Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Pijakan!!


__ADS_3

Shen Li tak bisa lagi tidak menyalahkan dirinya, ia merasa menjadi seorang yang paling tidak berguna di seluruh alam ini. Dia berpikiran percuma memiliki kekuatan yang besar jika hanya melindungi orang-orang terkasihnya saja ia tidak mampu.


Seluruh anggota Klan Shen telah habis di bantai, tidak ada satupun yang tertinggal pada malam itu. Ibu dan ayahnya yang menghilang entah berada dimana. Calon istrinya sudah tiada yang saat ini berada dalam pelukannya.


...Hari dimana aku bertemu denganmu,...


...Peluh penat telah kita rasakan pada tiap hati,...


...Dan setelah apa yang kita lalui selama ini,...


...Takdir berkehendak,...


...Aku kembali ke hari dimana aku tidak menemukanmu lagi....


...Walaupun menyakitkan,...


...Kehilangan bak bumbu tersendiri,...


...Yang hadir dalam kehidupan ini,...


...Ada banyak rasa dan pikiran memenuhi kepala,...


...Awal Januari memang suka begini,...


...Yang pernah hangat menjadi dingin,...


...Lalu pergi,...


...Sepertinya akan tetap abadi,...


...Hilang tanpa terang,...


...Dan semua akan redup,...


...Seperti sedia kala,...


...Dimana lampu pertunjukan akan selesai,...


...Dan peran kita harus berakhir,...


...Terima kasih Januari ku yang hilang....


"Li'er"

__ADS_1


Sebuah kata lirih dan tak berdaya membangunkan Shen Li dari lamunannya. Ia melihat pamannya telah menjadi tua renta, rantai yang mengikat tubuhnya terus mengikis masa hidupnya.


Shen Li yang melihat pamannya menidurkan Jia Yu perlahan lalu bergegas ingin menyelamatkan pamannya.


"Paman!!, paman tunggu sebentar! jangan berbicara, hiks" Shen Li berusaha untuk melepaskan rantai formasi itu.


Akan tetapi setiap Shen Li mencoba menghancurkannya, entah mengapa masa hidup Jia Ru semakin berkurang cepat. Ia menangis tak henti-hentinya dan tak rela jika harus kehilangan keluarganya lagi dan lagi.


"Li'er, hentikan" ucap Jia Ru lirihnya, "Aku sudah tidak punya harapan lagi Li'er. kemarilah aku ingin berbicara"


Shen Li bergegas mendekatkan telinganya ke bibir Jia Ru, ia lagi-lagi harus kehilangan orang yang ia sayangi. "Aku disini paman, hiks"


"Heheh, uhuk. Berhentilah menangis Li'er, tetaplah menjadi kuat. Gapailah titik tertinggi, uhuk.. uhuk.., hahh, Paman yakin Li'er adalah orang yang kuat, kamu tidak bersalah" kata-kata Jia Ru terdengar semakin lirih perlahan-lahan.


"Paman, biarakan aku menyembuhkanmu, hiks"


"Tidak Li'er, lebih baik kamu selamatkanlah ibu dan ayahmu, uhuk.. Huang Long Dian, dia adalah pelakunya, dia mengatakan menunggumu di Istana Kekaisaran Alam Semesta" Masa hidup Jia Ru semakin berkurang setiap saat, ia merasakan jika tak lama lagi ia akan segera menyusul istri dan anaknya yang sudah terlebih dahulu meninggalkannya.


"Sayang, keluarga kecil kita akan kembali bersama lagi, aku, kamu, dan anak kita. Maafkan aku belum bisa menjadi ayah yang baik bagi Yu'er" Jia Ru meneteskan air matanya, perlahan ia mulai menutup matanya dengan nafas yang semakin lemah.


Shen Li yang berada di sampingnya tak kuasa untuk melihat hal itu lagi. Tak ada yang bisa Shen Li katakan lagi, ia begitu marah saat mendengar nama Long Dian disebut dan berjanji dalam hatinya akan membunuhnya dengan tangannya sendiri.


"Li.. er.. Terimakasih" Kata-kata terakhir Jia Ru terdengar dengan jelas di telinganya.


Shen Li kemudian berdiri berusaha tegar, ia menengadahkan kepalanya tersapu air hujan di malam itu. Ia begitu marah, perasaan bercampur aduk ia abaikan demi satu tujuan, membunuh Long Dian.


Pada akhirnya, segel kekuatannya ia lepas, auranya menekan gunung-gunung menjadi hancur seketika. Langit seakan menjawab kemarahannya dengan mengirimkan petir-petir dahsyat di langit yang teknterhitung jumlahnya. Seluruh makhluk di Planet Youmu tertekan dengan aura yang dikeluarkan Shen Li yang marah itu.


Ia mengubah wujudnya menjadi bentuk aslinya, sayap terbentang sepanjang 15 meter di kanan dan kirinya. Cakram berbentuk pola naga muncul begitu besarnya di belakangnya, matanya berubah menjadi putih dengan bola mata berwarna biru emas, terlihat semacam asap keluar dari tiap sudut matanya.


