Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Malam yang Sendu


__ADS_3

"Ehh?! hepp!"


Zian Ma dengan segera membungkam mulut istrinya yang gacor itu. Ia tidak ingin adanya kesalahan lagi sepertinya tadi.


"M-Maafkan istriku tuan Shen Li, dia memang terlalu banyak bicara hehehe" ucap Zian Ma yang masih membungkam istrinya lalu membawanya duduk di kursi miliknya.


Permaisuri yang diperlakukan seperti itu sebenarnya ingin marah, tetapi terlebih dahulu ia ingin mendengar penjelasan dari suaminya sendiri.


"Tak apa Yang Mulia Raja, lagi pula aku juga tidak berkenan menjadi menantumu" Ucap Shen Li dengan wajah datarnya. Meskipun demikian, hal itu membuat sedikit nyeri di dadanya mengingat keluarganya.


Zian Ma menelisik sebentar wajah Shen Li sesaat setelah menjawab perkataannya tadi, ia merasa secara samar jika Shen Li saat ini tengah memikirkan akan suatu hal.


"Hahaha, baiklah. Karena semua makanan sudah dihidangkan, lebih baik kita menikmatinya terlebih dulu" Ucap Zian Ma sembari tersenyum mempersilahkan Shen Li untuk menyatap makanan, "Haha, mari silahkan dinikmati hidangan seadanya ini tuan Shen Li, baru nanti kita akan bicara."


Mereka semua yang berada disana kemudian bergegas menyantap makanan yang mewah itu dengan antusias. Sementara itu, Shen Li hanya mengambil makanan secukupnya saja baginya.


Selain karena tidak lapar, suasana hatinya kini kembali sedikit mendung. Pada saat makan pun ia tidak banyak bertingkah ataupun berbicara, hal itu membuat heran Raja dan Permaisuri. Sebab Para tetua dan keluarga yang lain terlihat ceria menyantap makanannya sembari mengobrol kecil.


Beberapa saat berlalu, acara jamuan telah selesai. Kini Bai Zian Ma mulai memperkenalkan akan identitas Shen Li para para keluarganya.


"Baiklah, sebelumnya aku akan mengenalkannya terlebih dahulu. Karena nampaknya kalian sudah begitu penasaran dengan identitasnya" Kata Zian Ma dibalas anggukan mereka semua.


"Dia adalah Tuan Shen Li, untuk lebih lanjutnya silahkan tuan Shen Li untuk memperkenalkan diri lebih lanjut, hehehe"


Shen Li sedikit kesal dengan tingkah Zian Ma itu. Ia mengira tidak perlu repot-repot untuk berbicara, tetapi nyatanya dia hanya menyebutkan namanya saja.


Shen Li kemudian beranjak berdiri dari kursinya lalu, memperkenalkan dirinya.


"Mohon ijin Yang Mulia, Permaisuri, dan Para Tetua. Nama saya Shen Li, Saya berasal dari Klan Shen di Planet Youmu."


Raja beserta para petinggi dan keluarganya menjadi terkejut saat mendengar bahwa Shen Li berasal dari planet Youmu. Mereka tentu mengetahui akan fakta tentang hancurnya planet itu, karena tidak menduga masih ada seseorang yang hidup berasal dari planet itu.


"P-Planet Youmu?! Apakah tuan Shen Li tadi berkata bahwa tuan berasal dari planet Youmu?" Tanya Ling Yue mewakili seluruh pertanyaan orang di sana.


"Apa kata-kataku kurang jelas?" Tanya balik Shen Li.

__ADS_1


"Bu-bukan itu yang aku maksudkan, Aku hanya penasaran bukankah Planet itu telah hancur?" Kata Ling Yue.


Shen Li sedikit tertegun mendengar itu karena tidak menyangka kabar itu dengam cepat menyebar luas.


"Itu memang benar. Karena aku baru saja kembali setelah sedikit berpetualang." Balasnya.


Anggota keluarga dan para tetua yang berada di sana hanya bisa memaklumi perkataan Shen Li dan tak lagi memikirkannya pusing. Tetapi berbeda dengan Raja, Permaisuri dan Ling Yue, mereka bertiga mengetahui jika Shen Li masih menutupi suatu hal, dan bertanya-tanya dimana keluarganya saat ini.


Mereka pun berbincang-bincang saling mengakrabkan diri dengan Shen Li. Ia dihujani banyak sekali pertanyaan, dan dengan sabar menjawabnya satu persatu.


Malam pun tiba.


Shen Li di beri tawaran untuk menginap terlebih dahulu di istana naga ini oleh Zian Ma. Ia hanya bisa menyetujuinya, sebab belum memikirkan akan pergi kemana ia setelah ini.


Suasana di istana naga begitu menenangkan, kabar angin akan sifat arogan Klan Naga ternyata hanya kabar angin belaka. Memang ada benarnya, tetapi hal itu pengecualian hanya untuk Shen Li. Entah mengapa rasanya mereka semua seperti sangat menghormatinya.


Ia berjalan di teras penginapan Istana Naga pada malam itu, ia menikmati suara desiran angin malam yang menerpa wajahnya. Wajahnya terlihat begitu tenang kala memandang langit terang malam hari.


Ia kemudian duduk di tangga teras depan, sembari mengeluarkan secangkir kopi yang ia beli dari toko sistemnya.


Ia menyesap kopi untuk kali pertama dalam hidupnya ini. Ia mulai cukup menggemari akan rasa pahit khas yang begitu menenangkan pikirannya.


