Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 14 : Miguelo Muda


__ADS_3

Pria berwajah tampan dengan sisa-sisa jenggot dan jambang yang baru saja dicukur tengah duduk disebuah ruangan. Lampu temerawang yang membuat setiap wajah yang lewat tampak samar. Cahaya khas ruangan disebuah pub yang cukup mewah. Malam itu,ia tengah menunggu kedatangan seorang lelaki muda yang usianya sekitar 10 tahun lebih, lebih tua darinya. Seorang lelaki sukses yang telah dikenal oleh dunia dengan bisnis farmasi yang dirintisnya dari nol. Kala itu, ia tidak bisa membayangkan seperti apa lelaki yang dipuja oleh khalayak umum dihadapannya. Ia hanya mendengar desas-desusnya saja. Bahwa lelaki tersebut seseorang yang pekerja keras,ulet, ambisius, dan serius. Miguelo muda kala itu membayangkan seorang lelaki yang berwajah masam dan keras. Tetapi semua prasangka itu lenyap ketika lelaki matang yang bernama Pablo itu berada dihadapannya. Miguelo yang kala itu berusia 17 tahun, dengan penampilan yang seadanya,yang menurut pandangannya sendiri,ia telah berupaya berpenampilan maksimal untuk berjumpa dengan Pablo.


Miguelo saat itu hanyalah seorang anak muda dari rakyat jelata. Ia bekerja serabutan.Pagi hari ia hanyalah seorang waiter dan kala malam hari ia menjadi seorang bartender di sebuah bar yang tidak terlalu mewah dikawasan Mandrake. Miguelo yang bosan menjadi seorang anak muda yang hidup pas-pasan dengan pekerjaan serabutan, tengah mencari pekerjaan besar didepannya. Sayangnya ia hanya memiliki ijazah setara SMP, tidak dapat menemukan pekerjaan yang tepat baginya selain menjadi seorang pelayan.


Dewi fortuna tengah menghampirinya saat ia menjadi seorang pelayan disebuah restoran siap saji pagi itu. Seorang pria berwajah cerdas berkacamata tengah sarapan direstoran tempat ia bekerja. Miguelo muda yang tengah bertugas saat itu melayaninya dengan penuh sopan dan hormat. Lelaki yang datang sendirian tersebut, mengajaknya untuk menemani dirinya makan saat itu. Miguelo yang melihat sekeliling restoran,pagi itu masih sangat sepi pengunjung. Ia hanya melihat 3 orang pengunjung yang tengah menikmati hidangan termasuk lelaki dihadapannya. Miguelo pun mengikuti permintaannya. Ia duduk dengan canggung dihadapan lelaki tersebut,yang kemudian memperkenalkan dirinya sebagai seorang dokter disebuah klinik pribadinya. Ia memiliki sebuah klinik yang tidak terlalu besar disekitaran kawasan tersebut. Meskipun kliniknya kecil,mereka memiliki peralatan teknologi yang cukup memadai setara rumah sakit umum. Selain itu, Dokter Martin merupakan dokter yang baik dan memiliki empati yang besar pada masyarakat yang tergolong tidak mampu. Ia bahkan bisa memberikan pengobatan gratis bagi pasiennya yang benar-benar tidak mampu. Ia memperkenalkan dirinya dengan panggilan Dokter Martin. Singkatnya,Dokter Martinlah yang membuatnya berkenalan dengan Pablo muda yang kala itu tengah sukses dengan bisnis farmasi yang ia geluti. Miguelo muda yang terpesona dengan cerita hidup dokter Martin,tertarik dengan tawarannya itu. Sang dokter mengatakan bahwa Pablo yang memang telah dikenal hampir diseluruh dunia dengan bisnis farmasinya yang tengah berkembang itu, sedang membutuhkan karyawan untuk direkrutnya. Dokter Martin adalah salah satu koleganya. Ia berkata, Pablo adalah seorang pekerja keras yang sukses dan memiliki empati besar terhadap anak muda yang berniat merubah nasibnya dan memiliki visi yang sama dengannya. Itulah kenapa setelah melihat Miguelo muda dan sedikit cerita tentangnya,dokter Martin yakin ia bisa diterima menjadi pegawai pada bisnis farmasi yang dijalankan Pablo kala itu.


Miguelo muda terpana melihat seorang lelaki tampan dengan wajah dingin tampak dihadapannya.


"Kaukah yang bernama Miguelo yang dibicarakan Martin padaku ?" tanya Pablo dengan kaos putih berkerah mengenakan celana jeans dan sebuah topi baseball berwarna senada. Ia tampak tenang dan Miguelo dapat merasakan kewibawaan yang terpancar dari lelaki dihadapannya.

