Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Pelelangan Kota Angsa Putih


__ADS_3

Pagi harinya, Shen Li yang masih terduduk di tangga depan penginapan dihampiri secara pribadi oleh Zian Ma.


"Tuan Shen Li, selamat pagi" sapa Zian Ma.


"Ah, Raja Zian Ma, selamat pagi kembali. Ada apa raja menemui saya di pagi hari seperti ini?" tanya Shen Li.


"Aku hanya ingin menyapa tuan Shen Li saja, dan mungkin ada satu hal yang ingin aku katakan pada Tuan Shen Li" Balas Zian Ma.


"Apa itu Raja Zian Ma?" Shen Li menaikkan salah satu alisnya penasaran akan perkataan Zian Ma.


"Begini Tuan Shen Li, Semalam saya beserta keluarga dan para petinggi Klan Naga sempat melakukan musyawarah. Maaf jika saya lancang Tuan Shen Li..."


"Sebelumnya, kami sebenarnya sudah mengetahui akan fakta pertempuran yang menghilangkan Bintang Huang beberapa waktu lalu. Ini memang terdengar sedikit lancang, tetapi saya pribadi mewakili seluruh jajaran petinggi dan keluarga saya, ingin meminta Tuan Shen Li menjadi pelindung Klan Naga kami" Raja Zian Ma mengatakan hal itu dengan menangkupkan tangan sembari sedikit membungkukkan badannya. Ia sengaja secara pribadi mengatakan hal ini karena martabatnya seorang Raja, Zian Ma tidak ingin para rakyatnya maupun prajuritnya melihat tindakannya ini.


Sementara Shen Li, hanya bisa sedikit tersenyum lalu berdiri membantu Raja Zian Ma kembali berdiri tegak.


"Jangan terlalu berlebihan memberi hormat padaku Raja Zian Ma, kamu adalah seorang Raja. Tak sepatutnya Raja yang berwibawa dengan mudah menundukkan badannya" Ucap Shen Li.


Zian Ma merasa sedikit takut sebab Shen Li belum menjawab permintaanya tadi, ia hanya bisa berharap Shen Li akan menanggapi hal itu dengan kabar baik.


"Jika kalian sudah tahu akan kejadian itu, maka aku sudah tidak bisa menyembunyikannya lagi dari kalian"


Srakk!!


Shen Li mengayunkan tangannya membuat celah ruang di sampingnya.


"Kemarilah kalian." ucap Shen Li.


Raja Zian Ma hanya bisa menahan rasa penasarannya dengan hal yang dilakukan oleh Shen Li itu.


Perlahan dari dalam celah itu, keluar satu persatu pemuda berjumlah enam orang dan satu anak remaja. Mereka semua kemudian berdiri di belakang Shen Li sembari menundukkan kepala memberi hormat.


"Salam Tuan Muda" ucap mereka semua yang tak lain adalah, Shin, Fang Di, Chen Ba, Fei Luo, Gi Luan, Orvar, dan yang terakhir Sigurd.


Raja Zian Ma yang kebingungan akan mereka semua lalu menatap ke arah Shen Li bertanya-tanya. Sementara Shen Li hanya terdiam lalu berkata, "Ubahlah ke wujud asli kalian".


Swush!


Seketika ketujuh orang itu berubah ke wujud yang sangat-sangat dikenal oleh Zian Ma sampai-sampai membuat ia menunjukkan ekspresi konyolnya.


"Hehe, Pak tua. Apa kamu sudah lupa dengan kami semua? Ternyata kamu semakin pikun saja hihihi." kata Fang Di mengejek menyadarkan keterkejutan Zian Ma.


Sementara Zian Ma menunjukkan ekspresi jeleknya karena diejek oleh Fang Di.


"Anak nakal, ternyata itu kamu huhh. Dan kalian berenam, mengapa kalian bisa bersama Tuan Shen Li" tanya Zian Ma.


"Itu karena kami semua sekarang mengabdikan diri pada Tuan Muda" Celoteh Fang Di.


"Diamlah, aku tidak berbicara denganmu" balas Zian Ma kesal.


