
Tak terasa lamanya, waktu silih berganti.
Hari kepergian Shen Li sudah tiba.
Tidak banyak orang yang berkumpul mengantar kepergian Shen Li. Ini memang sebuah permintaan khusus dari Shen Li agar kepergiannya disembunyikan dari publik.
Hanya para tetuanya dan saudara-saudara Shen Li yang hadir pada saat itu.
"Semuanya, kuharap kalian baik-baik saja dan cepat menjadi kuat. Aku akan menunggu kalian nanti di Bintang Douyin, kuharap kalian berjuang sekuat tenaga."
"Baik Yang Mulia Kaisar."
"Shiu, waktunya kita pergi."
Seekor naga kecil di pelukan Ling Yue segera pergi menemui tuannya dan tidur di bahu nyaman Shen Li.
Setelah merasa cukup dengan beberapa kata dan memberikan sumberdaya. Shen Li bergegas membuka celah ruang dimensi memulai petualangannya kembali.
Lorong Dimensi
Shen Li kali ini memulai perjalanannya dengan santai.
Lorong dimensi yang gelap sudah menjadi sahabatnya dalam setiap pertempuran yang ia alami. Pengalamannya bertarung juga sudah meningkat pesat, ia selalu berjuang untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalunya.
Kali ini Shen Li memulai perjalanannya menuju langsung ke alam semesta inti.
Bukan tanpa alasan Shen Li melakukan ini, mengingat di seluruh alam semesta rendah ia sudah mengunjunginya. Dan juga di alam semesta menangah pun juga sama halnya.
Ia berharap kali ini ia akan menemukan sesuatu yang selama ini ia cari.
Pada tiap malam Shen Li selalu merasakan ada sesuatu yang memanggilnya. Awalnya hanya satu kali saat ia selesai bertempur di bintang alam semesta rendah. Akan tetapi sesuatu yang memanggilnya itu semakin lama semakin sering yang mengganjal di pikirannya.
Shen Li sengaja tidak mengatakan ini pada siapapun. Saat ia bertanya pada gurunya dulu, ia tidak mendapatkan jawaban dan hanya diminta untuk mencari jawabannya sendiri oleh gurunya Zhang Li Quan.
"Shiu, apa kamu juga merasakannya?"
"Grrr.."
Jiwa Shen Li dan Shiu memang terhubung karena sebuah kontrak khusus antara tuan primordial dengan hewan primordial yang membuat Shen Li dan Shiu saling merasakan satu sama lain.
Shen Li juga dapat menyimpan setengah dari energinya di tubuh Shiu, oleh karena itu tak heran Shiu memiliki kekuatan yang hanya berada di bawahnya karena kekuatannya dan kekuatan Shiu saling melengkapi.
"Apa itu?"
Sebuah fenomena aneh kali ini terjadi di lorong dimensi. Sebuah celah dimensi lain tiba-tiba muncul di kekosongan lorong dimensi.
Hal ini adalah yang pertama kali bagi Shen Li, dalam pemahamannya tentang hukum ruang dan waktu ini juga menyalahi aturannya.
"Entah mengapa aku merasakan hal yang akrab darinya."
"Grrr..."
"Tenanglah Shiu, aku akan menjagamu."
Shiu merasakan takut karena adanya fenomena aneh ini, meskipun Shiu juga merasakan perasaan akrab seperti apa yang Shen Li rasakan.
Saat mendekati celah ruang itu, sebuah daya hisap yang sangat kuat seperti memaksa Shen Li untuk memasukinya.
Shen Li tidak bisa melawan akan hal itu, ia hanya bisa membuat sebuah penghalang ruang untuk mencegah hal tak diinginkan nantinya.
Pada saat Shen Li sudah memasuki celah dimensi, ia tidak melihat kekosongan yang gelap gulita, melainkan ia seperti mengambang di tempat yang dimana-mana hanya ada warna putih berhias bintang-bintang bertaburan dengan segala jenis warna.
Shen Li dan Shiu yang melihat itu begitu takjub dan mengendurkan kewaspadaannya. Di sana mereka berdua merasa begitu nyaman seperti kembali ke tempat asal seharusnya mereka berada.
"Ini sangat menakjubkan."
"Kai, apa kamu tahu tempat apa ini?" tanya Shen Li.
__ADS_1
"Saya juga tidak bisa mengetahuinya tuan."
Shen Li sebenarnya tidak mengharapkan akan jawaban itu. Pada akhirnya ia berusaha mencoba mencari tahu sendiri dengan mendekati ke bintang-bintang yang ada dengan harap mendapatkan sedikit informasi.
Setelah hampir 1 jam melesat dengan kecepatan tertingginya, Shen Li merasa ia tidak pernah sampai ke salah satu bintang terdekat yang ditujunya.
