Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 26 : Dating Online Sang Hacker


__ADS_3

Maria baru saja membuka pintu flatnya. membuka sepatunya dan meletakkan sekantong roti manis yang ia beli diatas meja dapurnya. Ia beranjak menuju kamar mandi. Badannya berlumur keringat karena ia harus berjalan kaki melalui 2 halte bus untuk mencapai flatnya.


Tak sampai 10 menit,ia telah berdiri dibawah pancuran shower kamar mandi. Sekitar 30 menit lebih Maria berada dikamar mandi. Ia telah mengenakan kimono ketika suara notifikasi di hpnya berbunyi. Sebuah pesan singkat melalui layanan aplikasi messenger masuk ke inboxnya.


Hi,how's your day ? if you free, i'm still online via FB. Just to know you more,if you don't mind. Reply please..Thomas.


Sebuah pesan singkat dari Thomas. Hmm..lelaki itu...pikir Maria. Sesaat ia teringat perkenalan pertamanya dengan Thomas melalui email yang berlanjut dengan pertemanannya melalui Facebook. Kini lelaki itu mengirimkan pesan kembali padanya. Sebenarnya Maria cukup terbiasa menanggapi lelaki-lelaki flirting yang biasa menegurnya lewat media sosial. Ia seorang polisi yang menangani masalah IT dan harus familiar dengan seluruh aplikasi yang beredar di publik. Profesinya menuntutnya seperti itu. Hingga tidak sedikit pula ia memiliki beberapa akun fake dibeberapa aplikasi/media sosial hanya sebagai samarannya. Disana tidak sedikit lelaki yang mencari kepuasan hasrat seksual dan mengajaknya berkencan. Tetapi Maria memiliki ribuan cara untuk memutuskan ajakan mereka. Karena memang niatannya bermain dalam media sosial hanyalah bagian dari profesi yang ditekuninya. Tetapi tidak kali ini. Disatu sisi ia merasa penasaran dengan sosok Thomas. Apalagi lelaki ini memiliki background yang sama seperti dirinya. Hal ini membuat Maria merasa tertantang sekaligus penasaran pada sosok Thomas yang sebenarnya.


Maria pun membalas pesan di hpnya itu sambil berjalan menuju komputernya.


I'm free now. Just wait for a sec, I'll be online via my computer...see you there..Maria.


Komputer Maria mulai menyala ketika ia menekan tombol power pada CPU nya. Maria berpakaian sambil menunggu monitor menampilkan tampilan menu utama. Ia mengenakan sebuah kaos t-shirt oblong dengan celana pendek khas pakaian rumah. Ia mengambil sekantong keripik kentang dari dapur dan membawa serta segelas orange juice sebagai cemilan. Pertanda ia pasti akan berlama-lama didepan komputernya.


tak sampai 5 menit ia telah membuka laman FBnya. Ia melihat Thomas sedang online. Tak lama ia menegur lelaki itu.


Maria : Hi,i'm ready now...


Thomas : Oh,Hi, ku harap tak mengganggu weekendmu...


Maria : Oh don't worry...tentu tidak...


Thomas : Kau tidak keluar berkencan ?


Maria : Hmm...i have no time for dating a man...😁


Thomas : Wow...amazing...seorang gadis cantik terduduk sendiri didepan komputernya saat weekend..oops..🤭


Maria : Dan kau sendiri tak ada wanita lain yang bisa kau goda saat weekend selain aku ?😉


Thomas : Hahaha....nona cantik kau meledekku atau berharap aku lelaki yang akan mengajakmu keluar hanya sekedar mengajakmu makan malam berdua ?😁


Maria : Hahaha...kau ternyata lebih hebat dari yang kuduga...lantas kau akan berharap aku mengiyakan ajakanmu begitu saja tanpa menolak bukan ?


Thomas : jadi... kau serius ?


Maria : Hahaha...adakah menurutmu aq akan mengiyakan ajakanmu itu ? Hmm...🤔


Thomas : Oh..tenang nona cantik...sebelum kau menolak aku..dan membuat patah hati...sebaiknya kau tak terburu-buru...hmm...bagaimana klo saat ini,aku mengajakmu dating online..


yah...sebelum kau menyesal menolak ku...hahaha😁😆


Maria : Sial ! kau ternyata seorang ahli dalam merayu wanita...berapa wanita yang sudah kau taklukkan dengan cara seperti ini ?


Thomas : hmm...kau ingin sebuah jawaban jujur atau aku perlu sedikit berbohong,nona ?

