
Suara tangisan rindu seketika pecah saat Shen Li menghamburkan dirinya memeluk ayah dan ibunya.
"I-Ini benar ka-kamu Li'er?" tanya Yui Ran Qui yang masih terkejut saat mendapati anaknya yang dikabarkan sudah tiada kini tengah memeluknya.
Mendapati pertanyaan itu, Shen Li sedikit mengendurkan pelukannya sembari melihat ibunya yang masih terbaring di tempat tidurnya.
"Apakah ibu tidak mengingat anaknya yang tampan ini?" Goda Shen Li saat melihat ibu dan ayahnya masih kebingungan.
"Dia memang anak kita Qui'er" Ucap Shen Qi pada istrinya, seketika dia kembali menangis bahagia.
Mereka bertiga, kemudian kembali saling berpelukan melepaskan rasa rindu yang merrka rasakan beberapa waktu ini.
Jia Ru dan anaknya yang melihat itupun ikut merasakan perasaan hangat, tak terasa mereka sampai ikut meneteskan air mata.
Perasaan bahagia sangat terukir jelas di raut wajah orang tua Shen Li, terutama untuk ibunya. Sudah sepantasnya seorang ibu sangat menyayangi anaknya.
Setelah beberapa waktu yang cukup lama, mereka bertiga saling melepaskan pelukan. Nampak wajah berseri dan bingung diwaktu yang sama.
"Aku tahu apa yang ayah dan ibu pikirkan. Aku akan menjelaskannya" Ucap Shen Li.
Ia lantas menjelaskan semuanya sama seperti saat memberi penjelasan pada Jia Ru dan Jia Yu. Tentang bagaimana ia bisa kembali, bagaimana kejadian sebenarnya, dan tentu saja mengapa fisiknya bisa berubah total seperti ini.
Cukup lama Shen Li menjelaskan, karena setiap penjelasan darinya selalu mendapat pertanyaan entah itu dari ibu maupun ayahnya, tetapi dengan sabar ia menjawabnya.
Nampak perasaan mereka berdua semakin bahagia mendengar jawaban anaknya, akan tetapi raut wajah mereka berubah menjadi marah saat mendengar siapa yang sebenarnya telah mencelakai putra mereka.
Sebenarnya Shen Li enggan memberitahu hal ini sebelum ia menyembuhkan ibunya, tetapi karena desakan dari sang ibu mau tidak mau ia terpaksa menjelaskannya.
Raut wajah Shen Qi sangat marah, ia hampir saja melepaskan auranya yang berada di ranah raja ⭐ 7. Tetapi dengan segera hal itu dicegah oleh Jia Ru, mengingat sifat Shen Qi yang mudah marah jika terkait dengan keluarganya.
"Tenanglah Shen Qi, anakmu sekarang sudah cukup kuat untuk membela dirinya sendiri" ucap Jia Ru.
"Hufft, maafkan aku yang hampir hilang kendali" balas Shen Qi sembari mengatur nafasnya.
"Li'er, Maukah kamu menemani ibu?" ucap Yui Ran Qui meminta dengan wajahnya yang pucat.
"Tentu saja ibu, tapi sebelum itu Shen Li ingin ibu menuruti permintaanku" Ucapnya.
"Baiklah jika itu yang Li'er mau, ibu akan menurut saja" balasnya.
Shen Li kemudian tersenyum hangat menatap ibunya.
"Ayah, Bisakah aku meminta tolong pada ayah?" pinta Shen Li.
"Tentu saja anakku, apa yang kamu mau?" Balas Shen Qi.
"Aku hanya meminta tolong untuk mengambilkan wadah tempat minum saja" Sahutnya.
__ADS_1
"Itu saja? baiklah tunggu sebentar" Shen Li lantas beranjak mengambil wadah tempat minum.
Tak lama kemudian, ia sudah kembali dengan tempat minum dibawanya.
"Ini Li'er" ucapnya sembari memberikannya pada anaknya. "Apa yang ingin kamu lakukan?" tanyanya.
