
Istana Kerajaan Bing
Shen Li dan Shen Kai saat ini telah memasuki gerbang masuk istana kerajaan. Sesaat setelah masuk mereka berdua terpukau dengan segala kemewahan dan tata letak dari istana Kerajaan Bing.
Jalanannya saja terbuat dari batu giok, meskipun bukan kualitas tinggi, tetapi hal itu sudah membuat para orang kaya sedikit muntah darah.
Mereka berdua dibawa oleh salah satu prajurit tadi menuju aula pertemuan kerajaan. Nampak di dalam ruangan sudah berkumpul beberapa orang pria cukup berumur dan seorang pria yang nampak berumur 30 tahunan menggunakan mahkota raja di singgasananya.
"Hormat pada Yang Mulia Raja dan Tetua sekalian" ucap prajurit itu.
"Hemm.. Hormatmu aku terima, dan terimakasih. Sekarang kamu bisa kembali bertugas" Kata Raja Bing Tian.
Setelah itu, prajurit langsung kembali untuk bertugas berjaga.
"Selamat datang tuan sekalian di Istana Kerajaan Bing yang tak terlalu mewah ini" sambut Raja Bing Tian sembari turun dari singgasananya menghampiri Shen Li.
"Terimakasih Yang Mulia Raja, Raja tak perlu turun dari singgasana untuk mendatangi kami" balas Shen Li sopan sedikit menangkupkan tangannya memberi hormat.
"Hahaha, tuan tak perlu sungkan. Justru saya yang harus berterima kasih karena tuan berkenan mampir kemari" balas Raja Bing Tian. "Mari, Silahkan duduk" Ajak Raja Bing Tian menuju sebuah meja yang sangat panjang seperti meja makan dengan kursi-kursi mewah di sekelilingnya.
Shen Li hanya mengikuti arahan dari Raja Bing Tian saja, dengan diikuti oleh Shen Kai dan para tetua kerajaan.
Prok!!
Prok!!
Raja menepuk tangannya dua kali. Tak lama beberapa pelayan membawakan makanan-makanan mewah sebagai jamuan khusus atas permintaan raja sendiri.
"Kedua Tuan sekalian, silahkan menikmati sedikit sambutan dari kami ini" ucap Raja Bing Tian meminta Shen Li dan Shen Kai untuk menyantap makanan.
"Mohon maaf raja, sebenarnya ada apa gerangan raja meminta kami untuk datang kemari?" Kata Shen Li, karena ia merasa jika akan terjadi sebuah pembicaraan berat dan merasa akan terlalu lama di sini.
"Hahaha, tuan tidak perlu terburu-buru. Silahkan dinikmati dahulu hidangan kami, setelah itu baru kita akan membahasnya" balas raja.
"Hehh, jika saja dia bukan raja. aku sudah pergi dari sini sedari tadi. Kau tahu, karenamu aku harus menunda harta karunku, dasar menjengkelkan. Awas saja jika nanti yang kutemukan tak sesuai dengan harapanku, aku akan meminta pertanggungjawaban dari kalian, huhh." dengus Shen Li membatin.
Setelah itu mereka semua bersama-sama melahap santapan yang tersedia di meja, setelah acara jamuan selesai mereka mulai membicarakan hal apa yang membuat mereka datang kemari.
"Baiklah tidak perlu berbasa-basi lagi, aku akan menjelaskannya" ucap raja.
__ADS_1
"Hehh, dasar tak sadar diri, sedari tadi yang membuat lama adalah kamu sendiri, dasar!" batin Shen Li yang sudah sangat kesal.
"Sebelumnya bisakah tuan sekalian memperkenalkan diri?" lanjut raja.
"Ahh maafkan kami, Nama saya Shen Kai, dan dia adalah tuan muda saya, Shen Li" sahut Shen Kai yang sudah mengetahui betapa kesalnya Shen Li.
"Baiklah tuan Shen Li dan tuan Shen Kai. Sebenarnya kami ingin meminta bantuan kepada tuan sekalian" ucap raja dengan sopan.
"Bantuan apa raja?" sahut Shen Li dengan kesal.
Para tetua yang melihat sikap Shen Li hanya bisa menahan amarah merema, sedangkan raja hanya bisa tersenyum canggung karena melihat kekesalan Shen Li.
"Ehem.. jadi kami ingin meminta tuan sekalian untuk ikut membasmi gelombang monster dari hutan kematian yang tak lama lagi akan keluar, tentu kami akan memberikan imbalan bagi tuan sekalian." ucap raja.
Sedangkan Shen Li hanya bisa menghela nafas karena permintaan raja adalah hal yang ingin dilakukannya sedari tadi tetapi dihalangi oleh raja.
"Mohon maaf Yang Mulia Raja, sebenarnya kami sudah ingin melakukan keinginan Yang Mulia tadi, tetapi karena permintaan raja ini kami harus menundanya" Balas cepat Shen Kai, yang melihat Shen Li semakin kesal.
Sedangkan Raja dan para tetua hanya bisa terbelalak kaget,
"Maafkan kesalahan kami tuan, saya tidak mengetahui akan hal itu" balas raja dengan keringat menetes di dahinya. Ia menyadari kesalahannya karena menghalangi kegiatan kedua orang itu yang bisa berguna bagi kerajaan.
