
Alam Semesta Rendah
"Hei apa kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi?"
"Entahlah, aku juga sedang mencari informasi mengenai kejadian ini."
"Ini benar-benar nyata, aku berpikiran baru saja terjadi pertempuran skala dewa di sini"
"Apa bintang Huang benar-benar sudah hancur?",
"Ini pasti akan menjadi petaka di masa depan karena kekosongan kursi Kaisar. Aku yakin para pemimpin ras utama akan saling bertarung memperebutkan posisi itu"
Telah banyak sekali makhluk berbagai ras dan klan berdatangan di tempat Pertarungan antara Shen Li dengan Long Dian. Mereka semua berasal dari bintang-bintang yang berada di sekitaran bintang Huang yang tengah mencari informasi.
Krakk!!
Swushh!!
Sebuah aura yang begitu kuatnya keluar saat sebuah celah di kekosongan terlihat. Perlahan mulai muncul sosok pemuda tinggi dengan aura yang begitu mendominasi. Auranya terasa sangat menenangkan bagi mereka yang memiliki niat baik, akan tetapi menjadi malapetaka pada mereka yang memiliki niatan buruk.
Para pemimpin makhluk dari berbagai bintang yang bertugas mencari informasi itu berbondong-bondong mendekati Shen Li yang baru saja keluar itu, akan tetapi ada juga yang langsung muntah darah dan memutuskan pergi segera dari tempat itu.
Sementara Shen Li yang melihat itu semua menjadi sedikit terkejut dengan adanya berbagai makhluk yang berdatangan di tempat itu. Pada akhirnya ia hanya menghela nafas saat melihat banya dari mereka berdatangan ke arahnya.
"Mohon maaf tuan, ijinkan saya bertanya. Apakah tuan mengetahui akan pertarungan dewa yang terjadi di sini?" Kata salah seorang dari mereka yang berasal dari ras manusia.
"Aku juga tidak tahu" balas Shen Li singkat dengan sedikit senyuman.
Para makhluk yang berdatangan itu sedikit kecewa dengan jawaban Shen Li. Sebab mereka meyakini bahwa orang yang mereka tanyai itu sebenarnya mengetahui akan hal itu hanya karena didasari kekuatan Shen Li yang besar.
"Aku permisi terlebih dahulu, aku ada urusan" Ucap Shen Li yang hendak melesat pergi, akan tetapi dicegah oleh suara seorang wanita cantik.
"Ada apa?" balas Shen Li singkat tanpa menolehkan wajahnya.
Merasa dirinya tidak dihargai wanita itu merasakan sedikit jengkel dan marah, tetapi ia berusaha untuk tetap tenang karena bagaimanapun lawan bicaranya saat ini adalah seseorang yang sangat kuat. Ia sedikit terdiam untuk menenangkan amarahnya iti agar tidak gegabah.
"Jika tidak ada urusan, aku akan pergi" ucap Shen Li lagi ditengah diamnya wanita itu.
"T-Tunggu dulu tuan, jangan pergi." Wanita itu kemudian melayang mendekati Shen Li, lalu memperkenalkan dirinya.
"Aku Bai Ling Yue, Putri dari Bai Zian Ma, Klan Naga"
Perkataan wanita itu sontak membuat para makhluk lainnya sangat terkejut karena identitasnya yang ternyata seorang putri Patriark Klan Naga.
Shen Li hanya tersenyum hangat karena yang ia cari justru mendatanginya sendiri. Ia kemudian memutar badannya lalu menatap wanita cantik itu dengan wajah datarnya.
__ADS_1
Sementara Bai Ling Yue yang melihat paras Shen Li menjadi sedikit terkejut dan membuat wajahnya memerah entah karena apa.
"Jika kamu menunda-nunda lagi, aku akan benar-benar pergi sekarang" Ucap Shen Li yang kemudian membalikkan badannya benar-benar hendak melesat pergi. Tetapi lagi-lagi ia harus menundanya karena ada sebuah tangan putih dengan jari-jari lentiknya menggapai tangan kanannya.
