Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Eksekusi dan Musuh Sebenarnya


__ADS_3

Di suatu tempat yang sangat-sangat jauh dari tempat Shen Li berada. Nampak seorang pemuda yang seperti berumur 25 tahunan, tetapi usia sebenarnya telah mencapai ratusan juta tahun.


Ia yang sedang duduk sembari memejamkan matanya di singgasana yang begitu mewahnya, secara tiba-tiba membuka matanya.


Nampak sebuah bola mata berwarna merah dengan cincin emas ditengahnya.


"Apa ini?! Mengapa tubuhku merasa bergetar? Apa dia sudah kembali?! Tetapi itu mustahil, karena dia telah bunuh diri puluhan juta tahun lalu. Tetapi perasaan yang aku rasakan ini?! Tidak salah lagi, ini adalah energi semesta" Ucap orang itu saat merasakan adanya energi semesta jauh dari tempatnya berada, tetapi ia tidak menghiraukan hal itu lalu terlihat senyuman iblis nampak di raut wajahnya.


"Jika itu benar, aku akan menunggumu. Kita harus menyelesaikan urusan kita yang tertunda dulu." lanjutnya lalu memerintahkan salah satu komandannya untuk mendatangi tempat itu, sedangkan pria itu kembali memejamkan matanya.


Komandan yang diperintahkan langsung melesat dengan kecepatan yang melebihi kecepatan cahaya untuk menuju tempat Shen Li yang berada ratusan ribu triliun mil dari tempat itu.


Medan Perang


Saat ini Shen Li tengah dihadapkan dengan 1 juta pasukan musuhnya, sedangkan ia hanya seorang diri di sana. Tetapi sebenarnya, Shen Li tak hanya mengurusi di sini saja. Ia sudah mengirimkan satu klon miliknya untuk meratakan Sekte Naga.


"Hei anak muda! Kamu jangan terlalu sombong! Minta maaf lalu bersujud sekarang juga maka kamu akan mengampunimu!" Ucap Tetua Kedua dengan nada sombongnya.


"Cih!! Tak sudi aku menerima perintah darimu! memangnya dunia ini milikmu apa?!" balas Shen Li memprovokasi.


Mendapat jawaban seperti itu, Tetua Kedua merasa sangat marah. Saat ia hendak melesat menyerang Shen Li, tiba-tiba saja sebuah bola api menyerang Tetua Kedua dan Keempat.


"Argh!!" Kedua tetua itu terlempar sejauh 10 meter sembari memegangi perutnya yang telah berdarah-darah.


"Sialan! Siapa yang berani menyerangku?!" Ucap tetua kedua yang mengedarkan pandangannya mencari pelakunya.


Pandangan tetua kedua itu terfokus pada Huo Li yang kedua tangannya masih terangkat kedepan dan nampak sedikit asap tipis keluar dari telapak tangannya.


"Huo Li!! Apa yang kamu lakukan!!" Teriak tetua kedua dengan marahnya.


"Ahh! maafkan aku tetua, tanganku meleset saat ingin menyerang bocah itu" ucapnya sembari tersenyum licik.


"Apa yan-..?"


Ucapan tetua keempat tertahan saat melihat wujud Huo Li sudah berubah menjadi seorang pemuda berambut abu-abu cerah dengan beberapa bagian berwarna merah terang pada poninya, dengan memakai penutup wajah.


"Kau ternyata!!" Ucap kedua tetua itu bersamaan dengan nada tidak percaya.


Huo Li saat ini sudah berubah wujudnya menjadi Shen Li, karena sebenarnya memang itu adalah Shen Li yang menyamar.


Sedangkan Shen Li yang asli masih berdiri di tempatnya, diam tanpa ekspresi melihat mereka, tetapi dalam hatinya ia merasa sangat marah.


"Dimana kamu sembunyikan Huo Li bajin*an!!" teriak tetua kedua.


"Huo Li?" tanya Shen Li sembari memegang janggutnya nampak berpikir.


Ia kemudian mengayunkan tangannya perlahan. Dari ayunan tangannya itu nampak sebuah celah dimensi terbuka. Shen Li kemudian memasukkan tangannya ke dalam celah itu, sesaat kemudian ia menarik kembali tangannya dan mengeluarkan 2 orang yang sudah babak belur penuh darah, tetapi kesadaran mereka masih ada meski sedikit.


