Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Kesalahpahaman


__ADS_3

Melihat keributan di depannya membuat Shen Li kehilangan selera makannya. Ia lantas beranjak medekati Huo Shan dan kelompoknya.


Nampak jelas Feing Hua telah dipukuli orang-orang Huo Shan sampai babak belur, bagaimanapun juga mereka berada di ranah penyempurnaan ⭐ 2.


"Bisakah kalian menghentikan perbuatan kalian?" ucap Shen Li dingin tiba-tiba menghentikan perbuatan Huo Shan dan pengawalnya.


"Karena kalian mengganggu waktu sarapanku! Pergilah dan aku akan memaafkan kalian!" Ucap Shen Li penuh penekanan.


Jia Yu yang melihat Shen Li merasa sedikit tenang. Karena ia percaya bahwa Shen Li bisa menyelamatkannya.


"Siapa kamu?! jangan berani-berani mencampuri urusanku!! apa kamu tahu siapa aku?! aku adalah an-.."


"Apa yang ingin kamu katakan?! 'iki idilih inik pitriirk sikti nigi! blablabla!" Ucap Shen Li memotong perkataan Huo Shan, sembari mengangkat tangannya yang ia gerakkan seperti mulut yang sedang berbicara menghina Huo Shan.


"Hanya seonggok cacing beraninya membentak ayam!" gumam Shen Li tetapi masih bisa didengar orang yang ada disitu.


Mendengar hal itu, Jia Yu tidak bisa untuk tidak tertawa.


"Hahahaha! Kamu sangat lucu! hahaha!" Ucap Jia Yu yang masih saja tertawa.


Mendengar ia dihina dan ditertawakan, membuat amarah Huo Shan semakin naik pitam.


"Beraninya kamu menghinaku!! kalian! Hajar dia!!" Bentak Huo Shan memerintah pengawalnya.


"Hyaaa!!!..." keempat pengawal itu bersama-sama menyerang Shen Li.


Tapi dengan mudahnya Shen Li menghindari setiap serangan mereka. Karena ia tidak ingin berlama-lama, dia menyerang balik mereka dengan gerakan dasar seperti memukul dan menendang biasa saja.


Keempat orang itu sangat kewalahan menghadapi Shen Li yang hanya menggunakan gerakan dasar saja. Hingga pada akhirnya Shen Li membalas mereka dengan sedikit gerakan tambahan yang membuat mereka terpelanting hingga menghantam tembok maupun meja kursi di ruangan itu.


Ada yang ditendang kepalanya, ada yang dipukul dadanya, dan ada yang diseret kakinya lalu dilemparkan.


"Urghh!!" Keempat orang itu memuntahkan seteguk darah segar yang menandakan mereka mendapati luka dalam.


Huo Shan yang melihat hal itu menjadi ketakutan dan bercucuran keringat. Dia lalu menunjuk wajah Shen Li kemudian mengancamnya bahwa Sekte Naga akan menghajarnya jika dia melukainya.


Tentu saja hal itu tidak berpengaruh pada Shen Li.


"Apa kamu hanya anak manja yang beraninya menggunakan nama dan orang-orang dibelakangmu?" ucap Shen Li memprovokasi. "Jika kamu laki-laki sejati, maka hadapi aku dengan tanganmu sendiri!"


Huo Shan mau tidak mau mulai menyerang Shen Li dengan membabi-buta sampai-sampai menghancurkan segala isi ruangan itu.


Untung saja Feing Ling dan Feing Hua telah keluar, dan melaporkan hal itu pada Patriark Sekte Vermillion.


Sesaat setelah Huo Shan menyerang Shen Li, nampak tubuhnya sudah babak belur tertanam di meja resepsionis dengan memuntahkan seteguk darah.


Saat Shen Li hendak membuat Huo Shan pingsan, tiba-tiba saja ia merasakan adanya aura kuat di belakangnya yang tak lain adalah Patriark Sekte Vermillion. Tangannya yang mengepal disamping kepalanya dipegang erat oleh Patriark Sekte Vermillion.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan anak muda?! bisakah kamu tidak membuat keributan di penginapan Vermillion?!" Ucap Patriark Sekte Vermillion sembari mengeluarkan aura ranah Kaisar ⭐ 2 yang difokuskan pada Shen Li.


Melihat Shen Li baik-baik saja saat ditekan oleh auranya, membuat Patriark Sekte Vermillion sedikit mewaspadai Shen Li."Orang ini bukanlah orang biasa!" Batinnya.


