Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Menjemput Jia Yu! I


__ADS_3

Alam Semesta Rendah


Sebuah robekan ruang terlihat dengan jelas di lautan bintang alam semesta rendah. Perlahan tapi pasti, dari dalam robekan itu keluar seorang laki-laki yang begitu gagah dan tampannya, auranya begitu besar memberikan efek menenangkan bagi para kultivator putih dan akan memberikan siksaan bagi para kultivator hitam.


Pemuda yang tak lain adalah Shen Li itu, perlahan mengedarkan pandangannya melihat bintang sekitar seperti ingin memastikan keadaan.


Dengan kekuatannya yang saat ini, tidak menutup kemungkinan bisa dikatakan dia adalah Kaisar Alam Semesta Rendah yang sebenarnya. Sebelumnya Shen Li telah membuat perisai tak kasat mata yang begitu kuat guna menghalangi aura miliknya agar tidak menyebar sesaat setelah sampai di alam semesta rendah.


Ia kemudian melesat menuju Planet Youmu, tempat tinggal keluarganya dan calon istrinya. Hanya membutuhkan waktu dalam satu kedipan mata, dia sudah berada di langit Planet Youmu tepat berada di atas Kekaisaran Han di benua tengah.


Saat ini Shen Li telah memakai jubah putih kesukaannya sedari dulu, yang terbuat dari energi miliknya. Ia juga telah menyegel auranya agar tidak ada satupun yang mengetahui kekuatannya.


Meskipun tak ada satupun orang nanti yang mengetahui kekuatannya, tetapi tidak menutup kemungkinan hal itu akan membuat masalah, oleh karena itu dia berjaga-jaga saja.


Tak ingin berlama-lama, dia langsung menghilang dari tempat itu melesat dengan murni kekuatan fisiknya dengan berlari dari benua tengah menuju Kekaisaran Dao. Memang benar ketika fondasi tubuhnya telah mencapai tingkatan Dao Huang, hanya menggunakan tubuh fisiknya ia bisa melayang dan terbang seperti tanpa menggunakan energi, tetapi yang sebenarnya terjadi adalah ia menggunakan energi alam di sekitarnya.


Kekaisaran Dao


Nampak saat ini di kediaman Klan Shen, Yui Ran Qui, ibu Shen Li nampak tengah menangis sejadi-jadinya dengan ditemani oleh suaminya, Patriark Shen Qi. Tidak terlihat sehelai rambut pun keberadaan Paman Ru dan Jia Yu di tempat itu, entah kemana perginya masih belum diketahui.


Sementara Shen Li saat ini sudah berada di depan gerbang masuk Klan Shen. Para penjaga gerbang yang mendapati kedatangan sosok asing menjadi sangat berwaspada.


Shen Li yang melihat kewaspadaan para penjaga itu mengerutkan keningnya lalu angkat bicara, "Ada apa dengan kalian semua?" tanyanya.


"Siapa kamu?! dan mau apa kamu datang ke Klan Shen ini?!" balas penjaga yang seorang murid Klan Shen itu dengan nada tegas.


"Apa kalian lupa denganku?" ucap Shen Li kemudian membuka penutup kepalanya.


Para penjaga gerbang yang melihat orang itu menjadi berkeringat dingin dan bahagia dalam waktu bersamaan. Lalu pada saat mereka semua ingin berlutut, entah mengapa tubuh mereka seakan tertahan sesuatu yang tak kasat mata.


"Hentikan tindakan kalian!" ucap Shen Li yang ternyata menggunakan energi alam untuk menahan gerakan para penjaga itu.


"Maafkan kami Tuan Muda" ucap salah seorang penjaga gerbang.


"Sudahlah lupakan, aku hanya heran mengapa kalian begitu berwaspada. Hal itu memang tidak salah, tetapi melihat tingkah kalian nampak dengan jelas kalian sedang mewaspadai sesuatu." ucap Shen Li menebak-nebak karena kewaspadaan para penjaga yang berlebihan itu.


Para penjaga yang mendengar tebakan Shen Li benar itu hanya diam saja untuk beberapa saat, lalu salah satu penjaga gerbang berinisiatif mengajak Shen Li menuju kediaman Patriak Shen Qi.


Shen Li hanya mengikuti ajakan penjaga itu, sebab ia sedikit merasa aneh dan khawatir dalam hatinya yang entah penyebabnya sendiri dia tidak mengetahuinya.


