Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Reruntuhan kuno


__ADS_3

"Dimana ini?"


Waktu telah berganti malam, Shen Li telah menyembuhkan kembali luka-luka yang dialaminya.


Kali ini ia dan Shiu mencoba untuk menjelajahi reruntuhan kuno yang ada di sana. Tempat ini kasih terlalu asing baginya, sementara informasi tentang alam ilahi yang Shen Li dapatkan hanya sebatas tentang kekuatan dan informasi umum yang ada di alam ilahi ini.


Memang tidak sesuai dengan yang ia harapkan saat membangkitkan ingatan tentang alam ilahi. Tetapi setidaknya itu masih bisa berguna baginya dan bisa memulai petualangan yang baru baginya.


"Shiu, ayo kita pergi menjelajahi tempat ini."


Shen Li dan Shiu berjalan menyusuri lorong yang terbuat dari dinding giok itu. Shen Li juga merasakan perasaan akrab yang sangat kuat berasal dari dalam reruntuhan.


Setelah beberapa saat berlalu, Shen Li sampai ke sebuah ruangan yang memiliki pintu sangat besar dengan dua buah patung penjaga berarmor lengkap yang sangat tinggi dan besar. Di sana ia hanya seperti seekor semut yang tidak berdaya


"Apa kamu juga merasakannya Shiu? aku merasa sesuatu yang selama ini selalu mengganggu pikiranku berasal dari dalam ruangan itu."


Saat Shen Li menyentuh pintu besar itu, tiba-tiba saja pintu itu bergetar seperti menerima panggilan dari tuannya.


Seketika pintu itu bersinar menampilkan pola naga primordial yang sangat besar terlihat jelas.


Sementara Shen Li yang tidak mengetahui apa yang terjadi langsung mengambil langkah mundur yang cukup jauh dari pintu itu.


Dua patung penjaga yang sangat besar itu tiba-tiba saja bergetar lalu menggerakkan tangannya masing-masing kiri dan kanan perlahan membuka pintu yang besar itu.


Suara gemuruh karena pergerakan pintu ydan patung penjaga yang besar itu menimbulkan getaran dan tekanan yang sangat kuat berasal dari dalam ruangan menerpa tubuh Shen Li.


Shen Li merasa dangat nyaman saat tekanan energi yang nerasal dari dalam ruangan itu menerpa tubuhnya. Entah secara tidak sadar, tubuhnya spontan saja seperti menerima panggilan lalu berjalan ke dalam ruangan itu.


"I-ini.."


Shen Li yang sudah memasuki ruangan itu melihat sebuah pemandangan yang sangat fantastis.


Ruangan itu seperti sebuah aula dengan singgasana yang begitu megahnya berada di sana. lantainya terbuat dari giok, terdapat 5 buah lampu penerangan yang sangat besar tersebar di ruangan yang sebesar lapangan golf itu. Sebuah karpet berwarna merah yang terbuat dari sutra terbaik membentang sepanjang jalan menuju ke singgasana itu.


Patung-patung penjaga yang terlihat lebih garang dan lebih keren dari yang menjaga pintu terlihat berjejer di sepanjang tepi dinding yang memiliki ukiran-ukiran naga primordial memenuhi ruangan tersebut.


Shen Li terus berjalan semakin dalam sembari menikmati ruangan yang megah di depan matanya.


"Apakah ini sebuah istana? Ini sangat megah dan indah."


Shen Li benar-benar terhipnotis dengan hal ini. Begitupun juga dengan Shiu, ia langsung terbang kesana-kemari di dalam ruangan yang sangat luas itu dengan ekspresi senang.


Setelah beberapa saat, Shen Li mulai tersadar dari kekagumannya itu lalu berjalan mencoba mencari tahu sebenarnya apa yang membuatnya merasa akrab akan panggilan yang selalu mengganggunya itu.


Shen Li menemukan sesuatu yang ia cari selama ini berasal dari sebuah ruangan yang memiliki pintu berwarna emas berada di belakang singgasana.


