
Suasana malam hari di kediaman Klan Shen begitu terasa damai. Riuh suasana dari para penghuni terdengar bersahutan. Hembusan angin malam menerpa wajah Shen Li yang tengah duduk di gazebo kediaman keluarganya yang beberapa waktu lalu ia buat.
Ia tengah memikirkan tentang gurunya, Zhang Li Quan, dan partner pertamanya, Kai Shan Li. Ia merasakan akan kerinduan begitu mendalam pada kedua orang itu.
Dilain sisi ia juga memikirkan tentang keluarganya untuk kedepannya nanti akan seperti apa. Ia menyadari dengan betul seperti apa kerasnya dunia kultivator ini. Untuk waktu yang cukup lumayan panjang ini, ia sempat melupakan fakta bahwa dia adalah seorang reinkarnator.
Akan tetapi saat ia memikirkan satu hal, wajahnya nampak bersinar cerah. Balutan senyuman manisnya dapat memikat siapapun yang melihatnya.
"Gege?! apa kamu sedang memikirkan sesuatu?"
Sebuah suara terdengar menyadarkan Shen Li dari lamunannya. Ia melihat seorang wanita yang begitu cantiknya memakai pakaian berwarna biru toska dengan selendang putih tipis menghiasi tubuhnya.
Senyumannya semakin melebar saat mendapati wanita itu memeluknya dari belakang lalu menyenderkan pipinya ke punggung Shen Li.
"Yu'er"
"Ada apa gege?" balas Jia Yu yang masih betah dengan posisinya itu. "Sepertinya Li gege tengah memikirkan hal yang penting" lanjutnya.
"Benar sekali Yu'er" balas Shen Li yang menatap ke arah langit malam berhias bulan purnama dan bintang-bintang bertaburan.
"Aku memikirkan tentang pernikahan kita nanti" ucap Shen Li.
Jia Yu yang mendengar hal itu tersenyum sumringah lalu mengeratkan lagi pelukannya ke tubuh Shen Li yang hangat itu. Sebelumnya ia belum pernah merasa sebahagia ini dalam hidupnya, bisa bersama-sama dengan seseorang yang sangat ia cintai adalah satu anugerah yang begitu ia dambakan.
Mereka berdua terdiam dalam waktu yang cukup lama, Shen Li tidak merasakan sedikitpun tidak nyaman saat Jia Yu memeluknya.
"Apakah kita harus segera mempercepat pernikahan kita Yu'er?" tanya Shen Li.
Ia tidak mendapati jawaban apapun dari Jia Yu sebab saat ini ia tengah tertidur dengan pulas di punggungnya. Shen Li yang mengetahui hal itu hanya tersenyum hangat lalu perlahan membalikkan badannya untuk menggendong Jia Yu ke dalam kamarnya.
Jia Ru yang tengah berkultivasi di kamarnya tersadar saat melihat Shen Li sedang menggendong Jia Yu yang tertidur.
"Maaf mengganggu kultivasimu paman" ucap Shen Li lirih tak ingin membuat kegaduhan.
"Tak apa Li'er. Kemarilah, aku ingin berbicara denganmu" balas Jia Ru mengajak Shen Li ke gazebo.
"Ada apa paman?" Tanya Shen Li.
"Li'er, apa kamu sudah memutuskan kapan akan menggelar pernikahan kalian nanti?" balas Jia Ru kembali bertanya.
"Aku belum bisa memikirkan waktu yang tepat paman. Aku merasakan kekhawatiran yang entah aku sendiri pun tidak mengetahui apa penyebabnya." ucap Shen Li.
"Itu sudah menjadi hal biasa saat kamu menjadi kultivator yang kuat Li'er. Tentu kamu memikirkan tentang semua musuh-musuhmu di luar sana yang sewaktu-waktu bisa mengancam" kata Jia Ru.
Mereka berdua terus berbicara tentang dunia kultivator ini. Mereka berdua juga saling bertukar pandang dan berbagi pengalaman hidup masing-masing.
Sementara mereka berdua berbincang-bincang.
Ayah dan ibu Shen Li yang masih dalam perjalanan pulang menggunakan kereta kuda milik klan tengah dihadang oleh satu sosok yang misterius. Shen Qi yang melihat itu memutuskan untuk turun lalu berusaha berbicara dengan sosok itu.
"Mohon maaf tuan, ada apa gerangan tuan menghentikan perjalanan kami?" tanyanya sopan.
"Apa kamu Shen Qi?!" tanya sosok misterius itu dengan suara serak dan berat.
Sedangkan Shen Qi yang mendengar pertanyaan sosok itu begitu terkejut, dengan tenang ia berusaha mengendalikan dirinya lalu menjawab pertanyaan sosok itu.
