Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Pembicaraan Para Pemimpin


__ADS_3

Di Suatu Tempat Alam Semesta Rendah


Terlihat sebuah istana yang begitu megahnya berdiri dengan kokoh. Memiliki desain bangunan layaknya sebuah kastil dengan berbagai pernak-pernik ornamen yang sangat mewah. Kepadatan Energi di sini juga tidak kalah padat dan murni.


Para penjaga berarmor perak dengan garis-garis merah terang berdiri nampak begitu gagahnya. Banyak sekali hewan terbang berlalu-lalang seperti seekor kura-kura yang memiliki 4 pasang kaki layaknya sayap, tetapi berkepala elang dengan sebuah bagunan diatasnya.


Di depan gerbang terlihat dua orang yang bertanduk sedang berusaha memasuki istana. Para penjaga yang melihat sosok itu nampak mempersilahkan dengan mudahnya.


Mereka berdua dituntun masuk oleh salah seorang penjaga demi menemui Sang Kaisar yang berada di singgasana miliknya.


"Mo Shen, Ada perlu apa kamu kemari?!" tanya Sang Kaisar.


"Huang Long Dian, bukankah terlalu tidak sopan membiarkan tamu terhormatmu berdiri seperti ini?!" Ucap sosok itu yang tak lain adalah Mo Shen, Sang Kaisar Alam Bawah, pada Huang Long Dian, Kaisar Alam Semesta Rendah.


"Bukankah kamu dulu mengatakan tidak sudi berada di sini?! hahaha! tetapi sepertinya kamu datang kesini layaknya seekor kucing yang meminta makanan" Balas Long Dian menyeringai.


Swushh!!


Swushh!!


Sebuah aura yang begitu kuat keluar dari Mo Shen yang tengah terpancing emosinya lalu dibalas oleh aura milik Long Dian. Seketika aura di dalam ruangan itu begitu sesak dan berat yang berdampak ke seluruh orang yang berada di ruangan itu. Karena bagaimanapun, dua aura yang begitu kuat keluar dari dua sosok makhluk yang menyandang gelar 'Sang Kaisar'.


"Apa kamu ingin datang kemari hanya ingin mengantarkan nyawa milikmu?" Tanya Long Dian dengan nada angkuh dan sombong.


"Tak kuduga setelah ribuan tahun kita tidak bertemu kamu justru semakin menjadi-jadi Long Dian. Aku datang dengan maksud tenang, tetapi jika kamu yang menginginkannya, dengan senang hati aku layani!" Balas Mo Shen dengan seringai licik dan haus pertempuran.


"Cih!!"


Kedua aura yang begitu mencekam dan menyesakkan itu akhirnya menghilang. Semua yang berada di dalam tempat itu mulai bisa bernafas lega.


Tap!!


Tap!!


Sesaat setelah kejadian itu, terlihat ada 7 makhluk berbeda ras yang datang di waktu yang hampir bersamaan. Ketujuh makhluk itu antara lain, Ras Peri, Ras Manusia Binatang, Ras Kura-kura Hitam, Ras Phoenix, Ras Titan, Ras Rubah Ekor Sembilan dan yang terakhir Ras Manusia Ikan.


"Tepat waktu! Hahaha! Aku sangat suka dengan timing yang pas seperti ini! Hahaha" Long Dian tertawa dengan senangnya saat melihat ketujuh pimpinan ras utama itu datang di waktu yang tepat.


"Saudara sekalian. Selamat datang di istana kekaisaran alam semesta ini" Ucap Long Dian lalu mempersilahkan ketujuh pimpinan ras utama itu datang. Sebenarnya ada sembilan Ras utama di alam semesta ini, akan tetapi Ras Naga yang terkenal memiliki harga diri tinggi enggan untuk datang karena alasan tersendiri.

__ADS_1


"Hei Bocah! Apa kamu hanya mempersilahkan mereka saja?!" Ucap Mo Shen nampak menuntut hak miliknya.


"Dasar sialan, cih! Duduklah semaumu saja, jika kamu pergi dari sini itu lebih baik" Balas Long Dian yang nampak kesal.


"Dasar bocah kemarin sore tidak tahu sopan santun" Gerutu Mo Shen lalu menuju salah satu tempat duduk di sana lalu menyilangkan tangannya di dada.


"Huh, dasar!" gumam Long Dian.


"Baiklah karena semuanya sudah datang, aku akan segera memulai pertemuan ini. Tetapi sebelum itu aku ingin mendengarkan penjelasan dari saudara 'Mo Shen' yang terhormat" ucap Long Dian dengan beberapa penekanan sinis di kata-katanya.


"Jika aku bisa melakukannya sendiri, tak sudi aku meminta bantuan darimu" gumam Mo Shen mendengus kesal.


"Aku akan langsung pada intinya. Beberapa saat lalu istanaku diserang oleh sosok misterius, dia memang hanya sendirian tetapi aku merasakan bahwa dia sangat kuat sekali. Dia bahkan mampu membunuh seluruh bawahanku bahkan para jendralku bukanlah saingannya, dan juga putraku ikut dibunuhnya." Ucap Mo Shen dengan mengeratkan genggaman tangannya pada kursi menahan amarahnya.


Sedangkan semua orang yang berada disitu begitu terkejut saat mendengar penjelasan dari Kaisar Alam Bawah. Mereka tentu mengetahui dengan pasti seperti apa kekuatannya yang hanya satu tingkat di bawah Kaisar Long Dian, tetapi sosok yang menyerangnya terdengar begitu menakutkan.