"M-Mohon tuan berkenan datang ke Klan Naga, saya ditugaskan ayahanda untuk membawa tuan mampir" Kata Ling Yue beralasan saja.
Shen Li tidak menjawab hal itu, tetapi ia melihat ke arah tangan kanannya yang masih dipegangi oleh Ling Yue. Sementara Ling Yue yang menyadari tindakannya benar-benar menjadi sangat malu, entah mengapa ia begitu berani melakukan hal itu.
"M-Maafkan saya tuan, saya tidak sengaja." Ucap Ling Yue sembari menundukkan kepalanya yang memerah.
Shen Li sebenarnya tidak mempermasalahkannya, tetapi ia hanya terkejut saja dengan tindakan Ling Yue itu. Ia juga masih saja menampilkan wajah datarnya seolah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
"Ada urusan apa Klan Naga mengundang orang asing sepertiku?" tanya Shen Li.
"I-itu, Ayahanda mengundang tuan secara pribadi, untuk alasannya aku tidak tahu" jawab Ling Yue.
"Jika itu hanya membuang-buang waktuku, aku akan segera pergi" kata Shen Li.
Seakan menerima persetujuan dari Shen Li, Ling Yue tersenyum cerah hingga membuat semua makhluk yang berada di sana terpukau akan kecantikannya, dan tentunya Shen Li pengecualian.
Ling Yue kemudian memanggil para pengawalnya sembari membawa sebuah kereta yang ditarik oleh harimau bersayap. Kedatangan kereta yang begitu mewah itu menjadi sorotan para makhluk, karena mereka semua mengetahui jika Klan Naga tidak pernah memberikan kesempatan orang asing untuk ikut menaiki kereta mereka, tetapi kali ini mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri dengan jelas seorang pemuda yang misterius secara pribadi di ajak menaiki kereta Klan Naga.
Shen Li kemudian mengikuti Ling Yue memasuki kereta itu yang terlihat cukup mewah bagi Shen Li entah dari penampilaiar maupun interiornya.
Klan Naga
Sebuah istana yang begitu megahnya berdiri tunggal di bintang Bai, milik Klan Naga. Klan Naga memiliki kedudukan dan kekuatan tertinggi di bintang ini, oleh karena itu hanya ada satu Istana yang berdiri megah di bintang itu milik Klan Naga saja.
Kereta yang membawa Shen Li dan Ling Yue telah sampai di depan gerbang emas milik Klan Naga. Para penjaga yang melihat kereta pribadi milik putri mereka mempersilahkan dengan segera kereta itu memasuki istana Klan Naga.
Para penjaga yang melihat adanya seorang pemuda asing berada di dalam kereta menjadi bertanya-tanya akan siapa identitas sosok itu.
Setelah sampai, Ling Yue mengajak Shen Li untuk memasuki aula pertemuan milik klan. Nampak seorang pria paruh baya mengenakan mahkota Raja tengah tertidur di singgasananya yang sedang tak ada orang lain di sana.
Ling Yue yang melihat ayahnya tertidur menjadi tertawa canggung lalu segera menghampiri ayahnya itu.
Nyut!!
"Aw sakitt" Raja Bai Zian Ma terbangun saat mendapati cubitan di perutnya karena ulah Ling Yue putrinya.
"Yue'er kenapa kamu mencubit ayah?" tanya Zian Ma.
"Ayah kenapa bisa tertidur disini huh?" Ucap Ling Yue sembari menyilangkan tangannya di depan dada dengan pipi menggembung.
Zian Ma yang menyadari putrinya membawa seorang pemuda dibawa oleh putrinya menjadi tersenyum sumringah mengira putrinya sudah memilih pasangannya.
__ADS_1
Ia kemudian berdiri dari singgasananya lalu berjalan menghampiri Shen Li sembari merentangkan kedua tangannya lalu memeluk Shen Li tanpa ada ragu sedikitpun.
