Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Pelatihan Siksa Neraka


__ADS_3

Setibanya di kamar, mereka berdua hanya melihat-lihat kamar yang akan mereka tempati nantinya.


Mereka cukup puas dengan kebersihan, kerapian serta penempatan aksesoris ruangan yang memberikan kesan eksklusif.


"Hmm.. Lumayan, tidak terlalu buruk juga. Shen Kai, aku cukup terkejut saat disini mata uangnya menggunakan kristal roh. Apakah hanya Kristeal roh saja atau yang lain?" tanya Shen Li.


"Sebenarnya disini ada beberapa cara pembayaran tuan tetapi di sini tael emas tidak digunakan karena di alam semesta menengah ini emas tidak terlalu berguna. Untuk 1 kristal roh sendiri jika dibandingkan dengan tael emas setidaknya berbanding 1:1000 tael emas" ucap Shen Kai.


Lalu ia sedikit menarik nafas untuk melanjutkan kembali perkataannya, "Kristal roh adalah yang terendah di sini tuan, lalu ada kristal jiwa, kemudian kristal spirit, dan yang tertinggi kristal berlian. Sebenarnya ada yang lebih tinggi lagi tuan, yaitu kristal suci dan kristal dewa, tetapi hal itu hanya bisa ditemukan di Alam Semesta tinggi atau alam semesta inti" jelas Shen Kai.


"Jadi seperti itu, baiklah. aku juga tidak terlalu mengambil pusing tentang uang" balas Shen Li.


"Emm.. ini tambahan dari saya tuan, sebenarnya kristal-kristal itu juga bisa digunakan sebagai alat kultivasi tuan, semakin tinggi tingkatan kristal itu, semakin besar pula energi yang di dalamnya" Kata Shen Kai.


"Ohoo?! benarkah?. Aku jadi ingin segera mencobanya" ucap Shen Li sembari tersenyum cerah.


"Eee.. tetapi tuan, setelah tuan selesai berlatih dengan Li Quan nanti, tuan hanya bisa menyerap kristal suci dan kristal dewa saja untuk tuan berkultivasi nanti, ehehe" balas Shen Kai sembari mwnggaruk pipinya yang tidak gatal.


"Eehh?!! hahh.. mau bagaimana lagi jika seperti itu adanya" ucap Shen Li menghela nafas karena kecewa dengan kenyataan yang tak sesuai ekspektasinya.


"Ngomong-ngomong Kai, apa kamu tahu seperti apa pelatihan yang akan Li Quan berikan padaku?" tanya Shen Li penasaran.


"Eemm.. e-entahlah tuan, saya juga tidak begitu mengetahui, yang jelas nanti itu hanya akan melatih tubuh fisik tuan dan energi sekitar" ucap Shen Kai sedikit berkeringat, karena sebenarnya dia mengetahui apa yang akan dilakukan Li Quan pada pelatihannya nanti. "Saya harap semoga nanti anda baik-baik saja tuan saat menjalani pelatihan neraka Li Quan" batin Shen Kai cemas, "gulp!"


"Apa kamu menyembunyikannya sesuatu padaku?" tanya Shen Li sembari menelisik sesuatu di wajah Shen Kai.


"Tidak ada tuan" balasnya cepat agar Shen Li tidak curiga padanya.


"Hmm, baiklah kalau begitu" Balas Shen Li tak menaruh curiga sama sekali pada Shen Kai.


Gua Pelatihan


Waktu terus berjalan, hingga akhirnya setelah 3 hari berlalu Shen Li telah berpuas diri di kota kerajaan Bing, dan hari ini adalah hari dimana Shen Li akan dilatih oleh Zhang Li Quan.


"Shen Li, apa kamu sudah siap?" tanya Li Quan.


Shen Li tidak menjawabnya tetapi hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Baiklah kalau begitu, Shen Kai! Jagalah tempat ini selagi Shen Li akan berlatih denganku di dunia buatanku." perintah Li Quan.


"Baik Ya- ehh.. Li Quan" Balas Shen Kai sedikit gugup karena mendapati pelototan dari Li Quan sebab ia hampir keceplosan.


Shen Li dan Li Quan kemudian beranjak memasuki tempat pelatihan yang telah Li Quan buat 3 hari ini.


"Semoga anda bisa selamat tuan Shen Li, saya akan menunggu anda" gumam Shen Kai sesaat setelah kedua orang itu memasuki dunia kecil.


Dunia Kecil


Sesaat setelah memasuki dunia kecil, Shen Li merasa tidak asing dengan tempat ini. Sebab ia merasa telah mendatangi tempat ini dalam mimpinya.


"Apa yang ada dipikiranmu iti benar Shen Li. Sebab dulu aku yang telah membawamu masuk ke dunia kecil ini dari dalam mimpimu" kata Li Quan menjawab apa yang ada dalam benak Shen Li.

__ADS_1


"Pantas saja aku merasa tidak asing dengan tempat ini pak tua. Lalu mengapa tempat ini ada di alam semesta menengah ini?" tanya Shen Li.


"Sebenarnya tempat ini tidak benar-benar berada di alam semesta menengah ini, karena sebenarnya tempat ini berada di dalam tubuhmu, atau lebih tepatnya tempat ini berada di dalam dunia jiwamu tetapi hanya orang-orang yang kamu ijinkan yang bisa memasukinya" Jelas Li Quan.


"Baiklah apa kamu sudah siap?" tanya Li Quan.


"Murid memberi hormat kepada Guru" kata Shen Li sembari berlutut kepada gurunya tanda setuju.