"Untuk menebus kesalahan kami, kami akan memberikan salah harta warisan kerajaan dan akan membantu tuan dengan mengirimkan 500 ribu pasukan" lanjut raja.
"Ahahaha, maafkan tuan muda saya. Sebab ia tidak suka menunda-nunda, oleh karena itu kami akan segera permisi" Sambung Shen Kai yang mengetahui apa yang akan terjadi pada kerajaan jika membuat Shen Li semakin kesal, tentu sja kerajaan Bing hanya tinggal sejarah saja nantinya.
Raja dan para tetua sangat terkejut dan ketakutan dengan sikap Shen Li yang nampak ingin segera memakan mereka.
"Ba-baiklah tu-tuan. Ka-kami tidak akan memaksa lagi" balas raja dengan gugup.
"Kami mohon undur diri Yang Mulia Raja, permisi" ucap Shen Kai kemudian membawa pergi Shen Li yang kekesalannya sudah tidak terbendung lagi.
Sementara raja dan para tetua akhirnya bisa menghirup nafas lega, setelah kepergian Shen Li.
"Pemuda itu begitu menakutkan, aku merasa jika membuatnya semakin kesal, entah mengapa perasaanku berkata Kerajaan Bing hanya akan tinggal nama saja" Ucap raja yang seluruh tubuhnya sudah lemas, entah mengapa ia begitu ketakutan dengan pemuda yang tidak ia ketahui asal-usulnya.
Hutan kematian
"Arghh!! awas saja jika kalian tidak sesuai harapanku!" ucap Shen Li yang sudah sangat kesal dengan maksud para monster.
__ADS_1
Sedangkan Shen Kai, hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan melihat tingkah lucu kekesalan Shen Li. Meskipun ia sudah berusia 20 tahun tetapi tetap saja tingkahnya seperti anak kecil.
Mereka berdua kemudian melesat masuk kedalam hutan.
"Shen Kai, aku harap kamu menonton saja. Karena aku butuh pelampiasan kekesalanku" ucap Shen Li sembari menunjukkan raut wajah jeleknya.
"Hahaha! baiklah, terserah tuan saja. Saya akan menunggu di sini" ucap Shen Kai kemudian duduk santai dibawah pohon sembari melihat Shen Li yang sudah mengeluarkan katanya.
"Majulah kalian monster sialan" ucap Shen Li yang kemudian melesat menyerang dengan ganas para monster di seluruh hutan kematian.
Dalam waktu kurang dari 10 menit, 5% wilayah hutan kematian telah menjadi porak-poranda karena ulah Shen Li yang melampiaskan kekesalannya. Meskipun ia saat ini hanya menggunakan tubuh fisiknya, itu sudah lebih dari cukup.
Shen Li terus melesat kesana kemari menyerang para monster layaknya seorang pembantai berdarah dingin, karena ia sama sekali tidak pandang bulu, bahkan notifikasi sistemnya yang terus berbunyi pun ia abaikan. Jika saja ada fitur silent dalam sistemnya, mungkin ia akan mengaktifkannya.
Dalam waktu kurang dari 3 jam Shen Li telah berhasil memporak-porandakan 45% dari 10 juta hektar luas hutan kematian. Ia merasa tidak salah melampiaskan kekesalannya di sini, karena semakin dalam ia memasuki hutan maka semakin kuat pula para monster yang ada di sana.
Yang tidak secara langsung Shen Li sadari adalah, ia sudah membangunkan sosok kuat yang menjaga gua, yang dulu Shen Kai temukan.
Sedangkan Shen Kai tentu menyadarinya, ia hanya tersenyum tipis saat mengetahuinya. Sedangkan Shen Li, ia tentu tidak sadar karena sedang asik membantai monster.
Tak jauh dari hutan kematian nampak Raja Bing Tian dan para tetua tadi hanya bisa menahan nafas mereka, saat melihat banyak ledakan-ledakan terjadi, pohon-pohon terbang tinggi layaknya debu, suara-suara teriakan para monster yang mengerikan tak luput mereka dengar.
Mereka benar-benar ketakutan karena mereka mengetahui siapakah pelakunya. Sampai-sampai salah satu tetua terduduk lemas tak bisa membayangkan jika Shen Li mengamuk kesal di kerajaan tadi.
Kembali ke tempat Shen Li,
Saat ini dia masih saja sibuk memburu para monster dari pinggiran hutan ke arah pusat hutan. Nampak senyum terukir di wajahnya, saat mengetahui ada sosok kuat di tengah-tengah hutan.
Tak ingin menunggu lama, ia langsung melesat mendekati arah dimana sosok itu berada. Ia sedikit terkejut saat melihat sebuah monster raksasa yang seperti seekor naga yang menakutkan berwarna hitam dengan energi berwarna ungu.
"Dasar makhluk rendahan!! mau apa kamu datang kemari!!" kata sosok naga itu dengan nada serak dan berat.
"Ahh maafkan aku paman, aku hanya ingin mencari cacing seperti paman saja untuk umpan aku memancing nanti" balas Shen Li memprovokasi dengan senyuman liciknya.
Merasa dirinya dihina, naga itu meraung marah dengan perkataan Shen Li.
Roargghhh!!
__ADS_1
"Beraninya semut sepertimu, aku akan memakanmu!!"
***