
[Ding!]
[Proses pembuatan pil penawar racun selesai]
[Mendapatkan 20 pil penawar racun]
Shen Li yang mendengar hal itu mengernyitkan dahinya, "Sistem, mengapa aku hanya mendapatkan 20 butir pil saja? bukankah seharusnya 50 butir?"
[Itu dikarenakan pil yang dihasilkan alcemy sudah ditingkatkan tuan, sehingga membutuhkan lebih banyak sumberdaya dan efektivitasnya lebih tinggi]
Shen Li mengangguk paham, dan memaklumkan hal itu.
"Baiklah kalau begitu"
Shen Li kemudian beranjak pergi dari tempat itu, tetapi ia menghentikan langkahnya saat keluar dari penghalang tempat itu.
"Jika aku bisa membawa tempat ini, bukankah akan lebih efisien ketimbang aku harus bolak-balik kesini hanya untuk menggunakan skillku?!" gumam Shen Li.
[Bisa tuan] sahut sistemnya.
"Eh?! benarkah? bagaimana caranya?" tanya Shen Li.
[Sebenarnya tuan sudah mempunyai sebuah dunia tersendiri di dalam jiwa tuan semenjak tuan menjadi seorang 'primordial'. Tuan bisa memindahkan tempat ini kedalam dunia jiwa milik tuan, akan tetapi saat ini tuan belum dapat memasuki tempat itu]
"Benarkah?! lalu bagaimana caranya agar aku bisa memasuki tempat itu?" balasnya.
[Pertama, tuan harus memahami terlebih dahulu tentang konsep ruang dan waktu sampai ke titik tertinggi untuk lebih efisien. Akan tetapi, jika tuan belum bisa sampai ke titik tertinggi tuan akan memerlukan banyak sekali energi untuk memasukinya]
"Jadi seperti itu, apa aku bisa menciptakannya menggunakan skill Primordial creator milikku?"
[Untuk sekarang belum bisa tuan, seperti yang saya bilang. Tuan harus memahami terlebih dahulu hukum-hukumnya. Tetapi jika tuan ingin belajar sistem menyediakan sebuah kitab yang berisi tentang hukum ruang dan waktu]
[Apakah tuan ingin membelinya?]
"Ohoo?! tentu saja 'Ya'" ucap Shen Li bersemangat dengan mata yang membara.
[Ding~ Berhasil membeli kitab hukum ruang dan waktu seharga 1 Triliun poin sistem, sisa poin sistem : tidak terbatas (∞)]
Shen Li kemudian memejamkan matanya sesaat dengan harap ia akan segera memahaminya. Karena seperti yang lalu-lalu, pikirannya akan dimasuki oleh tulisan-tulisan aneh yang berisi tentang informasi hal-hal baru.
Akan tetapi dugaan Shen Li dipatahkan dengan telak oleh suara sistemnya.
[Ee... Tuan sedang apa? bukankah tuan harus segera kembali?] tanya sistemnya.
"Apalagi?! Bukankah aku akan mendapatkan informasi hukum ruang dan waktu seperti sebelum-sebelumnya?" Tanya Shen Li kebingungan.
[Tidak tuan. Tuan harus memahami kitab tersebut secara manual, sistem tidak bisa membantu tuan untuk hal ini. Semoga berhasil tuan!!]
Bang!!
Shen Li sangat malu dengan tingkahnya ini karena terlalu percaya diri, "Ahaha! Jadi seperti itu" Ucap Shen Li sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Sedangkan sosok di dalam diri Shen Li tertawa terbahak-bahak melihat tingkah konyolnya.
"Buahahaha!! Anak ini sangat lucu sekali! aku semakin tertarik dengannya!" Ucap sosok tersebut sampai-sampai dia tertawa terpingkal-pingkal sampai menangis mengingat raut wajah kepedean Shen Li tadi.
"Hahh lupakan hal itu! Aku akan mengatasinya nanti sembari dalam perjalanan, sekarang bantu aku untuk menyimpan tempat ini" Ucap Shen Li mengalihkan pembicaraan.
