
"Gawat!"
Fang Di terlihat panik dan buru-buru menghabiskan kopi di cangkirnya. Ia seperti anak yang ketahuan mencuri mangga tetangga.
"Fang Di, ada apa?"
Shen Li menanyakan apasan mengapa Fang Di begitu panik. Sebenarnya Shen Li sudah tahu alasannya, ia hanya terkekeh dalam hati melihat tingkah Fang Di itu.
"Ahaa, tidak ada tuan muda. Saya permisi dulu, jangan beri tahu dimana aku bersembunyi pada siapapun yang mencariku."
Fang Di berbicara dengan canggung lalu bergegas sembunyi di salah satu sudut area balkon itu dengan menyembunyikan keberadaannya.
Shen Li hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari menikmati kopi kesukaannya.
Tak lama setelah itu, datang seorang pria paruh baya dengan penampilan cukup acak-acakan menghampiri Shen Li.
"Zian Ma, ada apa?"
"Salam tuan muda, itu, saya sedang mencari bocah nakal."
Penampilan Zian Ma seperti orang yang sedang bertarung dengan pakaian compang-campingnya.
"Fang Di? kenapa kamu mencarinya?"
"I-itu, saya malu mengatakannya tuan muda hehe."
Bai Zian Ma nampak sedikit gugup mendengar pertanyaan Shen Li itu. Karena tidak mungkin ia mengatakan jika ia habis di ikat lalu dipukuli beramai-ramai oleh para wanita sebab ketahuan mengintip saat di pemandian.
Sebenarnya ia melakukannya dengan Fang Di, pada awalnya memang tidak ketahuan, tetapi tiba-tiba Fang Di sudah menghilang dari tempatnya sembari berteriak 'awas ada orang mesum'.
"Hahaha, tak perlu kamu sembunyikan. Aku sudah tahu itu hahaha. Entah bagaimana jika aku mengatakan ini pada istrimu."
"Ja-ja-jangann tuan muda, tolong jangan katakan pada istri saya. Jika tidak pasti saya akan menjadi kasim"
Zian Ma nampak berkeringat dingin saat mendapati godaan dari Shen Li.
"Baiklah kalau begitu."
"Mohon maaf tuan muda, apa tuan muda tahu dimana bocah nakal itu?"
"Oh itu, tentu aku tahu."
Sementara di tempat persembunyian Fang Di, ia hanya bisa menahan nafas dengan keringat dingin membasahi tubuhnya. Ia merasa dag dig dug ketakutan jika Shen Li mengatakan dimana dia bersembunyi.
"Dimana tuan muda?"
Shen Li tidak menjawab, ia hanya santai menikmati kopinya lalu menatap ke arah tempat persembunyian Fang Di.
Fang Di yang mendapati ia ditatap Shen Li semakin berkeringat dingin dan mengutuk Shen Li dalam hatinya.
Sementara Zian Ma melihat Shen Li menatap salah satu sudut, ia kemudian mengikuti pandangan ke arah tempat itu.
"Bocah nakal!! kali ini kau tidak bisa lari dariku!"
Zian Ma menunjukkan senyum jahatnya kemudian melesat ke tempat Fang Di bersembunyi lalu menangkapnya.
"Ahaha, halo pamanku yang tampan, hehehe."
Fang Di hanya bisa pasrah sembari tersenyum canggung menatap Zian Ma, seperti anak kucing.
Zian Ma semakin menatap erat ke wajah Fang Di yang nampaknya ia begitu marah.
"Saya permisi tuan muda."
Zian Ma lantas bergegas melesat terbang membawa Fang Di entah kemana, yang pasti sesuatu yang buruk akan menimpa Fang Di.
Sementara itu, Shen Li hanya menggelengkan kepalanya pasrah. Ia tidak terlalu mengatur tingkah saudaranya, bahkan ia sudah terbiasa dengan tingkah random para saudaranya.
Waktu terus berjalan, hingga pada waktunya Shen Li mengumpulkan para saudara dan petingginya.
Terlihat di aula istana tengah ramai orang-orang bersenda gurau menikmati jamuan yang ada di sana.
__ADS_1
Tak lama kemudian, terlihat seorang pemuda dengan memakai pakaian seorang kaisar dengan naga merah yang tertidur pulas di bahunya yang tak lain Shen Li dan Shiu.
Nampak ukuran tubuh Shiu bisa dia rubah sesuka mungkin, karena terlihat tubuhnya kali ini seperti seukuran rusa muda.
"Yang Mulia Kaisar."
Seluruh orang yang sedang menikmati jamuan berdiri serempak sembari sedikit menundukkan kepalanya menyambit kedatangan Shen Li.
