
"Hoaammm.."
"Hoahh kenapa tidak ada yang membangunkanku"
Shen Li sudah bangun tidur sembari mengucek matanya yang masih lengket.
"Untung saja masih pagi. Aku takut jika ibu akan memarahiku"
Ia beranjak dari tempat tidurnya lalu pergi mandi membersihkan diri. Setelah itu, ia kemudian beranjak keluar dari kamar guna menyantap sarapan.
Setibanya di ruangan makan, dia tidak mendapati satu orangpun berada di sana.
"Aneh, mereka dimana ya? apa mereka tidak sarapan?" Shen Li berbicara sendiri dan nampak keheranan di wajahnya.
Shen Li memutuskan untuk pergi mencari ayah dan ibunya sembari berkeliling kediaman.
"Matahari juga masih berwarna jingga, belum terlalu tinggi"
Pada akhirnya ia melihat paman Ru tengah asyik memancing sendiri di kolam belakang kediaman. Sepintas ide licik terbesit dalam pikirannya, dan mulai menunjukkan raut wajah liciknya.
Shen Li kemudian berjalan mengendap-endap mendekati Jia Ru yang masih fokus dengan pancingnya sembari bersiul kecil. Ia kemudian membuat sebuah benang energi yang begitu tipis tetapi sangat kuat yang ia sangkutkan ke kail pancing Jia Ru.
Kemudian Jia Ru mendapati umpannya telah dimakan ikan lalu berusaha menaikkannya, nampak lengkungan pancingnya cukup tajam yang menandakan ikannya cukup besar.
"Hahaha, kita akan makan malam dengan ikan besar malam ini hohoho"
Akan tetapi hal tak terduga terjadi, Jia Ru justro mendapati dirinya diseret kesana-kemari di permukaan kolam yang luas itu layaknya perahu karena tingkah Shen Li yang usil.
Dia tertawa terbahak-bahak begitu puas di tepi kolam sampai-sampai perutnya menjadi kram. Jia Ru yang masih diseret kesana-kemari itu menyadari jika Shen Li tengah tertawa terbahak-bahak puas, ia pun menyadari jika iini adalah ulah Shen Li.
"Shrren Lrri!! Drrasar anrrak nrakral" Teriak Jia Ru yang mulutnya terus dibanjiri air kolam masuk.
Jia Ru pada akhirnya mencoba melepaskan diri dari ikatan Shen Li yang memang tidak terlalu kuat itu. Setelah berhasil ia pun segera menghilang dan muncul di tempat Shen Li.
Tuk!!
Tuk!!
Tuk!!
Shen Li mendapati pukulan telak di kepala dan wajahnya dari Jia Ru. Terlihat wajahnya menjadi jelek yang sudah penuh benjolan dan memar di matanya juga terlihat bibirnya membengkak layaknya bebek.
"Hahaha! Puas kau anak nakal! huhh!" Ucap Jia Ru senang karena berhasil membalas keusilan Shen Li tadi.
"Phamhan therlalu khejam" Ucap Shen Li tidak terlalu jelas karena bibirnya yang bengkak itu.
"Gundulmu! Siapa juga yang memulainya!" Balas Jia Ru mendengus.
Mereka berdua pada akhirnya tertawa bersama-sama, sejenak melupakan beban mereka masing masing. Shen Li kemudian menyembuhkan wajahnya yang sudah menjadi jelek karena ulah Jia Ru.
"Hei anak nakal, ada apa kamu kemari?" Tanya Jia Ru.
"Ehehehe, aku hanya sedang mencari ibu dan ayah saja, tetapi karena menemukan paman terlebih dulu kakiku menjadi otomatis berbelok ke arah paman" Balas Shen Li tanpa dosa.
"Beralasan lagi aku akan membuat wajahmu menjadi bebek, huhh." ucap Jia Ru sembari mengepalkan tangannya ke depan wajah Shen Li.
"Ehehehe, tidak-tidak jangan lakukan itu paman, apa paman tega memukuli aku yang tampan ini?" Balas Shen Li memelas tetapi menggelikan bagi Jia Ru.
"Li'er!!" Jia Ru mulai menggeram menahan amarahnya karena dipermainkan oleh Shen Li.
"Ehh, jangan paman. Ahaha" Shen Li menggaruk-garuk belakang kepalanya seperti orang tidak tahu salah.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya kamu kemari?" tanya Jia Ru.
"Aku hanya ingin bertanya pada paman, apa paman melihat ibu dan ayah pergi?" ucap Shen Li.
"Mereka sedang pergi ke istana kekaisaran karena undangan Sang Kaisar" balas Jia Ru.
