Goddess Of Don Pablo

Goddess Of Don Pablo
Bab 21 :Chatting Pertama Sang Hacker


__ADS_3

Waktu hampir menunjukkan pukul 11 siang ketika Maria yang berjalan melewati ruang kaca dimana meja kerja Ray berada, melihat bangku tersebut kosong. Maria memang tipe pemerhati. Hingga apapun yang ada didepan matanya tak akan luput dari pandangannya. Ia belum melihat lelaki itu dikantor sejak pagi.


Beberapa hari belakangan, ia memang mengamati lelaki itu sering pergi keluar kantor. Maria tahu Ray ditempatkan di divisi khusus yang menangani kejahatan kriminal untuk jaringan internasional. Ia ahli forensik yang saat ini menangani kasus peredaran narkoba internasional. Sejak diberlakukannya beberapa jenis obat-obatan medis tertentu masuk kedalam kategori jenis Narkoba yang dibatasi peredarannya dan berlisensi khusus, pekerjaan Ray otomatis bertambah. Ditambah bukanlah hal mudah mengusut mafia jaringan narkoba internasional. Ia tidak bisa sembarang menggeledah dan menangkap seseorang yang ia curigai. Ia harus punya banyak bukti kuat dan kerjasama yang baik dengan pihak interpol diluar daerah kekuasaannya. Itulah yang membuat Maria yakin lelaki ini harus turun lapangan mendapatkan informasi yang dibutuhkannya.


Maria kembali ke meja kerjanya dengan secangkir African Robusta Black Coffee. Aroma biji kopi yang menyengat keluar karena air panas yang melarutkannya sanggup menghilangkan rasa kantuk yang menyerang menjelang jam makan siang.


Ia kembali menatap layar komputernya. Ketika tiba-tiba sebuah email masuk kedalam inbox akun email pribadinya.


Hi,Mary...


I'm sorry to disturb you. I've got your contact from your Facebook. Hope you don't mind if i know you more. I've attached my FB account and add you as a friend, hope you will approve me and write me soon.


Sincerely Yours,


Thomas

__ADS_1


Mary terpana membaca email tersebut. Seingatnya ia tak memiliki seorang kawan bernama Thomas dikampusnya dahulu. Tetapi rasa penasaran membuatnya membuka akun FB yang tertera dalam email tersebut. Ia dapat melihat sebuah foto profile berupa gambar animasi seorang lelaki dengan jaket bertudung berwarna hitam dan sebuah masker wajah berwarna senada sedang tertunduk hingga tak terlihat wajahnya. Ia tidak dapat melihat profile apapun lelaki ini. Semua terkunci untuk publik kecuali ia mengapprovenya sebagai teman terlebih dahulu. Karena penasaran, Maria pun membuka akun FB nya sendiri. Ia melihat akun yang sama telah menunggu approvalnya menjadi teman di FBnya. Ia mengapprove akun lelaki tersebut.


Ia membuka-buka profile lelaki itu setelahnya. Ia tidak menemukan sesuatu yang aneh pada akun tersebut. Kecuali, ketika ia melihat jumlah kawan pria ini tidaklah lebih dari 10 orang didalamnya. Nampak bagi maria, Thomas bukanlah lelaki yang pandai bergaul.Ia membuka album foto lelaki itu. Disitu terdapat beberapa foto lelaki bertubuh kurus dan tinggi mengenakan kacamata. Tetapi wajahnya tidak tampak terlalu jelas terpampang. Setiap posenya nampak selalu diambil dari angle samping. Hingga wajahnya tidak terlihat dengan jelas. Mata Maria tampak jeli mencari-cari sesuatu yang mungkin ia bisa temukan dari akun itu. Tetapi ia tak menemukan apapun. Dalam sebuah foto, tampak lelaki itu berdiri disebuah taman salah satu kampus ternama disebuah kota bernama Bridgeland. University of Bridgeland. Ia membuka profile lelaki ini. tampak bukan sebuah akun fake bagi Maria. Hanya terlihat lelaki ini termasuk kategori introvert. Ia membaca profile yang tertera di dalam akun itu. Matanya tampak tak berkedip melihat jurusan yang tertera di dalam profilnya. Ia lulusan dari university of Bridgeland dengan jurusan Computer Programming. Usianya 2 tahun lebih tua dari Maria. Wanita ini semakin penasaran dibuatnya.. Apakah mungkin lelaki ini kenalan dari salah seorang kawan satu kampusnya dulu ? . Belum sempat ia berpikir lama-lama,sebuah chat di FB menyapanya.


Thomas : Thanks for your approval. Salam kenal...


Mary : U're welcome. How do you know me by the way ?


Thomas : Oops...tak sengaja saja akunmu masuk dalam daftar rekomendasi teman kenalan.. Kulihat kau berasal dari jurusan IT. Tak ada salahnya bukan memperluas jaringan pertemanan sejurusanmu ?


Maria : Oh..tentu tidak. Aku sudah melihat profilmu. Sepertinya kau tak cukup banyak bergaul...


Maria : Yeah ..i konw it well. Kau bekerja dimana ?


Thomas : hmm...i'm freelance programmer. Kau sendiri bekerja di kepolisian ? Aku pun telah melihat profilmu...Brilliant ..

__ADS_1


Maria : Yah...begitulah..


Thomas : Oh iya, kadang aku bertemu client dikawasan Mall Bellarose. Jika kau tak keberatan, mungkin suatu waktu kita dapat bertemu ? hanya untuk sekedar ngopi ?


Maria : Hmm..Woow...ternyata kau tak setertutup yang kubayangkan...


Thomas : Oops...sorry..tapi kau tahu bukan aturan bermain dimedia sosial...siapapun dapat mengenalmu..bahkan orang yang sama sekali tak tahu denganmu...aq hanya sedikit berhati-berhati mungkin ...tapi kulihat kau bukanlah penjahat yang membahayakan bagiku..kau tampak wanita cantik dengan karir yang cukup cemerlang kurasa...


Maria : hahaha ....kau terlalu banyak memujiku seolah kau telah mengenalku bung...


Thomas : Yah...aku bisa mengenal seseorang hanya dengan melihat foto dan latar belakang profesimu...tidak mungkin kau berani mengaku-mengaku bukan menjadi seorang polisi di central district ? Bisa-bisa kau dikenakan hukuman...makanya aku tebak kau bukanlah seorang penjahat wanita. hehehe...


Maria : Yah ..sampai disitu..analisamu cukup baik. well...Thomas I guess i have to cut our conversation now...Aku tidak ingin dikenakan sanksi oleh atasanku karena terlalu banyak bermain FB saat jam kerja...😉


Thomas : Oops..siap officer...aku pun tak ingin dianggap lelaki buaya yang senang menggoda polisi wanita cantik seperti anda,Mary...😉

__ADS_1


Maria yang membaca pesan terakhir lelaki itu tampak tersenyum. Ia pun segera mengakhiri chattingnya dengan lelaki yang baru saja dikenalnya itu didunia maya. Ia segera sign out dari akunnya. Thomas yang berada di flatnya yang sederhana tampak tersenyum senang. Rencananya mendekati Maria sejauh ini tampak berjalan lancar. Ia meneguk sekaleng diet cokenya. Hatinya tampak puas.


***


__ADS_2