Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Lelang Angsa Putih I


__ADS_3

"Mari tuan"


Shen Li dibawa masuk oleh penjaga tadi menuju ruangan penjualan barang lelang.


"Silahkan tunggu sebentar, saya akan memanggil Tetua Pelelangan Angsa Putih dulu" ucap penjaga dengan hormat.


Sesaat setelah penjaga itu keluar, dengan segera Shen Li memakai jubah putih kesayangannya sembari memakaikan penutup kepalanya. Saat ini ia belum ingin identitasnya diketahui banyak orang agar tidak menimbulkan masalah nantinya.


"Selamat datang tuan"


Sebuah suara wanita terdengar merdu dari arah pintu masuk ruangan itu.


Shen Li tidak menjawabnya, ia hanya berdiri sembari menganggukan kepalanya membalas sapaan wanita itu.


"Silahkan duduk. Saya Xiao Yin, penanggung jawab dan tetua Rumah Lelang Angsa Putih." Ucap wanita itu memperkenalkan diri.


"Akira Jin" balas Shen Li singkat.


"Baiklah Tuan Jin, aku harap tuan membawa sesuatu yang cukup menarik" Kata Xiao Yin sembari berusaha menatap wajah Shen Li yang berada di balik bayang-bayang.


Shen Li tidak menjawabnya, ia hanya mengibaskan tangannya membuat array pelindung dan mengeluarkan benda yang akan ia jual. Seketika muncul sebuah kotak kecil berukiran naga dan 4 kotak berbentuk persegi panjang.


Xiao Yin yang melihat itu tubuhnya menjadi sangat gemetaran merasakan auranya.


"Tuan Jin, bolehkah saya memeriksanya?" tanya Xiao Yin ragu.


"Silahkan sesukamu saja" Balas Shen Li kemudian mengeluarkan cangkir dan teko berisi kopi, untuk bersantai.


Sementara itu, Xiao Yin yang memeriksa kotak kecil pertama tubuhnya menjadi banjir keringat kehabisan kata-kata. Lalu dengan memberanikan diri kembali membuka ke empat kotak lainnya.


Bam!!


Bak dihantam hujan meteor, ia sangat terkejut tidak percaya jika barang yang sangat berharga itu dengan mudahnya di lepaskan dan di jual oleh Shen Li. Karena tidak ingin menambah ketegangannya lagi, Xiao Yin dengan segera menutup kelima kotak itu kemudian duduk lemas.


Shen Li yang melihatnya hanya tersenyum kecil lalu mengeluarkan satu cangkir lagi kemudian menuangkan kopi untuk diberikan pada Xiao Yin.


"Minumlah, aku tidak memiliki maksud buruk padamu. Lagi pula aku tidak memiliki keuntungan mencelakaimu" Ucap Shen Li.


Xiao Yin hanya diam membisu lalu mengambil cangkir pemberian Shen Li. Ia sebenarnya ragu, tetapi saat mencium aroma menenangkan dari minuman berwarna hitam itu dan juga merasa Shen Li adalah orang baik, dengan segera ia meneguknya perlahan.


"Hei apa yang kamu lakukan, jangan terlalu banyak meminumnya. Minumlah sedikit demi sedikit dengan menyeruputnya" Ucap Shen Li yang sedikit gatal melihat ada orang meminum kopi dengan tegukan besar, karena menurutnya itu menyalasi esensi kenikmatan saat meminum kopi.


Srupp!


"Ahh, Ini enak sekali, sehingga membuat pikiranku sedikit tenang. Meskipun rasanya pahit ada sedikit manis-manisnya, tapi minuman ini enak sekali. Tuan Jin, minuman apa ini?" kata Xiao Yin.


"Kopi" balasnya singkat, padat, jelas.


"Hah baiklah, terimakasih. Lalu sekarang bisakah tuan Jin menegosiasikan harga barang-barang ini? Aku yakin ini semua sangat mahal." Tanya Xiao Yin.


"Terserah pada kalian saja, aku percayakan semua pada kalian. Aku juga sangat yakin kalian tidak ada yang berani membohongiku. Lalu untuk harganya, kamu bisa menilainya sendiri bukan?" ucap Shen Li.


"Benarkah itu tuan Jin? Jika benar maka kami selaku Rumah Lelang Angsa Putih dengan ini menyatakan kerja sama dengan tuan Jin" balas Xiao Yin.


