Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Meninggalkan Bintang Sirius


__ADS_3

"Raja Bing, kamu bisa menyuruh para prajuritmu untuk membimbing para penduduk segera datang kemari" Ucap Shen Li.


Mereka berdua kemudian menghilang sekejap mata dari tempat itu. Saat ini mereka telah kembali ke tenda pengungsian utama, dengan segera Raja Bing Tian mengumpulkan seluruh pasukan Kerajaan Bing.


Ia memberikan arahan pada pasukannya untuk membimbing para penduduk ke kota baru, tentu saja mereka semua kebingungan dengan perkataan raja mereka tetapi karena ini titah dari raja langsung dan harus segera dilakukan, mau tidak mau mereka mengarahkan para penduduk ke kota baru.


Tidak dari semua prajurit dikerahkan membimbing jalan beberapa tetap disisakan sekitar 200 prajurit untuk membereskan seluruh tenda penampungan.


Para Tetua dan Tetua Agung Sekte Singa Api yang kebingungan, dengan pribadi menanyakan hal itu pada raja mereka. Raja Bing Tian tidak menjawabnya dan hanya menoleh ke arah Shen Li yang ada di sampingnya.


"Baiklah." Ucap Shen Li seakan mengerti apa yang diinginkan oleh Raja Bing Tian. Ia lantas menyelimuti para tetua di situ lalu menghilang dengan cepatnya untuk kembali ke kota yang baru saja ia buat.


Para tetua tersebut tidak bisa menggambarkan keterkejutannya saat melihat sebuah kota yang begitu megah berada di depan mereka semua. Berulangkali mereka terus mengucek mata dengan harap ini bukanlah mimpi belaka.


"A-apa aku sedang bermimpi?" tanya Tetua Agung Sekte Singa Api dengan menatap sekeliling ke arah para tetua.


"Tetua kemarilah!" kata salah satu tetua kerajaan.


"Iya ada apa gerangan tetua?" balas Tetua Agung.


Plakk!!


Sebuah tamparan begitu kerasnya mendarat di kedua pipi Tetua Agung Sekte Singa Api karena ulah tetua kerajaan.


"Awww!! tetua apa yang anda lakukan?!" tanya Tetua Agung sembari mengusap-usap kedua pipinya.


"Apa itu sakit?!" tanya tetua kerajaan dengan polosnya.


"Apa tetua ingin merasakannya sendiri?! jika iya dengan senang hati saya akan membantu" balas Tetua Agung mendengus kesal dengan mengepalkan tangannya.


"Ahahaha, ternyata kita tidak bermimpi." Sahut tetua kerajaan tersenyum canggung sembari mengusap-usap kepalanya yang tidak gatal, lalu selangkah demi selangkah mudur kebelakang seperti seseorang yang ketahuan mencuri.


Sedangkan para tetua dan raja yang melihat tingkah mereka hanya bisa menggelak tawa riuh dengan menggelengkan kepala. Untuk sejenak mereka bisa melupakan beban di pundak mereka karena kejadian ini.


"Mohon maaf Yang Mulia Raja jika hamba lancang ingin bertanya" kata salah satu tetua kerajaan.


"Silahkan, silahkan, apa yang ingin kamu tanyakan tetua?" balas Raja Bing Tian.


"Sebelumnya, saya ingin menanyakan, mengapa di sini sudah berdiri sebuah kota yang begitu megah? lalu mengapa kita datang kemari?" tanya tetua itu.


Sang Raja hanya tersenyum lembut dengan pertanyaan tetuanya itu, sebab ia menyadari akan kebingungannya.

__ADS_1


"Aku akan menjelaskan intinya saja, Ini adalah Kota Kerajaan Bing yang baru. Dan untuk siapa yang membangunnya, itu adalah Tuan Shen Li" balas Raja Bing Tian.


Para tetua yang mendengar hal itu hanya bisa melongo dengan membuka rahang mereka lebar-lebar. Sesaat kemudian mereka tersadar akan sikap mereka itu, lalu bergegas menghadap Shen Li ingin berlutut memberi hormat dar ucapan terimakasih.