Merasa penasaran, Shen Li berjalan mendekati pintu itu membiarkan Shiu yang masih asyik dengan dunianya sendiri.


"Apakah ruangan ini? Terlalu banyak teka-teki yang harus aku cerna sekaligus."


Terlihat pintu ruangan itu memiliki sebuah segel formasi tingkat tinggi yang sepertinya membutuhkan sebuah kunci khusus untuk membukanya.

__ADS_1


Melihat segel itu membutuhkan kunci, Shen Li tidak ingin mengambil resiko mencoba menghancurkan dengan paksa.


Ia terus menyusuri ruangan itu berharap dapat menemukan kunci untuk membuka segel ruangan itu.


"Kenapa aku jadi bodoh seperti ini, tentu saja tidak mungkin semudah itu mendapat kunci dari ruangan yang secara sengaja disegel tingkat tinggi."


"Mungkin aku harus menyusuri reruntuhan ini terlebih dahulu untuk mencarinya. Shiu, ayo kita pergi."


Shiu yang berguling-guling di lantai giok langsung terbang ke pundak Shen Li mengikuti tuannya.


Namun saat ia hendak meninggalkan ruangan itu, Shen Li mendengar sebuah suara yang sangat akrab dengannya.


"Shen Li, coba gunakan kalungmu itu." Ucap suara itu yang tak lain adalah Zhang Li Quan.


"Kalungku?" Shen Li yang mendapat saran dari gurunya langsung menyadari jika selama ini ia belum mengetahui akan kegunaan kalungnya selama ini.


"Baiklah kalau begitu, aku akan mencobanya."


Shen Li dan Shiu kembali berjalan mendekati ruangan itu berharap sebuah keajaiban terjadi.


Tak mau menunggu lama, Shen Li langsung melepas kalungnya lalu menempatkannya di sebuah podium batu yang berada di samping pintu untuk membukanya.


Dan benar saja, sesaat setelah Shen Li meletakkan kalungnya. Pintu itu bergetar dan segel tingkat tinggi mulai menghilang secara perlahan.


Shen Li dan Shiu melihat hal itu melongo tidak percaya dengan mulut membentuk huruf O dengan wajah bodoh mereka.


"Apa yang kalian lakukan? apa kalian tidak inin masuk ke dalam?" Suara dari Zhang Li Quan menyadarkan Shen Li yang masih terkejut itu.


Ia lalu mendekatkan jari telunjuknya menutup rahang Shiu perlahan.


"Hahaha, wajahmu sangat lucu." Shen Li tidak bisa lagi menahan tawa untuk menertawakan Shiu.


Shiu hanya bisa mendengus dingin dengan wajah datarnya melihat Shen Li yang ouas menertawakannya.


"Ayo kita masuk."


Shen Li dan Shiu berjalan ke dalam ruangan yang gelap itu. Saat mereka sudah di dalam seketika obor yang berada di dalam sana menyala menerangi ruangan itu.


"I-ini sebuah makam?!"


Shen Li dan Shiu melihat sebuah peti mati kuno berada di tengah-tengah ruangan yang berbentuk lingkaran itu. Ia berjalan mendekati peti itu dan kembali dikejutkan dengan suatu hal yang tidak ia bayangkan.


"Guru?! apakah ini?!"


"Itu benar Shen Li. Disinilah tubuhku dimakamkan."


Peti mati kuno itu memiliki ukiran naga di sekelilingnya dengan tutup peti mati membentuk siluet tubuh seorang pria tua sama persis dengan Zhang Li Quan.


Zhang Li Quan seketika keluar dari tubuh Shen Li menyentuh makamnya itu lalu mendekati Shen Li.


"Jadi selama ini?"

__ADS_1


"Benar apa yang kamu pikirkan. Guru yang telah memberimu sugesti untuk pergi ke sini." jawab Zhang Li Quan.


