
Pagi telah tiba, sang mentari telah menunjukkan wajahnya. Sinarnya menembus kedalam ruangan-ruangan membangunkan para pemiliknya.
Akan tetapi itu tidak berlaku pada Shen Li, karena ia telah mendahului sang matahari terbit. Atau, bisa dikatakan dia tidak tidur sama sekali.
Nampak bola matanya telah menjadi sedikit merah karena mengantuk semalam utuh membaca sebuah kitab teknik tingkat tinggi.
Meskipun ia seorang kultivator, tetapi ia kadang juga merasakan yang namanya rasa kantuk, seperti saat ini.
Ibunya yang selalu memanggilnya tidak ia hiraukan, karena saat ini ia tidak bisa menahan kantuk lagi. Ia terbaring di atas tempat tidurnya dengan posisi tengkurap.
Ibunya yang mendapati anaknya masih tidur tidak ambil pusing, karena merasa jika anaknya terlalu kelelahan.
Sekte Naga
Sedangkan di sekte naga pagi-pagi sekali, lebih tepatnya saat waktu terbit. Tetua Kedua dan Keempat sudah tiba di kediaman Huo Li.
Nampak raut wajah tidak tenang diekspresikan Huo Li.
"Tetua Kedua dan Keempat, ada apa pagi-pagi tetua sekalian datang kemari?" Tanya Huo Li berbasa-basi, sebenarnya ia sangat senang karena tidak perlu repot-repot mendatangi mereka.
"Huo Li, langsung saja pada intinya aku akan mengatakannya. Sepertinya idemu untuk memulai rencana kita harus segera kita lakukan. Karena takutnya rencana kita semua akan terbongkar terlebih dulu sebelum kita sempat memulainya, mengingat kita sudah merencanakan ini selama 20 tahun." Ucap Tetua Kedua.
"Ahh! ternyata seperti itu. Saya juga setuju dengan pendapat Tetua sekalian. Kalau begitu bagaimana jika 1 bulan dari sekarang?" balas Huo Li.
"1 bulan?" ucap Tetua Keempat sembari sedikit berpikir, "Mengapa harus 1 bulan?"
"Mohon maaf sebelumnya Tetua sekalian, sebenarnya saya saat ini tengah mendapat masalah, karena 3 hari lagi Sekte Naga akan berperang dengan seseorang yang kuat" Balas Huo Li beralasan.
"Jika Tetua sekalian merasa keberatan menunggu 1 bulan lamanya, saya ingin meminta bantuan kepada Tetua sekalian untuk membantu saya" lanjutnya sembari menangkupkan tangannya.
"Siapa memang yang akan kamu lawan? Berapa banyak mereka?" Tanya Tetua Keempat penasaran.
"Sebenarnya saya akan melawan seseorang bernama Jin, karena ia tiba-tiba saja dia datang menantang kami berperang sebab ia merasa sangat kuat, dan untuk lawannya adalah dia seorang Tetua" Jawab Huo Li berbohong.
"Satu orang? Apa dia memang begitu kuatnya sampai-sampai kamu ketakutan seperti itu Huo Li." Tetua Kedua bertanya.
"Tetapi jika memang hanya 1 orang bukankah itu akan mudah jika kita membawa banya pasukan, lagipula anak buah kita juga sudah cukup kuat" Timpal Tetua Keempat.
"Saya sebenarnya juga merasa demikian tetua sekalian, tetapi saya merasa jika semakin banyak orang maka akan semakin baik" Ucap Huo Li sedikit membujuk mereka.
Tetua Kedua dan Keempat mendengar itu mengernyitkan dahinya, karena merasa berlebihan harus menghadapi satu orang. Tetapi dengan segera mereka menangkis pemikiran itu, karena juga membenarkan ucapan Huo Li.
"Baiklah kalau begitu, kami akan mengirimkan seluruh anak buah kami berdua sejumlah 500 ribu orang, dan kami sendiri yang akan memimpin mereka. Apa kamu puas?" Tanya Tetua Kedua.