"Angkat kepala kalian."
Shen Li duduk di kursi khusus miliknya lalu diikuti seluruh orang yang ada di ruangan itu.
"Yang Mulia, ada apa gerangan mengumpulkan kami semua?"
Zian Ma membuka suara mengawali pertemuan itu dengan mewakili pertanyaan seluruh orang yang ada.
"Aku hanya ingin memuji dan mengucapkan terimakasih atas semua kerja keras kalian selama ini, dan juga aku ingin mengatakan satu hal yang penting."
Semua orang menjadi penasaran dengan apa yang akan dikatakan Shen Li itu. Mereka tidak ada yang berani bertanya dan menunggu Shen Li mengatakannya sendiri.
"Aku ingin menitipkan Alam Semesta Rendah ini pada kalian."
Bam!
Semua orang terkejut dengan ucapan Shen Li, mereka bertanya-tanya maksud dari ucapannya itu.
"Yang Mulia apa maksud dari ucapan Yang Mulia itu?"
Nampak kali ini giliran Orvar yang menanyakan pertanyaan di setiap benak orang di sana.
"Kalian tenanglah dulu. Aku akan menjelaskannya,"
Shen Li kemudian menjelaskan dengan panjang lebar maksud dari ucapannya itu. Ia dengan hati-hati mengatakannya agar tidak ada satu pihak yang salah paham.
Seluruh orang yang ada, seperti dihantam sebuah gunung besar mendengar ucapan Shen Li. Yang paling terpukul adalah Ling Yue, ia dengan jelasnya menentang Shen Li yang ingin meninggalkan Alam Semesta Rendah ini.
Dengan sedikit bujuk rayu, Shen Li berusaha menyakinkan Ling Yue adiknya agar memberinya ijin. Yang pada akhirnya Ling Yue hanya bisa menerima keputusan kakaknya itu dengan berat hati lalu meninggalkan ruangan rapat itu.
"Kalian jangan bersedih seperti itu, aku menitipkan tugas ini karena aku meyakini hanya kalian yang pantas untuk aku andalkan."
Pertandingan Yuzhou adalah sebuah pertandingan antara kultivator dari 1000 bintang di alam semesta rendah ini untuk menentukan peringkat bintang mereka. Pertandingan ini sudah turun temurun dari dahulu yang diadakan setiap 10.000 tahun sekali.
Pada pertandingan Yuzhou ini, alam semesta yang dipimpin Shen Li selalu berada di peringkat terbawah sehingga selalu mendapat hinaan dan caci maki dari seluruh alam semesta rendah yang lain. Sampai-sampai alam semesta rendah yang dipimpin oleh Shen Li diberikan julukan Bintang Pecundang karena tidak pernah bisa memenangkan satupun pertarungan.
"Untuk masalah itu, aku akan menyerahkan sepenuhnya pada kalian semua untuk memilih 5 orang terbaik yang menjadi perwakilan alam semesta rendah ini."
"Dimana pertandingan akan diadakan nanti?" Tanya Shen Li.
"Untuk pertandingan Yuzhou biasanya selalu diadakan di bintang peringkat pertama yang menjuarai pertandingan Yuzhou lalu, atau bisa dikatakan di bintang terkuat di alam semesta rendah ini Yang Mulia." balas Zian Ma.
"Bintang peringkat pertama?" Shen Li nampak tengah berpikir mengingat-ingat akan bintang peringkat pertama itu.
"Bukankah itu berada di alam semesta rendah Douyin?" tanya Shen Li.
"Itu benar Yang Mulia."
"Baiklah kalau begitu, 3 tahun dari sekarang. Aku akan menanti kalian di Bintang Douyin, Alam Semesta Rendah Douyin. Aku menantikan kabar baik dari kalian." ucap Shen Li.
Untuk pertandingan Yuzhou sendiri, tiap-tiap alam semesta rendah biasanya akan mengirimkan 5 petarung terkuat yang usianya di bawah 1000 tahun dan untuk kekuatannya sendiri tidak dibatasi.
Lalu untuk alam semesta yang menjuarai peringkat pertama bisa melakukan promosi menjadi alam semesta menengah dengan menantang perwakilan alam semesta menengah peringkat terakhir yang akan hadir di pertandingan Yuzhou itu.
"Baik Yang Mulia Kaisar." ucap semua oramg serempak.
"Baiklah kalau begitu, mungkin kalian bisa mempersiapkan untuk kandidat-kandidat yang akan ikut pertandingan Yuzhou itu nanti dari sekarang. Urusan sumberdaya kalian bisa mengambil sesuka hati di ruang harta untuk meningkatkan kekuatan mereka."
