Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Lelang Angsa Putih V


__ADS_3

Semua orang di Rumah Lelang Angsa Putih berdiri dengan keringat mulai keluar dari pori-pori kulit mereka. Tubuh seakan membeku, detak jantung menjadi tidak beraturan, sebuah fenomena yang terjadi hanya karena dua buah benda dikeluarkan dari sebuah cincin biasa.


"Benar apa kataku bukan? Mata bisa dibohongi, tetapi tidak dengan hati. Baiklah tanpa berbasa-basi lagi, satu buah pil penyerap qi tingkat surgawi dan satu buah kitab jurus api ungu tingkat kaisar puncak. Jurus yang sangat kuat bagi para kultivator pemilik elemen api"


"15 kristal spirit" ucap Tetua Sekte Langit Merah mengawali tawaran, sebab ia adalah pengguna elemen api.


"17 kristal spirit" kali ini Fang Di dan para saudaranya juga ikut tertarik karena jurus tingkat kaisar puncak adalah barang yang sangat langka di alam semesta rendah ini, bahkan yang memiliki mungkin saja hanya Kaisar Alam Semesta.


"20 kristal spirit" ucap Bai Zian Ma, ia tentu mengetahui seperti apa kelangkaan dan kekuatan api ungu.


"Hei pak tua mengalahlah pada ayahmu ini, nanti aku akan memberimu permen yang banyak. 25 kristal spirit" Fang Di mulai memunculkan sikap provokatornya pada Zian Ma.


"Bocah nakal sepertimu bisa apa?! 30 kristal spirit" balas Bai Zian Ma.


"35 kristal spirit" kali ini giliran Bai Ling Yue menawar harga yang mengejutkan Fang Di dan ayahnya, Bai Zian Ma.


"37 kristal spirit" ucap Wu Lian seorang pebisnis sukses dari ruangan VIP nomor 8. Ia tidak mengincar untuk menggunakan barang-barang itu, melainkan ia hanya ingin menjualnya kembali dengan harga yang kebih tinggi.


"Hihihi, mungkin aku juga akan ikut kali ini" gumam Shen Li.


"50 kristal spirit" ucapnya.


"Apa-apaan anak itu, apa dia benar-benar punya uang sebanyak itu?" celoteh salah satu pemuda peserta di kelas giok.


"Kami diam saja dan jangan ikut campur! jika punya uang maka tawarlah, jika tidak lebih baik kamu diam saja! hahaha" balas Shen Li dengan tertawa renyah.


"Sialan!! siapa sebenarnya anak itu?!" gerutu pemuda tadi.


"Tuan sekalian mohon memberikan wajah bagi kami. 52 kristal spirit" ucap seseorang di ruang VIP nomor 5 yang berasal dari Klan Gajah Putih.


"60 kristal spirit" sahut Fang Di cepat, nampak para saudaranya mulai sedikit geram dengan mulut Fang Di yang gacor itu.


Plak! Bugh! tak!!


Fang Di pada akhirnya mendapati lagi pukulan dan tamparan yang kali ini sudah bertambah adanya Fei Luo diantara mereka.


"Kalian semua brengsek" ucap Fang Di dengan nada yang sedikit kurang jelas karena wajahnya babak belur kena pukul para saudaranya, yah meskipun bisa dengan segera ia pulihkan.


"65 kristal spirit. Bocah nakal! jika kamu berani lagi menawar aku akan mengulitimu nanti" ancam Bai Zian Ma pada Fang Di.


"Hahaha! orang tua sepertimu jangan berbicara seperti itu pada ayah. Jika kamu mau, ayah akan membelikanmu. 7.."


Prakk!!


Kali ini Fang Di benar-benar ditampar keras dari dua sisi yang sampai-sampai suara tamparan itu terdengar di seluruh penjuru ruang lelang.


"Saudara Zian Ma, kali ini kamu bisa dengan tenang untuk membelinya. Untuk bocah nakal ini serahkan saja pada kami" Ucap Sigurd dengan sedikit berteriak agar bisa didengar Bai Zian Ma.


"Terimaka-.."


"70 kristal spirit!!" Fang Di tidak menyerah begitu saja, kali ini ia berteriak dengan kencang sampai-sampai membuat telinga saudaranya berdengung.


"Ahh, tidak-tidak! maafkan kami. Itu hanya kesalahan teknis, silahkan lanjutkan acaranya, hehehe." Ucap Sigurd dengan nada canggung karena ulah Fang Di itu.


"Diamlah anak nakal!" Kali ini Shin membuat sebuah rantai untuk mengikat seluruh tubuh Fang Di yang masih dipegangi oleh kelima saudaranya.


"Hei!! lepaskan aku! jika tidak aku akan menghajar kalian nanti!! hoee-.."

