
Kedua Patriark itu langsung melompat ke tengah arena yang telah rusak itu tanpa menghiraukan Bai Zian Ma.
"Apa mau kalian?" Shen Li sebenarnya sangat malas menghadapi dua cecunguk yang leras kepala dan egois ini.
"Bersiaplah untuk mati!! Hyaaa!!"
Kedua Patriark itu tanpa basa-basi lanngsung melesat menyerang Shen Li sembari mengeluarkan pedang mereka.
Shen Li diam tak bergeming sedikitpun, tak ada rasa ketakutan ataupun keraguan dalam benaknya. Dengan santai dan anggun, Shen Li menghindari setiap serangan yang diberikan dari dua arah itu.
Seluruh penonton kali ini tercengang melihat kedua patriak itu juga tidak berdaya melawan anak kecil seorang.
Bai Zian Ma hanya diam mengawasi apa yang akan dilakukan oleh tuan mudanya pada dua orang bodoh itu. Sungguh kesalahan yang teramat fatal melawan Shen Li.
"Mati kau!!"
Slashh!!
Slashh!!
Tubuh Shen Li terkena tebasan dengan telak dari kedua Patriark yang membuat mereka bangga dan tertawa terbahak-bahak. Akan tetapi hal itu dengan segera digantikan oleh ketakutan yang teramat dalam saat melihat tubuh Shen Li yang terpotong itu seketika utuh kembali.
Sungguh kekuatan yang mengerikan, ucap dalam hati para penonton.
Tap! Tap!
Langkah kaki terdengar semakin mendekat dari balik bayang kedua Patriark itu.
"Siapa kamu?!"
"Siapa aku itu tidak penting. Satu hal yang pasti, aku akan memusnahkan seluruh sekte kalian" orang yang tak lain adalah tubuh Shen Li yang asli itu mendekat.
Dia tidak ingin berlama-lama lagi dan segera pulang karena sudah larut malam.
"Kemana kalian melihat!!"
Buakh!! Bukk!! Buk!!
Tubuh mereka terpelanting belasan meter saat Shen Li kecil menendang mereka berdua.
"Sialan! Ugh!"
Kedua Patriark itu memuntahkan seteguk darah yang berwarna merah pekat.
Kedua tubuh itu sempoyongan dan berusaha melesat ke arah Shen Li kecil menyerangnya. Akan tetapi lima meter sebelum mereka sampai, sebuah suara mendominasi terdengar begitu kerasnya.
"BERHENTIII!!"
Bai Zian Ma juga mulai muak melihat pertarungan ini, ia juga merasa gemas ingin menghajar mereka berdua yang berani melawan tuan mudanya.
"Raja Zian Ma! Apa yang anda lakukan?! Saya belum selesai dengan anak itu" ucap Patriark Sekte Darah Hitam protes.
"Diam kalian berdua!!"
Bai Zian Ma kemudian berjalan mendekati tempat Shen Li dan Shen Li kecil berada.
"Tuan Muda, maaf jika saya lancang. Saya sudah merasa sangat gatal mendengar dua tikus ini terus-menerus menghina tuan muda. Mohon berikan saya ijin menghapuskan mereka sampai ke akar-akarnya"
Ucapan Bai Zian Ma sengaja ia keraskan agar seluruh orang yang berada di sana mengetahui siapa sebenarnya Shen Li.
Hal itu tentu saja membuat bingung dan semakin penasaran dengan identitas anak kecil itu. Mereka juga begitu terkejut saat mendengar seorang Raja Klan Naga menundukkan kepalanya sembari menyapa orang asing itu dengan sebutan tuan muda.
Tepat setelah Bai Zian Ma selesai dengan ucapannya, ketujuh saudaranya yang lain juga tiba-tiba berdiri sejajar dan menyapa Shen Li serentak.
__ADS_1
"Tuan Muda"
Shen Li sebenarnya juga sempat terkejut akan hal ini, karena ia masih ingin menyembunyikan identitasnya. Tetapi setelah berpikir lebih jauh lagi, ia akhirnya mengetahui akan maksud dari kedelapan saudaranya ini.
Mereka tentu menginginkan agar seluruh alam semesta ini megetahui jika Shen Li adalah Kaisar mereka yang baru.
"Angkat kepala kalian."