"Ehh?! pagi-pagi begini?" Tanya Shen Li polosnya.
Sedangkan Jia Ru yang mendengar perkataan Shen Li menjadi geram dan terlihat urat-urat di wajahnya terlihat.
Tuk!
Tuk!
Tuk!
Shen Li kembali mendapati wajahnya menjadi jelek karena dipukuli oleh Jia Ru lagi.
"Pagi matamu! Ini sudah sore dasar anak nakal!" Kata Jia Ru yang masih mengepalkan tangannya dan terlihat asap masih terkepul.
Sedangkan Shen Li kembali tergeletak setelah dipukuli pamannya lagi, yang dengan segera ia menyembuhkannya dengan cepat karena terkejut dan langsung melumpat berdiri.
"Heh?! HEEHHH?!! Kenapa tidak ada yang membangunkanku?!" Teriak Shen Li sembari menggaruk kedua pipinya sampai berlutut.
"Kalian kejam tidak mengajakku sarapan" Lanjut Shen Li nampak murung di wajahnya seperti anak kacil.
"Hahaha! Kamu saja yang tidur seperti kerbau" Balas Jia Ru mengejek Shen Li.
Saat mereka tengah saling mengejek, Jia Yu datang ke tempat itu saat mendengar teriakan Shen Li yang kencang tadi.
"Shen Li, Ada apa?" Tanya Jia Yu nampak cemas.
"Huhuhu Yu'er, aku tidak diajak sarapan" Ucap Shen Li sembari merentangkan tangannya hendak memeluk Jia Yu. Tetapi buka Jia Yu yang berhasil ia peluk melainkan Jia Ru yang sudah memasang wajah garang ia dapati.
"Ahahaha, tidak paman tidak" Balas Shen Li yang perlahan mengendurkan pelukannya lalu sedikit melangkah mundur sembari tersenyum canggung.
Sedangkan Jia Yu yang melihat tingkah Shen Li hanya tertawa kecil dibuatnya.
"Hihihi, Shen Li ayo ikut aku. Aku akan memasakkan makanan untukmu" Ucap Jia Yu yang mengajak Shen Li dengan menggenggam tangannya.
Sedangkan Jia Ru hanya bisa memasang muka jelek karena tingkah keduanya. Shen Li kemudian beranjak pergi tetapi sebelum itu ia mengejek Jia Ru dengan menarik salah satu kelopak matanya lalu menjulurkan lidahnya, "Wlee!"
"Kau?! Dasar anak nakal! Huh" Jia Ru hanya bisa mendengus kesal karena ejekan Shen Li lalu berteriak saat mereka berdua hampir memasuki kediaman, "Kalian anak muda jangan sampai kebablasan".
Setelah itu, Jia Ru menggelengkan kepalanya sedikit sembari tersenyum, "Dasar anak muda hahaha" Gumamnya. Ia pun kembali melanjutkan acara memancingnya yang tertunda tadi karena ulah Shen Li.
Istana Kekaisaran Dao
"Patriark Shen Qi bagaimana dengan tawaranku?"
"Hahaha, mohon maaf jika saya lancang Yang Mulia Kaisar. Bukan maksid hati saya merendahkan tawaran anda, tetapi hal ini menyangkut anak saya, Shen Li, sehingga saya tidak bisa memutuskannya" Balas Shen Qi pada Kaisar.
Sebelumnya mereka berdua tengah berada di sebuah gazebo mewah di taman Istana Kekaisaran. Shen Qi mendapati tawaran kembali yang entah keberapa kalinya Sang Kaisar menawarkannya, tetapi dengan sabar ia menjawabnya sopan.
Shen Qi mendapatkan tawaran berupa perjodohan antara Shen Li dengan Putri Sang Kaisar. Tetapi Shen Qi juga memikirkan bahwa Shen Li telah memilih Jia Yu untuk menjadi calon istrinya, sehingga ia hanya bisa beralasan saja.
Sementara itu Yui Ran Qui juga mendapati pertanyaan yang sama dari Sang Permaisuri Kaisar, tetapi dengan sabar juga ia menolaknya halus serta memberikan jawaban dengan hati-hati jika Shen Li sudah memiliki calon istrinya sendiri.
Sang Permaisuri begitu terkejut dengan jawaban Yui Ran Qui, tetapi ia hanya bisa pasrah saja mengingat ia juga tidak bisa sepihak memutuskan perjodohan putrinya.
"Kalau boleh tahu siapa nama calon menantumu Yui Ran Qui" tanya Permaisuri.