"Ibu, Ayah, maafkan anakmu ini yang tidak bisa menjaga kalian" Shen Li bergumam lirih hingga tak terasa air matanya mulai mengalir.


"Yu'er, Aku merindukanmu. Mungkin akan begitu sangat sulit bagiku menemukan penggantimu nanti. Dan Paman Ru, Aku merindukan saat dimana kita bisa bersenda gurau bersama" Suara jangkrik-jangkrik menambah rasa kesunyian malam itu.


Shen Li merasakan kesepian untuk kedua kalinya dalam dua hidupnya ini. Ia tidak akan pernah menyangka jika harga yang harus ia bayar dari takdirnya begitu teramat besar dan menyakitkan. Jika saja waktu bisa diputar, ia lebih memilih untuk hidup biasa-biasa saja bersama keluarganya, daripada memiliki sebuah takdir agung tetapi ia harus membayar dengan harga yang tak bisa dihitung lagi.


Sementara itu dari kejauhan, terlihat seorang wanita cantik dan pria paruh baya tengah mengawasi Shen Li yang tengah bersedih itu. Mereka tak lain adalah Permaisuri dan Raja Bai Zian Ma, keduanya melihat dengan jelas saat Shen Li tengah bersedih.


"Gege, apa ada yang bisa kita lakukan untuk menenangkan tuan Shen Li?" tanya Permaisuri.


"Entahlah istriku, lebih baik kita tidak mencampuri urusan pribadi tuan Shen Li. Dia adalah orang yang baik, jika saja ia mau dengan anak kita, dengan senang hati aku akan merestui mereka. Tetapi sepertinya Tuan Shen Li menolak dengan jelas hal itu" Kata-kata Zian Ma dapat dipahami begitu mendalam oleh istrinya.


Mereka pada akhirnya memutuskan untuk tidak mencampuri urusan pribadi Shen Li, karena bagaimanapun mereka baru saja datang di dalam kehidupan Shen Li dan tak etis rasanya langsung menyerobot masuk.

__ADS_1


Sementara Shen Li terus saja begadang di malam itu. Entah berapa ratus cangkir kopi yang telah ia habiskan malam itu. Pada pagi harinya, ia memutuskan sejenak untuk mengunjungi para saudaranya yang berada di dunia jiwa miliknya.


Dunia Jiwa


"Guru!"


Saat Shen Li datang ke dunia jiwanya, ia melihat gurunya, Zhang Li Quan, tengah melatih kultivasi para saudaranya. Gurunya tentu sangat mengenal dan mengetahui akan sifat-sifat mereka. Sebab ia dengan mudah menenali sifat asli seseorang hanya dari perilaku dan ucapan mereka dari sekali lihat.


"Shen Li, ada apa datang kemari? apakah urusan di luar sudah selesai?" Tanya Zhang Li Quan.


"Belum guru, karena itu aku datang kemari. Aku ingin mengajak keluar mereka lalu meyakinkan Klan Naga untuk bisa bergabung dengan kita. Entah apapun keputusan mereka nantinya akan aku terima dengan sepenuh hati" Ucap Shen Li.


"Hahaha, baiklah-baiklah. Kamu sudah bisa sedikit lebih berpikir dewasa. Guru juga tidak menyalahkan keputusanmu itu, itu sudah benar menurutku" balas Zhang Li Quan.


"Terimakasih guru" Shen Li kemudian bergegas mendekati altar kultivasi tempat para saudaranya berlatih.


Nampak hanya dalam waktu beberapa hari di dunia jiwa, kultivasi mereka sudah ada yang ingin menerobos ke tingkatan selanjutnya. Hasil yang cukup memuaskan mengingat jika di dunia normal membutuhkan waktu yang sangat lama.


"Tuan Muda" Sigurd Vardr yang pertama kali menyadari akan kedatangan Shen Li, yang kemudian diikuti sapaan dari mereka semua.


"Kalian sungguh hebat, aku yakin kalian tidak akan mengecewakanku nantinya" ucap Shen Li.


"Tuan Muda terlalu melebih-lebihkan kami. Jika saja kami tidak dibantu oleh tuan muda, tentu saja kami semua tidak akan mencapai hasil ini" Ucap Shin.


"Itu benar sekali tuan muda, hehehe. Kami juga dilatih guru besar, jadi kami lebih efisien untuk berkultivasi tanpa membuang-buang energi yang ada." ucap Fang Di menyerobot perkataan Shin dengan dada yang dibusungkan.


Semua orang yang berada di sana tertawa dengan senangnya, bahkan Shen Li juga ikut tertawa kecil merasakan kehangatan antara keluarga barunya itu.


"Jika itu benar maka akan sangat bagus sekali." Ucap Shen Li. "Aku datang kemari untuk memberitahu kalian, sekarang aku sudah berada di Klan Naga. Aku hanya ingin meminta bantuan kalian untuk datang bersamaku nanti, tetapi sebelum itu..." Ucapan Shen Li ia hentikan, lalu menjulurkan jari telunjuknya menembakkan sebuah energi yang berisi jurus untuk bertransformasi agar seperti menjadi wujud manusia pada umumnya.


Mereka semua kemudian mengambil posisi bersila lagi sesaat setelah menerima pemberian Shen Li itu.


"Kalian pahamilah terlebih dahulu, akau akan keluar. Nanti jika sudah waktunya aku akan memanggil kalian"


***

__ADS_1


__ADS_2