"Hahh, karena sudah terlanjur maka aku tidak bisa mengelak lagi"
Shen Li kecil dengan tiba-tiba berubah menjadi partikel-partikel kecil lalu melesat masuk ke dalam tubuh Shen Li yang asli.
Semua orang tanpa terkecuali sangat-sangat terkejut dan hampir kehabisan nafas. Mereka akhirnya menyadari jika anak kecil tadi hanyalah bayangan dari Lelaki tampan yang dipanggil 'Tuan Muda' oleh para pemimpin seluruh ras utama.
"Semuanya dengarkan aku! Kalian semua pasti bertanya-tanya mengapa kami berdelapan begitu menghormati orang yang kalian begitu ketahui ini. Oleh karena itu, hari ini! malam ini! Aku akan mengatakan yang sebenarnya."
Suara Bai Zian Ma ia buat dengan nada mendominasi agar tidak ada yang menentangnya. Para penonton dan khususnya kedua Patriark yang saat ini sudah banjir keringat begitu penasaran dengan apa yang akan dikatakan Bai Zian Ma.
"Beliau adalah Kaisar Alam Semesta Rendah, Yang Mulia Shen Li!!"
Bamm!!!
Seluruh denyut jantung semua orang seketika terasa berhenti lalu dengan segera mengambil posisi bersujud pada Kaisar mereka. Mereka semua tentu tidak berani membantah mengingat kekuatan Shen Li yang tidak bisa ia bayangkan, dan juga mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri saat para pemimpin ras utama begitu menghormatinya.
Tak terkecuali kedua Patriark yang beberapa saat lalu dengan lancangnya mengatakan ingin membunuh Shen Li. Mereka sangat mengutuk akan kebodohan yang telah mereka perbuat tadi.
"Zian Ma!"
"Mohon maaf Tuan Muda. Ini demi kebaikan tuan muda" balas Zian Ma yang berusaha tetap terlihat berwibawa.
Tukk!!
"Kamu terlalu melebih-lebihkan!" Shen Li memukul kepala Bai Zian Ma karena cukup kesal. Sebab karena dia Shen Li kali ini merasa tidak bisa mengelak lagi, tetapi yang sudah terjadi tidak bisa diubah lagi. Dengan berat hati ia harus mulai menerima akan identitasnya dan memimpin alam semesta ini sebagai tanggung jawabnya.
Ketujuh Saudara Shen Li yang lain hanya bisa menahan ketawa saat akting Zian Ma dengan mudahnya dipatahkan oleh tuan muda mereka.
"Hahh, kali ini aku akan memaafkanmu"
Shen Li kemudian berjalan beberapa langkah kedepan.
"Bangunlah kalian semua" ucap Shen Li biasa tetapi masih bisa didengar oleh semua orang.
"Aku akan mengatakan beberapa kalimat saja dan harap kalian mendengar apa perkataanku nanti."
"Aku Shen Li, Kaisar Alam Semesta Rendah. Dengan ini aku menyatakan akan membuat kedamaian di seluruh penjuru alam semesta ini. Karena itu, aku membutuhkan uluran tangan kalian semua demi mewujudkan impianku ini!"
"Hidup Yang Mulia Kaisar Shen Li!"
"Hidup Yang Mulia Kaisar Shen Li!"
"Hidup Yang Mulia Kaisar Shen Li!"
Shen Li berdiri dengan gagah berani penuh wibawa menerima pujian dari para rakyatnya. Ini mungkin sedikit tidak nyaman baginya, tetapi ia harus dipaksa dengan keadaan ini untuk beberapa saat kedepan.
"Kalian Berdelapan!"
"Kami di sini Yang Mulia!" Kedelapan saudara Shen Li menjawab serentak.
"Aku akan memberikan tugas pertama bagi kalian! Musnahkan seluruh organisasi-organisasi maupun kelompok kecil aliran hitam di seluruh bintang ini. Dan jangan sembarang membunuh!" Perintah tegas Shen Li.
"Baik Yang Mulia!"
Swushh!!
__ADS_1
Kedelapan saudara Shen Li seketika menghilang menyebar ke seluruh penjuru bintang ini demi menjalankan perintah dari tuan muda mereka.
"Lalu untuk kalian semua! dengarkan aku baik-baik. 3 bulan dari sekarang, aku akan membuka seleksi rekruitmen para pasukan Alam Semesta Rendah"
"Baik Yang Mulia!!"