__ADS_1
"Ahaha, apa Yang Mulia Permaisuri begitu ingin mengetahuinya? Kalau begitu saya akan memberitahukannya. Namanya Jia Yu anak dari Jia Ru." Balas Yui Ran Qui.
"Marga Jia?, bukankah itu Klan besar yang berasal dari Kekaisaran Han benua tengah?" gumam permaisuri menerka pikirannya.
"Ternyata seperti itu, baiklah. Ngomong-ngomong kapan kamu akan melangsungkan pernikahan mereka? kuharap nanti kamu mengundangku ya." Tanya Permaisuri sembari menggoda Yui Ran Qui.
"Entahlah Permaisuri, aku hanya bisa menunggu keputusan Li'er. Nanti pasti keluarga kami akan turut mengundang Keluarga Kekaisaran" balas Yui Ran Qui sopan.
Mereka akhirnya kembali melanjutkan percakapan mereka hingga nanti waktu matahari terbenam tiba.
Kediaman Klan Shen
"Hacuhhh! Srrpp. Hihh, kenapa aku bisa bersin? apa ada yang membicarakanku?" gumam Shen Li yang masih setia menunggu masakan Jia Yu matang.
Terdengar suara dari dalam perutnya mulai berdemo menuntut hak mereka.
"Tenanglah kawan, aku juga sedang berjuang" Ucap Shen Li sembari mengelus-elus perutnya yang sudah berdemo menuntut hak mereka.
"Shen Li, apa kamu sakit?" Jia Yu datang dengan membawa makanan yang aromanya begitu menggugah selera makannya.
"Tidak Yu'er, aku hanya terlalu lapar saja" ucap Shen Li.
Jia Yu hanya bisa cekikikan dengan tingkah Shen Li itu, ia pun akhirnya duduk di samping Shen Li lalu mulai menyuapkan makanannya.
"Shen Li, aaaa.." Ucap Jia Yu yang menyodorkan sendok berisi makanan untuk menyuapi Shen Li.
Shen Li hanya diam membisu tanpa membuka mulutnya sedikitpun. Nampak ia mulai menggembungkan kedua pipi putih mulusnya itu.
"Shen Li ayo makan, tadi kamu bilang sudah lapar" Ucap Jia Yu yang nampaknya juga mulai ikut ngambek menggembungkan pipinya.
"Apa itu panggilanmu pada calon suamimu?" dengus Shen Li memasang wajah memelas.
"Eh?! itu?! Emm" nampak raut wajah Jia Yu mulai memerah karena malu dengan pertanyaan Shen Li.
"Itu apa hmm?" tanya Shen Li menggoda Jia Yu.
"Ba-baiklah Li gege" ucap Jia Yu lirih yang wajahnya semakin merah.
"Hmm? apa?! aku tidak dengar." balas Shen Li yang tersenyum menang dalam hatinya.
"Li gege, berhentilah menggodaku" ucap Jia Yu dengan jelasnya yang dibalas senyuman merekah di wajah Shen Li.
"Hihihi, kamu tambah manis saat malu-malu seperti ini Yu'er" balas Shen Li menarik dagu Jia Yu perlahan untuk menatapnya.
Saat kedua mata mereka bertemu, keduanya terdiam untuk beberapa saat kemudian dengan segera Jia Yu mengucek-ucek wajah Shen Li yang semakin mendekat.
"Gege hentikan dan cepatlah makan" ucap Jia Yu mengalihkan pembicaraan dengan menyodorkan makanan.
"Gege, aaaaa?!! bukalah mulutmu" pinta Jia Yu.
Shen Li hanya menuruti kata-kata Jia Yu yang menyuapinya, nampak kemesraan mereka begitu lekatnya dan bahagia.
"Ehemm, wahai anak muda yang budiman/budiwati."
Sebuah suara terdengar mengejutkan kemesraan kedua pasangan muda mudi itu, yang tak lain dari Jia Ru yang membawa sebuah ikan yang cukup besar di tangannya.
Sontak keduanya begitu terkejut dan menjadi gelagapan. Jia Yu yang hendak menyuapkan makanan ke mulut Shen Li yang terbuka justru menyodorkannya ke arah kening Shen Li.
"Ehh?! gege! maafkan aku" Jia Yu dengan segera membersihkan wajah Shen Li yang kotor oleh makanan tadi.
Sedangkan Jia Ru hanya bisa terkekeh kecil padahal dalam hatinya ia begitu tertawa menang karena berhasil membalas kejahilan Shen Li tadi.
__ADS_1
Shen Li yang melihat itu hanya bisa mendengus kesal saat momen mesranya dengan sengaja diganggu oleh Jia Ru.
***