__ADS_1
Mendengar hal itu Huo Li tidak bisa untuk tidak tersenyum senang, "Terimakasih Tetua sekalian, dengan begitu saya bisa sedikit tenang". Tetapi dalam hati Huo Li ia tersenyum dengan liciknya.
"Tapi setelah itu, jangan lupa untuk membantu kami membinasakan Shen Qi bajin*an itu, dan kamu bisa menikmati istrinya sepuasmu" Ucap Tetua Keempat sembari menyeringai licik.
"Terimakasih tetua sekalian" Balas Huo Li tersenyum.
"Baiklah hanya itu saja yang ingin kami bicarakan, kami undur diri dulu" Kata tetua kedua yang kemudian menghilang dari tempat itu.
Akan tetapi beberapa saat setelah itu, nampak keluar aura yang begitu kuat dari tubuh Huo Li yang menandakan ia sangat marah saat ini. Tetapi entah apa yang membuatnya begitu marah, tidak ada yang tahu.
Setelah sampai di kediaman, Tetua Kedua berbicara dengan Tetua Keempat.
"Apa kamu merasakan ada yang aneh dengan tingkah Huo Li? karena aku merasakan ada yang berbeda dengannya." Tanya Tetua Kedua.
"Kamu benar sekali, aku juga memperhatikannya. Tapi mungkin saja karena ia terlalu lelah bekerja" Ucap Tetua Keempat berpikir positif.
"Ah sudahlah! aku mau beristirahat dulu" Ucap Tetua Kedua yang masih sedikit khawatir. Entah khawatir tentang apa dia juga tidak tahu, tetapi tidak dia hiraukan.
Kamar Shen Li
Shen Li yang sedari tadi sudah tertidur lelap itu, akhirnya bangun pada sore harinya.
Ia lalu beranjak pergi ke kamar mandi untuk mandi lalu berganti pakaian. Setelah itu ia keluar untuk menikmati indahnya sunset di atas pohon di dekat kediamannya sembari menyeruput kopi hangat dan camilan ringan yang ia beli dari toko sistemnya. Tentu saja hal itu tidak diketahui para pengawal kediaman Patriak Shen itu.
"Apakah tidurmu sangat nyenyak Li'er?" Tanya Yui Ran Qui pada Shen Li.
"Tentu ibu. Karena sebelumnya aku tidak pernah tidur senyenyak itu." balas Shen Li sembari tersenyum hangat.
"Syukurlah kalau begitu. Sekarang makanlah" Ucap Yui Ran Qui sembari memberikan makanan yang sudah ia ambilkan untuk Shen Li.
Melihat tindakan Istrinya, Shen Qi seketika memasang wajah memelasnya, "Sayang, apa hanya Li'er saja yang kamu ambilkan makan? aku juga mau kamu ambilkan" Ucapnya dengan nada dibuat-buat.
"Kamu ambillah sendiri dan jangan terlalu manja." Balas istrinya dengan nada sebal.
Mendapat balasan itu dari istrinya, Shen Qi kemudian memasang raut wajah jeleknya.
Sedangkan Jia Yu dan Shen Li yang melihat itu hanya dibuat terkekeh karena sikap Shen Qi yang seperti anak kecil tidak mendapatkan coklat.
"Apa kamu mau aku yang mengambilkannya?" Ucap Jia Ru menggoda sahabatnya itu.
Mendengar tawaran dari sahabatnya itu seketika raut wajah Shen Qi jadi lebih jelek, "Tidak perlu! aku bisa mengambil sendiri" jawabnya ketus.
"Hahaha! Kau ini dasar! sudah jadi seorang Patriark tapi tingkahmu masih seperti anak kecil" Ucap Jia Ru sembari tertawa.
__ADS_1
"Kalian berdua hentikan perbuatan kalian, dan segeralah makan! atau aku akan mengusir kalian untuk makan di luar saja!" Ucap Yui Ran Qui dengan nada tegas dan wajah garangnya.