Semua orang kemudian melesat pergi meninggalkan arena itu dengan perasaan bahagia di hati mereka masing-masing. Merke semua tentu tidak akan melewatkan kesempatan emas itu untuk bisa bergabung ke dalam pasukan yang akan menjaga perdamaian di Alam Semesta Rendah ini nantinya.
Sementara Patriark kedua sekte itu hanya bisa terdiam diri di tempatnya dan harus dengan berat hati menerima hukuman yang akan diberikan dari Shen Li nantinya.
"Tuan Shen Li!!"
Suara seorang wanita terdengar mendekat yang tak lain adalah Bai Ling Yue dan Xiao Yin.
"Yang Mulia Kaisar" Xiao Yin menyapa Shen Li sembari menundukkan kepalanya memberi hormat.
"Xiao Yin! angkat kepalamu. Maaf jika aku membohongimu" ucap Shen Li merasa bersalah.
"Apa yang Kaisar katakan, Yang Mulia tidak bersalah, justru saya yang harusnya berterimakasih karena telah diberikan kesempatan bertemu dengan Yang Mulia" Xiao Yin merasa sangat bahagia dalam hatinya, pada awalnya ia memang curiga dengan identitas Shen Li tetapi ia tidak menduga jika Shen Li ternyata seorang Kaisar Alam Semesta.
"Jangan panggil aku seperti itu, lagipula kamu juga telah membantuku. Panggil saja aku, Shen Li"
"Mohon maaf saya tidak bisa melakukan hal lancang seperti itu Yang Mulia"
"Jangan membantah!"
"Kalau begitu saya akan memanggil anda Tuan Shen Li saja, bagaimana?" Xiao Yin sebenarnya juga lebih nyaman memanggil Shen Li seperti ini, karena entah mengapa ia merasa dekat dengan Shen Li. Ah atau mungkin itu hanya akal-akalannya saja.
"Itu lebih baik" balas Shen Li tersenyum kemudian membuka penutup kepalanya.
Kedua wanita itu seketika wajahnya memerah saat melihat paras tampan Shen Li itu. Meski sudah pernah melihatnya, tetapi mereka tidak bisa berhenti dan mencegah wajah mereka memerah.
Shen Li kemudian berjalan meninggalkan kedua wanita itu lalu mendekati kedua Patriark yang masih bersujud ketakutan.
"Y-Yang Mulia, Ma-maafkan perbuatan lancang kami tadi."
"Apa yang kalian katakan? Kalian tadi berusaha membunuhku bukan? lalu kalian memintaku memaafkan kalian? benar-benar tidak tahu diri"
Gulp!
Kedua Patriark itu hanya bisa semakin takut dan takut, seakan-akan merasakan jika kapan saja Shen Li akan melahapnya.
"Kalian para sekte aliran hitam benar-benar sudah mengotori alam semesta rendah ini. Hukuman mati adalah yang terpantas untuk menebus semua kesalahan kalian!"
Slashh!!
Tuk! Tuk!
"Earthquake!"
Shen Li melayang ke udara setelah memenggal kepala kedua orang tadi. Ia merentangkan kedua tangannya, yang membuat sebuah gempa bumi yang sangat dahsyat.
Akan tetapi hanya bisa dirasakan di liar arena dan tidak menyebar. Sebab saat ini seluruh anggota sekte yang mengepung tadi sudah dibantai habis oleh kedelapan saudaranya tanpa ampun.
Perlahan terlihat tanah mulai terbelah dan memakan seluruh mayat murid sekte itu ke dalam perut bumi yang kemudian kembali tertutup lagi.
Sementara Xiao Yin dan Bai Ling Yue, hanya bisa terdiam melongo seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat baru saja. Mereka memang mempercayai jika kekuatan Shen Li amatlah besar, tetapi mereka tidak mengetahui jika Shen Li bisa mengendalikan energi alam ke tahap sempurna.
"Kalian berdua, Apa kalian akan tetap di sini atau ikut denganku kembali?"
***
*Author meminta maaf pasal waktu akhir-akhir ini jarang up, karena author kecapekan dengan kerjaan di dunia nyata, yang belum lagi sibuk karena momong, dll.
__ADS_1
Pokoknya intinya author minta maaf sebab author harus bisa membagi waktu dengan kesibukan. Tapi akan tetapi author usahakan setidaknya 1 bab sehari, jika tidak mohon pengertiannya.
btw itu momongan bukan anak author ya -_-🌬️