Ia lalu menghilang bersama kedua tubuh tak bernyawa keluarganya itu. Shen Li memasuki dunia jiwa miliknya, ia memakamkan dengan layak Calon istri dan Calon ayahnya itu di dalam ruangan khusus di istana miliknya. Tak lupa ia membuatkan dua buah patung Jia Yu dan Jia Ru dalam ruangan itu untuk mengenang mereka, lalu segera keluar.


Shen Li yang telah keluar dari dunia jiwa, wajahnya begitu berekspresi dingin. Ia menundukkan badannya lalu segera melesat Ke Istana Kekaisaran Alam Semesta dan,


BOOOMMMM!!!


Planet Youmu hancur dan meledak menggema di lautan bintang menjadi pijakan Shen Li, ia sudah tidak memikirkan hal apapun selain ibu dan ayahnya. Jikapun harus membunuh satu alam semesta ia tidak akan segan-segan melakukannya.


Shen Li melesat dengan kecepatan yang begitu kuatnya, memindahkan bintang-bintang yang ia lalui dari tempatnya. Hanya dalam waktu kurang dari 1 jam, ia sudah hampir sampai di Istana Kekaisaran Alam Semesta.


Ia tidak mempedulikan lagi keselamatannya, ia tidak menutupi lagi kekuatannya, pikirannya benar-benar sudah mati.


Istana Kekaisaran Alam Semesta Rendah

__ADS_1


Huang Long Dian dan Mo Shen telah berdiri dengan gagah dan perlengkapan tempur mereka masing-masing di lautan bintang. Seluruh pasukannya juga telah melayang dengan jumlah yang sangat fantastis dengan kekuatan yang tak bisa dibayangkan hanya demi satu orang saja.


Long Dian tidak ingin mengambil resiko lebih besar dan memutuskan untuk menghadapinya sendiri. Sementara Mo Shen, nampak ditangannya terdapat rantai yang mengikat 2 tubuh yang sudah tak bernyawa lagi dengan banyak luka dan darah ditubuh mereka yang tak lain adalah Shen Qi dan Yui Ran Qui. Adalah sebuah kesalahan besar yang telah dilakukan oleh Mo Shen hanya karena membalas dendam anaknya yang dibunuh Shen Li.


Sesaat setelah itu, Long Dian dan Mo Shen merasakan sebuah kekuatan yang begitu dahsyat melesat dengan cepatnya ke arah mereka. Sedangkan para pasukan yang pada umumnya tertinggi di tingkat Supreme Being merasa begitu sangat tertekan.


Long Dian dan Mo Shen yang berada di tingkatan True God saja masih terkena dampaknya meskipun sedikit.


"Benar-benar mengerikan" Gumam Long Dian sampai membuatnya sedikit ragu untuk melawan Shen Li atau tidak.


"Apa kamu takut?! hehh, pecundang!" Kata Mo Shen menghina Long Dian.


"Apa yang kamu katakan bajin*an?! Tidak ada yang bisa membuatku takut di Alam Semesta Rendah ini!" balas Long Dian mengepalkan tangannya erat-erat sembari melihat Mo Shen.


"Dia datang!!"


Swushh!!


Drrtt! Drrt!


Sesosok manusia bersayap putih panjang dengan cakram energi dibelakangnya datang dengan membawa aura yang begitu besarnya. Semua orang yang berada disana mulai ketakutan untuk melawan Shen Li itu.


"LONG DIANN!!! DIMANA KAU KEPA*AT?!!" Shen Li berteriak dengan amarah yang meledak-ledak tak ingin berbasa-basi lagi.


"Hahaha! Dasar tikus sialan! beraninya kamu menghinaku!!" balas Long Dian.


Shen Li yang melihat sosok Long Dian mulai memancarkan aura dendam yang begitu pekat sampai-sampai dirasakan seluruh makhluk disana.


Shen Li hanya melihat ke arah Long Dian sesaat, perhatiannya teralihkan saat melihat 2 tubuh penuh luka tak bernyawa begitu ia kenali.


Ia mulai meneteskan air matanya lalu menghilang dari tempatnya berada, dan dengan tiba-tiba telah berada di belakang Mo Shen untuk mengambil kedua mayat itu dan menghancurkan rantainya.


Semua makhluk yang ada di sana tidak ada yang bisa menyadari pergerakan Shen Li yang begitu kuatnya.


Gulp!!


Long Dian, Mo Shen, dan Seluruh pemimpin ras utama menelan ludah mereka karena ngeri. Mereka sungguh terkejut lalu menolehkan kepala mereka dengan perlahan dan mengetahui jika Shen Li telah berada di antara mereka dengan santainya.


"BAJING*N!!! AKU AKAN MENGHANCURKAN ALAM SEMESTA BODOH INI!!!"


DEG!!


***

__ADS_1


__ADS_2