Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Alam Bawah


__ADS_3

Alam Rendah


Swushh!!


Tap!


Tap!


"Ibu!!"


Jia Yu dan Shen Li saat ini sudah kembali pulang ke kediaman Klan Shen. Jia Yu menangis histeris menghamburkan pelukannya pada Yui Ran Qui.


"Yu'er!"


Yui Ran Qui juga tidak bisa menahan rasa sesak dalam dadanya memeluk Jia Yu bagai anak kandungnya begitu erat. Ia begitu mengingat saat dimana Jia Yu dibawa dengan paksa meninggalkannya.


"Li'er, apa kamu tidak apa-apa?"


Shen Qi yang melihat anaknya berdiri di sampingnya ia merasakan khawatir, meski kekhawatirannya tidak beralku bagi Shen Li. Akan tetapi bagaimanapun ia masih tetap seorang ayah dan Shen Li adalah anaknya.


"Aku tidak apa-apa ayah" balas Shen Li tersenyum lembut.


Mereka berdua yang melihat kedua wanita yang tengah berpelukan itu memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka berdua, serta memberikan ruang untuk saling melepaskan rasa rindu.


Shen Li dan ayahnya berjalan di sepanjang teras kediaman itu. Nampak kedua orang tua dan anak itu seperti membahas perihal yang begitu penting.


"Li'er, ayah hanya meminta kamu jangan terlalu terburu-buru. Istirahatkan dirimu sejenak, meski kamu tidak merasa lelah sekalipun tubuhmu tetap memerlukan istirahat."


Shen Qi memberikan sedikit nasihat pada Shen Li agar tidak terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Karena sebelumnya, anaknya mengatakan jika ingin pergi menjemput Jia Ru yang berada di alam bawah.


"Ingatlah Li'er, seorang pemimpin harus bisa memikirkan nasib seluruh keluarganya. Diperlukan sebuah tanggung jawab besar di dalamnya."


"Kita tidak bisa mengambil keputusan secara sepihak saja, sebab keputusan yang akan kita ambil saat ini akan menjadi bayangan di masa depan. Selalulah berusaha untuk tetap tenang, rasakan setiap kelembutan dalam dirimu, karena kelembutan tidak selalu menjadi lemah. Kelembutan bisa menjadi sebuah senjata yang begitu kuat jika digunakan dengan tepat"


Shen Li yang mendengar nasihat dari ayahnya hanya bisa mengangguk paham, dia juga sadar jika masih terlalu terburu-buru dalam mengambil keputusan. Akan tetapi dia masih memiliki pemikiran jika ada masalah yang mengaitkan keluarganya, maka ia tak segan untuk mengorbankan segalanya.


"Li'er, apakah ayah boleh tahu si tingkatan apa sebenarnya kultivasimu?" tanya Shen Qi.


"Maafkan aku ayah, aku masih belum ingin memberitahukan pada semua orang" Ucap Shen Li sembari tersenyum canggung. "Ayah, terimalah ini. Tingkatkan kekuatan ayah dan keluarga yang lain, kelak suatu saat ayah akan mengetahui di tingkatan apa kultivasiku" lanjut Shen Li lalu memberikan 2 buah cincin penyimpanan yang berisi sumberdaya untuk berkultivasi.


"Baiklah kalau itu kata Li'er, ayah akan menerima pemberian Li'er dengan sebaik mungkin." Ucap Shen Qi.


"Ayah, mungkin aku ingin segera menjemput paman Ru. Apa lebih baik aku berpamitan pada ibu dan Yu'er?" tanya Shen Li.


"Itu memang lebih baik anakku, akan tetapi mengingat keadaan mereka saat ini itu mungkin akan sedikit sulit" balas Shen Qi.


"Uhmm, baiklah ayah. Aku akan berusaha." balas Shen Li kemudian kembali menemui ibu dan Jia Yu.