"Jika kalian melakukannya, aku akan mengebiri kalian!" ucap Shen Li yang menghentikan tidakan para tetua yang ingin berlutut.


Gulp!!


Para tetua dengan segera bangun dan buru-buru menutupi pusaka mereka merasa sedikit ngilu dengan ucapan Shen Li.


"Aku hanya akan mengatakan hal ini, ini adalah salah satu prinsipku. Jangan pernah kalian dengan mudahnya memberi hormat entah itu berlutut maupun bersujud kepada orang lain, kecuali pada guru dan orang tua kalian, terutama pada ibu kalian." ucap Shen Li memberi nasihat.


"Terimakasih Tuan Shen Li, nasihat anda akan selalu kami dengarkan" balas mereka semua tak terkecuali Raja Bing Tian. Dalam hati mereka mulai timbul rasa kagum dan hormat begitu dalam dengan kepribadian milik Shen Li.


"Tetua Agung." Kata Shen Li.


"Ada apa Tuan Shen Li?" balasnya.


"Untuk tawaranku sebelumnya, dan keinginan kalian menjadi para abdiku. Aku akan membatalkannya atau lebih tepatnya menundanya entah dalam waktu yang aku sendiri tidak mengetahuinya" jelas Shen Li.


Nampak raut wajah keterkejutan dan kecewa dari wajah Tetua Agung Sekte Singa Api itu, tetapi karena itu adalah permintaan Shen Li, ia hanya bisa menerimanya.


"Tentu, yang pertama karena aku saat ini masih ingin bepergian sendiri. Yang kedua, aku akan kembali ke alam semesta rendah dimana tempat calon istri dan keluargaku tinggal. Dan yang terakhir, ini adalah satu-satunya perintah dariku. Aku ingin kalian menjaga Bintang ini sampai aku kembali nanti" Ungkap Shen Li.


"Baik tuan! Saya akan menjalankan perintah tuan sebaik mungkin dan menunggu kembali kedatangan Tuan Shen Li." balas Tetua Agung dengan sopan sembari sedikit menundukkan kepalanya.


"Kalian semua masuklah terlebih dahulu, aku akan pergi sebentar dengan Tetua Agung" kata Shen Li kepada Raja Bing Tian dan para tetuanya.


"Baik Tuan Shen Li" balas mereka serempak lalu berjalan memasuki kota kerajaan.


"Tetua Agung, ikutlah denganku sebentar" Ajak Shen Li yang mendapat anggukan dari Tetua Agung.


Mereka berjalan sekitar 5 mil dari Kota Kerajaan Bing, dan berhenti di sebuah tanah lapang.


Shen Li kemudian mengangkat tangannya kedepan, lalu muncul sebuah lingkaran energi yang begitu besar bercahaya terang. Perlahan tapi pasti, muncul sebuah bangunan seperti sebuah kastil sihir yang tak kalah megah dengan istana kerajaan dengan beberapa tingkatan di sekitarnya.


Shen Li saat ini tengah membangun kembali kediaman Sekte Singa Api, sebab ia melupakannya saat membangun kota yang lalu.


"Ini adalah Singa Api yang baru, kalian harus menjaga tempat ini, karena aku mewariskan tempat ini kepada kalian. Dan aku ingin kalian segera menjadi kuat." ucap Shen Li ditengah-tengah keterkejutan Tetua Agung.


"Tunggulah di sini sebentar"

__ADS_1


Ia kemudian melesat sendiri menjauhi tempat itu lalu berhenti di tempat yang menurutnya sudah pas dengan keinginannya.


"Primordial Creator : Holy Mountain" gumam Shen Li sembari mengangkat tangannya ke langit.


Perlahan dari balik awan muncul sebuah gunung yang begitu tinggi, aura yang keluar dari gunung itu juga tidak kalah mengerikannya.


Perlahan tapi pasti, Shen Li meletakkan gunung itu dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan gempa. Tetapi mengingat ukurannya yang begitu besar, tidak menghindari hembusan angin yang begitu kuatnya keluar saat ia sudah meletakkan gunung itu.