Gulp!
Mendengar ucapan dari Yui Ran Qui seketika kedua orang itu menelan ludahnya, lalu bergegas mengambil makanan kemudian menyantapnya dengan lahap. Karena mereka berdua begitu mengetahui seperti apa Yui Ran Qui yang sedang marah.
Karena dulu mereka pernah diikat di sebuah pohon yang tinggi, karena mereka berdua ketahuan sedang mengintip wanita tengah mandi.
Shen Li dan Jia Yu yang melihat kedua ayah mereka, saling memandang satu sama lain kemudian terkekeh kecil.
Setelah beberapa saat, akhirnya acara makan sudah selesai. Shen Li saat ini kembali menuju kamarnya dengan segera membuka kembali kitab miliknya itu.
Kegiatan ini Shen Li ulangi terus menerus sampai 2 malam berturut-turut. Dan akhirnya saat ini Shen Li bisa menguasai hukum ruang dan waktu sampai tingkat sempurna.
Ia juga telah memasuki dunia jiwanya yang begitu luasnya, bahkan jika ada ribuan galaxy dimasukkan ke dunia jiwanya, niscaya hal itu baru bisa mengisi 5% dari total luas dunia jiwa milik Shen Li.
Energi di dalam dunia jiwanya juga begitu sangat padat, 10 kali lebih padat dari yang ada di alam dewa dan sangat sangat murni yang dihasilkan oleh energi primordial miliknya. Saat ini di dalam dunia jiwa milik Shen Li hanya berisi tanaman-tanaman herbal yang berkualitas paling tinggi, rentetan gunung-gunung yang menjulang tinggi mengular begitu panjang, lalu nampak ditengah-tengah dunia jiwanya terdapat sebuah danau yang memiliki air begitu bening, yang tak lain adalah dimensi milik naga kuno yang ia simpan.
"Sekarang aku bisa berlatih dengan puas di dalam dunia jiwaku, aku juga bisa mengatur waktu di sini sesuka hatiku. Mungkin nanti aku akan mengajak keluargaku untuk berlatih di sini saja" ucap Shen Li yang kemudian menghilang seperti ditelan kekosongan.
Hari Peperangan
Nampak Shen Li saat ini tengah tidur miring dengan tangan kanan menyangga kepalanya. Ia nampak begitu menikmati tidurnya itu tanpa menghiraukan hal apapun itu.
Sedangkan 1 mil dari tempatnya, nampak sejumlah 1 juta pasukan yang terdiri dari 500 ribu pasukan Sekte Naga dan 500 pasukan pemberontak milik Tetua Kedua dan Keempat Klan Shen.
Nampak, ada 3 orang yang memimpin pasukan besar itu, mereka tak lain adalah Huo Li bersama Tetua Kedua dan Keempat.
Melihat Shen Li yang hanya tidur-tiduran saja, mereka merasa begitu terhina dan marah!.
"Hei Kepa*at!! Apa kamu hanya akan menerima kematianmu saja?! jika itu maumu dengan senang hati aku melakukannya untukmu!" Ucap Tetua Kedua biasa tetapi masih bisa didengar Shen Li karena menggunakan energi.
Shen Li yang mendengar hal itu hanya membuka matanya, lalu berdiri dari tempatnya tidur.
"Apakah semua kecoak sudah datang?! jika sudah aku akan memulainya" Ucap Shen Li memprovokasi yang kemudian tiba-tiba sudah berada 200 meter dari para pasukan besar itu.
Setelah merasa cukup dekat Shen Li lantas menjentikkan jarinya.
Ctikk!!
Sebuat array berwarna emas berbentuk kubah menutupi semua orang yang ada di peperangan itu tanpa terkecuali. Nampak jelas pelindung itu menembus sampai ke langit, sehingga jika dilihat dengan seksama dari luar angkasa akan terlihat seperti lonceng emas yang sangat besar.
"Teknik pelindung, Array perangkap kecoak" Gumam Shen Li.
__ADS_1
***