Shen Li kembali mengalami kesulitan saat meminta ijin dengan mereka berdua, meskipun itu demi Jia Ru mereka tetap memaksa Shen Li untuk tidak gegabah bertindak. Shen Li hanya bisa paham akan maksud ucapan mereka, tetapi ia juga merasakan saat ini Paman Ru tengah mendapati kesulitan.


Shen Li kemudian bergegas kembali ke kamarnya, sesampainya di dalam kamar ia nampak gelisah, seperti sedang bimbang dalam mengambil dua keputusan.


"Ibu, Ayah, Yu'er, maafkan aku" gumam Shen Li.


Ia sangat paham tidak bisa ragu-ragu dalam mengambil keputusan saat ini, dia juga bisa paham akan resiko yang akan diterimanya nanti.


Tap!


"Kamu jagalah keluargaku, aku akan membagi sedikit kesadaran denganmu. Aku akan pergi"


Shen Li telah membuat sebuah klon dirinya yang dibuat sedetail dan sebaik mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan pada keluarganya.


Srakk!!


Shen Li membuat sebuah celah dimensi agar bisa segera ke alam bawah menyelamatkan Paman Ru dan segera memasuki celah itu tanpa ragu lagi.


Alam Bawah

__ADS_1


Langit terlihat berwarna ungun gelap, hembusan udara terasa begitu berat dan menyengatnya. Banyak terlihat pohon di sini, tetapi tidak ada satupun dedaunan melekat di dahannya, pohon-pohon itu terlihat mati dan begitu menakutkan.


Tanah-tanah tajam banyak menjulang seperti sebuah pegunungan. Sungai mengalir dengan derasnya berwarna hitam pekat, nampak di dalamnya terkandung tak terhitung jumlahnya roh jahat.


Srakk!!


Sebuah retakan celah dimensi terlihat di langit alam bawah, perlahan mulai muncul sebuah tangan seperti berpegangan pada pintu dan berusaha keluar dari dalamnya.


"Itu tadi sangat membuatku terkejut"


Pada saat Shen Li di dalam lorong dimensi, ia melihat sebuah tengkorak kepala yang begitu besarnya dengan sudut-sudut lancip pada dahi dan giginya. Ia juga mendapati adanya badai ruang dan waktu tetapi untungnya dia masih sempat membuat sebuah penghalang kuat untuk dirinya.


"Cih!! udara di sini begitu menjijikkan" gumam Shen Li kesal saat merasakan udara di alam bawah.


Ia kemudian melesat menuju salah satu kota di alam bawah, tak lupa ia juga memakai jubah hitam polos dengan penutup kepala agar identitasnya tidak diketahui.


Saat telah menemukan sebuah kota, Ia dengan segera memasuki kota itu dan mencari info. Cara pembayaran disini tidak menggunakan tael emas ataupun kristal roh, tetapi menggunakan sebuah batu hitam dengan ukiran-ukiran di atasnya yang disebut dengan batu jiwa.


ia berjalan ke sebuah tempat makan di kota itu tetapi tidak makan, melainkan hanya memesan minuman yang juga tidak ia minum. Ia menguatkan pendengarannya demi mencari informasi di dalam situ, akan tetapi tak ada satupun informasi berguna yang ia dapatkan justru pembicaraan tak senonoh sepanjang pendengarannya.


Ia pun memutuskan untuk bertanya pada pelayan penjaga restoran itu mengenai letak istana kekaisaran alam bawah. Dengan sedikit memberi tip ia diberi tahu jika istana kekaisaran berada di arah timur dari kota ini. Shen Li tidak menyangka jika penduduk disini meskipun bukan manusia tetapi sangat serakah, buktinya hanya dengan sedikit imbalan ia mendapat informasi.


Shen Li akhirnya memutuskan untuk meninggalkan tempat itu lalu menuju istana kekaisaran tanpa basa-basi lagi.


Istana Kekaisaran Alam Bawah


Tap!


Tap!


Tap!


"Berhenti!!"


