Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Tikus Lainnya!!


__ADS_3

Merasa sudah mendapatkan banyak keuntungan, Fang Di kemudian bergegas pergi dari panggung arena menuju ke tempat para saudaranya.


"Hah, baiklah. Kalau begitu pertarungan akan kita mulai" Bai Zian Ma kemudian meloncat melayang di udara mengawasi jalannya pertarungan.


Kedua tetua sekte tidak mau berbasa-basi lagi, dengan segera mereka sedikit mengambil jarak satu sama lain kemudian mengeluarkan jurus masing-masing.


"Teknik Petir : Lightning Storm!!"


"Teknik Angin : Wind Tornado!!"


Seketika langit menjadi gelap gulita menutupi seluruh arena pertarungan. Angin berhembus dengan kencang yang perlahan mulai membentuk sebuah pusaran kuat setinggi 50 meter tetapi memiliki daya hancur yang sangat kuat.


Sementara itu hujan petir terus saja menyambar arena pertarungan yang difokuskan pada Shen Li.


Shen Li dengan mudah melesat kesana-kemari menghindari setiap petir yang akan menyerangnya. Saat petir-petir itu mengenai tubuhnya, seketika tubuh Shen Li seperti membaur dengan udara di sekitarnya.


Kombinasi serangan badai petir dan tornado angin ini cukup mengerikan bagi para kultivator di bawah alam dewa, tetapi saat ini Shen Li adalah lawan mereka, meskipun hanyalah bayangannya saja.


"Hehehe, apa paman sekalian tidak malu menyerang membabi-buta anak kecil ini secara bersamaan?"


Shen Li terus saja berceloteh memprovokasi kedua tetua itu, yang pada akhirnya terpancing sumbu ledak mereka sampai emosi tal tertahankan.


"Bajing*n!! Aku akan membunuhmu!"


"Teknik Angin : Hanoi flying knife"


Angin tornado yang sedari tadi terus mengejar Shen Li seketika berubah dan memadatkan energinya membentuk ribuan belati kecil yang terus melesat kesana-kemari berusaha menyerang Shen Li.


"Teknik Petir : Voltra!!"


Tangan tetua Sekte Bulan Racun nampak seperti berubah menjadi tangan yang terbuat dari petir yang kemudian menyatukan kedua telapak tangannya lalu perlahan merentangkannya.


Seketika sebuah bola energi petir yang begitu kuat terlihat. Tak ambil pusing ia lalu melesat mencoba menyerang Shen Li dari jarak dekat.


Shen Li sedari tadi hanya menghindar dan menangkis saja, sama sekali sekalipun ia belum melakukan perlawanan balik semenjak berjalannya pertandingan menegangkan itu 30 menit lalu.


Kedua tetua itu bahkan sudah banyak sekali mengeluarkan jurus-jurus dan beradu pukulan dengan Shen Li.


"Oh ayolah, apa cuma segini kekuatan kedua tetua yang katanya sekte terbesar dan kuat." ucap Shen Li sembari menahan dua tinju berbeda dari kedua tetua menggunakan kedua tangannya.


Provokasi itu bahkan menyulut api kemarahan bagi para kedua Patriark Sekte yang menyaksikan itu. Sebenarnya sedari tadi mereka ingin membantu kedua tetuanya tersebut.


Tetapi mereka masih memikirkan akan nama besar sekte mereka, dan lagipula yang menjadi penengah pertandingan kali ini adalah sosok yang mustahil mereka singgung. Pada akhirnya, kedua Patriark itu masing-masing memerintahkan untuk segera mengumpulkan seluruh murid dan mengepung arena pertandingan itu.


Mereka berencana untuk menghabisa seorang anak kecil yang telah menghancurkan nama besar sekte mereka itu.


Pertandingan terus berlanjut, malam semakin larut, bukannya semakin sepi tetapi suasana di arena justru semakin panas dari waktu ke waktu yang membuat para penonton bersorak bersemangat. Akan tetapi di lain sisi mereka juga mulai khawatir dengan taruhan yang mereka pasang tadi.