"T-t.."


"Kamu pasti bertanya-tanya bukan? Guru akan menjelaskannya, duduklah."


Shen Li dan Shiu mengangguk bersamaan lalu duduk bersila layaknya murid yang siap menerima pembelajaran dari gurunya.


Zhang Li Quan kemudian menjelaskan secara detail alasannya memanggil Shen Li kesini.


Hal itu karena akan terjadinya kerusuhan yang sebentar lagi akan terjadi karena melemahnya segel yang menjaga reruntuhan ini. Karena banyaknya warisan yang sangat berharga dan sangat banyak yang berada di reruntuhan ini. Tentu akan memancing para kultivator-kultivator kuat dari seluruh penjuru alam ilahi mendatangi tempat ini memperebutkan warisan yang ia tinggalkan.


Mengingat sifat para kultivator di alam ilahi yang serakah dan mementingkan diri sendiri. Zhang Li Quan tidak ingin mengambil resiko dengan memberikannya pada pihak yang berada di jalan yang salah, yang mengakibatkan awal mula kehancuran seluruh alam.


Karena sebab itulah Zhang Li Quan memanggil Shen Li untuk segera mendatangi tempat ini.


"Lalu kapan segelnya akan sepenuhnya menghilang guru?" tanya Shen Li.


"Tepat 2 tahun dari saat ini."


"Itu terlalu cepat, aku tidak yakin bisa menjadi kuat secepat itu." Shen Li merasa ragu akan kekuatan yang ia miliki saat ini, mengingat ia masihlah lemah meskipun jika ia berada di alam semesta (Material Realm), dia akan termasuk kedalam jajaran orang terkuat.


"Kamu tidak perlu takut akan hal itu Shen Li. Itulah alasan guru memanggilmu untuk segera datang ke sini. Guru akan memberikan warisan sebenarnya dariku dan membangkitkan sepenuhnya tubuh primordialmu." balas Zhang Li Quan.


Shen Li dan Shiu mengangguk paham dengan perkataan Zhang Li Quan.


"Kalau begitu, kalian berdua ikutlah aku."


Zhang Li Quan kemudian berjalan ke salah satu sisi ruangan membuat gerakan tangan yang rumit lalu menyentuhkan telapak tangannya ke dinding.


Seketika sebuah pintu rahasia terbuka dari balik dinding itu.


"Shiu, kemarilah."


Shiu langsung terbang mendekati Zhang Li Quan tanpa ragu.


"Kali ini kamu akan berlatih terpisah dengan Shen Li ke dalam ruangan itu. Satu hal yang perlu kamu ingat, kamu tidak akan bisa mati dalam pelatihan ini tetapi meskipun begitu, kamu tidak akan bisa keluar sebelum menyelesaikan seluruh pelatihan yang ada di dalam. Apa kamu mengerti?"


Shiu terlihat ragu akan hal itu, ia menyadari jika pelatihan ini akan menjadi sangat berat. Tetapi ia tidak ingin mengecewakan tuannya, dengan tekad sepenuh hati ia mengangguk paham lalu terbang ke dalam ruang pelatihan itu.


Sesaat setelah Shiu memasuki ruang latihan itu, pintu tertutup dengan segera lalu terbentuk dengan segera sebuah segel tingkat tinggi menjaganya.


"Guru, apakah Shiu akan baik-baik saja?" Shen Li merasa cemas dengan keadaan Shiu nantinya.


"Tenanglah Shen Li, kamu harus mempercayai partnermu itu. Lagi pula kalian berdua akan mengemban tugas yang sangat berat di masa depan nantinya." ucap Zhang Li Quan.


Shen Li mengangguk paham dengan perkataan Zhang Li Quan.


"Kamu ikutlah denganku, aku akan membimbingmu kali ini. Karena latihanmu kali ini akan sedikit berbeda dengan yang telah kamu lalui."


"Baik guru."

__ADS_1


***


__ADS_2