"Ayah lihat saja sebentar" balas Shen Li singkat.
Ia lantas mengambil pil penawar racun dan air surgawi dari cincin penyimpanannya. Seketika semerbak aroma yang sangat wangi menyebar di kediaman Patriak yang membuat seluruh penghuni bertanya-tanya, dari mana asalnya aroma wangi ini.
Sementara itu, di dalam kamar Shen Li semua orang yang di dalam ruangan itu merasakan tekanan dari pil tingkat ilahi yang sudah ditingkatkan.
Mereka tak percaya saat mereka melihat sebuah pil tingkat ilahi dimiliki Shen Li. Sementara Shen Li tak menghiraukan ekspresi mereka semua dan dengan segera menuangkan air surgawi ke tempat minum.
Setelah itu, ia melarutkan pil tingkat ilahi ke dalam air surgawi itu, tak lupa ia memberikan setetes dari energi primordialnya.
"Ibu minumlah." Ucap Shen Li yang membantu ibunya untuk bersandar di tempat tidur.
Ibunya yang menerima permintaan Shen Li itu hanya mengangguk kemudian meneguk obat itu.
Seketika tubuh Yui Ran Qui terpancar cahaya yang tak begitu terang tetapi cukup menyilaukan. Nampak raut wajahnya mulai kembali segar, tubuhnya mulai kembali cerah. Dan ajaibnya kultivasinya juga meningkat 2⭐, dari sebelumnya di ranah raja ⭐ 5, sekarang menjadi raja ⭐ 7.
Ketiga orang yang tak lain adalah Shen Qi, Jia Ru dan Jia Yu sangat terkejut. Mereka tak mengira bahwa penyakit yang diyakini tak ada penawarnya itu, sekarang sudah sembuh total di depan mata mereka semua.
Shen Qi yang melihat istrinya sudah sembuh, kini tak terasa air mata mulai mengalir dari matanya. Ia kemudian perlahan berjalan mendekati istrinya, dan langsung memeluknya.
Suasana haru dan bahagia kembali terjadi di dalam ruangan.
"Terimakasih Li'er!" ucap Yui Ran Qui sembari menangis tersedu.
Setelah sesaat kemudian mereka bertiga mulai melepaskan pelukan.
"Ibu, Ayah, jika aku bilang aku ingin membalaskan dendamku, bagaimana tanggapan kalian?" ucap Shen Li dengan sedikit enggan.
Shen Qi dan istrinya yang mendengar itu hanya saling menatap kemudian tersenyum.
"Terserah dengan apa yang akan kamu lakukan Li'er, karena ayah dan ibu yakin kamu sudah bisa memikirkannya dengan baik" Ucap Shen Qi. "Kami akan selalu mendukungmu, jika kamu kesulitan mintalah bantuan pada ayah dan ibu" lanjutnya.
Mendengar jawaban itu seketika wajah Shen Li kembali cerah, "Terimakasih ibu! ayah! Aku akan melakukannya dengan hati-hati, aku juga sudah memikirkan baik dan buruknya. Dan aku rasa aku perlu melakukannya jika tidak, aku merasa semua akan semakin buruk kedepannya" ucap Shen Li memberi penjelasan.
"Terserah padamu anakku, kami percaya dengan keputusanmu. Bahkan jika kamu ingin menjadi Patriark klan sekarang, dengan senang hati ayah akan melakukannya, hahaha!" balas Shen Qi dengan sedikit tertawa.
"Ah sudahlah ayah! ayah hanya melebih-lebihkanku saja" balas Shen Li.
Kecerdasan dan kebijaksanaan Shen Li memang sudah terkenal se-antero kota kekaisaran Dao ini. Ia terkenal dengan banyaknya ia memecahkan masalah kecil sampai besar, bahkan dulu sempat ia ditawari oleh kaisar untuk menjadi menantunya dan tentu saja ia menolaknya.
"Tapi aku harap ayah akan menyembunyikan keberadaanku saat ini dulu sampai aku membersihkan semua pengacau di Klan." Ucap Shen Li lagi.