Dua orang itu tak lain adalah Huo Li dan Huo Shan. Sebenarnya Shen Li telah menghajar mereka lalu memasukkan ke dunia jiwanya sesaat setelah mendapat informasi jika kedua tetua itu akan menemui Huo Li.


"Apakah kecoak ini yang kalian maksud?" Tanya Shen Li dingin dengan seringai tajam.


"Kau!! aku akan membunuhmu!!" kata tetua kedua dengan menunjuk kearah Shen Li.


Tuk!


"Arghhh!!"


Suara benda terjatuh yang tak lain adalah tangan tetua kedua yang menunjuk Shen Li itu sudah terpotong dengan rapi. Ia tidak menyadari siapa yang telah memotong tanganya.


Tak lama kemudian, Shen Li yang asli mendekati tetua kedua yang masih meraung sakit memegangi tangannya.


Nampak diujung jari Shen Li menetes darah segar yang menunjukkan bahwa dialah pelakunya.

__ADS_1


"Kau terlalu berisik!" Ucap Shen Li yang kemudian menotok pita suara tetua kedua sampai rusak hingga tetua kedua tidak bisa lagi mengeluarkan suara.


Kini klon Shen Li yang menyamar menjadi Huo Li itu telah kembali ke dalam tubuh aslinya.


Para pasukan yang melihat kejadian itu menjadi lemas tak berdaya dan ketakutan, yang mengetahui seberapa kuatnya Shen Li. Diantara pasukan itu, berdiri seorang pemuda yang tak lain adalah Shen Mong menahan amarahnya saat melihat ayahnya, tetua keempat, sudah dibuat tersungkur kaku di tanah.


Shen Li kemudian berjalan mendekati tempat tetua keempat berada. Nampak tetua keempat sudah banjir keringat dingin sembari memegangi tubuhnya yang berdarah.


"Tu-Tuan maafkan hamba. Berikanlah hamba pengampunan tuan. Hamba berjanji akan menjadi pengikut setia tuan " Ucap tetua keempat dengan nada memelas.


"Pengikut setia? apakah aku tidak salah dengar?! bukankah kamu adalah pengkhianat Klan Shen?!" Tanya Shen Li sembari tersenyum jijik ia tunjukkan.


Tetua keempat dan kedua yang mendengar hal itu terkejut bukan main. Mereka sangat ketakutan dan berpikir sebenarnya siapa orang itu.


Shen Li yang mengetahui apa yang ada dipikiran mereka, ia kemudian membuka penutup wajahnya lalu menunjukkan wajahnya yang sebenarnya.


Kedua tetua itu semakin sangat terkejut bagai disambar petir. Ketakutan mereka semakin menjadi-jadi saat melihat tuan muda merekalah yang berdiri di depannya.


"Tu-Tuan Muda.." Ucap tetua keempat, sedangkan tetua kedua yang hanya bisa menundukkan wajahnya sangat ketakutan dengan keringat mengucur deras.


Sementara Shen Mong dan para pemberontak Klan Shen yang melihat sosok sebenarnya orang itu juga menjadi sangat ketakutan lalu ambruk berlutut hampir bersamaan.


"Kalian para penghianat sudah sepantasnya aku hukum mati!!" ucap Shen Li dengan nada tegas.


Shen Li kemudian menarik Huo Li dan anaknya untuk bergabung dengan kedua tetua itu. Tak lupa ia juga menarik Shen Mong dengan tiba-tiba menggunakan benang energinya.


Saat ini Shen Li tengah berdiri dengan penuh wibawa, tak lupa ia juga mengeluarkan Katana miliknya yang mempunyai aura yang sangat kuat.


Shen Li kemudian mengikat kelima orang itu agar terduduk berlutut dengan benang energinya agar mereka tidak bergerak.


"Sh-Shen Li apa kamu tidak ada sedikitpun belas kasih pada kakakmu ini?" Ucap Shen Mong mencoba keberuntungannya meskipun ia tahu tidak ada sama sekali ampunan untuknya.