"Tetapi sebelum itu, bisakah tuan Jin memberitahu nama tuan sebenarnya dan menunjukkan wajah tuan?" ucap Xiao Yin sembari tersenyum.


"Hahaha, ternyata kamu lumayan juga. Baiklah-baiklah"


Shen Li kemudian membuka penutup kepalanya, menunjukkan wajah rupawannya.

__ADS_1


"Shen Li" ucapnya.


Sementara Xiao Yin tertegun sejenak melihat ketampanan yang tiada duanya itu. Bahkan tanpa sadar wajahnya mulai memerah hanya karena melihatnya saja.


"Baiklah Tuan Shen Li. Mulai sekarang tuan adalah tamu VVIP Rumah Lelang Angsa Putih" Ucap Xiao Yin sembari memberikan sebuah plat giok biru bergambar seekor angsa.


"Terimakasih, aku akan menuju tempat lelang dulu" ucap Shen Li kemudian menghilang dari tempat itu.


"Wajar saja jika ia menyembunyikan wajahnya, hihi" gumam Xiao Yin.


Setelah itu ia dengan segera memanggil para bawahannya untuk membawa barang-barang itu.


"Hati-hatilah membawa barang-barang itu"


"Baik tetua!"


Aula Lelang Angsa Putih


Shen Li saat ini telah berada di ruangan khusus tamu VVIP. tempat itu terkesan sangat mewah dan luas, banyak sekali hidangan dan camilan disediakan di sana.


Rumah Lelang Angsa Putih sendiri memiliki tingkatan di dalam pelelangan, yang terendah adalah kelas perak yang berada di tribun paling bawah, kemudian kelas emas berada di tribun lantai 2, lalu ada kelas giok berada di tribun lantai 3, untuk tamu VIP diberikan ruangan khusus tertutup yang cukup luas dan hanya sejumlah 10 ruangan saja dan sementara kelas VVIP berada di lantai puncak sejumlah 3 ruangan saja.


Ruangan di dalam kelas VIP dan VVIP sendiri diberikan sebuah artefak khusus yang bisa menampilkan barang lelang dengan jelas dari dalam ruangan. Sementara di kelas giok, emas dan perak harus bisa puas dengan artefak lebar yang berada di panggung lelang.


"Selamat datang di Rumah Lelang Angsa Putih"


Sebuah suara wanita terdengar menggema di ruangan lelang yang telah sesak itu. Nampak seorang wanita muncul di panggung lelang itu yang tak lain adalah Xiao Yin. Parasnya yang cantik jelita membuat gaduh para peserta lelang dan penonton di luar rumah lelang yang bisa melihat kejadian di dalam melalui sebuah artefak cukup besar.


Mereka yang berada di luar biasanya adalah orang-orang yang kehabisan kuota masuk ataupun orang-orang yang oenasaran dengan acara lelang Angsa Putih yang cukup bergengsi itu.


"Kali ini, secara pribadi saya akan memandu jalannya pelelangan di Rumah Lelang Angsa Putih ini. Untuk acara lelang sendiri dibagi menjadi 3 sesi, yaitu sesi awal, sesi utama dan sesi sampingan"


Sontak suara tepuk tangan dan teriakan riuh menggema di dalam aula lelang. Mereka semua begitu antusias dan berharap bisa mendapatkan barang-barang bagus untuk mereka nantinya. Sementara itu di ruangan VIP mulai terdengar bisikan-bisikan serakah yang berencana mendapatkan semua barang berharga itu.


Sementara Shen Li, ia tidak peduli dengan acara lelang itu. Ia hanya ingin mencoba pengalaman mengikuti lelang saja dan siapa tahu dia nanti akan mendapat barang yang cukup menarik baginya.


"Baiklah acara lelang akan saya mulai dengan sesi awal" ucap Xiao Yin.


"Untuk barang pertama ada senjata tingkat perunggu menengah dibuka dengan harga 1000 Tael Emas, setiap kelipatan penawaran tidak dibatasi." lanjutnya.


"1050.."


"1100.."


"1250.."


"1400.."


Acara Lelang terus bergulir, hingga pada sisa 5 barang teratas sesi awal dilelang tiba.


"Untuk sesi awal ini, terdapat 5 barang teratas. Langsung saja.."