__ADS_1


" Yes,Sir. Tepat sekali ", jawab Miguelo dengan cepat sambil mengulurkan tangannya dengan hormat. Pablo menjabat tangan lelaki muda dihadapannya. Ia melihat dengan detail lelaki muda dihadapannya. Parasnya cukup menarik. Ia mengenakan setelan kemeja putih dan celana hitam.Bekas cukuran terlihat diwajahnya. Tampak rapi dan klimis. Pablo tersenyum simpul.


"Hmm...kau sudah tahu pastinya siapa aku dari Martin. Martin adalah salah satu kolegaku. Ia dokter yang baik dan peduli pada sesama. Kau tahu bisnisku dibidang farmasi. Aku mensupply kebutuhan medis diseluruh rumah sakit besar didunia. Tetapi sebagai rasa peduliku kepada sesama, aku pun turut membantu supply yang dibutuhkan klinik-klinik kecil yang membutuhkan produkku. Kau tahu mengenai morphine ?" tanya Pablo pada lelaki dihadapannya.


"Hmm...Morphine ? Bukankah ia adalah obat terlarang ?" ucap Miguelo muda agak terkejut dengan perkataan Pablo kala itu. Ia pun sedikit curiga dan penuh selidik terhadap lelaki dihadapannya itu. Ia tidak ingin terjerembab dengan masalah hukum diusianya yang masih muda.


"Kau betul, anak muda..Tetapi Morphine adalah sebuah obat keras yang digunakan dengan resep medis khusus dikalangan para dokter. Mereka menjadikannya sebagai salah satu obat bius mujarab untuk menangani pasien-pasien mereka. Kau tentu kenal Martin.Ia pasti telah bercerita tentang siapa dirinya padamu bukan ? Martin adalah salah satu teman baikku. Kliniknya bukanlah sebuah klinik yang besar tetapi ia memberikan peluang bagi rakyat jelata yang tidak sanggup membayar biaya medis mereka ditempatnya. Kliniknya menyediakan jasa bedah dan memberikan biaya yang sangat murah bahkan gratis bagi siapapun yang benar-benar tak sanggup membayarnya. Aku telah mengenalnya sejak beberapa tahun lalu. Sejak itulah aku membantu supply morphine yang dibutuhkan kliniknya. Ia salah satu kolega yang kukenal cukup baik ",jawab Pablo menjelaskan pada Miguelo. Miguelo kala itu merasa tenang dengan penjelasan lelaki hebat dihadapannya.


" Aku telah melihat profilmu yang dikirimkan Martin padaku. Hmm...kulihat kau cukup pekerja keras. Kau bekerja di dua tempat yang berbeda ?Luar biasa...Aku telah membicarakan masalah ini pada Martin. Kliniknya membutuhkan bantuan kurir untuk mensupply barang pada setiap kolega pribadinya.Kebetulan aku pun membutuhkan seseorang untuk memastikan pengiriman barangku pada kolega-kolega dokterku yang lain termasuk dokter Martin",ucap Pablo kembali.

__ADS_1


"Baiklah...aku telah memperhitungkan gajimu. Aku akan membayarmu setara dengan gajimu bekerja didua tempat. Serta kau akan mendapatkan bonus disetiap kau bekerja diluar jam kerjamu. Bagaimana Miguelo ?Kau tertarik untuk bekerjasama denganku ?" tanya Pablo tanpa banyak berbasa-basi kembali.


Miguelo muda yang masih polos tampak terkejut dengan perkataan Pablo sang pebisnis sukses kala itu. Ia tak menyangka secepat itu ia diterima. Tanpa berpikir panjang, ia menerima tawaran Pablo saat itu. Miguelo membayangkan saat itu, ia tidaklah lagi perlu bekerja di dua tempat dengan jarak yang lumayan jauh setiap harinya. Ditambah ia akan mendapatkan uang lembur diluar jam kerja. Kapan lagi ia mendapatkan tawaran yang lebih baik daripada yang ditawarkan lelaki dihadapannya itu.


"Baiklah, Tuan Pablo. Saya sangat tertarik dengan tawaran anda. Kapan saya dapat bergabung dan bekerja dengan anda ?" jawab Miguelo dengan yakin.


"Hmm ..kuberi sehari untuk kau bersiap-siap. Lusa kau dapat bekerja. Oh iya, untuk selanjutnya kau dapat menghubungi bawahanku untuk tugas-tugas yang akan kau kerjakan. Seorang lelaki dengan setelan jas hitam memberikan sebuah kartu nama pada Pablo. Pablo pun memberikannya pada Miguelo. Miguelo membaca kartu nama itu. Tertera sebuah nama : Ferguso. Field Coordinator.


***

__ADS_1


__ADS_2