"Hahaha! Inikah yang dipanggil dengan 'Kaisar Alam Bawah'? Ternyata hanya seorang pengecut, huhh?!" Ucap Long Dian dengan arogan.


"Kamu boleh menghinaku sesuka hatimu, tapi aku hanya memberi peringatan padamu jika sosok ini nanti mungkin akan merebut posisimu saat ini" Balas Mo Shen mengancam.


"Apa yang kamu katakan?! Aku adalah Yang Mulia Kaisar Alam Semesta, Long Dian. Tidak ada satupun makhluk di alam semesta ini yang tidak aku ketahui kekuatannya" Balas Long Dian dengan tegas dan marah sembari berdiri dari singgasananya.


"Lalu maksudmu datang kemari ingin meminta bantuan padaku?! hahaha!" tanya Long Dian.


"Cih! jika aku bisa melakukannya sendiri, tak sudi aku melakukannya. Tetapi karena aku juga berbaik hati padamu, tak adakah balasan dari kebaikanku ini?" Kata Mo Shen menunjukkan wajah liciknya itu.


Long Dian hanya bisa menggeram marah mengeratkan kepalan tangannya lalu duduk kembali ke singgasananya. Ia juga menyadari jika Mo Shen saja merasakan kengeriannya pastilah sosok itu begitu menakutkan.


"Haa.. arghh! sialan!! Aku akan mengikuti rencana pembalasan dendammu Mo Shen!!" ucap Long Dian dengan marah. Sedangkan Mo Shen yang mendengar itu hanya tersenyum licik.


Dunia Jiwa Shen Li


"Paman, bagaimana keadaanmu?"


"Ahaha, Li'er lihatlah paman, paman sudah jauh lebih baik bahkan kultivasi paman juga meningkat saat baru beberapa hari di dunia jiwamu ini"


Jia Ru memang telah diberitahu oleh Shen Li tentang dunia jiwa miliknya ini. Saat pertama kali datang ke sini dia tidak bisa mengungkapkan satupun kata-kata karena terhipnotis dan begitu terkejut di sini yang sangat luar biasa dalam segala aspek.


"Baiklah kalau begitu, lebih baik kita kembali sekarang paman, sebelum mereka menunggu. Dan juga pasti nanti ibu akan memarahiku" ucap Shen Li.

__ADS_1


"Hahaha baiklah-baiklah, terserah padamu saja"


Kediaman Klan Shen


Tap!


Tap!


Shen Li dan Jia Ru telah sampai di kediaman Klan Shen pada malam hari tanpa diketahui oleh siapapun di sana. Mereka berdua kemudian berjalan untuk memasuki kamar Shen Li untuk beristirahat dulu sebelum memberi kejutan kepada orang tuanya. Mereka memang telah menyembunyikan aura mereka dengan begitu lihainya, sedangkan Shen Li harus menyegel kekuatannya karena belum bisa menekan seluruh kekuatannya, yah meskipun tidak ditutupi tidak akan yang bisa merasakan kekuatannya. Tetapi ia selalu mengingat akan hal bahwa ada sesuatu yang lebih kuat di luar sana dari pada dirinya.


Pagi harinya.


Ayah, Ibu dan Jia Yu telah berkumpul di di ruangan makan untuk menyantap sarapan. Mereka makan dalam suasana keheningan entah apa yang mereka pikirkan satu sama lainnya.


Sedangkan di kamar Shen Li, saat ini Jia Ru telah bangun dan membersihkan diri, sedangkan Shen Li masih tertidur terlentang sambil mendengkur tanpa dosa.


"Hahaha! Sekuat apapun kamu Li'er, tetap saja kamu masih seperti anak kecil" Ucap Jia Ru.


"Entah beban berat seperti apa yang kamu jalani Li'er sampai kamu bisa mencapai titik ini, yang pasti paman meyakini jika jalan yang kamu lalui tidaklah mudah. Maafkan paman yang tidak bisa membantumu saat keadaan terpurukmu" gumam Jia Ru lalu beranjak menuju ruang makan untuk sarapan.


Sedangkan Shen Li?? Tentu saja masih tetap pada posisi ternyamannya itu.


"Hoamm!! Apa kalian tidak membangunkanku untuk sarapan" Kata Jia Ru sembari berakting merentangkan kedua tangannya ke atas seperti orang bangun tidur.


Sebuah suara memecahkan keheningan antara Yui Ran Qui, Shen Qi dan Jia Yu. Saat mereka melihat sumber suara mereka semua begitu tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Kamu berhasil anakku" gumam Shen Qi sembari tersenyum dan membendung air matanya.


"Ayahh!!" Jia Yu yang melihat ayahnya itu tidak bisa menahan perasaannya lagi bergegas meninggalkan makanannya.


"Yu'er?!" Jia Ru yang dipeluk oleh anaknya begitu merasakan kesedihan, ia dengan jelas mengingat saat Jia Yu diambil paksa darinya kala itu.


Sedangkan Yui Ran Qui kedua matanya berkaca-kaca memikirkan anaknya.


"Jia Ru, dimana Li'er?" tanyanya.


"Tenanglah Ran Qui, dia masih tertidur pulas di kamarnya karena kelelahan" Balas Jia Ru kemudian beranjak mengambil sarapan dengan anaknya.


"Syukurlah kalau begitu" Ucap Yui Ran Qui sembari mengelus dadanya tenang.

__ADS_1


***


__ADS_2