
Minggu pagi adalah hari terakhir mereka di Villa Monsieur. Pagi itu langit terlihat sedikit mendung dengan pantulan cahaya matahari redup. Frans dan Emily masih bermalas-malasan diatas ranjang tidur mereka. Mereka berpakaian seperti musim dingin akan tiba. Jaket dan kaos kaki serta selimut tebal hampir menutupi seluruh badan mereka.
Samantha terpaksa harus membangunkan kedua putri kecilnya itu. Pagi itu adalah hari terakhir liburan mereka. Besok Simon harus kembali bekerja. Samantha dan Simon telah bersiap dengan koper mereka yang telah rapi sejak tadi malam. Mereka harus pulang pagi ini. Beberapa hari hujan cukup intens turun dikawasan ini. Simon khawatir hujan deras akan menjadi penghalang mereka. Belum perjalanan jauh yang memakan berjam-jam kerumah akan menguras energi. Ia butuh istirahat cukup untuk esok hari kembali bekerja.
Simon masih berada dikamar mandi. Untunglah Villa ini memiliki kran air panas pada showernya. Simon sibuk merilekskan syaraf-syarafnya yang tegang memikirkan pekerjaan yang ia tinggalkan selama cuti liburan ini.
Samantha, sang istri yang telah bersiap membangunkan kedua putri kecilnya untuk siap-siap berkemas pulang hari itu. Setelahnya ia menyiapkan sarapan pagi di dapur. Masih ada sekaleng kornet didapur dan roti. Samantha memutuskan menyiapkan sarapan pagi yang cepat dan ringkas : roti isi kornet dan segelas orange juice yang masih tersisa dikulkas.
30 menit kemudian ...
__ADS_1
Semua telah siap dengan tas dan koper dilantai bawah. Mereka sarapan dengan cepat. Tampak awan mulai semakin meredup menghalangi matahari yang ingin memancarkan cahaya panasnya.
Semua mengunyah roti tanpa sepatah kata keluar dari mulut mereka. Hingga 10 menit berlalu, mereka keluar dari Villa itu. Samantha meletakkan kunci dibawah keset pintu dan membiarkan gembok pagar villa terbuka. Ia telah menghubungi Manuella bahwa ia dan keluarganya akan pulang pagi itu. Manuella yang akan mengambil kunci villa dan membereskan semuanya nanti.
Dikejauhan seorang pria kurus telah siap memasuki villa itu ketika mereka keluar dan masuk kedalam mobil. Mobil Simon perlahan bergerak dan menjauhi villa. Saat itulah seorang lelaki kurus dengan sigap memasuki villa. Ia mengambil dan membereskan semua kamera pengintai tersembunyi yang ia pasang di villa tersebut. Hanya dalam beberapa menit ia telah merapikan semuanya dan keluar dari villa Monsieur sebelum Manuella sang pengurus villa datang merapikan dan mengunci kembali seluruh pintu villa seperti sediakala sebelum keluarga majikannya itu datang.
Baru 1 jam melajukan mobil, hujan deras mengguyur kembali kawasan Rheinsen. Kabut tebal perlahan menutupi pandangan. Wiper mobil telah dinyalakan dengan kecepatan tinggi untuk menyingkirkan derasnya air hujan yang mengalir. Tapi pandangan Simon yang terhalang serta jalanan yang curam menurun dan belokan yang tajam membuat Simon harus menurunkan kecepatannya.
Ia berkali-kali menginjakkan pedal rem. Entah kenapa mobil SUV off-road tersebut tidak melamban. Teknologi warning-alarm untuk batas kecepatan pada jalan curam yang dimiliki pada SUV nya mulai terdengar. Tanda ia telah melampaui batas kecepatan yang disarankan untuk medan curam tertentu. Kaki Simon berkali-kali menginjak pedal rem. Ia merasakan loss pada pedal tersebut.
__ADS_1
Simon berupaya tenang untuk mengendalikan setirnya yang mulai berputar keras pada jalan yang menurun curam. Tapi ia tak dapat menghindar kali ini. Mobil Falcon tersebut meluncur tak terkendali hingga membuat slip dan masuk ke sisi jurang yang dipenuhi pepohonan.
Teriakan histeris wanita dan anak-anak terdengar dibalik petir dan kilat yang menyambar-nyambar kala itu.
Hujan deras menghalangi adanya percikan api yang mungkin muncul akibat kecelakaan tersebut. Mobil Simon terlihat ringsek dan menyangkut di batang pohon yang patah.
Seorang pria kurus dengan jaket hitam dan helm gelap full cover yang mengendarai motor nampak berhenti disisi jurang. Ia melihat ringseknya mobil tersebut.
Tampak sebuah batang pohon menembus masuk ke dalam mobil. Memecahkan kaca mobil. Ia tak mendengar suara apapun setelahnya. Menunggu beberapa menit. Memastikan tak ada seorang pun yang keluar hidup-hidup dari mobil tersebut. Kemudian pria itu kembali berbalik arah dan melajukan motornya dijalanan sepi yang berkabut. Di keheningan pegunungan Rheinsen yang dingin.
__ADS_1