__ADS_1


Suara teriakan Fang Di tidak terdengar lagi saat kelima saudaranya membawa ia keluar dari ruang VIP itu meninggalkan Sigurd Vardr sendiri.


Para peserta bahkan harus menahan nafas karena mendengar suara Fang Di yang berteriak kencang tadi. Mereka semua membayangkan akan seperti apa jadinya orang itu. Suasana seketika menjadi sunyi lagi yang membuat suasana menjadi sedikit tegang.


"Eee- hehehe! silahkan bisa dilanjutkan, hehe." Sigurd kembali lagi berkata sembari tersenyum canggung karena suasana sunyi itu.


"Hihihi, ada-ada saja ulah mereka. Tapi setidaknya mereka nanti akan semakin akrab" gumam Shen Li sembari memakan sepotong kue di tangannya.


"E-Ehemm! baiklah penawaran terakhir 65 kristal spirit, ada yang ingin menawar lagi?" ucap Xiao Yin memecahkan suasana tegang itu.


"67 kristal spirit" ucap suara dari ruang VIP nomor 10


"70 kristal spirit" balas Bai Zian Ma, kali ini ia bisa sedikit tenang karena tidak ada gangguan dari Fang Di.


"73 kristal spirit, saya sangat membutuhkan kitab api ungu dan pil ini, mohon para tuan sekalian membiarkan Klan Serigala Petir mendapatkannya"


"7-"


"Jangan menawar lagi, biarkan saja" Sebuah suara telepati didengar oleh Bai Zian Ma menghentikan ucapannya yang tak lain adalah Shen Li.


"Tuan muda, dimana anda?" ucap Bai Zian Ma yang tidak mendapat jawaban dari Shen Li.


Pada akhirnya ia hanya bisa menuruti apa kata-kata Shen Li saja dan mengikhlaskan Kitab api ungu itu.


"Hehh, jika punya uang maka tawar saja bukan. Klan Gajah Putih menawar harga 75 kristal spirit" ucap suara dari ruang VIP nomor 5.


"Mohon tuan sekalian mengalah pada kami. 85 kristal spirit" ucap petinggi dari sekte Darah Hitam di ruang VIP nomor 7.


Sementara Shen Li hanya bisa tersenyum senang karena mendapatkan untung yang sangat banyak hari ini.


"88 kristal spirit" balas tetua sekte Bulan Racun di ruang VIP 10.


"89 kristal spirit" balas Shen Li lagi.


"95 kristal spirit, jika ada yang menawar lagi, kami akan memburunya" ucap tetua sekte darah hitam.


"Sem- bi- lan- pu- luh- e- nam kristal spirit" sahut Shen Li lagi.


Para tetua dari klan maupun sekte yang merasa dipermainkan oleh Shen Li, mereka mulai membocorkan aura mereka masing-masing dan mengarahkan ke ruang VVIP dengan harap mampu menakuti orang di dalamnya.


Sementara Shen Li hanya terdiam saja mendapati serangan itu, ia dengan santainya menawar lagi yang semakin membuat marah orang-orang itu.


"100 kristal spirit" ucap Shen Li dengan santai.


"Hahaha! jika paman punya uang, maka tawar saja! benar begitu bukan?" ucap Shen Li memprovokasi.


"Dasar sialan, Sekte Darah Hitam dengan ini menantangmu setelah selesai lelang! Datanglah ke arena hidup dan mati di luar kota." ucapnya.


"Hahaha! jangan merasa besar tetua, kali ini biarkan sekte Bulan Racun membantumu menghabisi anak kecil itu" Sahut ruang VIP 10.


Sontak kabar itu tersebar dengan cepatnya tentang pertarungan antara sosok misterius di ruang VVIP dengan dua sekte besar aliran hitam itu.


"Baiklah jika itu mau paman! aku akan menuruti keinginan paman, tapi jangan salahkan aku jika bertindak berlebihan dengan paman nanti" balas Shen Li.


"Tuan sekalian harap tenang, jika tidak Rumah Lelang Angsa Putih akan mengambil tindakan dan mengusir kalian!" sebuah suara meredakan kesitegangan yang terjadi itu, tak lain berasal dari Xiao Yin.


Pada akhirnya tetua Sekte Darah Hitam dan Sekte Bulan Racun hanya bisa menahan emosi mereka sampai nanti waktunya mereka memberi pelajaran pada Shen Li, pikir mereka.

__ADS_1


Sementara itu, Sigurd Vardr dan Bai Zian Ma hanya bisa mengasihani kedua sekte itu, karena meyakini akan terjadi pembantaian lagi. Mengingat Shen Li saja yang menghadapi pasukan Long Dian sejumlah 1 miliar bisa dengan mudahnya dihabisi.


"100 kristal spirit, ada yang ingin menawar lebih tinggi lagi?"