"Apa yang aku lakukan?! Tentu saja aku membantu mengamankan penginapan ini!" Ucap Shen Li yang menatap tajam Patriark Sekte Vermillion.


Mendapati dirinya ditatap tajam oleh Shen Li membuat tubuh Patriark bergetar seperti ketakutan, tetapi ia tidak menunjukkannya, karena bagaimanapun ia adalah seorang Patriark yang harus terkesan kuat.


"Jelaskan padaku apa yang kamu lakukan?! dan mengapa kamu menghajar putra semata wayang Patriark Sekte Naga?!" Ucapnya tegas.


"Menjelaskan?! Cihh! Tak sudi aku menjelaskannya, itu hanya membuang waktuku. Lebih baik kamu menanyakan pada Feing Hua dan Feing Ling di luar" Shen Li lalu mengibaskan tangannya untuk melepaskan cengkraman Patriark Sekte Vermillion dari tangannya.


Shen Li lalu beranjak keluar dengan raut wajah emosi dibalik tudungnya. Ia menggandeng tangan Jia Yu untuk mengajaknya keluar menemui Feing Hua. Saat ia sudah keluar, ia dengan segera menghampiri Feing Hua berada.


Patriark Vermillion yang melihat ia tidak dihormati itu, hanya diam saja ditempatnya menahan amarahnya lalu menolong tuan muda Sekte Naga yang tertanam di meja. Karena bagaimanapun ia merasakan jika dirinya berurusan dengan pemuda itu maka ia akan celaka.


Feing Ling yang melihat Shen Li baik-baik saja merasa senang dengan senyum cerah, tetapi hal itu berubah menjadi raut muka seseorang yang tengah cemburu saat melihat seorang gadis di belakangnya yang Shen Li genggam tangannya.


"Feing Hua, Aku akan meninggalkan penginapan ini, dan ini kunci kamarku lalu ini sebagai biaya ganti rugi dariku!" Ucap Shen Li yang memberikan sebuah kunci dan cincin penyimpanan berisi 100 Juta tael emas. Setelah itu ia lantas pergi menjauh tanpa menunggu jawaban dari Feing Hua.


Jia Yu yang dibelakangnya hanya terdiam dan mengikuti kemanapun Shen Li akan pergi. Karena ia sangat mengetahui bahwa saat ini Shen Li tengah kecewa dan marah, meski ia tidak melihat langsung raut wajahnya.


Feing Hua yang menerima cincin penyimpanan itu terkejut sampai membuka rahangnya lebar-lebar. Bagaimana tidak, saat ia melihat isinya, terlihat gunungan tael emas sejumlah 100 juta.


Feing Ling yang masih bersedih melihat kakaknya yang menunjukkan ekspresi terkejut menjadi penasaran dengan apa yang dilihat kakaknya.


Feing Hua tidak segera menjawabnya tetapi, segera memberikan cincin penyimpanan Shen Li berikan tadi pada Feing Ling, "Kamu lihat saja sendiri!" ucapnya dengan ekspresi lemas, setelah itu ia duduk karena merasa tubuhnya menjadi lemas.


Feing Ling tidak menghiraukan kakaknya, dan langsung memeriksa isi cincin itu. Setelah sesaat ia melihat isinya, tubuhnya bergetar hebat dan menunjukkan ekspresi seperti kakaknya tadi, sampai-sampai ia terduduk lemas, "I-ini sangat banyak sekali. Bahkan bisa untuk membuat 5 penginapan Vermillion yang jauh lebih mewah"


Tap!!


Tap!!


mereka berdua yang masih terduduk lemas tiba-tiba saja didatangi oleh seorang pria paruh baya yang nampak berusia 40 tahunan bersama seorang pemuda berusia 19 tahun yang ia bantu berjalan.


"Apa yang terjadi pada kalian? cepat bantu aku menolong tuan muda Sekte Naga ini! dan juga jelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi!?" Ucap Patriark Sekte Vermillion.


Mendengar mereka berdua dimintai untuk membantu anak Patriark Sekte Naga, mereka sangat enggan melakukannya dan memilih untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


"Salam Patriark Hei Ma, mohon maaf tetapi saya tidak mau membantu merawat tuan muda Sekte Naga, tetapi saya akan menjelaskan semuanya!" Ucap Feing Hua sembari menangkupkan tangannya diikuti adiknya.