__ADS_1
"Pengacau? siapa maksudmu Li'er?" Tanya Shen Qi kebingungan, karena bagaimanapun ia belum mengetahui bahwa akan ada pemberontakan untuk melengserkannya dari jabatan Patriark klan.
Shen Li yang mendengar jawaban ayahnya itu mengerutkan keningnya, lalu menatap ke arah paman Ru.
Seakan mengetahui apa yang ada dipikiran Shen Li, Jia Ru hanya menggeleng kecil lalu berkata, "Ayahmu belum mengetahuinya Li'er"
Shen Li yang mendengar itu mengangguk paham sembari menjawab ucapan pamannya itu, "Jadi begitu, bisakah paman?" tanya Shen Li meminta paman Ru untuk menjelaskan pada ayahnya.
"Hahh, baiklah!" balas Jia Ru.
Shen Qi yang melihat tingkah mereka berdua hanya bisa kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Shen Li lantas menatap ke arah Jia Yu, untuk meminta tolong padanya.
Jia Yu yang mengerti arti tatapan Shen Li itu hanya bisa menjawab lembut, "Baiklah Shen Li". Ia lantas berjalan mendekati Yui Ran Qui yang sedang duduk bersama Shen Li di tepi tempat tidur.
"Ibu, mari ikut bersamaku dulu keluar. Mari kita makan, aku akan memasakkan ibu.", Jia Yu sebenarnya malu untuk memanggil Yui Ran Qui dengan panggilan ibu, tetapi karena permintaan dari Yui Ran Qui sendiri, mau tak mau ia hanya menurutinya.
Yui Ran Qui yang mendengar ajakan Jia Yu hanya mengangguk paham dengan maksud dari ajakan Jia Yu. Ia mengetahui bahwa akan ada pembicaraan penting, sehingga ia hanya bisa mengalah dan menunggu ada yang menjelaskan padanya.
Setelah itu Jia Yu beranjak keluar menuju ruang makan bersama Yui Ran Qui.
Melihat Jia Yu dan ibunya telah pergi, Shen li lantas menjentikkan jarinya untuk membuat array pelindung untuk mencegah kebocoran aura seakan mengetahui ekspresi apa yang akan dikeluarkan ayahnya.
Ctikk!
Setelah array terbuat, Shen Li menatap ke arah Jia Ru lalu mengangguk.
"Li'er?! sejak kapan kamu bisa membuat array tingkat tinggi?!" tanya ayahnya dengan wajah terkejut dan penasaran.
"Aku akan menjelaskannya nanti ayah. Sekarang ayah dengarkan dulu penjelasan dari paman Ru" ucapnya.
"Baiklah aku akan menceritakannya" Ucap Jia Ru memasang ekspresi serius, kemudian menjelaskan semua hal yang berkaitan dengan pemberontakan yang akan terjadi.
Shen Qi yang melihat ekspresi Jia Ru juga ikut memasang wajah serius dan khawatir.
Setelah 1 jam menjelaskan panjang lebar, tiba-tiba saja aura puncak tingkat raja ⭐ 6 keluar dari Shen Qi. Ia sangat-sangat marah mengetahui bahwa akan adanya pemberontakan yang akan dilakukan oleh Tetua Kedua dan Keempat padanya.
Jia Ru dan Shen Li tidak merasa tertekan dengan aura yang dikeluarkan Shen Qi. tetapi Shen Li berpura-pura tertekan agar mereka berdua di ruangan itu tidak curiga padanya. Karena bagaimanapun sebenarnya Shen Qi lah yang terlemah di ruangan itu.
"A-ayah, tarik kembali auramu!" ucap Shen Li berakting tertekan.
"Ah?! maafkan ayah Li'er." Shen Qi kemudian menarik dengan cepat auranya kembali.
"Aku tidak menyangka semua ini akan terjadi, bagaimanapun kita bertiga harus memberikan pelajaran pada mereka!" Ucap Shen Qi dengan tegas
***
__ADS_1