"Hah?! Apa yang kamu katakan?! Kakak?! Cihh tak sudi aku memiliki keluarga seperti kalian ini" Balas Shen Li lalu menarik katana miliknya dari sarungnya.


Sebuah aura begitu kuat menekan semua orang yang ada disitu sampai berlutut tanpa terkecuali saat katana milik Shen Li dikeluarkan.


Shen Li kemudian menarik kebelakang katana miliknya, lalu mengayunkannya perlahan tetapi dengan energi yang cukup menebas kelima kepala orang itu.


Trukk!


Kelima kepala itu jatuh diwaktu yang hampir bersamaan dengan potongan yang sangat rapi, hasil dari katana milik Shen Li.


Shen Li kemudian membakar kelima tubuh itu menggunakan chi miliknya. Setelah selesai Shen Li kemudian berbalik arah menatap 1 juta pasukan itu.


Dengan darah yang masih menetes di bilah pedangnya ia berjalan begitu santainya mendekati para musuhnya.


Sedangkan dipihak pasukan itu, mereka begitu ketakutan melihat Shen Li berjalan ke arah mereka.


"Tu-..."


"Matii!!!" Ucap Shen Li tanpa berbasa-basi langsung mengambil posisi kuda-kuda untuk mengayunkan katananya, karena ia sudah begitu marah dengan orang-orang yang ada di depannya itu.


Seketika Shen Li menebaskan katananya kearah mereka semua. Nampak sebuah siluet bulan sabit yang tercipta dari chi milik Shen Li melesat kearah pasukan itu yang kemudian menebas tubuh mereka semua menjadi dua bagian.


Srashhh!!


Siluet bulan sabit itu belum berhenti dan terus melesat menembus beberapa gunung di belakangnya.


Duarr!!!


Bommm!!


Bommm!!

__ADS_1


Bommm!!


Suara yang memekakkan telinga terdengar saat siluet bulan sabit itu meledak menghantam array pelindung yang Shen Li buat, seketika setelah menembus energi itu langsung menghancurkan gunung-gunung yang dilewatinya.


Tak ada yang selamat dari peristiwa itu akibat kekejaman Shen Li, dan untung saja Shen Li telah membuat sebuah array pelindung jika tidak entah seperti apa dampak yang diakibatkan dari chi miliknya.


Melihat urusannya telah usai, Shen Li kemudian mengibaskan katananya lalu menyarungkannya kembali. Dan tak lupa juga, ia menjentikkan jarinya satu kali "Ctik!!".


Dengan tiba-tiba muncul api yang sangat panas membakar para korban Shen Li itu.


Setelah beberapa menit, semua telah habis musnah diakibatkan Shen Li. Ia lalu menghilangkan array miliknya dan segera bergegas pulang. Nampak raut wajah puas ia tunjukkan di wajahnya.


Sementara itu, Klon Shen Li yang ia tugaskan untuk menghilangkan Sekte Naga juga telah selesai. Tak lupa sebelum menghancurkannya, ia sudah menguras habis harta benda milik Sekte Naga tanpa tersisa sedikitpun untuk ia berikan pada ayahnya dengan harap mampu meningkatkan kekuatan Klan Shen.


Saat ini, Shen Li sudah menghadap pada ayahnya lalu memberikan cincin penyimpanan yang berisi sumber daya untuk meningkatkan kekuatan, tak lupa ia juga menambahkan sumberdaya berharga yang ia ambil dari dunia jiwanya.


Shen Li juga menjelaskan bahwa ia telah menyingkirkan semua tikus dalam Klan Shen dan membalaskan dendamnya.


Ayahnya yang mendengar itu tentu sangat terkejut. Ia tak mengira bahwa anaknya sangat kuat sekali, ia juga mulai curiga bahwa sebenarnya ranah kultivasi anaknya jauh melampaui dirinya, bahkan ia sempat berpikir bahwa anaknya berada di puncak kultivasi alam rendah ini.


1 hari berlalu dengan cepat, entah mengapa Shen Li merasakan adanya hal berbahaya yang sedang mendekat tetapi ia tidak mengetahui hal apa itu.


