Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Tapak Ashura!


__ADS_3

Shen Li dan Shen Kai kemudian berjalan kearah meja di sudut ruangan itu. Banyak tatapan sinis dan serakah saat mereka berjalan melewati para pelanggan di restoran itu.


Tentu saja mereka tidak menghiraukannya, tetapi orang-orang yang merasa diabaikan itu semakin marah dan benar-benar berniat mencelakai Shen Li.


Shen Li terus saja menenangkan amarah Shen Kai, layaknya seorang ibu pada anaknya. Sebenarnya dia juga ingin marah tetapi karena dia tidak ingin membuat masalah mau tidak mau ia hanya menahannya, kecuali jika orang lain yang memulainya, pastinya ia akan membela diri sebagai alasan.


Setelah selesai dengan acara makannya, mereka berdua kemudian beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Tetapi malah ia mendapati sedikit gangguan saat para lelaki itu mengganggunya.


Salah seorang lelaki dengan sengaja menjulurkan kakinya, dengan harap mampu membuat malu Shen Li. Tetapi hal yang tak ia duga terjadi, saat kaki Shen Li menyandung kaki lelaki itu, yang ada adalah kaki lelaki itu patah.


"Arghh!" teriak lelaki itu saat kakinya patah.


Sedangkan para lelaki yang lain hanya bisa terkejut dan sedikit takut, karena bagaimanapun lelaki yang mengganggu Shen Li tadi adalah yang terkuat dari mereka semua.


"Bajin*an!! beraninya kamu mematahkan kakiku!!" kata lelaki itu.


"Aku tidak bersalah, karena aku melihat kakimu yang dengan sengaja ingin menjegalku. Aku tentu tidak siap menghindarinya, tetapi tak kusangka kakimu begitu rapuh" balas Shen Li memprovokasi.


"Kepa*at kau bajin*an!! Aku adalah murid inti sekte singa api! jika kamu beruruaan denganku maka sekte singa api akan memburumu!" balas lelaki itu ingin menakut-nakuti Shen Li.


"Ohh benarkah?! kebetulan sekali" Ucap Shen Li yang kemudian bergerak dengan cepat mematahkan kedua kaki dan tangan orang itu dan diakhiri menotok pita suara agar lelaki itu tidak terlalu berisik.


Kejadian itu berlalu begitu cepat, sehingga semua orang yang berada di dalam ruangan itu tidak menyadarinya, dan hanya menyaksikan akhir peristiwa itu dimana tubuh lelaki itu sudah dibuat lumpuh dengan cepatnya.


Semua orang merasa ketakutan dengan kekuatan Shen Li, mereka dengan cepat membuang jauh-jauh pikiran untuk mencelakainya.


Sedangkan Shen Li dan Shen Kai? Mereka tak acuh sama sekali. Kemudian Shen Li menyeret orang itu dengan santainya tanpa berbelas kasih sedikitpun. Ia berjalan menuju kasir untuk membayar makanannya.


Shen Li langsung mengeluarkan sekantung kristal roh yang berjumlah 400, "Sisanya untukmu, dan jangan menolak! Dan aku meminta maaf dengan keributan ini." kata Shen Li yang kemudian menyeret lelaki itu keluar diikuti oleh Shen Kai.


Wanita itu yang mendengar perkataan Shen Li bergegas memeriksa isi di dalamnya, sesaat setelah memeriksanya, ia akhirnya menyadari jika lelaki itu adalah lelaki yang sama dengan 6 tahun yang lalu. Seketika ia merasa ketakutan karena mengetahui kekuatan tidak masuk akal Shen Li. Dan segera membuang perasaannya yang dulu timbul karena Shen Li juga.


Tingkat kultivasi Shen Li saat ini memang telah turun drastis ke tingkat True God ⭐ 5 dari Supreme Being Rendah karena ulah Han Ji dulu. Tetapi mengingat fondasi tubuhnya yang telah mencapai tingkat Dou Zun, ia bisa melawan seorang Supreme Being tingkat puncak.