Shen Li bersama para saudaranya saat ini bahkan tengah melakukan pesta makan dan minum kecil-kecilan di tengah-tengah suasana panas itu. Sementara Bai Ling Yue hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah orang-orang itu dan tidak berani mengusiknya, ia hanya fokus menyaksikan jalannya pertandingan seorang anak yang bahkan jauh lebih muda darinya tetapi mampu membuat kedua tetua sekte terdesak bertarung dengannya.


"Ling Yue, kemari dan makanlah" Ajak Shen Li.


"Tidak tuan Shen Li, terimakasih atas tawarannya" balasnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu malah bersemangat begitu?" Tanya Fang Di menyela.


"Hehh, bagaimana tidak. Saat ini aku melihat anak yang bahkan lebih muda dariku tetapi memiliki kekuatan yang besar" balasnya sembari mengepalkan erat tangannya.


Shen Li dan saudaranya hanya bisa tertawa riang mendengar jawaban dari Ling Yue itu.


"Hahaha! benar-benar semangat muda!"


Shen Li kemudian berjalan mendekati Ling Yue sembari membawa sepotong daging dan jus segar di tangannya.


"Ini makanlah agar lebih mengasyikkan." ucapnya sembari memberikannya pada Ling Yue.


Ling Yue tidak berani menolak kemudian menuruti kata-kata Shen Li.


"Ini sudah terlalu lama, aku mulai bosan" ucap Shen Li.


Bayangan Shen Li yang bisa mendengar ucapan Shen Li itu seketika tersenyum lalu menghempaskan kedua orang yang menyerangnya itu beberapa belas meter ke belakang.


"Hahh baiklah, pemanasan sudah selesai" Ucap Shen Li kemudian memperagakan gerakan layaknya seseorang yang tengah melakukan pemanasan di tengah pertarungannya.


Sementara di pihak kedua itu, mereka merasakan jika sesuatu yang berbahaya akan segera terjadi.


Dan benar saja, Shen Li kemudian menghilang dari pandangan mereka lalu menedang dagu kepala tetua Sekte Darah Hitam dengan keras yang membuatnya terhempas tinggi ke udara.


"Duakhh!! Ughh!"


Shen Li tidak berhenti disitu, ia kemudian menghilang lalu muncul kembali di atas tetua yang masih terhempas itu sembari mengepalkan erat tangannya lalu meninjunya kuat-kuat ke arah panggung arena.


"Bukhh!!"


Kecepatan Shen Li tidak bisa diikuti oleh kecepatan mata, mereka semua yang menonton hanya bisa melihat tetua Sekte Darah Hitam itu di hajar habis-habisan melesat kesana-kemari oleh Shen Li.


Kejadian yang begitu cepat itu terus berlangsung sampai satu menit lamanya. Tetapi meski hanya satu menit, itu sudah lebih dari cukup untuk melayangkan ribuan serangan ke tubuh tetua itu sampai menghancurkan seluruh tulangnya.


Pada akhir serangan, Shen Li melompat lebih tinggi lalu berputar vertikal dengan cepatnya di udara lalu melesatkan tendangan di dada tetua itu membawanya melesat dengan cepatnya menghantam arena.


Suashhh!!


Duarr!!


Debu-debu di arena mulai berterbangan menutupi arena itu. Kerikil-kerikil kecil mulai berterbangan kesana-kemari. Mereka semua yang berada di sana merasakan getaran setelah hantaman serangan Shen Li tadi, yang membuat seluruh penonton menjadi penasaran sampai berdiri.


Bai Zian Ma yang berada diudara tadi sekalipun dipaksa untuk menepi dari arena karena perintah Shen Li melalui telepati agar ia tidak terkena dampaknya.


Ia kemudian mengibaskan tangannya, menghilangkan seluruh debu yang menghalangi arena.


Dan betapa terkejutnya semua orang saat melihat arena itu terlihat sebuah retakan besar di seluruh permukaannya yang hancur. Yang menjadi sorotan mereka kali ini adalah hasil dari pertaringan yang tidak mereka duga.


Tubuh tetua Sekte Darah Hitam itu telah melunak di sekujur tubuhnya dengan darah memandikan tubuhnya dan mati!.


Shen Li masih berdiri dengan kokohnya dengan kaki yang masih menginjak dada tubuh itu hingga amblas berlubang.