"Mohon maaf tuan, sepertinya tuan salah orang. Saya tidak mengetahui orang yang bernama Shen Qi yang tuan maksud" balas Shen Qi berbohong.
__ADS_1
Sedangkan sosok misterius itu tersenyum licik mengetahui kebohongan Shen Qi. Dengan perlahan ia membuka penutup kepala miliknya, dan mulai terlihat sepasang tanduk kecil di dahinya.
"Si-siapa kamu?" tanya Shen Qi gemetar melihat sosok iblis di depannya.
"Siapa aku?! hahaha, namaku adalah Mo Shen, atau semua orang biasa menyebutku dengan Sang Kaisar Alam Bawah" kata sosok itu yang ternyata Mo Shen.
Dengan segera Mo Shen mengibaskan tangannya, seketika terdapat lingkaran hitam berada di tanah di bawah kereta yang mereka gunakan. Ia lalu menggenggamkan tangannya dengan cepat, terlihat kereta kuda dan Shen Qi yang berada di situ terlihat seperti terhisap masuk ke dalamnya.
Tak lupa sebelum itu, entah kapan ia melakukannya, Mo Shen telah mendapatkan cincin penyimpanan milik Shen Qi. Setelah itu ia bergegas pergi ke Klan Shen untuk memberikan cincin penyimpanan itu.
Gerbang Klan Shen
Mo Shen telah sampai di depan gerbang dan mengejutkan semua orang.
"Siapa di sana?!!" teriak salah seorang penjaga.
Mo Shen tidak menjawabnya langsung, tetapi dengan segera ia melemparkan sebuah cincin penyimpanan ke arah para penjaga.
"Berikan itu pada Shen Li dan katakan aku menunggunya di Pegunungan Kekaisaran Bei." ucapnya lalu menghilang.
Sontak penjaga yang mengetahui cincin itu dengan segera menuju ke tempat Shen Li dan Jia Ru yang masih mengobrol. Penjaga tersebut sesampainya dengan segera memberikan cincin itu lalu menjelaskan kejadiannya.
Shen Li yang mendapat cincin penyimpanan ayahnya begitu marah dan bertanya-tanya siapa gerangan yang berani melakukannya.
"Paman!, aku akan pergi menjemput ayah dan ibu" ucap Shen Li tegas.
"Li'er tenangkanlah dirimu. Jika kamu pergi maka aku juga akanikut pergi" balas Jia Ru yang nampak mengeratkan genggaman tangannya tanda marah.
"Tidak! Jika paman pergi mengikutiku, lalu siapa yang akan menjaga Klan Shen" Ucap Shen Li tegas yang tak bisa ditolak oleh Jia Ru karena hal itu memang benar adanya.
Sesaat setelah kepergian Shen Li, sesosok misterius muncul dari kekosongan dengan tiba-tiba yang mengejutkan Jia Ru.
Jia Ru lantas menanyakan siapa gerangan sosok itu sebenarnya.
"Tikus kecil sepertimu biasanya jika bertanya padaku maka akan aku hukum mati seketika itu juga. Tetapi karena aku berbaik hati aku akan memberitahumu, Aku adalah Huang Long Dian, atau bisa dipanggil Kaisar Alam Semesta" ucap sosok itu yang tak lain, Long Dian yang bekerja dengan Mo Shen untuk rencana membunuh Shen Li.
Bagaimana mereka bisa mengetahui akan Shen Li, tentu saja karena Long Dian menggunakan artefak tingkat ilahi yang hanya dimiliki Sang Kaisar Alam Semesta untuk mengawasi seluruh makhluk dalam wilayah kekuasaannya. Dengan hal itu mereka mengetahui jika orang yang mereka cari bernama Shen Li.
Sementara Jia Ru begitu terkejut dan tubuhnya kaku seketika saat mendapati dirinya telah diikat oleh rantai energi yang dibuat oleh Long Dian.
Sedangkan Shen Li saat ini masih terus melesat dengan kecepatan yang cukup agar tidak menimbulkan kerusakan. Ia tidak mengetahui jika sebenarnya ia sedang terkena tipu daya oleh Mo Shen yang memancingnya.
DUARR!!
BOOOMMM!!
"Shen Li cepat kembali" sebuah suara menggema dalam pikirannya dan juga sebuah ledakan yang begitu besar terdengar dari arah Kediaman Klan Shen.
Klan Shen
Tak ada bangunan satupun yang tersisa di seluruh kekaisaran Dao, seluruh mayat bergelimpangan disepanjang mata memandang.
Karena sebelumnya Huang Long Dian telah melakukan serangan pemusnahan berskala besar yang ia pusatkan pada kediaman Klan Shen. Akan tetapi sebelum ia melakukan hal itu, ia telah membawa Jia Yu yang tengah tertidur di kamarnya.