"Aku hanya menjawab pertanyaanmu pak tua sialan, huh" Fang Di mendengus kesal sembari membuat raut wajah cemberutnya. Meskipun Fang Di adalah seorang Raja, tetapi sikapnya masihlah seperti anak seusia remaja belasan tahun. Ia juga dikenal sebagai pembuat onar diantara para pemimpin ras. Karena kejeniusan dan kemampuannya yang sangat tinggi, ia dapat mencapai posisi raja dan menjadikan ia sebagai raja termuda di antara Ras Manusia Binatang.


"Apa benar perkataan anak nakal itu?" tanya Zian Ma pada para pemimpin ras yang lain.

__ADS_1


"Itu memang benar, karena mereka semua telah menjadi keluargaku" sahut Shen Li.


"Lalu untuk tawaranmu tadi untuk menjadikanku pelindung Klan Naga, mungkin aku akan menolaknya." lanjutnya.


Jawaban dari Shen Li itu sontak membuat Zian Ma menjadi murung. Ia sangat tidak berharap mendengar jawaban itu darinya.


"Tetapi jika kalian mau menjadi keluargaku, dengan senang hati aku akan melindungi kalian. Atau lebih tepatnya kita akan saling melindungi" Kata-kata Shen seperti sebuah kabar gembira yang menyudahi kemurungan Zian Ma tadi. Ia begitu sangat senang akan hal itu dan dengan segera menyutujui tawaran dari Shen Li.


"Tentu, dengan senang hati Tuan Shen Li" Balas Zian Ma nampak seperti ingin menangis.


"Hehh, kau cengeng sekali pak tua." Ejek Fang Di.


"Diam kau anak nakal. Atau kau bisa menerima hadiah dariku" Jawab Zian Ma.


"Hentikan kalian berdua, apa kalian tidak malu dengan Tuan Muda?" Ucap Sigurd.


"Maafkan kami tuan muda, itu karena dia yang memulai" Kedua orang itu berbicara bersamaan sembari saling menunjuk menyalahkan. Lalu saling menatap tajam dan samar terlihat kilatan petir kecil menghubungkan mata mereka berdua


"Hehh, kalian berdua ini" ucap Shen Li sembari tersenyum hangat, diikuti riuh tawa saudaranya yang lain.


"Aku akan memberimu pelajaran nanti anak nakal." Kata Zian Ma.


"Coba saja kalau bisa, apakah kamu nanti yang akan memberi pelajaran ayah, atau ayah yang akan memberimu pelajaran" balas Fang Di menyeringai licik terkekeh.


"Sudahlah hentikan kalian berdua, atau nanti aku akan memberi hadiah juga pada kalian" ucap Shen Li menengahi percekcokan mereka.


Sementara Zian Ma dan Fang Di dengan segera menganggukan kepala mereka dengan cepat, merasa bahwa hadiah dari Shen Li adalah mimpi buruk bagi mereka.


Tak lama setelah itu, Ling Yue datang bersama ibunya mendatangi tempat Shen Li yang terdengar gaduh itu. Mereka berdua sempat terkejut melihat adanya para pemimpin ras di sana.


"Selamat pagi juga" balas Shen Li.


"Ada apa ini ramai-ramai? Jika kalian ingin berbicara lebih baik kita masuk untuk sarapan terlebih dahulu" Ucap Permaisuri.


"Itu benar. Mari kita pergi sarapan dulu, pelayan mungkin sudah menyiapkan makanannya" Ajak Zian Ma.


Mereka semua kemudian pergi ke dalam ruang makan istana, lalu menyatap sarapan sembari membahas hal-hal kecil. Para tetua dan petinggi Klan Naga yang lain juga sudab berada disana.


Setelah selesai menyantap sarapan, Raja Zian Ma kemudian mengatakan akan kejadian tadi pagi. Zian Ma juga mengatakan jika sekarang mereka semua adalah keluarga Shen Li dan saudaranya. Wajah semua orang yang berada di sana berubah menjadi cerah seketika sesaat mendengar hal itu dari Raja mereka.


Setelah selesai, mereka semua mulai membubarkan diri masing-masing untuk melakukan kesibukannya. Sementara itu Shen Li diajak berkeliling ke kota oleh Ling Yue, sedangkan para saudaranya tengah mengadakan pesta kecil-kecilan dengan Zian Ma.


Kota Naga


Shen Li berjalan mengikuti Ling Yue yang berada di depan sembari melangkah senang sesekali melompat-lompat. Shen Li tidak ambil pusing dengan tingkah kekanak-kanakan Ling Yue, karena ia hanya mengikuti ajakan darinya sebagai balasan karena telah membawanya ke Klan Naga ini.