Shen Li yang mendapati pelukan menjadi yangat terkejut lalu sontak mendorong Zian Ma sedikit agar melepaskan pelukannya. Sementara Ling Yue yang kembali melihat tingkah konyol ayahnya menjadi semakin malu lalu bergegas menghampiri ayahnya.
Kyutt!!
"Aakh, sakit Yue'er" Ucap Zian Ma sembari mengusap-usap telinganya yang baru saja dijewer Ling Yue.
"Ayah kenapa memeluknya? huhh" ucap Ling Yue membisikkan kata-kata di telinga ayahnya.
"Bukankah dia calon menantu ayah?" bals Zian Ma berbisik.
"Apa yang ayah katakan?! Dia adalah orang yang bertarung dengan Long Dian sialan itu di lautan bintang beberapa saat lalu" Balas Ling Yue berbisik dengan nada dibuat-buat agar terdengar tegas.
Sedangkan Zian Ma yang mendengar perkataan putrinya tentu saja menjadi terkejut bukan main. Ia mengetahui bakat putrinya yang bisa melihat sedikit ingatan masalalu seseorang yang ia sentuh. Oleh karena itu saat Ling Yue memegang tangan Shen Li ia dapat melihat akan pertempuran dahsyat yang terjadi karenanya lalu memutuskan membawanya ke klan.
"Ehem!! permisi. Jika tidak ada kepentingan maka aku akan pergi saja" ucap Shen Li menyadarkan mereka berdua yang seperti anak kecil sedang berbisik-bisik.
"T-Tunggu dulu tuan, saya mohon tuan berkenan tinggal di sini sebentar" ucap Zian Ma mencegah kepergian Shen Li.
"Maafkan atas perbuatan tidak mengenakkan saya sebelumnya tuan. Saya Bai Zian Ma, Raja Naga" ucapnya memperkenalkan diri.
"Tidak perlu terlalu formal dengan saya Yang Mulia Raja, saya tidak mempermasalahkannya." balas Shen Li hormat.
Raja Zian Ma yang melihat sikap Shen Li yang begitu sopan kepadanya menjadi senang karena ternyata orang kuat tersebut ternyata memiliki kesan pertama positif baginya, meskipun terbilang susah berekspresi.
Zian Ma kemudian menyuruh para tetua dan keluarganya untuk datang ke aula pertemuan dengan segera, tak lupa ia juga meminta kepada para pelayan untuk memberikan jamuan bagi Shen Li.
"Silahkan tuan singgah sebentar, saya akan mengadakan jamuan kecil-kecilan terlebih dahulu bagi tuan..?"
"Ah, maafkan saya Yang Mulia Raja, nama saya Shen Li" ucap Shen Li membalas perkataan Zian Ma.
"Hahaha, tidak masalah tuan Shen Li. Mari-mari silahkan duduk" ucap Zian Ma sembari mempersilahkan Shen Li duduk di salah satu kursi yang begitu mewahnya.
"Maafkan saya tuan, saya lebih baik duduk di sini saja, saya tidak berhak menduduki kursi mewah tersebut" Ucao Shen Li sembari duduk di sebuah kursi biasa saja.
Zian Ma yang melihat itu hanya bisa tersenyum lembut dan penuh kekaguman pada Shen Li. Ia hanya bisa menuruti keinginan Shen Li saja karena ia takut untuk menyinggungnya.
Setelah beberapa saat kemudian para Tetua dan Keluarga Klan Naga telah hadir di ruangan itu. Mereka semua bertanya-tanya dalam hati mereka tentang siapa sosok yang berada di samping Zian Ma itu.
Saat masa datangnya permaisuri, ia begitu terkejut dengan adanya seorang pemuda tampan yang berada di samping suaminya itu. Ia kemudian berjalan mendekati Shen Li yang tengah duduk itu.
"Gege, apa dia calon menantu kita?" Permaisuri berkata dengan jelasnya yang mengejutkan semua orang yang ada di sana tanpa terkecuali.
***
__ADS_1