Jia Yu hanya bisa menggeliat kesakitan saat mendapati dirinya tengah dicekik oleh Long Dian. Sementara Jia Ru yang masih terantai layaknya seorang tahanan yang hendak mendapatkan hukuman mati.
Ia juga merasakan jika masa hidupnya berkurang cepat karena rantai-rantai yang melilitnya itu. Jia Ru berteriak begitu marah melihat anaknya akan dibunuh oleh Long Dian.
__ADS_1
"Sssttt diamlah, karena dia adalah kekasih Shen Li. Aku akan memberinya kematian yang layak" kata Long Dian lalu mengeluarkan sebuah belati yang memancarkan aura begitu kuat.
Jlebb!!
Jlebb!!
Jlebb!!
"JIA RU!!!!"
Jia Ru mendapatkan tusukan bertubi-tubi pada tubuhnya karena ulah Long Dian tanpa ampun lalu melemparkannya begitu kuat ke tempat Jia Ru yang masih terantai kuat. Jia Ru menangis sejadi-jadinya melihat nyawa anaknya sudah berada diujung tanduk.
"A-a... ya.. h.. Ugh!!.." Jia Yu berbicara lirih sembari menangis lalu memuntahkan seteguk darah.
Sementara itu Long Dian membuat sebuah formasi perlindungan kecil ke tempat Jia Ru dan Jia Yu berada sembari berucap,
"Katakanlah pada Shen Li, aku akan menunggunya di istana Alam Semesta Rendah di bintang Huang" kata Long Dian lalu membuat sebuah rangkaian gerakan tangan begitu cepat.
"Blood Void : Destruction"
Seketika sebuah energi layaknya setetes darah turun lalu menghantam tanah menimbulkan ledakan begitu kuatnya.
DUARR!!!!
BOOOMMM!!
Seketika dalam radius luas tercipta sebuah kawah dan energi ledakan itu terus menyebar membunjh setiap orang yang terkenanya tanpa menyisakan sedikitpun dan hanya meninggalkan Jia Ru dan Jia Yu dalam formasi perlindungan itu.
Sementara Shen Li yang sudah dekat dengan Kekaisaran Dao merasakan perasaan yang begitu khawatir saat melihat asap membumbung tinggi dari arah Kediaman Klan Shen.
Ia segera menambah kecepatannya melesat menuju kediaman Klan Shen yang sudah berubah menjadi kawah itu. Ia tidak bisa lagi membendung air matanya membayangkan hal terburuk terjadi.
Dan benar saja sesampainya ia disana, ia melihat sebuah bola energi yang di dalamnya ada Jia Ru dan Jia Yu. Ia segera melesat mendekat lalu memecahkan formasi itu dengan kekuatannya.
Prankk!!
Pyarr!!
Shen Li memeluk Jia Yu yang sudah tidak menghembuskan nafas itu dengan tubuh penuh bersimbah darah.
"Jia Yu!! Kumohon bangunlah" Shen Li menangis sejadi-jadinya dan berusaha memberikan pil penyembuh tingkat tinggi yang ia larutkan di air surgawi pada Jia Yu. Akan tetapi tetap saja hasilnya, Jia Yu tidak bisa bangun.
"Jia Yu, bangunlah kumohon, hiks, aku mencintaimu Jia Yu bangunlah hiks" Shen Li dalam keadaan sangat terpuruk saat ini, ia begitu marah dan sedih dalam hatinya. Semua perasaan terasa bercampur aduk.
Ia memeluk erat tubuh Jia Yu, mendekapnya layaknya seseorang yang tak ingin kehilangan. Sementara Jia Ru yang tidak bisa apa-apa juga hanya bisa menangis melihat anakknya meninggal di depan matanya.
Hujan dengan tiba-tiba berguyur dengan derasnya, seperti juga ikut merasakan apa yang dirasakan Shen Li. Ia yang telah kehilangan ayah dan ibunya, saat ini kembali kehilangan orang yang ia cintai dalam hidupnya ini.
Rintik hujan di langit Kekaisaran Dao membasahi tanah, bukan air berwarna bening yang membanjiri, melainkan air berwarna merah pekat dari semua jasad di Kekaisaran.
Shen Li begitu tidak menyangka jika saat-saat yang begitu indah hari ini merupakan akhir dari cerita cintanya dengan sang kekasih. Ia yang baru saja merasakan apa itu cinta dan kedamaian, dengan cepat dihancurkan begitu saja dari hidupnya. Ia sangat merasakan jika langit begitu tidak adil kepadanya.
"Hiks.. Jia Yu. Aku pasti akan membalaskan dendammu" ucap Shen Li lalu mengecup kening Jia Yu untuk pertama dan terakhir kalinya sembari tak henti meneteskan air matanya.
***
:') :') :'(
__ADS_1