__ADS_1


Maria : Bagaimana klo aku pilih yang kedua...aku ingin melihat sedikit kebohongan mu...😁


Thomas : hmm...baiklah kau wanita ke 4 atau 5 yang akan menjadi korbanku saat ini...😆


Maria :Wow...sedikit kebohonganmu tidak cukup memukauku...bagaimana klo dengan jawaban jujurmu ?


Thomas : Hmm...baiklah...klo itu ...sejujurnya...kau wanita pertama yang pernah ku ajak chatting secara pribadi...maksudku diluar kepentingan pekerjaanku.


Maria terdiam sesaat. Ia semakin penasaran dengan lelaki yang ada di seberang sana.


Thomas : Hi..nona cantik...kau masih disana ?


Maria yang tersentak karena chat Thomas yang menegurnya kembali membalasnya.


Maria : Ya...aku masih disini..


Thomas : Kau tidak sedang berpikir yang tidak-tidak bukan ? maksudku..aku tidak membuatmu takut bukan ?


Maria : Oh..tidak. Maksudmu takut apa ?


Thomas :Hmm..tidak..aku khawatir kau akan berpikir aku seorang predator seksual yang mengincar mangsanya lewat jejaring internet.🤭


Maria : hehehe....memang kau berniat begitu bung ?


Maria yang membaca chat Thomas tersebut merasa sedikit kaget. Lelaki ini berbeda dengan biasanya pria yang menggoda lewat medsos. Thomas terlihat seperti cukup terbuka untuk diajak ngobrol dan tanpa basa-basi. Tetapi dilain sisi Maria melihat ada ketertutupan pada lelaki ini. Jujur, ini kali pertama bagi Maria ia merasa tersipu hanya dengan chatting online seperti ini. Padahal ini bukan pertama kali baginya dirayu dan digombali seorang pria. Tetapi entah mengapa, Maria bahkan bisa merasakan hangat dikedua pipinya karena darah yang mengalir. Hingga merasa tersipu malu dibuat oleh lelaki ini. Untunglah mereka tidak sedang webcam-an. Hingga lelaki diseberang sana tidak dapat melihat rona wajahnya, yang ia yakin pasti berubah air mukanya saat ini. Ia merasa sedikit tersanjung dengan ucapan lelaki ini. tetapi Maria buru-buru menetralisir perasaannya itu.


Maria : Oh..aku mengerti itu. Lantas kau berkenalan denganku hanya untuk tujuan itukah ?


Thomas : oh...tidak..aku melihat profile kau tampak menarik. Maksudku.. bukan hanya segi penampilan tetapi, tidak banyak wanita yang bekerja sebagai IT terlebih di kepolisian sana. Mungkin aku bisa belajar banyak darimu...


Maria :Oo...kau terlalu memujiku tapi..terima kasih. Yah...begitulah memang tidak banyak rekan wanita yang kukenal untuk menggeluti bidang ini. Maksudku sebagian besar kawan kuliahku dahulu, hanya segelintir yang wanita dan tidak sedikit pula yang enggan untuk menggeluti dunia ini kembali sebagai sebuah profesi atau pekerjaan. Kebanyakan dari mereka memilih profesi yang lebih dinamis menurut mereka.


Thomas : Hmm....lantas kalau boleh aku tahu, mengapa kau mau bekerja di kepolisian ?Bukankah pekerjaan itu terlalu berbahaya untuk seorang wanita ?


Maria : Hmm...aku memilih bekerja di kepolisian karena kupikir menjadi seorang ahli IT di kepolisian adalah sebuah jalan pintas bagiku dimana aku bisa mengakses ratusan ribu data orang dan mengetahui apapun tentang mereka..dan satu lagi...karena bidangku IT,aku bukanlah seorang polisi yang bertugas di lapangan. Jadi sama seperti para pegawai di perusahaan, aku berkerja didepan komputerku setiap harinya.


Thomas : Wow,rasanya aku perlu cemas padamu...karena mungkin kau bisa tahu segalanya tentangku...


Maria : Yah..mungkin...jika kau memiliki track record kejahatan...karena aku bisa menangkapmu bung...😁😉


Thomas : Hahaha...klo yang menangkap penjahat adalah polisi wanita sepertimu, pasti tingkat kejahatan akan meningkat...karena mereka pasti berharap ditangkap polisi secantikmu...🤭


Maria : Kau ternyata cukup pandai membual untuk dikategorikan seorang lelaki nerd berkacamata yang hanya terpaku pada komputernya ...


Thomas : Hahaha...terima kasih..kuanggap itu sebuah pujian. Karena kau masih menanggapi obrolan ini denganku ..Oh iya,kalau ku boleh tahu kau kuliah di coveland...hmm ..kau penduduk disanakah ?