[Baik tuan]
Shen Li lantas mengarahkan tangannya ke arah tempat itu, seketika tempat itu telah menghilang tanpa meninggalkan setitik debu. Sedangkan sistem telah memindahkan tempat persembunyian naga kuno itu ke suatu tempat di dalam dunia jiwa Shen Li.
"Hei sistem? Apakah kamu ingin memiliki nama? Atau kamu sudah memilikinya? Karena aneh rasanya harus memanggil dengan sebutan 'sistem'?" Tanya Shen Li.
[Tidak tuan, sistem belum memiliki nama. Sistem akan sangat senang jika diberi nama oleh tuan.]
"Hmm.. oke baiklah! Aku akan memberimu nama!" Balas Shen Li sembari melihat kebawah dengan tangan mengelus-elus janggutnya.
"Shen Kai, namamu sekarang adalah Shen Kai. Karena kamu sudah aku anggap sebagai keluargaku" Ucap Shen Li tersenyum puas.
[Terimakasih banyak tuan]
"Sama-sama" Ucap Shen Li, kemudian menghilang dari tempat itu.
Kota kekaisaran
"Kenapa Shen Li belum kembali?" gumam Jia Yu yang sudah menunggu Shen Li sampai sore hari ini.
Kedai yang mereka tempati tadi juga telah tutup lebih awal karena dagangannya telah habis diborong oleh paman Ru.
Sedangkan paman Ru saat ini tengah tertidur pulas, karena ia makan sampai kekenyangan.
Swushh!!
Tiba-tiba saja Shen Li muncul tak jauh dari tempat mereka berada tanpa diketahui seseorang pun.
"Maaf jika aku membuat kalian menunggu terlalu lama" Ucap Shen Li memecah lamunan Jia Yu tadi. "Jia Yu? Apa kamu menangis? Apa ada yang menyakitimu?!" lanjutnya.
Jia Yu yang tersadar dari lamunannya langsung mengisap bendungan air mata yang hampir menetes tadi. "Ah?! Tidak! tidak apa-apa" balasnya tetapi beda dengan batinnya "I-ihh aku itu khawatir denganmu tahu Shen Li!! Hiihh! dasar tidak peka!" Gerutunya.
"Baiklah kalau begitu. Paman Ru! apa kamu ingin kami tinggal dan tidur di sini?!" Ucap Shen Li yang sedang membangunkan paman Ru yang tertidur.
"A-ahh!! Sh-Shen Li! Maafkan pamanmu ini dan jangan tinggalkan paman sendiri di sini! Hoaamm!!" Ucap paman Ru yang menguap baru bangun tidur, lalu mengusap air liurnya yang sudah banjir di pipinya.
Shen Li dan Jia Yu yang melihat ini terkekeh melihat tingkah paman Ru yang seperti anak kecil. Sedangkan paman Ru yang melihat mereka hanya acuh saja karena tidak tau apa yang membuat mereka terkekeh.
"Baiklah mari kita pergi!." Ucap Shen Li yang mengalirkan energinya menyelimuti mereka bertiga kemudian menghilang.
Kediaman Patriak Shen Qi
Saat ini Shen Qi tengah bercanda dengan Yui Ran Qui agar istrinya tidak merasa bosan dan sedikit melupakan kesedihannya.
Akan, tetapi suasana itu menjadi penuh keterkejutan, karena di dalam ruangan yang tak lain adalah kamar Shen Li itu tiba-tiba saja muncul 3 orang, yang tak lain adalah Jia Ru dan Jia Yu, akan tetapi ada 1 orang berjubah yang tidak ia kenali, namun perasaan dalam hati mereka menjadi hangat saat melihat orang berjubah dibelakang Jia Ru dan Jia Yu itu, namun Shen Qi dan Yui Ran Qui tidak menghiraukannya.
__ADS_1
"Ji-Jia Ru?!" Ucap Shen Qi dengan nada bersalah dan sedih.