Shen Li tidak menyerah akan hal itu, ia terus melesat sangat cepat.
Sampai akhirnya, Shen Li membutuhkan waktu 3 hari melesat dengan kecepatan tertingginya tanpa henti.
Saat sampai, bintang yang semula terlihat sangat kecil ternyata memiliki ukuran yang sangat besar mungkin sekitar 5 kali ukuran matahari di tata surya bumi.
Meskipun dikatakan besar, bintang itu tetaplah termasuk ukiran bintang kecil yang ada di sana. Shen Li merasakan energinya begitu terkuras untuk pertama kalinya setelah memiliki kekuatan yang besar.
Saat Shen Li berada sekitar 100 mil dari permukaan bintang itu. Tiba-tiba saja bintang besar itu bersinas sangat terang lalu berubah menjadi sebuah partikel-partikel cahaya melesat kedalam kepala Shen Li.
Tubuh Shen Li seketika bercahaya sangat terang. Banyak sekali informasi yang harus ia serap dan pahami dalam kepalanya yang membutuhkan waktu beberapa saat.
"Aku mengerti sekarang. Ini adalah dimensi khusus yang harus dilewati menuju ke Alam Ilahi (Divine Realm)."
Setelah kejadian baru saja, segel yang mengunci pemahaman tentang Alam Ilahi di pikiran Shen Li terbuka.
Alam Ilahi sendiri adalah alam dimana para dewa sesungguhnya tinggal. Untuk alam ilahi sendiri hanya terdiri dari bintang-bintang yang masing-masingnya dipimpin oleh Dewa Sejati.
Bintang-bintang di alam ilahi sendiri juga memiliki peringkat, dimana 10 bintang terkuat dipimpin oleh dewa sejati yang disebut Dewa Primordial.
Setelah mengetahui informasi itu, Shen Li dengan segera melesat tidak ingin menunda waktu lagi menuju ke pintu keluar lorong dimensi itu yang berada sangat jauh dari tempat Shen Li berada saat ini.
Setelah membutuhkan waktu 1 bulan penuh lamanya, pada akhirnya Shen Li telah sampai ke pintu keliar dari lorong dimensi itu dengan menggunakan seluruh kekuatannya.
Alam Ilahi
Di sebuah padang rumput yang begitu luasnya, pohon-pohon yang sangat tinggi menjulang, hewan-hewan pemakan rumput terlihat berkelompok asik menyantap rerumputan segar.
Terlihat seorang pemuda dan seekor naga kecil terlihat terbaring tak berdaya di sana. Mereka tak lain adalah Shen Li dan Shiu yang telah berhasil keluar dari lorong dimensi yang sangat-sangat panjang.
Mereka berdua terlihat tak sadarkan diri karena kehabisan banyak sekali energi yang digunakan. Jika saja mereka bergerak lambat, entah berapa ratus tahun yang dibutuhkan untuk keliar dari sana.
Kelopak mata Shen Li terlihat sedikit bergetar yang menandakan bahwa dia akan segera sadar. Seekor naga kecil terlihat tengah menjilati wajahnya dengan senang.
Bukan tanpa alasan Shiu lebih dahulu bangun, itu karena Shiu adalah hewan spesial yang mampu memulihkan energinya dengan sangat cepat bahkan melampaui kecepatan milik Shen Li.
"Ermm, apa ini?"
Shen Li perlahan membuka matanya, ia melihat jika Shiu tengah asyik menjilati wajahnya.
"Shiu hentikan."
"Apa-apaan dengan tekanan gravitasi di sini. Aku sama sekali tidak bisa menggerakkan tubuhku."
Shen Li terlihat begitu berusaha untuk bangun memulihkan energinya dengan bantuan pasokan energi dari Shiu. Ia hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk mengisi tenaganya kembali penuh.
Tetapi hal itu masih belum cukup, Shen Li masih harus beradaptasi dengan tekanan gravitasi yang ada di sana. Dengan segenap kekuatannya, ia mencoba untuk berdiri meskipun harus seperti orang menggigil.
Setelah beberapa saat, Shen Li akhirnya bisa menyesuaikan diri dengan mudah. Hal ini tentu saja karena ia memiliki tubuh dengan tingkat tertinggi yang ada, jadi Shen Li memiliki kecepatan adaptasi yang tinggi dengan lingkungan sekitar.
Shen Li menghirup nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan.
"Jadi ini alam ilahi, tak heran memiliki kemurnian dan kepadatan yang sangat tinggi."
Mereka berdua mencoba untuk menjelajahi daerah sekitar untuk mengetahui di mana tempat mereka berada dengan berlari kecil.
Setelah beberapa saat, Shen Li melihat sekumpulan hewan yang sepertinya tengah asik memakan rumput.
"Hehh, bukankah itu sapi?" Shen Li kembali mengucek matanya untuk membuktikan apa yang dilihatnya benar atau tidak.