Mereka bertiga kemudian berjalan dengan santai melewati jalanan kota kerajaan. Tentu saja hal itu sangat menarik perhatian orang-orang yang ia lewati.


Karena semua orang itu tahu jika lelaki itu adalah murid inti skete singa api dan murid langsung dari sang Patriark. Banyak dari mereka yang merasa kasihan dengan Shen Li karena berani berurusan dengan sekte singa api, tetapi juga tidak sedikit yang merasa senang saat melihat lelaki pembuat onar itu mendapatkan balasannya.


Sekte Singa Api


Di depan gerbang masuk sekte, nampat terjadi sedikit keributan yang diakibatkan oleh dua orang asing yang telah menghajar para murid sekte yang bertugas jaga kala itu. Kedua orang itu tak lain adalah Shen Li dan Shen Kai, tak lupa lelaki yang masih Shen Li seret kerah baju belakangnnya.


Kejadian tersebut sontak membuat para muris dan petinggi sekte heboh dan merasa marah. Mereka menanyakan apa sebab dibalik perbuatan mereka itu.


Akhirnya seorang tetua yang terlihat cukup bijaksana, keluar menemui Shen Li dan Shen Kai.

__ADS_1


"Mohon maaf tuan sekalian, ada apa gerangan tuan sekalian memukuli para murid Sekte Singa Api?" tanya tetua itu yang tak ingin salah mengambil tindakan.


Melihat kesopanan tetua itu membuat pikiran Shen Li dan Shen Kai sedikit berubah yang awalnya ingin meratakan Sekte Singa Api itu tetapi ia mengurungkan niatnya.


"Aku hanya ingin membantu tetua sekalian mendisiplinkan para siswa Sekte Singa Api yang telah bertindak kurang ajar ini" ucap Shen Li tanpa ragu.


Tetua yang menyadari ada murid inti yang telah babak belur sedikit terkejut dan tersenyum, ia menyadari mengapa kedua orang itu berbuat seperti itu. Ia tentu mengetahui siapa murid inti itu, dia adalah murid langsung dari Patriark yang suka berbuat onar di masyarakat sehingga membuat nama Sekte Singa Api menjadi buruk.


"Ternyata dia, kalau begitu-.."


"Dasar bajin*an!!" Sebuah suara terdengar memotong ucapan tetua itu, yang tak lain berasal dari patriark Sekte Singa Api.


Sedangkan tetua itu hanya menghela nafas, karena mengetahui sifat Patriarknya yang mudah marah dan arogan. Pada awalnya ia ingin segera menjauhi kedua orang itu dan berharap bisa membangun hubungan kerjasama karena dia mengetahui seberapa kuat mereka.


Shen Li dan Shen Kai yang mendengar ucapan Patriark itu hanya diam dengan ekspresi biasa lalu melihat le arah sumber suara.


"Kamu apakan murid kesayanganku?! Lepaskan dia maka aku akan mengampuni kalian" Ucap Patriark dengan marahnya.


"Mengampuni? memangnya kamu siapa? datang tanpa permisi lalu berteriak seperti orang gila saja" ucap Shen Kai yang memprovokasi.


Patriark yang mendengar hinaan tersebut sangat marah lalu mengeluarkan aura puncaknya tingkat Immortal ⭐ 4.


Tentu saja hal itu tidak berdampak bagi mereka berdua. Shen Li kemudian menjentikkan jarinya,


Aura yang dikeluarkan oleh patriark itu menghilang karena ulah Shen Li yang mengendalikan energi alam untuk menghilangkan aura itu, tetapi hal ini hanya bisa ia lakukan jika orang itu berada di tingkatan dibawahnya saja.


Semua orang yang berada disitu sangat terkejut, terutama adalah tetua tadi. Shen Kai juga tidak kalah terkejut tapi ia dengan segera menyembunyikan keterkejutannya saat mengetahui tuannya bisa mengendalikan energi alam.