"Mau apa kamu datang ke istana kekaisaran?" Seorang penjaga gerbang terlihat menanyakan pada seseorang berjubah hitam dengan nada intimidasi. Yah, walaupun sebenarnya mereka juga tidak bisa dikatakan manusia meskipun memiliki fisik layaknya manusia tetapi terlihat perbedaan jelas pada kepala mereka yang bertanduk dan tulang siku runcing keluar dari lengan mereka, bisa dikatakan mereka adalah setan.


"Dimana kaisar kalian?"


Hyaaa!!


Ctik!


Srashh!!


Setan penjaga mati tanpa mengetahui siapa pembunuhnya. Sedangkan para penjaga yang lain melihat hal itu menjadi tidak terima dan marah. Mereka semua beramai-ramai menyerang seorang berjubah yang tak lain Shen Li itu, entah mereka yang menjaga di dalam dekat gerbang, bahkan satu peleton di barak sejumlah 500 setan juga ikut andil menyerbu.


Shen Li hanya diam tidak bergeming di tempat. Ia dengan santai menunggu mereka semua menghampirinya, lalu mengangkat kaki kanannya sedikit dan menghentakkannya.


Swushh!!


Srashh!!


Jleb!


Jleb!


Arghh!!


Sebuah angin berbentuk cincin segera menyebar, bebatuan dan kerikil-kerikil kecil ikut tersapu terbang lalu mengenai para setan itu dan mati dengan kepala yang pecah, perut berlubang, dan masih banyak lagi.


Hanya satu setan yang tersisa masih berdiri dengan mencabuti banyak kerikil-kerikil tajam di tubuhnya, dia yang tak lain adalah komandan barak pos penjagaan.


Shen Li berjalan perlahan dengan tenang mendekati komandan itu, tak ada keraguan maupun ketakutan dalam benaknya. Tak peduli dengan banyaknya mayat setan yang tergeletak ia hanya maju menginjak-injak mereka yang menghalangi jalannya.


"Si-siapa kamu sebenarnya?!" Komandan itu bertanya dengan tubuh bergetar hebat melihat Shen Li sudah di depannya.


"Dimana Kaisarmu?!"

__ADS_1


"Kaisar sedang melangsungkan pernikahan putrinya dan tidak bisa diganggu!" Ucap komandan itu dengan berani meski tubuhnya tidak bisa menutupi ketakutannya.


"Pernikahan? Sepertinya aku harus mengacaukannya" Gumam Shen Li lirih.


"Lalu apa kamu mengetahui manusia bernama Jia Ru?" Tanya Shen Li dengan dingin.


Komandan itu sedikit terkejut dengan perkataan orang itu, "Mau apa kamu dengan dia?! Asal kamu tahu! dia akan menjadi pasangan dari tuan putri!" Ucapnya dengan nada tinggi.


Shen Li yang mendengar hal itu masih tetap tenang, "Anak dan ayah ternyata tidak ada bedanya" Gumam Shen Li menggelengkan sedikit kepalanya.


Tuk!


Kepala komandan itu terpenggal tentu saja tidak mengetahui siapa pelakunya. Sedangkan Shen Li tak menghiraukannya lalu berjalan ke arah gerbang tertutup yang terlihat kokoh itu.


Shen Li berdiri di depan gerbang, lalu menempelkan telapak tangannya ke gerbang. Ia menyalurkan sedikit energi miliknya dan seketika gerbang itu hancur dengan suara begitu memekakkan telinga.


Krak!!


Krak!!


DUARR!!!


Suara itu sampai terdengar ke seluruh penjuru istana dan tak ada satupun yang tidak mendengarkan. Seketika hal itu menjadi pusat perhatian seluruh penghuni istana itu tanpa terkecuali.


Mereka semua berbondong-bondong segera menuju ke sumber suara dengan dipimpin langsung oleh Kaisar Alam Bawah. Nampak di belakangnya ada seorang wanita membawa manusia paruh baya yang ia rantai agar tidak terlepas.


Saat mereka sudah sampai, betapa terkejutnya mereka saat melihat sesosok berjubah hitam yang masih menjulurkan tangannya ke depan. Lalu mereka juga dapat melihat mayat berceceran di depan gerbang istana.


