
Shen Li yang ditinggalkan oleh kedua orang itu masih mengambang di luasnya lautan bintang.
Tak lama kemudian, tubuh Shen Li bersinar cukup terang. Lalu muncul sesosok pria yang sangat mirip dengan penampilan asli Shen Li tetapi lebih dewasa dan auranya begitu kuat dan berwibawa agung.
Lelaki itu menatap Shen Li dengan senyuman hangatnya, lalu menyelimuti seluruh tubuh Shen Li dengan energi berwarna putih yang bersinar terang, kemudian menghilang dari tempat itu.
Lelaki itu tak lain adalah Zhang Li Quan, sosok yang bersembunyi di dalam tubuh Shen Li selama ini.
Sementara Kai Shan Li, adalah sistem milik Shen Li, yang ternyata adalah jiwa dari Kaisar Alam Semesta Rendah yang memilih Shen Li sebagai tuannya. Lalu kemana ia membawa Han Ji tadi? tentu saja ke dalam dunia jiwa milik Shen Li. Ia akan menginterogasinya, atau lebih tepatnya menyiksanya.
Lalu sebenarnya siapa Zhang Li Quan? Mengapa Kai Shan Li yang seorang Kaisar Alam Semesta begitu hormat padanya?
Bintang Sirius, Alam Semesta Menengah
Di sebuah lautan tanah lapang yang ditumbuhi banyak rerumputan, dengan tiba-tiba muncul dua orang yang tak lain adalah Zhang Li Quan dan Shen Li yang babak belur.
Tetapi sebelum itu, Zhang Li Quan telah mengubah penampilannya menjadi seorang pria tua berambut putih dan jenggot yang sepanjang dada.
Ia dengan segera menyembuhkan seluruh tubuh Shen Li yang terluka parah, tetapi tidak dengan energi chi milik Shen Li. Karena energi miliknya itu telah menghilang dari tubuhnya, atau lebih tepatnya di curi oleh Han Ji.
Sedangkan alasan mengapa energi primordial milik Shen Li tidak bisa ia gunakan karena Zhang Li Quan yang menyegelnya agar tidak diketahui oleh Han Ji dan Long Dian.
Tak lama kemudian setelah mengobati seluruh luka Shen Li, Zhang Li Quan membawa Shen Li untuk pergi ke arah gunung yang berada di tengah-tengah hutan kematian di Bintang Sirius.
Mengapa dikatakan sebagai hutan kematian? karena di hutan tersebut terdapat banyak sekali monster-monster kuat dengan berbagai tingkatan. Tetapi tentu saja itu tidak menghalangi jalan Zhang Li Quan, karena semua monster yang merasakan auranya saja seketika akan mati.
Ia mencari sebuah gua di kaki gunung itu, untuk tempat beristirahat.
Setelah menemukan sebuah gua yang cukup layak menurutnya, ia lantas memasukinya lalu merebahkan tubuh Shen Li di batu yang cukup besar dalam gua.
Shen Li masih belum sadar meski seluruh luka yang dialaminya sudah sembuh. Karena ia telah menghadapi pertarungan hidup dan mati melawan seseorang yang ranahnya begitu jauh darinya.
Ini mungkin akan menjadi pembelajaran bagi Shen Li kedepannya untuk lebih bisa mengontrol kekuatan miliknya.
Zhang Li Quan yang kemudian duduk di dinding gua itu hanya menatap wajah Shen Li dengan tatapan kagumnya, ia merasa tidak salah memilih jika penerusnya adalah Shen Li. Tetapi ia menyadari bahwa beban yang akan Shen Li pikul nanti begitu besar, dan berkeinginan melatih Shen Li.
Tak lama kemudian muncul seorang pria paruh baya yang tak lain adalah Kai Shan Li yang sudah mengubah penampilannya menjadi masa mudanya.
"Salam Yang Mulia" Ucap Kai Shan Li atau yang diberi nama oleh Shen Li, Shen Kai, memberi hormat dengan berlutut pada Zhang Li Quan.
"Jangan terlalu formal begitu Shen Kai, kamu tahu bukan aku sangat tidak suka jika ada yang berlutut padaku. Berdirilah!" Balas Zhang Li Quan dengan lembut.
