Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 17 :Percakapan di Rumah Pohon ...


__ADS_3

"Mengapa kau bisa berada disini sendiri ?" tanya Carlo pada gadis pujaan hati yang ada dihadapannya itu. Rumah pohon itu tampak sangat sempit bagi mereka berdua. Debu tebal membuat sesekali lelaki bertubuh tinggi atletis itu mengucek hidungnya yang tampak bangir hingga memerah.


" Carlo tidak adakah niatanmu mencari pekerjaan lain ? Maksudku...kau tampan dan cerdas...sejak kecil kau bersama keluargaku...tidak adakah rasa bosan didalam dirimu bekerja pada ayahku ?" tanya Nina spontan. Carlo tidak menyangka dengan pertanyaan Nina yang terlontar begitu saja. Tetapi ia berupaya menutupi keterkejutannya itu agar tidak tampak diwajahnya.


"Mengapa kau bertanya seperti itu ? Apakah kau tidak suka aku berada di dekatmu ? Menjadi pengawal pribadimu dan ayahmu ?" ucap lembut Carlo membalas pertanyaan gadis dihadapannya itu.

__ADS_1


"Tidak,Carlo ! Aku tidak bermaksud membuatmu merasa seperti itu. Bagiku kau bukan hanya seperti pengawal ataupun seorang kakak bagiku...Tapi...kau tahu aku hanya memilikimu dan ayahku didunia ini...Aku hanya ingin tahu jawabanmu atas pertanyaanku..Tak bisakah kau menjawabnya tanpa mempertanyakannya kembali,Carlo ?" ucap gadis itu kembali. Carlo menghela napas lembut nan panjang. Ia tersenyum membalasnya.Ia tahu gadis itu benar-benar tumbuh menjadi wanita dewasa yang kritis.


"Hmm...baiklah..aku tidak akan berbohong padamu...Kau tahu, ayahmu telah mengadopsi ku sejak kecil...Ia memperlakukanku sangat baik,Nina ..Hingga...aku telah menganggapnya seperti ayah kandungku sendiri. Aku bekerja padanya hingga saat ini bukanlah sebuah beban bagiku...Tapi karena aku memandangnya sebagai bakti seorang anak pada ayahnya sendiri. Dan satu lagi yang kau perlu tahu, Nina... aku diberikan tugas menjadi pengawal pribadimu oleh ayahmu dan bagiku... itu adalah sebuah hadiah terbaik...sama sepertimu, aku pun hanya memilikimu dan ayahmu didunia ini...jadi aku memandangmu seperti aku memandang diriku sendiri...Bagaimana mungkin aku bisa merasa bosan terhadap diriku sendiri Nina.."jawab Carlo halus dan lembut. Ia meletakkan sebelah tangannya lembut dipipi gadis yang ada dihadapannya itu. Menatap Nina dengan teduh dan dalam. Nina tampak kikuk dibuatnya. Tetapi entah kenapa gadis itu merasa jantungnya sendiri berdegup sangat kencang. Hingga ia sendiri dapat mendengar dengan kedua telinganya saat itu.


"Ngomong-ngomong ...bagaimana bisa kau berinisiatif pergi ke rumah pohon ini ? " tanya Carlo mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Tidak ada ..aku hanya merasa bosan dan ingin sekali menyelusuri seluruh area pulau ini Carlo..Pernahkah kau masuk lebih dalam kehutan disana ?" tanyanya sambil menunjuk ke arah kawasan yang rimbun tertutupi pohon-pohon besar yang lebat.


"Tidak Nina...dan jangan pernah kau coba masuk ke sana...Kau tahu hutan disebelah sana belum pernah dimasuki seorang pun..bahkan setahuku para pegawai ayahmu pun belum pernah menelusurinya..Aku harap kau tidak memiliki ide gila untuk menjelajahinya sendirian..Kau tidak berniat berbuat itu kan Nina ?" tanya Carlo dengan nada selidik curiga tapi lembut nan tegas.Ia menatap gadis itu tanpa berkedip hingga Nina bisa merasakannya. Nina tahu jika Carlo sudah menatapnya seperti itu, ia tidak akan bisa berbohong pada lelaki itu.


"Hmm ..yah aku ada rasa penasaran untuk kesana Carlo...tapi kurasa nyaliku tidak cukup besar untuk menjelajahinya sendirian terlebih setelah kau berkata seperti ini padaku.."ucap Nina kembali. Carlo senang mendengar jawaban gadisnya itu. Ia menggenggam tangan gadis itu sambil berkata : "Sebaiknya kita pulang sekarang sebelum sore tiba.." Ia menarik gadis itu sambil menunduk melewati pintu rumah pohon yang sempit. Nina tak dapat menolaknya. Ia mengikuti perkataan lelaki itu. Mereka turun dari rumah pohon yang penuh dengan sejuta kenangan indah itu. Dan berjalan keluar kembali pulang...

__ADS_1


__ADS_2