case biasanya dibelakangnya terdapat tanda bulatan merah. Menandakan itu sebuah kasus penting yang tidak semua pihak kepolisian mengetahuinya. Special and Confidential Cases atau Kasus Khusus yang ditangani tim khusus pula biasanya.
Memo tersebut tampak sangat kusut dan lecek. Mungkinkah Simon berniat bungkam dan membuang informasi penting yang ia miliki terkait kasus yang ditanganinya ? Atau justru ini adalah kode yang Simon buat untuk memberitahukan sesuatu penting yang ia ketahui ? Tetapi mengapa Richard atasannya tak pernah memberitahu sesuatu tentang hal ini pada dirinya ? berbagai spekulasi berkecamuk dalam benak Ray saat ini. Ia memutuskan mengambil carikan kertas memo tersebut dan memasukkan ke dalam kantong bajunya. Entah mengapa ia semakin merasa ada sesuatu yang janggal bukan hanya terhadap kematian dua rekan kerjanya dahulu, Simon dan Jessie.Tetapi Ray merasa seperti ada sesuatu yang ditutupi dalam masalah ini. Tekad Ray semakin kuat untuk membuka tabir kabut yang menyelimuti dalam kasus kematian kedua rekan kerjanya itu. Ia semakin yakin Simon dan Jessie adalah korban pembunuhan berencana karena sesuatu yang seharusnya mereka tidak ketahui.Sesuatu yang pastinya sangat penting.
__ADS_1
Tengah berkecamuk dalam pikirannya, Ray tiba-tiba mendengar suara langkah kaki diluar ruangannya. Ia menajamkan telinganya. Betul sebuah suara langkah kaki tengah berjalan diluar ruangannya. Ia sambil melihat arlojinya. Pukul 21.00. Ia ingat semua pegawai dikantornya telah pulang sejak pukul 20.00 tadi. Ia tahu karena ia sempat ke WC dan seorang polisi yang tengah akan melanjutkan berpatroli kelapangan berpamitan padanya. Ia adalah polisi terakhir yang menemani Ray saat itu. Itulah mengapa Ray yakin ia satu-satunya polisi yang masih berada di kantor saat ini.
Tak berapa lama Ray seperti mendengar sebuah suara laci lemari ditarik keluar dan tak berapa lama ditutup kembali. Sesaat Ray sempat curiga. Tetapi saat ia berniat beranjak dari duduknya dan keluar mencari tahu siapa orang diluar sana, terdengar langkah kaki tersebut berjalan menjauh dan menghilang. Hingga Ray mengurungkan niatnya. Mungkin polisi yang sedang bertugas patroli malam itu, yang balik kekantor untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Ray terduduk kembali dikursinya. Ia masih membuka-buka berkas disana sekitar 1 jam lebih. Hingga ia dikejutkan sebuah suara. Seseorang melempar sebuah kaleng bekas minuman ke arah jendelanya. Hingga tepat suara "plentang" terdengar keras dibelakangnya. Ray sontak kaget. Ia spontan menoleh dan melongok keluar. Tidak ada siapapun diluar sana. Tetapi hatinya mulai merasa tidak enak. Ia merasa ada seseorang mengawasinya saat ini. Tapi ia tepis perasaan tersebut. Ia masih berdiri didepan jendela. Mencari-cari kali-kali seseorang sengaja melemparkan botol kaleng ke arah jendelanya. Tetapi ia tak menemukan siapapun diluar sana. Hmm..mungkin suara kucing yang menginjak sesuatu,pikirnya menenangkan dirinya sendiri.Meskipun hati kecilnya menolak. Ia mendengar jelas seperti sebuah botol bekas minuman kaleng membentur jendela yang berada tepat dibelakangnya. Ray buru-buru membereskan file-file tersebut. Ia merapikan dan menyusun kembali ke rak file tempat berkas-berkas tersebut berada semula. Tetapi secarik memo kusut dengan tulisan sambung yang ditulis tangan dengan pena hitam,ia ambil. Entah mengapa ia merasa ini akan menjadi informasi yang berguna baginya dalam mengungkap kematian Simon dan keluarganya serta Jessie. Ray semakin yakin ada sebuah kabut yang menyelimuti kematian mereka.
***
__ADS_1