__ADS_1


Maria : Oh bukan...tapi sejak duduk dibangku SMP aku masuk sekolah berasrama disana sampai SMA. Jadi aku pun berkuliah disana..


Thomas : Oh iya...maaf bukan berniat rasis...tapi kulihat foto-fotomu kau tampak bukan seperti warga asli sini. Maksudku kau tampak wanita berdarah campuran ?


Maria : Tidak apa-apa...Yah kau benar...aku bukan penduduk asli...Ayahku blasteran spanyol-portugal sedangkan ibuku seorang berdarah Asia ...


Thomas : Oo...pantas...terlihat jelas dari raut wajahmu. Lantas kau tinggal di bersama kedua orangtuamu saat ini ?


Maria termenung sesaat membaca pertanyaan Thomas dalam chat tersebut. Ia tidak pernah bercerita mengenai kehidupan pribadinya selama ini pada siapapun.


Maria : Tidak...aku tinggal sendirian..


Thomas : Maaf...bukan berniat lancang...maksudmu kedua orangtuamu sudah tiada ?


Maria diam sejenak. Ia bingung harus menjawab apa. Ia sendiri tidak tahu kabar kedua orang tua kandungnya. Entah masih hidup atau sudah tiada.


Thomas : Maria..Maria...kau masih disana..?Maaf jika aku lancang. Jika kau tidak ingin menjawabnya,kau tidak perlu menjawab pertanyaanku. Kita ganti saja topik obrolannya...maafkan aku..


Thomas yang tidak mendapatkan balasan dari Maria hampir 5 menit,sedikit panik. Ia khawatir wanita di seberang sana tersinggung dengan perkataannya. Bodoh!itu terlalu pribadi..harusnya aku tak menanyakan hal itu diawal-awal perkenalan! ucapnya membatin pada dirinya sendiri.


Maria : Oh iya...terima kasih. Btw, kau belum bercerita apapun tentang dirimu padaku...


Thomas : Hmm..apa yang ingin kau tahu dariku ?


Maria : Apa saja...yang tidak ada dalam profilmu...


Thomas : Baiklah...selain pekerjaanku yang membosankan...aku pun tinggal sendiri di sebuah flat sederhana. Kedua orang tuaku sudah meninggal. Aku terpaksa membiayai hidupku sendiri. Hmm...apalagi ya ? aku tidak memiliki banyak teman..bahkan hampir tidak memiliki kawan sama sekali untuk sekedar ku ajak hangout keluar. Aku terbiasa hidup sendiri...sama sepertimu...


Maria : Oo...luar biasa.


Thomas : Jika kau tak keberatan mungkinkah kau mau sekedar makan siang diluar bersamaku lain waktu ?


Maria : Hmm...mungkin..


Thomas : Ok..btw, kusudahi dulu chat kita sampai disini y. Aku masih ada keperluan keluar sore ini..nice to know you more,Maria...Happy weekend...see you soon...


Maria : ok...you,too...see ya...


jawab Maria singkat menutup obrolannya dengan Thomas. Entah mengapa Maria penasaran dengan lelaki ini. Ia merasa lelaki ini bukanlah seperti kebanyakan lelaki yang ia kenal di dunia maya. Entah mengapa lelaki ini sanggup membuat dirinya yang tertutup, bisa membuat nyaman dalam suatu obrolan di dunia maya.


Thomas yang berada di sebrang sana. Tengah terduduk di flatnya menatap layar monitornya. Baru kali ini ia merasa penasaran pada targetnya. Biasanya Thomas tidak mau terlalu peduli pada siapapun termasuk wanita yang menjadi target dalam pekerjaannya. Biasanya ia hanya mengerjakan segalanya sesuai pesanan dan mendapatkan upahnya untuk semua pekerjaannya. Tetapi tidak kali ini...ia merasa kali ini hatinya pun ikut bekerja..ia ingin mengenal Maria lebih dalam secara personal. Bukan hanya penampilan fisik semata. Ia merasa ada sesuatu yang disimpan wanita ini dibalik kegigihannya sebagai seorang polisi wanita yang cantik dan tangguh.


Mungkinkah ia telah jatuh cinta pada targetnya kali ini ? hatinya seperti berbisik pada lelaki ini. Ia terdiam untuk beberapa saat sambil menepisnya. Ia melihat arlojinya. Ia harus bersiap-siap. Ada seseorang yang akan ia temui sore ini. Thomas menyimpan seluruh percakapannya dengan Maria pada file pribadinya. Ia mematikan laptopnya. Diteguknya secangkir teh didepannya.


***

__ADS_1


__ADS_2