Fenomena jatuhnya gunung besar tersebut sangat mengagetkan semua orang dari Kerajaan Bing, entah Raja maupun tetua, dan terutama bagi para penduduk yang masih berjalan menuju kota baru mereka.


Gunug itu terdapat banyak sekali suberdaya yang begitu langka, dan memiliki khasiat yang begitu mengerikan bagi para kultivator. Dan oleh sebab itu, gunung tersebut memiliki aura yang begitu luar biasa kuat yang menyebabkan kepadatan Qi di sini semakin meningkat.


Shen Li kemudian melesat kelangit lalu membuat sebuah segel tangan yang begitu rumit lalu merentangkannya.


"Primordial Creator : Absolute Pyramid"


Muncul fluktuasi energi dari dalam tubuh Shen Li, yang kemudian menyebar menutupi Ketiga tempat itu yang berbentuk piramida raksasa berwarna putih keemasan lalu perlahan mulai membaur dengan udara sekitar sehingga menjadi tidak terlihat dan sulit dirasakan keberadaan pelindung itu.


Ia kemudian menghilang membawa Tetua Agung menemui Raja Bing Tian dan para tetuanya.


"Aku sudah membuat pelindung yang sangat kuat untuk melindungi ketiga tempat yang aku buat ini, satu hal yang akan aku katakan. Orang yang bisa memasuki tempat ini hanyalah orang-orang yang tidak memiliki niatan buruk lalu jika ada orang yang berhasil lolos di dalamnya, maka orang itu akan menjadi abu seketika" ucap Shen Li.


Orang-orang itu hanya mengangguk paham dan semakin mengagumi Shen Li. Sebab karenanya, mereka menjadi lebih merasa aman dan damai saat ada Shen Li dengan mereka.


"Ahh?! satu hal lagi. Di dalam gunung suci itu terdapat banyak sekali sumberdaya, memang tidak akan pernah habis, tetapi aku hanya berpesan ambillah secukupnya dan jangan serakah" lanjutnya.


"Terimakasih banyak Tuan Shen Li, dan maaf jika kami tidak bisa membalas seluruh kebaikan dari tuan" Ucap Raja Bing Tian ssmbari menundukkan kepalanya diikuti para tetua.


"Jangan terlalu berpikir, itu hanyalah kompensasi dariku atas perbuatanku sebelumnya. Sebentar lagi para penduduk akan datang, dan sekarang aku akan pamit meninggalkan bintang Sirius ini" ucap Shen Li yang kemudian melesat begitu cepat meninggalkan bintang Sirius tanpa menunggu jawaban dari para tetua dan Raja.


Raja yang melihat kepergian Shen Li kemudian berucap pada para orang di sana.


"Ini mungkin terdengar egois, walaupun aku adalah raja yang sah, tetapi aku menganggap Tuan Shen Li adalah raja yang sebenarnya. Kita tidak boleh mengecewakannya dan berusaha sekuat tenaga untuk menjaga warisan dan perintah dari tuan Shen Li" Ungkap Raja Bing Tian mendapat jawaban setuju dari para abdinya.


Beberapa hari berlalu, Istana Bing juga sedang menggelar pesta akan berdirinya Kota Kerajaan baru mereka. Para penduduk dan petinggi juga setuju untuk membangun sebuah monumen patung Shen Li untuk mengingat jasa-jasa yang telah ia berikan.


Di suatu kamar dalam istana Bing, terlihat seorang gadis yang begitu cantik jelita. Nampak gadis itu tengah memikirkan sesuatu yang teramat memberatkan hatinya.


"Tuan Shen Li, tak kusangka saat awal kita bertemu itu membuatku merasa tenang saat memikirkan anda. Aku berjanji untuk menjadi lebih kuat agar layak untuk bersanding dengan anda. Meskipun ayahku mengatakan kamu sudah memiliki calon istri, aku tidak akan pernah menyerah dengan takdir" ucap gadis itu dengan tekad dihatinya, ia yang tak lain adalah pelayan dari Penginapan Angsa Putih yang dulu Shen Li pernah singgahi ternyata adalah seorang putri dari Raja Bing Tian.


***

__ADS_1


__ADS_2