Sesampainya di depan kediaman Patriak Shen Qi, penjaga itu dengan segera memberi kabar pada Sang Patriark, bahwa tuan muda telah kembali.


Patriark Shen Qi dan Yui Ran Qui yang mendengar hal itu, dengan segera bergegas keluar dari kediaman. Betapa terkejutnya mereka saat melihat seorang pemuda tampan setinggi 2,1 meter dengan postur tubuh hampir mendekati sempurna berada di depan mereka. Mereka begitu mengenali paras wajah dari anaknya sendiri, meskipun perubahannya begitu besar mereka tetap masih bisa mengenali anaknya sendiri.


"Ibu! Ayah! Aku pulang!" Ucap Shen Li lalu merentangkan tangannya saat ibunya berlari ke arahnya lalu memberikan sebuah pelukan kerinduan padanya.


"Hiks, Li'er ini benar-benar kamu sayang?! Hiks, kamu sekarang sudah begitu dewasa." Ucap Yui Ran Qui melihat wajah tampan anaknya itu lalu memeluknya erat kembali.


"Li'er?! Ayah begitu bangga denganmu. Aku benar-benar tidak menyangka dengan perubahanmu ini" Ucap ayahnya yang kemudian ikut bergabung memeluk anak dan istrinya.

__ADS_1


Cukup lama mereka bertiga berpelukan, lalu tersadar saat sebuah pertanyaan terlontar dari mulut Shen Li.


"Ibu, Ayah, dimana Jia Yu dan paman Ru?"


Kedua orang tuanya hanya bisa saling pandang, dan tak lama kemudian tangisan ibunya kembali pecah sembari membenamkan wajahnya di dada Shen Li.


"Sebaiknya kita masuk dulu Li'er" ajak ayahnya yang berusaha menyembunyikan kesedihan dan kemarahannya, tetapi tentu saja Shen Li mengetahuinya.


Shen Li yang begitu kebingungan dengan apa yang terjadi itu hanya bisa pasrah mengikuti arahan dari ayahnya sembari menuntun ibunya yang masih menangis berjalan perlahan ke dalam kediaman.


"Ibu, tenanglah dulu. Aku sudah kembali, aku akan membantu semua masalah ibu dan ayah" ucap Shen Li menenangkan tangisan ibunya. Nampak kantung mata ibunya yang sudah sangat sembab seperti telah menangis berhari-hari lamanya. Ia hanya mendapat jawaban anggukan dari ibunya yang masih sesenggukan itu.


Ayahnya hanya bisa menghela nafas lalu menarik nafas panjang-panjang mengatur pernafasannya agar tidak salah bicara nantinya.


"Li'er, maafkan ayah yang telah ceroboh." ucap Shen Qi mengawali perkataan.


"Ayah, sebenarnya ada apa ini?" tanya Shen Li semakin penasaran.


"Hahh.. fiuhh.."


"Ini tentang Yu'er dan Paman Ru" ucap Shen Qi.


Shen Li hanya bisa menahan nafasnya sebab perasaannya mengatakan hal buruk terjadi pada mereka, dengan segera ia mengambil persiapan tubuhnya dengan harap tidak lepas amarah.


" Tepat 5 bulan yang lalu, Paman Ru bertarung dengan Patriark Sekte Cerberus, Tang Mo. Karena ingin melindungi Yu'er sebab dipaksa untuk menikahi anak Patriark Tang Mo." jelas ayah Shen Li.


Shen Li yang mendengar hal itu begitu terkejut dengan fakta tersebut menahan amarahnya.


"Ayah sebenarnya ingin membantu, akan tetapi tubuh ayah seperti tertahan sesuatu sehingga tidak bisa bergerak. Sosok itu terus menghajar Paman Ru sampai terluka parah di depan kami semua. Lalu anak dari Patriark Tang Mo datang dengan tiba-tiba menghampiri Jia Yu lalu membawanya pergi dengan paksa. Setelah itu, Patriark Tang Mo mengatakan dengan keras jika dalam waktu 5 bulan, dia akan menikahkan anaknya dengan Jia Yu" Jelas ayah Shen Li.


Shen Li yang mengetahui fakta bahwa dalang semua itu adalah Sekte Cerberus, ia begitu marah, tetapi tetap berusaha menahan amarahnya agar tidak keluar.