Shen Li kemudian mengumpulkan seluruh keluarga dan petinggi Klan Shen. Benar sekali, kabar bahwa Shen Li masih hidup sudah tersebar dengan cepat di seluruh kekaisaran Dao.


Ia mengumpulkan mereka untuk membicarakan bahwa ia ingin berpetualang mencari pengalamannya, tetapi ia tidak memberi tahu tentang hal bahaya yang ia rasakan.


Ibunya tentu menolak dengan tegas, ucapan Shen Li. Karena baru sebentar mereka berkumpul tetapi Shen Li sudah ingin pergi lagi. Tetapi akhirnya dengan desakan dari Shen Li yang memberikan banyak alasan dan ia berucap akan segera kembali, mau tak mau ibunya hanya pasrah mendoakan keselamatan anaknya.


Hari berganti sampai 2 hari kemudian, perasaan tidak nyaman tambah Shen Li rasakan dalam benaknya. Ia memutuskan untuk pergi sekarang dan tidak mau menunda-nunda lagi.


Ayahnya kemudian mengumpulkan seluruh anggota dan petinggi Klan Shen untuk melepas kepergian anaknya.


Sebelum Shen Li pergi, ia membuat sebuah array berlapis yang sangat kuat untuk melindungi seluruh kediaman Klan Shen. Dan juga ia kembali memberikan sumberdaya yang lebih berharga dengan jumlah fantastis pada ayahnya.


Ayahnya yang melihat hal itu sebenarnya ingin menolaknya tetapi dengan segera Shen Li mendesaknya. Ia kemudian berpamitan kepada seluruh keluarganya tak lupa juga paman Ru dan Jia Yu.


Jia Yu yang merasakan Shen Li akan pergi dengan waktu yang cukup lama langsung menghamburkan pelukannya pada Shen Li, ia menangis dalam pelukan Shen Li.


[Tuan, entitas kuat semakin mendekat kemari. Tuan harus segera meninggalkan planet ini agar tidak terjadi kekacauan]


Ucapan sistem menyadarkan Shen Li, bahwa ia sudah terlalu lama di sini. "Baiklah terimakasih, aku akan segera pergi" balas Shen Li dalam hatinya.


"Jia Yu, maaf jika aku harus pergi lagi. Jangan menangis lagi, kamu sudah besar" Ucap Shen Li kemudian menghapus air mata yang mengalir di pipi Jia Yu.


Semua orang uang melihat itu hanya diam dan merasa bersimpati pada Jia Yu, bagaimanapun orang-orang itu tahu bagaimana perasaan Jia Yu.


"Sekarang dengarkan aku." Ucap Shen Li yang menunduk menatap kedua bola mata yang berkaca-kaca milik Jia Yu. "Tunggulah aku. Saat aku sudah kembali dan berusia setidaknya 19 tahun nanti, aku akan melamarmu"


Bang!


Semua orang ditempat itu sangat terkejut dan bahagia bersamaan dengan ucapan Shen Li. Sedangkan Jia Yu yang mendengar hal itu tersenyum bahagia dan kembali memeluk Shen Li sesaat. "Aku akan selalu menunggumu Shen Li" ucapnya.


"Ibu, Ayah, Paman, aku titipkan pada kalian Jia Yu. Dan juga jaga keselamatan kalian selalu" Ucap Shen Li.


"Ibu! Ayah! Semuanya! Aku pergi dulu! Jagalah alam rendah ini selagi aku pergi, dan aku harap kalian semua bisa meningkatkan kekuatan kalian semaksimal mungkin." Ucap Shen Li yang kemudian melesat tinggi menembus luar angkasa.


Ia terus melesat sejauh mungkin demi menghindari dampak pertempuran yang mungkin akan ia hadapi sebentar lagi.


***


Halo para readers sekalian, Arc Perkenalan sudah berhasil author selesaikan. Author sangat meminta maaf karena tidak menyangka membutuhkan sampai hampir 30 chapter untuk Arc awal mula ini.


Author mengucapkan banyak terimakasih dari lubuk hati pada seluruh reader yang selalu setia dengan novel ini. Silahkan simak terus perjalanan Shen Li yang akan dimulai.

__ADS_1


Jangan lupa vote dan selalu dukung author. Terimakasih **banyak☺️**✨


__ADS_2