Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 11 : Sang Hacker


__ADS_3

"Bos, aku sudah mengetahui semua data pribadi gadis itu. Aku tahu nomor jaminan sosial,latar belakang keluarganya,dan segala sesuatu tentangnya ",ucap seorang lelaki berkaos hitam dengan celana jeans dan sepatu ketsnya. Ia mengenakan kacamata minusnya dan sebuah topi softball. Ia membawa ransel yang berisi laptopnya.


"Baguslah...pastikan kau mampu mendekati gadis itu ", Ucap Miguelo diseberang sana.


"Pasti", balas Thomas,lelaki berkaos hitam itu sambil menutup gagang telepon ditangannya.

__ADS_1


Thomas adalah seorang lelaki nerd yang tidak memiliki sahabat, kerabat ataupun pacar. Kedua orang tuanya telah meninggal karena sakit. Hal inilah yang menjadikan lelaki ini gemar bergelut dengan laptopnya seperti kekasihnya sendiri. Ia seorang hacker serabutan. Thomas bukanlah anak buah Miguelo. Ia mengenal pengusaha itu ketika seorang kawan kenalannya memperkenalkan pada dirinya. Saat itu ia sangat membutuhkan uang dalam jumlah besar ketika kawannya menghubunginya. Ia menawarkan sebuah pekerjaan dengan bayaran yang menggiurkan. Tugasnya hanyalah mendekati seorang wanita dan mencari segala sesuatu tentangnya. Hal yang sangat mudah bagi Thomas. Ia pun menyetujuinya. Mereka pun akhirnya saling bertemu dengan orang yang akan membayarnya, Miguelo.


Miguelo menawarkan jumlah yang luar biasa besar. Ia membayar lelaki itu dengan mata uang dollar Amerika. 20.000 USD yang ditawarkan Miguelo pada Thomas. Uang yang cukup besar bagi Thomas dengan pekerjaan yang sangat mudah baginya. Miguelo bahkan memberikan cash 5000 USD saat pertama kali bertemu sebagai uang muka. Thomas yang saat itu tidak memiliki sepennies pun didompetnya menerima uang tersebut dengan sangat senang. Miguelo memberikannya tenggat waktu 3 hari untuk mendapatkan semua informasi tentang seorang gadis bernama Maria yang bekerja di kepolisian Bellarose. Thomas pun menyanggupinya.


Bagi Thomas itu hal sangat mudah. Ia hanya perlu meretas email yang dimiliki wanita ini. Dari sanalah lelaki itu pun mulai meretas segala isi komputer wanita itu. Ia bahkan mampu mendapatkan semua hal tentang wanita itu. Bahkan latar belakang keluarganya dan data pribadi lainnya. Ia hanya membutuhkan waktu semalam saja untuk mengetahui semua hal pribadi tentang wanita itu sebelum ia bertemu wanita itu secara langsung nantinya.

__ADS_1


Thomas dahulunya adalah seorang mahasiswa yang berkuliah dijurusan matematika. Tetapi ia harus drop out dan tidak dapat menamatkannya karena kondisi keuangannya yang sangat memprihatinkan. Kegemarannya mengotak-atik komputernya menjadikan dirinya seorang hacker yang belajar secara otodidak. Dari hobinya inilah ia sering mendapatkan uang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya yang sebatang kara. Kawan-kawan kuliahnya dulu tahu lelaki ini cukup jenius untuk meretas email dan beragam media sosial. Mereka biasanya membayar Thomas untuk mendapatkan informasi wanita yang mereka incar. Perlahan keahliannya membuatnya terjun ke dunia yang lebih luas. Hingga ia bertemu Miguelo.Kawannya yang bekerja part time di cafe milik Miguelo, adalah perantara awal ia mendapatkan tawaran pekerjaan yang menggiurkan ini. Karena inilah ia dapat menyewa sebuah flat ditempat kumuh ini.


Thomas meletakkan topinya diatas sofa kumuh yang sudah berlubang dibeberapa bagian. Ia menyalakan laptopnya. Sementara laptopnya meloading, ia membuka kulkas. Ia mengambil sebuah roti keju dengan sekaleng diet Coke.


Ia membuka filenya. Sebuah foto wanita berseragam polisi terpampang dilayar monitornya. Thomas memperhatikan dengan seksama wajah gadis itu. Wajahnya cantik dengan kulit kecoklatan. Usianya tidak jauh dengannya, hanya berbeda 2 tahun lebih muda dari lelaki itu. Thomas berpikir keras, menerka-nerka apa yang membuat bosnya menyuruhnya mendekati gadis ini. Selain ia seorang polisi, gadis tersebut tampak manis.Bahkan jika ia tidak mengenakan seragam kepolisiannya itu, gadis tersebut nyaris tidak terlihat bahwa ia seorang anggota kepolisian. Wajahnya lebih menyerupai seorang model atau seperti pegawai kantoran biasa. Thomas pun membuka semua data pribadi gadis itu sambil memutar otak untuk mendekatinya. Mulutnya tampak mengunyah suapan terakhir rotinya.

__ADS_1


***


__ADS_2