"Jika kamu ingin berbuat onar seperti murid sampahmu ini, maka jangan disini! Aku tidak ingin ada keributan di sini." Ucap Shen Li yang kemudian menyerahkan lelaki yang telah dihajarnya pada Shen Kai. "Aku titip sampah dulu ini sebentar" ucapnya.


Patriark yang mulai merasakan ketakutan itu sebenarnya tidak ingin berurusan dengan Shen Li, tetapi karena amarah dan sifat arogannya ia dengan lantang menantang Shen Li.


"Baiklah aku terima tantanganmu!!" ucap Patriark itu lantang.


Sedangkan tetua yang tadi hanya menyayangkan tindakan Patriarknya yang begitu bodoh, ia menyadari akan suatu hal buruk akan menimpa orang itu.


Ctik!!


Shen Li dan Patriark itu dengan tiba-tiba menghilang dari tempat tadi yang mengejutkan kembali orang-orang di sana kecuali Shen Kai.


"Mohon maaf tuan, sebenarnya apa yang akan dilakukan teman tuan tadi?" tanya tetua itu memberanikan diri pada Shen Kai.


"Seharusnya kamu mengetahuinya bukan? Jika tuan mudaku berbaik hati mungkin Patriark bodohmu itu hanya akan dibuat terluka parah" balas Shen Kai.


Tetua yang mendengar hal itu hanya menundukkan kepalanya pasrah akan kejadian yang akan terjadi sebentar lagi, ia merasa jika harapannya untuk bekerjasama dengan kedua orang itu.

__ADS_1


Sedangkan Shen Kai yang melihat itu hanya bisa tersenyum lembut seperti mengetahui apa yang ada di pikiran tetua itu.


Tempat Pertarungan.


Di sebuah pegunungan yang jauh dari kota kekaisaran, ada dua orang lelaki yang sepertinya ingin bertarung.


Patriark yang sangat terkejut karena tiba-tiba bisa sampai ke tempat itu, mulai ketakutan lalu spontan merubah dirinya menjadi seperti raksasa dengan tinggi 50 meter.


Shen Li yang melihat itu hanya terkekeh kecil karena ketakutan dari Patriark itu.


"Oi, apa kamu tidak ingin bermain-main terlebih dulu?" tanya Shen Li menghina.


"Dasar bajin*an!! tak perlu berbasa-basi lagi! aku akan membunuhmu!!" kata Patriark itu kemudian langsung bergegas menyerang Shen Li dengan membabi-buta.


Shen Li yang mendapati ia diserang hanya menghindar saja tanpa membalasnya. Hingga akhirnya karena ia merasa bosan dengan segera ia mengangkat tangannya ke arah langit.


"Tapak Ashura!!"


Seketika muncul sebuah Lingkaran energi berbentuk cakram yang begitu besar di langit pegunungan itu, tak lama kemudian muncul sebuah tangan raksasa yang mengandung energi begitu kuat melesat ke arah Patriark itu berada.


Patriark yang menyadari adanya serangan kuat dari sebuah telapak tangan raksasa hanya bisa menahannya saja tanpa bisa membalas.



Boommm!!


Duarr!!


Suara yang memekakkan telinga terdengar begitu kerasnya sampai ke kota kerajaan. Sedangkan Shen Kai dan Tetua yang mendengar itu hanya bisa menelan ludah mereka saja.


Gunung yang menjadi tempatnya berpijak seketika hancur, karena tak bisa menahan kekuatan serangan Shen Li.


Tubuh Patriark itu tertanam ke tanah dengan begitu dalamnya, dan mati! Setelah itu jurus yang Shen Li keluarkan ia hilangkan.


Gunung-gunung yang hancur tadi seketika mengubur tubuh Patriark itu, dan menjadikan pemakaman baginya.



...Shen Li...



...Shen Kai...


***

__ADS_1


__ADS_2