Yui Ran Qui yang melihat 2 orang yang sudah dia anggap keluarga itu juga nampak berlinang air mata, karena sudah beberapa minggu ini tidak bertemu mereka.
Jia Ru dan Jia Yu kemudian perlahan mendekati tempat Shen Qi dan istrinya. "Salam Patriark dan Nyonya!" Ucap Jia Ru diikuti oleh Jia Yu yang sedikit mwmbungkuk dengan menangkupkan tangannya.
"Jangan terlalu formal denganku Jia Ru, bukankah aku sudah bilang?!" Ucap Shen Qi, "Lalu ada apa gerangan kalian kemaa-..?!"
Ucapan Shen Qi terhenti saat menyadari bahwa kultivasi Jia Ru telah kembali dan melampauinya.
"Ji-Jia Ru?! Apakah kultivasimu sudah kembali?" Tanya Shen Qi dengan nada tak percaya.
Yui Ran Qui yang mendengar itu juga ikut terkejut dengan perkataan suaminya.
"Benar sekali Shen Qi, dan sekarang aku sudah melampauimu! Hahaha!" Balas Jia Ru mengejek Shen Qi, karena bagaimanapun mereka berdua adalah seorang sahabat.
"Hahaha! Syukurlah kalau begitu, lalu bagaimana caranya kamu membuka segel dari Tang Mo?" Tanya Shen Qi yang tidak memperdulikan ejekan Jia Ru.
"Itu karenaa..." Jawab Jia Ru mendramatisir ucapannya agar mereka berdua tegang, "Rahasiaa!" lanjutnya dengan nada bersemangat.
Suara teriakan Jia Ru tidak sampai terdengar keluar, karena setibanya Shen Li di sini, ia telah membuat array peredam suara.
"Oii, Jia Ru itu sama sekali tidak lucu" Balas Shen Qi dengan raut wajah jelek. "Kau tahu? kamu menjadi menyebalkan lagi saat kultivasimu telah kembali" lanjutnya.
"Ah sudahlah!" Ucap Shen Qi lagi dan sekarang menunjukkan raut wajah menyesal dan bersalah.
"Maafkan aku karena telah mengusir kalian dari sini. Aku terpaksa melakukan itu demi menjaga nama baik Klan Shen, kau tahu itu bukan?!" Ucap Shen Qi meminta maaf pada Jia Ru.
"Sudahlah kawan, aku sudah mengetahui itu. Dan aku sudah hafal betul dengan sifatmu itu. Jangan lagi kau ungkit hal itu, atau aku akan pergi sekarang" Balas Jia Ru.
"Baiklah jika itu maumu, lalu ada urusan kalian kemari?" tanya Shen Qi.
Jia Ru tidak menjawab pertanyaan Shen Qi. Perlahan ia melihat anaknya, Jia Yu yang seperti mengetahui pikiran ayahnya hanya mengangguk paham.
Menerima anggukan dari anaknya, ia hanya tersenyum hangat kemudian menatap ke arah Shen Li berada, sedari tadi ia hanya diam ridak bergeming, karena menahan rasa rindu dalam hatinya.
Sedangkan Shen Qi dan Yui Ran Qui yang melihat itu menjadi kebingungan.
Shen Li yang seakan sudah menerima kode dari Jia Ru, hanya diam kemudian berjalan dan berhenti di depan mereka berdua.
Shen Qi yang melihat hal itu menjadi waspada, tetapi ia tetap bersikap profesional dengan tidak gegabah mengambil tindakan.
"Mohon maaf tuan, Sebenarnya tuan siapa?" Tanya Shen Qi yang sudah penasaran.
Shen Li tidak menjawab pertanyaan ayahnya, tetapi dengan perlahan ia membuka tudung kepalanya.
Shen Qi dan Yui Ran Qui yang melihat sosok itu mulai menghilangkan kewaspadaannya digantikan dengan rasa rindu yang begitu mendalam.
"Ibu! Ayah! Aku pulang!"
***
__ADS_1