Seorang penjaga membawakan sebuah kotak kayu kecil dengan aroma harum menyebar.


"Barang pertama adalah 1 butir Buah Anggur Putih, para tuan kultivator tentu tahu akan khasiat buah ini. Buah ini dapat membantu kultivator yang terhenti di tingkat Venerable menembus ke tingkat selanjutnya. Untuk harga awal 50 ribu kristal roh, setiap kelipatan penawaran tidak dibatasi"


"60 ribu kristal roh" ucap seorang penawar di tribun kelas giok.


"80 ribu kristal roh" kata seorang pemuda dengan tanduk banteng terlihat di kepalanya.

__ADS_1


"150 ribu kristal roh" sebuah suara terdengar dari ruangan VIP nomor 4 yang tak lain adalah seorang petinggi Sekte Mawar Biru.


"Hahaha, apa Sekte Mawar Biru terlalu miskin? 200 ribu kristal roh" ucap seorang pria tua di ruangan VIP nomor 1, dia adalah tetua sekte Langit Merah.


"200 ribu kristal roh dari ruangan VIP nomor 1, ada yang ingin menawar lagi?"


"300 ribu kristal roh" sebuah suara seperti seorang anak remaja terdengar dari ruangan VIP nomor 2 yang tak lain adalah Fang Di.


"Hei bocah nakal! apa yang kamu lakukan dengan barang tidak berguna itu?" kata Shin.


Para saudara Shen Li bertujuh ternyata hadir di acara lelang itu. Dan mereka semua memutuskan untuk berada di satu ruangan VIP yang sama saja.


"Ohh ayolah, aku hanya ingin ikut memanasi acara lelang ini saja, hehehe" balas Fang Di dengan senyum licik.


Sementara di ruangan VIP nomor 3, mereka yang didalamnya tentu sangat hafal dengan suara Fang Di itu, sebab yang di dalamnya adalah Bai Zian Ma bersama tetuanya.


"Anak nakal itu, apa yang dia lakukan?" gumam Zian Ma.


Sedangkan di ruangan VIP nomor 9, orang yang di dalamnya juga sempat terkejut.


"Paman Fang Di? ternyata dia juga ikut ke lelang ini. Lalu dimana tuan Shen Li? sedari tadi aku tidak melihatnya" ucap suara seorang gadi yang ternyata adalah Bai Ling Yue sendiri.


Orang yang berada di ruangan VIP nomor 4 amarahnya menjadi naik karena barang itu baginya sangat berharga, "350 ribu kristal roh, mohon tetua sekalian memberi saya wajah" ucapnya.


"400 ribu kristal roh hehehe" ucap Fang Di yang membuat para saudaranya membuka mulut ternganga lebar.


"Anak nakal ini benar-benar kurang kerjaan" gumam mereka semua entah mengaoa bisa serempak.


"Apa? jika ingin menawar bilang saja, jangan memandang seperti itu padaku" ucap Fang Di ketus.


Sementara itu para saudaranya merubah wajah mereka masing-masing menjadi jelek karena dihina Fang Di.


Tetua Langit Merah seakan tertantang mendengar ada yang menawar harga tinggi sumberdaya yang baginya langka itu.


"600 ribu kristal roh, dan jangan ada yang berani menawar lagi. Jika tidak Sekte Langit merah akan memusuhinya" ucapnya.


"Sebenarnya aku ingin menawar lagi, karena paman mengancam ya sudah, aku berikan itu saja pada paman hihihi" ucap Fang Di terkekeh.


Sementara tetua Sekte Langit Merah yang seakan dijebak oleh anak-anak menjadi kesal dan marah.


"600 ribu kristal roh, ada yang ingin menawar lebih tinggi lagi?" tanya Xiao Yin senang karena tak mengira sebutir buah anggur putih akan dihargai cukup tinggi.


"600 ribu pertama.."


"600 ribu kedua.."


Tidak ada lagi yang bersuara berani menawar, mengingat harga itu cukup lumayan dan nanti masih ada barang yang lebih tinggi lagi.


"Baiklah karena tidak ada.."


Tok! Tok! Tok!


"Selamat kepada tuan di ruangan VIP nomor 1 telah membeli Buah Anggur Putih seharga 600 ribu kristal roh"


"Baiklah untuk barang selanjutnya..."


Prok! prok!


***

__ADS_1


__ADS_2