"Hahh berdirilah, hormatmu aku terima. Dan juga aku ingin kamu memanggilku dengan sebutan pak tua kembali, setelah pelatihan panjang ini selesai" kata Li Quan, "Aku hampir lupa, perbandingan waktu disini sudah aku atur sehingga 5 hari disini sama dengan 1 hari di luar" lanjutnya.


"Baik guru" kata Shen Li.


"Sekarang ikuti aku" Kata Li Quan kemudian melesat menuju salah satu gunung yang sangat tinggi yang ternyata diekori puluhan gunung yang sama tingginya dibelakangnya.


Sedangkan Shen Li hanya berlari sekuat tenaga mengikuti gurunya sampai ke puncak gunung.


6 jam berlalu.


Shen Li saat ini telah sampai di puncak gunung setelah berlari tanpa henti selama 6 jam. Nampak nafasnya mulai ngos-ngosan karena kelelahan, sebab memang ia jarang melatih tubuh fisiknya.


"Lumayan juga kamu bisa sampai ke sini dalam waktu 6 jam, tapi jangan berpuas diri itu masih sangat jauh dari kata cukup" kata Li Quan.


"Berdirilah, tidak ada waktu untuk istirahat. Sekarang aku akan menjelaskan terlebih dahulu tingkatan fondasi tubuh yang akan kamu latih" kata Li Quan.


Setelah itu Li Quan menjelaskan dengan detail tentang tingkatan-tingkatan dalam fondasi tubuh, yang intinya di bagi menjadi 12 tingkatan, antara lain :



Dou Zhe (斗者)


Dou Shi (斗师)


Da Dou Shi (大斗师)


Dou Ling (斗灵)


Dou Wang (斗王)


Dou Huang (斗皇)


Dou Zong (斗宗)


Dou Zun (斗尊)


Ban Sheng (半圣)


Dou Sheng (斗圣)


Dou Di (斗帝)


__ADS_1


Dan masing-masing tingkatan terdiri atas rendah, menengah, tinggi.


"Sekarang kamu masih berada di tingkat Dou Zhi" kata Li Quan menjelaskan.


"Baik Guru" dalam hati Shen Li, sekarang ia merasa betapa lemahnya dia yang ternyata masih ada tingkatan lain di dunia ini yang tidak ia ketahui.


"Sekarang kamu masuklah kedalam danau petir itu, jangan lupa untuk mengangkat batu itu juga, mulailah dari tepian jika merasa sudah tidak ada efeknya lagu dalam tubuhmu mulailah menengah sedikit demi sedikit" Kata Li Quan yang sembari menunjuk ke arah batu seberat 250 kilo.


Shen Li yang melihat itu hanya bisa menelan ludahnya dengan pelatihan yang entah kapan akan berakhir ini nanti. Shen Li tidak terlalu banyak berfikir dan langsung mulai menjalankan perintah gurunya. Ia mulai melepaskan pakaiannya dan hanya menanggalkan pakaian bawahnya saja.


Dengan sekuat tenaga ia mengangkat batu seberat 250 kilo itu dengan murni kekuatan fisiknya.


"Ini berat sekali" ucap Shen Li sembari mengeratkan gigi-giginya.


"Sekarang masuklah ke dalam danau petir itu, dan jangan khawatir, petir-petir itu tidak akan melukaimu" kata Li Quan.


Shen Li lalu berjalan tertatih-tatih sembari mengangkat batu kemudian memasuki danau petir itu.


Sesaat setelah kakinya memasuki tepi danau, petir-petir biru mulai menyambari kakinya yang memberikan rasa sakit yang luar biasa pada Shen Li, tetapi petir itu tentu saja tidak melukainya, melainkan menempa tubuhnya agar lebih kuat.


"Arghh!!"


Shen Li mengerang kesakitan saat petir-petir itu menyambar, tetapi ia hal itu tidak menghentikan semangatnya. Ia mulai berjalan perlahan menahan rasa sakit hingga akhirnya ia sudah sampai di tepian danau.


"Ambillah posisi kuda-kuda, dan biarkan petir-petir itu menyambarmu. Kamu akan istirahat 5 jam selama sepuluh hari. Setelah selesai dengan danau petir biru ini kamu bisa lanjut ke danau petir selanjutnya." jelas Li Quan.


Danau petir di dunia kecil ini sendiri terbagi dalam 6 tingkatan, yang terendah adalah danau petir biru, lalu petir ungu, petir merah, petir hitam, petir emas, dan yang terakhir adalah petir putih atau petir primordial.


Ini memang sungguh pelatihan neraka bagi Shen Li. Aku sangat kasihan dengan nasibmu ini.


10 hari dunia jiwa berlalu dengan cepat,


Saat ini Shen Li sudah bergeser 3 meter mendekati tengah danau yang berdiameter 300 meter, dan setiap 1 meter beban batu yang ia angkat akan ditambah oleh Li Quan 10 kilo.


Shen Li saat ini terkapar lelah di tepi danau.


"Ini sangat melelahkan" kata Shen Li.


"Shen Li, kemari dan makanlah" Ajak Li Quan yang sudah membakar daging rusa hasil buruan Shen Kai.


Shen Li kemudian dengan lahapnya menyantap daging itu, karena ia sudah selama 10 hari hanya memakan siksaan saja.


Li Quan yang melihat Shen Li hanya tersenyum puas, karena dalam waktu singkat Shen Li sudah bisa menyelesaikan tantangan yang dulu ia membutuhkan waktu 1 bulan.


"Aku sangat bangga padamu Shen Li" batin Li Quan.


"Shen Li, Istirahatlah selama 1 hari karena besok kamu akan menjalani pelatihan yang berbeda" kata Li Quan.


"Baik guru"


***

__ADS_1


__ADS_2