Feing Hua dengan segera menjelaskan kejadian apa yang sebenarnya terjadi pada Patriark Hei Ma itu dengan panjang lebar tanpa sedikitpun hal yang ia tutupi.


Setelah mendengarkan penjelasan dari Feing Hua, Patriark Hei Ma merasa sangat bodoh karena menuduh seseorang yang sebenarnya menolong penginapan Vermillion. Dan juga ia membiarkan Huo Shan merasakan sakit dari luka yang ia terima.


"Dimana sekarang tuan Jin? aku harus meminta maaf secara langsung padanya" Tanya Patriark Hei Ma pada Feing Hua.

__ADS_1


"Mohon maaf Patriark, karena sebelumnya Tuan Jin telah meninggalkan tempat ini sembari memberikan kompensasi bagi kerusakan penginapan Vermillion" Jawab Feing Hua lalu menyerahkan cincin penyimpanan pada Patriark Hei Ma.


Patriark Hei Ma yang menerima cincin itu langsung memeriksa isinya. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat isi didalamnya yang sangan luar biasa banyak. "I-Ini?!" Gumam Patriark Hei Ma.


"Aku menjadi merasa sangat bersalah karena telah bersikap sembrono dan salah paham pada Tuan Jin" Ucapnya dengan nada sedih.


"Kalian berdua!" ucap Patriark Hei Ma menatap kedua orang kakak beradik itu. "Kalian perbaikilah kerusakan pada penginapan, dan aku akan memerintahkan beberapa orang untuk mencari tuan Jin" Perintahnya sembari memberikan sejumlah tael emas kemudian bergegas kembali dari tempat itu menuju ke Sekte Vermillion berada.


Di tempat Shen Li


"Shen Li?! Bisakah kamu sedikit tenang? sekarang sudah tidak apa-apa" Ucap Jia Yu pada Shen Li yang terus saja menggandengnya dengan cepat.


"Kita akan pergi dulu sebentar menemui Paman Ru" balas Shen Li tak menghiraukan pertanyaan Jia Yu.


Jia Yu yang mendengar hal itu hanya mengangguk paham dan menurut saja. Karena ia tidak ingin Shen Li semakin marah. Sebenarnya ia juga merasa sedikit takut, karena ia belum pernah melihat Shen Li menjadi marah seperti ini.


Mereka berdua kemudian menghilang mencari keberadaan paman Ru.


Setelah beberapa saat, akhirnya ia menemukan paman Ru tengah menyantap sarapan disalah satu kedai terbuka.


Swushh!!


Shen Li dan Jia Yu muncul tiba-tiba di keramaian orang yang berlalu-lalang di jalanan pusat dekat kediaman Klan Shen. Tetapi tidak ada satu orangpun yang menyadarinya, kecuali paman Ru.


Paman Ru yang merasakan aura dari Shen Li dan Jia Yu, dengan segera ia menengok kearah tempat ia merasakan aura mereka.


Dan benar saja, ia melihat Shen Li dan Jia Yu berjalan mendekatinya, tetapi ia dapat merasakan bahwa saat ini Shen Li tengah marah.


"Ah?! ternyata kalian berdua! Sepertinya ada urusan mendesak?!" Tanya paman Ru pada Shen Li.


"Paman! Kita akan kembali ke Kediaman Klan sekarang juga menemui orang tuaku!" ucap Shen Li dengan tegas.


"Baiklah jika itu yang kamu mau, tapi sebelum itu kamu harus tenang dulu. Dan juga kalian berdua harus sarapan dulu di sini menemani paman. Dan jangan menolak" Balas paman Ru memaksa dengan menirukan ciri khas Shen Li.


"Hahh baiklah" Balas Shen Li sembari menghela nafasnya, lalu ia duduk bersama paman Ru dan Jia Yu.


"Paman berikan aku 5 porsi besar lagi dan 2 porsi biasa!" Ucap paman Ru memesan makanan kepada pemilik kedai.


Sedangkan Jia Yu dan Shen Li yang mendengar hal itu menjadi terkejut.


"Kenapa ayah memesan banyak sekali? siapa yang akan memakannya?" Tanya Jia Yu diikuti anggukan Shen Li setuju dengannya.


"Hahaha! Tentu saja ayahmu ini! karena ayah sangat lapar" Balas paman Ru tanpa ada sedikit pun beban terlihat.


Shen Li dan Jia Yu hanya terdiam dengan rahang ternganga saat mengetahui besarnya nafsu makan paman Ru.


***

__ADS_1


__ADS_2