"Tuan Shen Li, apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Ling Yue.


"Bukan hal penting, aku hanya ingin melihat-lihat saja" balasnya biasa.


"Baiklah kalau begitu, la lala lala...." Ling Yue kemudian melanjutkan langkah kakinya yang tidak bisa diam itu sembari bersenandung kecil.


"Ah aku lupa." gumam Ling Yue lalu kembali mendekati Shen Li, "Tuan Shen Li?"

__ADS_1


"Ada apa?"


"Apakah tuan tertarik dengan pelelangan?" tanya Ling Yue.


"Pelelangan? Benar juga, aku sama sekali belum pernah ikut pelelangan. Memangnya di sini ada tempat lelang?" balas Shen Li bertanya.


"Disini memang ada tempat lelang milik Klan Naga, tetapi belum akan mengadakan lelang. Yang aku ingin katakan adalah pelelangan di Kota Angsa Putih, apa tuan tertarik? karena aku mendengar ada barang yang sangat berharga akan dilelang" jelas Ling Yue.


"Benarkah itu? Kapan pelelangannya dilangsungkan?" tanya Shen Li.


"Minggu depan. Apa tuan Shen Li akan ikut? jika iya maka tuan bisa mengajakku, hehehe." ucap Ling Yue.


"Baiklah kalau begitu, aku akan ikut." ucap Shen Li.


Mereka berdua pun akhirnya melanjutkan berjalan-jalan keliling Kota Naga sampai sore hari, sesekali mereka juga membeli jajanan-jajanan ringan di sepanjang jalan. Tentu saja hal itu karena Ling Yue, Shen Li sedikit terheran melikat nafsu makan Ling Yue yang ternyata sangat besar itu. Sempat juga tadi salah seorang penjual sate dibuat kelabakan karena Ling Yue memesan sebanyak seribu tusuk.


Waktu terus berjalan, detik berganti menit, menit berganti jam, begitupun seterusnya hingga tak terasa waktu satu minggu telah berlalu.


Shen Li dan Ling Yue saat ini sudah berada di Kota Angsa Putih setelah melalui pemeriksaan. Mereka berdua kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke tempat pelelangan yang berada di pusat kota.


"Permisi tuan putri. Apakah tuan putri ingin mengikuti pelelangan?" tanya salah seorang penjaga di sana dengan hormat.


"Tentu saja, apa kamu pikir aku ingin mencari makan?" balas Ling Yue kesal.


"Maafkan kesalahan kami tuan putri, silahkan masuk." ucap penjaga itu sembari menerima plat VIP khusus, akan tetapi menghentikan langkah Shen Li.


"Apa yang kalian lakukan, dia datang bersamaku" kata Ling Yue sedikit membentak sehingga menjadi pusat perhatian para pengunjung yang lain.


"Mohon maaf tuan putri, aturan di tempat lelang kami adalah satu plat VIP untuk satu orang saja" Ucap penjaga itu.


"Kalian.."


"Sudahlah tak apa, aku akan membayar sendiri. Berapa biaya untuk masuk ke dalam?" Ucap Shen Li menghentikan perkataan Ling Yue.


"2000 kristal jiwa" ucap penjaga itu.


"Kamu duluan saja, aku akan menyusulmu di dalam" ucap Shen Li menyuruh Ling Yue untuk masuk lebih dulu.


Sementara Ling Yue merasa bersalah dan enggan meninggalkan Shen Li, tetapi karena desakan darinya, mau tak mau ia hanya bisa mengalah menurutinya.


Setelah Ling Yue pergi, Shen Li kemudian bergegas bertanya pada penjaga itu.


"Aku akan membayarnya, tapi aku ingin meminta tolong kepada kalian untuk membawaku pergi ke tempat penjualan barang" ucap Shen Li.


Penjaga itu sedikit ragu, tetapi melihat pakaian Shen Li yang cukup mewah ita tidak lagi ragu.


"Baiklah, aku akan mengantarkanmu"


"Ini terimalah, sisanya untukmu." ucap Shen Li sembari memberikan kantong berisi 3000 kristal jiwa.


"I-ini?!!" ucap penjaga itu terbata-bata.


"Sudahlah, sekarang antarkan aku"

__ADS_1


***


__ADS_2