"Itu benar-benar sapi, hahaha. Shiu ayo kita makan daging sapi, sudah lama aku tidak memakan dagingnya."
__ADS_1
Shen Li dan Shiu langsung berlari mendekati gerombolan sapi itu untuk berburu.
"Sapi kecil tunggu aku, hahaha."
Shen Li berlarian layaknya seorang anak kecil yang menemukan makanan kesukaannya. Namun, tiba-tiba saja sapi-sapi itu malah berlari menuju ke arahnya, Shen Li tentu merasa sangat senang akan hal itu.
"Hahaha, datanglah pada ayah sapi keee... Itu sangat besar. Gawat kita harus lari!!"
Shen Li yang awalnya bersemangat tiba-tiba saja berlari menjauhi gerombolan sapi itu. Bukan tanpa alasan, sapi yang ia kira berukuran normal itu ternyata memiliki tinggi tubuh seperti rumah 3 lantai.
Akan tetapi bukan hal itu yang membuatnya berlari. Melainkan tingkat kultivasi sapi-sapi itu yang ternyata lebih tinggi darinya dan juga ia melihat seekor harimau yang berukuran raksasa dengan kekuatan yang bukan main kuatnya.
"Sial, sial, sial! Apa-apaan dengan kekuatan mengerikan mereka itu?!"
Shen Li dipaksa menggunakan kekuatan penuhnya. Tetapi meskipun dibilang kekuatan penuh, itu masih saja terlihat berlari biasa jika dibandingkan dengan kecepatan sapi dan harimau yang mengejarnya.
Shen Li berlari menuju ke arah hutan dengan pepohonan yang sangat tinggi. Ia terus berlari semakin dalam menuju inti hutan itu.
Semakin dalam ia memasuki hutan, pencahayaan juga semakin redup. Karena kepanikannya ia tidak menyadari jika saat ini justru dia yang menjadi sasaran harimau besar itu.
"Ini gawatt!!"
Brukk!
Shen Li tersandung sebuah akar pohon, ia dipaksa bergerak mundur sembari mengesot karena tekanan dari harimau itu.
"Roarr!!.."
Harimau semakin mendekati Shen Li yang tertekan itu.
"Sial tidak ada cara lain!"
Shen Li berusaha tetap tenang, ia mengeluarkan pedang miliknya berusaha melawan harimau itu.
Slashh!! Slashh!! Slashh!!
Trang!! Trangg!!..
Harimau yang diserang Shen Li tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya melainkan semakin mendekat tanpa luka sedikitpun.
Tak berhenti disitu, Shen Li langsung menyerang harimau dengan segala jurus-jurus miliknya dengan segenap kekuatannya.
"Sepertinya itu berhasil."
Nampak harimau itu bisa tertekan mundur karena serangan dari Shen Li. Akan tetapi hal itu justru membuat harimau itu murka dan berusaha menyerang balik Shen Li.
"Roarr!!"
Ia mengangkat salah satu kakinya lalu dengan kecepatan yang sangat tinggi, harimau itu mengayunkan cakarnya membuat siluet dari api menyerang Shen Li.
Boomm!!
Shen Li terlempar sangat jauh semakin dalam menabrak banyak pepohonan sampai akhirnya berhenti saat menabrak batu.
"Ughh.." Shen Li dipaksa memuntahkan seteguk darah setelah sekian lamanya.
Sementara itu Shiu melawan harimau itu dengan kekuatannya. Terlihat jelas jika celah kekuatan mereka berdua terpaut sangat jauh sehingga Shiu dipaksa menerima kekalahan dengan banyak luka dialaminya.
Kali ini Shen Li benar-benar tidak berdaya saat melihat harimau itu semakin mendekat. Ia menjulurkan tangannya berusaha meraih Shiu yang terbaring penuh luka.
Saat harimau itu sudah siap menerkam Shen Li, sebuah auman yang begitu kerasnya membuat harimau itu berlari menjauhi Shen Li.
Shen Li yang kesempatan tidak menyia-nyiakan lagi, dengan sepenuh tenaga ia berusaha membawa Shiu yang terluka mencari tempat yang aman untuk mereka memulihkan diri.
Setelah beberapa saat, Shen Li melihat sebuah celah reruntuhan bangunan kecil dibawah kaki gunung lalu memasukinya tanpa ragu lagi.
Saat ia di dalam, ia terus berjalan semakin dalam. Terlihat dinding-dinding bangunan itu terlihat sangat kokoh terbuat dari batu seperti giok.
__ADS_1
Setelah menemukan tempat yang terasa tepat, Shen Li mengambil banyak pil pemulihan lalu diberikan pada Shiu dan dirinya. Kemudian ia mengambil posisi meditasi berusaha memulihkan luka dalam yang dialaminya.
***