"Itu harga yang cukup tinggi, tetapi setara dengan barang yang di dapatkan." gumam para tamu VIP.


"105 kristal spirit" sebuah suara terdengar dari ruangan VIP nomor 4 yang tak lain adalah Tetua Sekte Mawar Biru.


Para tamu VIP yang lain hanya bisa menahan keinginan meraka, sebab kristal yang mereka bawa paling banyak adalah 100 kristal spirit saja.


Shen Li pada akhirnya diam saja, ia sengaja melakukan itu karena tidak ingin barang miliknya jatuh ke tangan yang salah sehingga bisa membahayakan kedepannya. Memang terdengar egois, tapi selama itu demi kebaikan ia akan melakukannya.


"105 kristal spirit, ada yang ingin menawar lebih tinggi lagi? mungkin tuan dari ruang VVIP?" tanya Xiao Yin.


"Ah tidak terimakasih, biar paman itu saja yang mendapatkannya" balas Shen Li.


Sontak Tetua Sekte Mawar Biru tersenyum cerah mendengar hal itu. Karena sebelumnya ia bertaruh dengan uang yang ia bawa sampai menghabiskan seluruhnya. Dia hanya takut saat orang di ruang VVIP itu akan menawar lebih tinggi lagi, dan ternyata kekhawatirannya cukup berakhir dengan bahagia mendengar jawabannya Shen Li itu.


"Baiklah kalau begitu, saya akan menghitungnya sampai tiga. Jiak tidak ada yang menawar lagi maka secara otomatis akan dimenangkan oleh tuan di ruang VIP 4"


"satu... dua... ti-.."


Tok! Tok! Tok!


"Selamat pada tuan VIP nomor 4, telah mendapatkan cincin penyimpanan berisi Pil Penyerap Qi tingkat Surgawi dan Kitab Api Ungu dengan harga tertinggi senilai 105 kristal spirit"


Pada akhirnya acara lelang yang panjang itu selesai juga, tidak ada lagi sesi sampingan mengingat waktu sudah berganti malam. Para peserta dan penonton di luar mulai membubarkan diri masing-masing.


Shen Li juga sudah keluar dari ruangan VVIP itu tadi. Sementara para saudaranya telah berangkat lagi ke Klan Naga. Sedangkan Bai Ling Yue masih saja berdiri menunggu Shen Li di depan Rumah Lelang Angsa Putih.


"Ah aku melupakan sesuatu!" Sebuah ucapan Fang Di mengejutkan seluruh orang yang berada di dalam kereta. Ia dengan mudahnya menghancurkan rantai itu lalu melesat terbang kembali menuju Rumah Lelang Angsa Putih.


Di ruang penjualan barang, kali ini Shen Li telah mengambil barang-barang yang sudah dibelinya tadi yang tak lain adalah sebuah besi berkarat dan juga gelang leluhur naga.


"Ini silahkan Tuan Shen Li, di dalam cincin penyimpanan itu sudah terdapat hasil penjualan dari barang yang tuan lelang hari ini. Dan juga telah dipotong oleh pajak lelang sebesar 2,5%" Kata Xiao Yin sembari memberikan sebuah cincin penyimpanan kepada Shen Li, akan tetapi dengan segera ditolaknya.


"Kamu simpan saja sejumlah kristal itu, aku sudah mendapatkan apa yang aku mau. Lagipula anggap saja itu sebagai kompensasi dariku atas perbuatanku tadi" balas Shen Li lembut.


"T-tapi Tuan Shen Li, kami tidak bisa menerimanya. Ini adalah jumlah kristal yang besar" balas Xiao Yin yang terus berusaha memberikan cincin penyimpanan itu.


"Sudahlah, jangan menolak. Jika tidak aku akan memutuskan hubungan dengan Rumah Lelang Angsa Putih ini" ucap Shen Li mengancam, yah meskipun dalam hatinya tidak mungkin ia lakukan.


Xiao Yin pada akhirnya hanya bisa mengalah dengan ucapan Shen Li itu, lalu membungkukkan badannya memberi hormat pada Shen Li. Tetapi sebelum ia selesai melakukannya, Shen Li terlebih dulu mencegahnya.


"Jangan mudah memberi hormat padaku, aku tidak suka itu" ucap Shen Li sembari tersenyum yang membuat wajah Xiao Yin memerah beberapa saat.


Akan tetapi hal itu tiba-tiba saja terganggu saat sebuah teriakan keras terdengar dari luar ruangan.


"XIAO YIIIINNN!!!"


Swushh!!


Sebuah angin kencang ikut masuk saat seorang anak remaja datang dengan kecepatan tinggi.


"Xiao Yin, aku lupa dengan baraaa-... E-Ehhh!!! T-Tuan Muda!"


***

__ADS_1


__ADS_2