"Ayah, dimana mereka akan melakukan pernikahan itu?" tanya Shen Li.


"Mereka akan melaksanakannya di benua tengah Li'er, di markas pusat Sekte Cerberus" jawab ayahnya.


Shen Li kemudian beranjak berdiri, "Ayah, Ibu, aku akan menjemput Jia Yu. Kalian tunggulah di sini sebentar" ucapnya.


"Li'er jangan!!" Kata ibunya sedih.


"Ibu, Percayalah dengan putramu ini" ucap Shen Li yang pada akhirnya bisa tersenyum hangat kembali.


Ia kemudian menghilang dari tempat itu, mengejutkan kedua orang tuanya.


Benua Tengah, Sekte Cerberus


Shen Li kali ini sudah tidak bisa menahan amarahnya, dengan segera ia mengamuk membabi-buta membantai seluruh murid Sekte Cerberus tanpa berbelas kasih.


Seluruh murid Sekte Cerberus yang tak siap dengan serangan dadakan itu dengan mudahnya dihabisi oleh Shen Li. Walaupun digadang-gadang sebagai Sekte terkuat di Planet Youmu, tetapi di mata Shen Li mereka semua tak lebih dari sebuah butiran debu belaka.

__ADS_1


Ia sudah hampir mendatangi seluruh tempat di Sekte Cerberus itu, tetapi ia tidak mendapati adanya sebuah pesta pernikahan. Dengan segera ia, menarik paksa seorang murid untuk menanyakan hal itu.


"Katakan dimana Acara pernikahan di adakan?!" ucap Shen Li dengan nada penuh intimidasi.


"Di-di-di alam surga tuan, di Sekte Cerberus yang berada di sana" kata murid itu.


Shen Li semakin marah saat mendengar jawaban itu, ia kemudian melesat kelangit sembari mencengkeram erat leher murid itu, lalu mengangkat salah satu tangannya ke langit.


"Tapak Ashura"


Boommm!!!


Duarrr!!!


Sebuah tangan raksasa dengan sekali serang telah meratakan Sekte Cerberus tanpa menyisakan satupun semut, lalu terlihat sebuah kawah begitu dalam berbentuk telapak tangan tercipta karenanya.


Shen Li kemudian mengayunkan tangannya membuka celah dimensi menuju Alam Surga lalu melesat masuk ke dalamnya.


Alam Surga


"Katakan dimana letak Sekte busukmu itu?!!" Tanya Shen Li dengan nada tegas.


"Sa-saya tidak mengetahuinya tuan." balas murid itu dengan nada serak sebab lehernya masih dicengkeram oleh Shen Li.


"Kamu jangan berbohong padaku" Kata Shen Li yang semakin marah.


"Silahkan gu-gunakan i-ini tuan" Ucap murid itu lalu memberikan sebuah lencana.


Dengan segera Shen Li meraih lencana itu lalu menyalurkan sedikit energinya. Sesaat setelah itu, lencana tersebut bergetar lalu ingin hendak melesat ke satu arah tempat Sekte Cerberus berada.


Krakk!!


Ughh!!


Shen Li menghancurkan tubuh murid yang sudah tidak berguna lagi itu, lalu melesat mengikuti arahan dari lencana itu.


Hanya dalam waktu satu tarikan nafas, Shwn Li telah melihat sebuah bangunan kastil berwarna hitam dengan aura ungu keluar darinya, tempat yang tak lain adalah Sekte Cerberus.


Dengan segera Shen Li menyerang membabi-buta lagi, melakukan pembantaian sepihak pada seluruh murig Sekte Cerberus.


Sementara di tempat seperti sebuah aula, nampak banyak orang berkumpul seperti mengadakan sebuah acara pesta pernikahan, yang tak lain pernikahan anak Patriark Tang Mo dengan Jia Yu.


BRAKKK!!!


BANGG!!!


Pintu aula tersebut terhempas lalu hancur saat mengenai pilar di dalam aula itu, seluruh tamu yang datang begitu terkejut, sedangkan Patriark Tang Mo begitu marah saat acaranya diganggu.


Tak lama kemudian, muncul seorang pemuda tampan yang membawa sebuah katana yang sudah bersimbah darah yang tak lain adalah Shen Li.

__ADS_1


"JIA YU!!" Teriak Shen Li.


***


__ADS_2