"Sekarang giliranmu" gumam Shen Li, ia masih menatap orang yang baru saja dibunuhnya itu sembari mengangkat kaki dengan ssnyuman jahat khas miliknya.

__ADS_1


Tetua Sekte Bulan Racun itu seketika ambruk lalu berusaha melarikan diri sembari berteriak meminta tolong.


"Haa!! pergi! pergi!! kamu adalah iblis!! Patriark tolong akuu!! ugh" Sebuah pukulan di perut yang menghancurkan dantiannya menghentikan ucapannya dan memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


"Kamu terlalu berisik! apa kamu lupa jika kalian yang meminta ini" ucapan Shen Li bagaikan berasal dari malaikat pencabut nyawa yang siap kapan saja membunuhnya.


Tubuhnya sudah merasa sangat lemas dan tidak berdaya lagi saat dipaksa berdiri tegak oleh Shen Li.


Shen Li kemudian mengeluarkan katanya miliknya yang sudah ia tekan auranya. Lalu dengan kecepatan yang sama seperti saat ia menghajar tetua tadi, ia melesat ke segala arah menebas tubuh tetua itu.


Slashh!!


Slashh!!


Slashh!!


Kejadian ngeri itu terjadi dengan cepatnya, saat tubuh tetua itu akan hancur, dengan segera Shen Li akan memulihkannya lagi, lalu kembali mengulangi perbuatan yang sama sampai berkali-kali.


Para penonton dibuat ngeri dan merinding ketakutan dengan seorang anak remaja berjubah hitam melakukan sebuah tidakan yang begitu sadisnya.


Sementara para saudara Shen Li kali ini sudah dibuat tidak nafsu makan saat melihat darah berceceran membanjiri seluruh permukaan arena yang hancur itu. Mereka semua kemudian menatap ngeri ke arah Shen Li yang masih sibuk menyeruput kopi miliknya layaknya tidak terjadi apa-apa.


Di lain sisi, Kedua Patriark Sekte itu benar-benar sangat marah melihat perbuatan anak remaja itu. Dan dengan dendam yang begitu mendalam sampai bersumpah untuk membunuh anak remaja itu setelah adegan ngeri itu usai.


Bai Zian Ma sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya bisa menelan ludahnya dan tidak berani untuk menghentikan pertarungan itu, karena bagaimanapun itu adalah pertarungan hidup dan mati yang mana tidak akan pernah berhenti sebelum salah satu pihak mati.


"Bu- nu- h- a- a- ku-..."


"Baiklah aku akan menuruti keinginanmu"


Ctik!


Swushh!!


Seketika tubuh tetua itu terbungkus dengan rapat oleh sebuah api yang begitu panas berwarna hitam sampai membakarnya menjadi abu tanoa sisa.


Seluruh penonton tentu dibuat begitu tercengang dan seakan ingin mati saat meliha api yang digunakan oleh anak remaja adalah sebuah api hitam yang lebih kuat dari api ungu di pelelangan. Merka mulai begitu menakuti dan menaruh rasa hormat pada Shen Li itu, akan tetapi ada juga orang yang ingin serakah mencuri api hitam miliknya itu.


Di tempat Xiao Yin, ia dan para bawahannya dibuat sulit bernafas karena mengetahui kekuatan dari tamu VVIP mereka yang bahkan lebih kuat dari kekuatan tertinggi di bintang ini yang disandang oleh Klan Naga. Xiao Yin begitu merasa sangat bersyukur karena telah menjalin relasi yang baik dengan orang kuat itu.


"Zian Ma"


Sebuah ucapan dari Shen Li membangunkan Zian Ma dari keterkejutannya lalu mengumumkan pemenangnya.


"Ehem, pemenang dari pertandingan ini adalah- ..."


"Tunggu dulu!!"


Sebuah suara menghentikan ucapan Zian Ma yang berasal dari patriark Sekte Bulan Racun dan nampak Patriark Sekte Darah Hitam juga berada di sampingnya.


"Kami menantangmu di pertarungan hidup dan mati bocah!!!"


"Hehh, tikus-tikus ini tidak ada jeranya"

__ADS_1


***


__ADS_2