"Maafkan kesalahan hamba Yang Mulia, Terimakasih" Ucap Shen Kai yang kemudian bangun.
__ADS_1
Shen Kai kemudian membuat api unggun menggunakan kekuatannya untuk menerangi dalam gua itu dan juga membuat array formasi pelindung di mulut gua.
Setelah selesai melakukan tugasnya Shen Kai kemudian berjalan mendekati Zhang Li Quan.
Zhang Li Quan yang melihat Shen Kai mendekatinya kemudian berkata, "Duduklah Shen Kai aku ingin mengatakan sesuatu padamu" Ucapnya sembari menepuk-nepuk batu di sampingnya memberi isyarat Shen Kai untuk duduk.
Sedangkan Shen Kai yang melihat itu terlihat enggan, karena ia merasa ia tidak sepantasnya duduk di samping seseorang yang sangat Agung. Tetapi karena desakan dari Zhang Li Quan mau tidak mau ia duduk juga.
"Terimakasih banyak Yang Mulia" ucap Shen Kai.
"Sudahlah kamu terlalu formal denganku aku sangat risih dengan hal itu, bersikaplah biasa saja denganku, ini perintah!" ucap Zhang Li Quan dengan tegas.
Shen Kai yang menerima perintah itu hanya bisa pasrah dengan sikap Zhang Li Quan, tetapi ia juga sangat kagum dengannya yang memiliki kedudukan tinggi tetapi tidak gila hormat.
Zhang Li Quan yang melihat tingkah Shen Kai hanya tersenyum puas dengannya.
"Kau tahu bukan, sekarang kita tinggal di dalam tubuh tuan yang sama, jadi anggap saja aku sebagai temanmu, panggil aku Li Quan" ucap Zhang Li Quan.
"Ba-baiklah Li-Li Quan" ucap Shen Kai dengan takut dan gugup karena ia merasa begitu sangat tidak sopan dengan Zhang Li Quan, tetapi karena desakannya ia hanya bisa pasrah.
"Ayolah, kamu tidak perlu takut. Ini semua kita perlukan demi meyakinkan Shen Li nantinya agar tidak curiga, kita harus terlihat seperti seorang teman dekat saat di depannya nanti." ucap Li Quan.
"Hahh, baiklah saya menyerah menghadapi anda" Balas Shen Kai pasrah.
"Hahaha! baiklah. Shen Li tidak akan bangun setidaknya 3 bulan, karena ulah dari Han Ji itu seluruh energi chi miliknya sudah tidak ada. Dan untuk energi primordialnya aku sengaja menyegelnya karena ia masih terlalu ceroboh dalam menggunakannya, takutnya nanti akan ada sosok yang lebih kuat dari Long Dian yang memburunya" ucap Li Quan.
"Jadi seperti itu" ucap Shen Kai yang mengepalkan erat tangannya marah, karena perbuatan Han Ji tuannya harus kehilangan energi yang sangat kuat.
Ia sebenarnya sudah menyiksa Han Ji di dalam dunia jiwa Shen Li, tetapi ia masih merasa belum cukup.
"Apakah nanti Long Dian akan mengetahui bahwa anak buahnya menghilang?" tanya Li Quan.
"Anda tidak perlu khawatir, karena ia adalah seseorang yang menganggap para bawahannya sebagai alat saja. Dan juga saya mengetahui bahwa chi milik tuan Shen Li yang Han Ji curi sudah ia dapatkan, karena saat Han Ji menggunakan teknik pencuri energi, sebenarnya energi itu langsung di terima oleh Long Dian. Oleh karena itu, karena tujuannya sudah tercapai, ia tidak lagi peduli dengan bawahannya." ucap Shen Kai menjelaskan pada Li Quan.
"Jadi seperti itu, baiklah kalau begitu. Aku berencana untuk melatih tubuh Shen Li saat ia sadar nanti, agar ia mampu mengendalikan energi primordialnya dengan sempurna, tetapi ini cukup beresiko mengingat Shen Li hanya akan mengandalkan tubuh fisiknya saja" Ungkap Li Quan menjelaskan maksud sebenarnya.