"Ah, satu lagi. Aku akan mengusulkan satu orang yang akan mengikuti pertandingan itu. Aku menunjuk Fang Di, mengingat dengan kekuatannya saat ini harusnya itu sudah cukup."
"Hehehe, serahkan padaku Yang Mulia Kaisar."
"Baik Yang Mulia Kaisar."
__ADS_1
Alasan Shen Li mengirim Fang Di sendiri adalah untuk membantu jika ada ada suatu hal yang tidak diinginkan nanti. Lagipula usia Fang Di sendiri baru menginjak 850 tahun, itu masih masuk kedalam kriteria persyaratan pertandingan Yuzhou.
"Kalau begitu aku pergi dulu, silahkan lanjutkan urusan kalian."
Shen Li kemudian bergegas pergi meninggalkan aula rapat itu. Ia beranjak menuju ke kamar Ling Yue, karena ia menyadari sebenarnya tidak semudah itu membujuk adiknya.
Tok! Tok! Tok!
"Yue'er, apa kamu di dalam?"
Shen Li mengetuk pintu kamar Ling Yue yang terkunci. Sebenarnya Shen Li bisa saja dengan mudah membukanya, tetapi ia tidak melakukannya agar tidak mengganggu privasi adiknya.
Ceklek!
"Kakak! kenapa kamu kemari?"
Ling Yue bergegas menyeka matanya yang sembab, karena ia menangis.
"Kakak ingin berbicara denganmu, apakah boleh?"
"E emm"
Ling Yue mengangguk lalu mengajak Shen Li masuk kedalam kamarnya.
Mereka berdua kemudian duduk bersampingan di sofa dengan suasana canggung.
"K-kakak, ada apa kamu kemari?"
"Apakah aku tidak boleh mengunjungi adikku sendiri?" Ucap Shen Li sembari membelai rambut indah Ling Yue.
Ling Yue yang diperlakukan seperti itu merasakan kehangatan dan nyaman lalu bersandar di pundak Shen Li.
"Kakak ingin mengatakan sesuatu padamu."
"Apa itu?"
"Sebagai bentuk permintaan maaf kakak. Aku akan membuatkan portal khusus untukmu yang terhubung dengan dunia jiwa milik kakak."
"Sungguh?!"
Ling Yue bagun dengan semangatnya menunjukkan mata jernihnya yang berbinar-binar.
"Itu benar, tapi dengan satu syarat."
"Apa itu?"
"Untuk memasuki dunia jiwa kakak, setidaknya Yue'er harus berada di tingkat God Realm Menengah."
Ling Yue merasa tak berdaya mendengar ucapan kakaknya itu seakan mustahil. Tingkat kultivasinya sendiri saat ini masih berada di Heaven Realm Rendah. Sedangkan untuk naik tiap tingkatnya membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Ada apa? apa kamu tidak ingin?" tanya Shen Li.
"Itu mustahil kakak." balas Ling Yue lesu.
"Apa yang kamu katakan? bukankah adik kakak yang cantik ini selalu bersemangat?" ucap Shen Li sembari mencubit pipi Ling Yue.
"Aduh kakak sakitt, huhh..." Ling Yue mengusap-usap pipinya yang dicubit Shen Li tadi yang sebenarnya tidak sakit, ia hanya beralasan saja agar kakaknya melepas cubitannya.
"Baiklah kakakku tersayang." balas Ling Yue dengan nada manja.
"Ah, iya kakak hampir lupa. Jika kamu ingin segera bertemu kakak, kakak ingin kamu mengikuti seleksi untuk pertandingan Yuzhou 3 tahun dari sekarang. Kakak akan menunggumu di alam semesta Douyin"
"Apa kakak berjanji?" tanya Ling Yue.
"Kakak berjanji, karena itu kakak harap Yue'er segera menjadi kuat agar bisa bertemu kakak nanti. Lalu jika Yue'er berhasil, kakak akan memberimu hadiah." ucap Shen Li tersenyum hangat.
"Baiklah kalau begitu. Yue'er akan berlatih dengan sungguh-sungguh mulai sekarang agar bisa bertemu kakak nanti." ucap Ling Yue dengan semangatnya lalu mengecup pipi Shen Li.
Cup!
"Itu hadiah dari Yue'er untuk kepergian kakak nanti."
__ADS_1
Shen Li merasa sangat senang dengan hal itu. Dengan ini, maka tidak ada satupun hal yang akan mengganjal pikiran Shen Li saat pergi nanti.
***