"Dasar Bajin*an!!" Kaisar Alam Bawah begitu marah tanpa bisa mengendalikan emosinya saat melihat mayat seorang komandan tanpa kepala yang tak lain anaknya.


Dia melesat dengan begitu cepat diikuti para Jenderalnya dan putrinya tadi.


Shen Li hanya diam dengan tangan di depan lalu menggerakkan jari telunjuknya dengan cepat, seketika seorang pria paruh baya yang tadi di rantai sudah berada di sampingnya. Lalu dengan segera Shen Li melepaskan seluruh rantai itu.


Sedangkan Kaisar dan Para anteknya begitu terkejut melihat sosok itu dengan mudah mengambil pria paruh baya yang tak lain adalah Jia Ru.


"Kalian mati!!"


"Primordial Creator : Sword Storm!"


Seketika sebuah lingkaran sihir di langit menutupi seluruh wilayah kekaisaran lalu satu demi satu sebuah pedang melesat dengan cepat membantai seluruh penghuni istana kekaisaran itu dan hanya menyisakan Kaisar dan anteknya tadi, sebab para penghuni istana itu hanya berada di tingkatan Supreme Being Rendah yang paling tinggi.


Kaisar beserta Jendral dan putrinya tak luput terluka dengan parah, tetapi perlahan luka-luka mereka mulai pulih karena tingkatan kultivasi mereka yang cukup tinggi. Tetapi hal itu tidak berarti apapun bagi Shen Li.


Srakk!!


Shen Li kemudian membuka sebuah celah ruang lalu memasukkan Paman Ru ke dalam dunia jiwanya itu. Setelah memasukkan Paman Ru, dengan segera ia mengeluarkan katana miliknya lalu melesat ke arah Kaisar yang masih berdiri di tempatnya berhenti tadi dengan cepat.


Para Jendral yang melihat Kaisarnya akan di serang tak tinggal diam lalu berusaha membendung serangan Shen Li, akan tetapi hal itu sia-sia saja. Sebab tak tahu entah kapan tubuh mereka sudah terbelah menjadi potongan-potongan kecil.


Kaisar dan putrinya yang melihat hal itu begitu ketakutan dan menyadari perbedaan kekuatan antara mereka. Meskipun sang Kaisar sudah berada di tingkat God Realm Menengah, ia merasa jika menyerang sosok itu saat ini, dia hanya akan mengantarkan nyawanya sendiri.


Sang Kaisar dan putrinya kemudian masing-masing mengeluarkan sebuah batu berwarna biru lalu memecahkannya. Shen Li yang melihat hal itu menjadi sedikit waspada karena ia berpikir jika mereka akan meminta bantuan dengan yang lebih kuat dari mereka.


Akan tetapi dugaan Shen Li salah, sebab tubuh keduanya menjadi bersinar lalu nampak terhisap oleh sebuah lubang dan menghilang dari tempat itu.


"Cih!! Mereka melarikan diri! Padahal aku mengharapkan pertarungan dengan Kaisar busuk itu!" Ucap Shen Li dengan kesalnya mendapati ia ditipu.


Dengan segera Shen Li membakar seluruh istana kekaisaran alam bawah itu tanpa menyisakan sedikitpun darinya. Lalu ia kemudian membuka celah ruang dan kembali ke kediaman Klan Shen.


***


*Buat para reader 'Shen Li' yang budiman/budiwati,


saya selaku author meminta maaf karena dalam jangka waktu satu minggu ini nanti mungkin author akan jarang update karena sesang sibuk mempersiapkan acara lamaran.


Tetapi author akan tetap usahakan setidaknya bisa update 1 chapter setiap hari nantinya, jika tidak bisa mohon bisa dimaklumi.

__ADS_1


Saya sadar selaku author tidak bisa memberikan rasa puas bagi semua reader tetapi saya tetap berusaha melakukan yang saya bisa sebaik mungkin mengikuti saran dan kritikan dari para reader.


Terimakasih 🙏🏻🙏🏻*


__ADS_2