"Anda tidak perlu khawatir tuan Li Quan, karena saya yakin tuan Shen Li mampu menghadapi pelatihan tuan" balas Shen Kai.
"hahaha! kau benar, aku sampai lupa bahwa dia adalah anak yang memiliki keteguhan hati yang kuat. Aku jadi semakin ingin melatihnya nanti" ucap Li Quan.
Setelah itu, Li Quan dan Shen Kai terus membicarakan hal-hal penting lainnya yang mereka rencanakan untuk masa depan Shen Li nantinya.
3 Bulan Berlalu.
__ADS_1
Pagi hari ini, tubuh Shen Li sedikit demi sedikit mulai sadar. Shen Li kemudian membuka perlahan matanya dan mendapati bahwa ia berada di sebuah gua.
"Argh! Dimana aku?!" Ucap Shen Li bingung.
Shen Kai dan Li Quan yang sedang keluar gua untuk mencarikan makanan bagi Shen Li, segera kembali ke gua saat merasakan kesadaran Shen Li yang pulih. Karena bagaimanapun kedua orang itu, kesadarannya telah bergabung dengan kesadaran milik Shen Li.
Shen Li yang duduk di tempatnya tidur mulai melihat kedua tangan dan tubuhnya, karena ia menyadari tidak bisa merasakan energi mengalir dalam tubuhnya. Ia merasa sangat sedih dan kecewa akan hal itu.
Tetapi seketika perasaan itu berubah menjadi kewaspadaan saat 2 orang berjalan mendekatinya, yang tak lain adalah Li Quan dan Shen Kai yang selesai berburu.
"Siapa kalian?!" tanya Shen Li sedikit ketakutan.
"Hahaha! Syukurlah kamu sudah sadar anak muda" ucap Li Quan.
"Tuan, apa tuan masih merasa sakit?" tanya Shen Kai khawatir.
Shen Li yang mendengar suara Shen Kai kemudian menaikkan alis kanannya karena bingung.
"Ah?! maafkan aku anak muda, mari kita makan dulu. Nanti aku akan menjelaskan kebingunganmu" ucap Li Quan yang menyadari kebingungan Shen Li.
Shen Li hanya mengangguk paham, lalu ikut untuk membakar daging rusa yang cukup besar hasil buruan Shen Kai dan Li Quan.
Setelah matang Shen Li lantas menyantap daging rusa itu dengan lahapnya. Karena selama 3 bulan ia tidak makan sama sekali.
Li Quan dan Shen Kai yang melihat tingkah Shen Li hanya tersenyum hangat dan senang. Shen Li yang sadar akan pandangan kedua orang itu menjadi tidak enak hati.
"Maafkan aku tingkahku yang tidak sopan ini pak tua dan tuan" Ucap Shen Li yang merasa bersalah atas sikapnya.
"Hahaha! jangan kamu pikirkan itu anak muda, makanlah sepuasmu dan jika kurang dia akan mencarikan lagi daging rusa yang lebih besar" ucap Li Quan menatap Shen Kai, yang mendapat jawaban anggukan Shen Kai tanda setuju.
"Terimakasih pak tua" balas Shen Li kemudian melanjutkan menyantap makanannya.
Li Quan yang mendapati dirinya dipanggil 'pak tua' sama sekali tidak merasa tersinggung, ataupun marah. Justru ia senang mendapati ada orang yang berbicara akrab dengannya setelah ratusan juta tahun.
1 jam kemudian, mereka bertiga telah menyelesaikan acara makan mereka.
"Mohon maaf Pak tua dan tuan sekalian, sebenarnya kalian siapa? dan mengapa kalian begitu baik kepadaku? lalu apa kalian tahu mengapa saya bisa berada di sini?" ucap Shen Li dengan sopan.
Shen Kai dan Li Quan yang mendapat jawaban itu hanya terkekeh kecil karena kesopanan Shen Li.
"Aku akan memperkenalkan diri, Namaku Zhang Li Quan dan dia adalah Kai Shan Li" ucap Li Quan.
"Aku adalah sosok yang bersembunyi dalam tubuhmu dan sedangkan dia biasa kamu panggil dengan panggilan Shen Kai, sistem milikmu"
__ADS_1
***