Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Menyulut Peperangan?!


__ADS_3

"Benar apa yang ayah katakan. Aku juga sudah geram dengan tingkah Shen Mong ayah! dia sama sekali tidak ada bedanya dengan Shen Kang. Mereka berdua memang benar-benar keturunan para kepa*at itu!" ucap Shen Li menyanggah perkataan ayahnya dengan nada kesal.


"Lalu apa yang akan kita lakukan? bukankah kita memerlukan rencana?" Tanya Jia Ru menyela kekesalan sahabatnya dan Shen Li.


"Itu benar sekali ucapanmu Jia Ru. Kita harus membutuhkan rencana yang matang untuk membalas mereka!" Balas Shen Qi.


Sementara itu Shen Li nampak menyunggingkan senyumnya lalu berkata, "Ayah dan paman tenanglah, aku sudah mempunyai rencana. Dan jangan khawatir, ini pasti akan berhasil." ucap Shen Li percaya diri.


"Hahh! tak ada gunanya juga jika aku nanti menyanggah perkataanmu Li'er, bagaimanapun kamu lebih cerdik daripada ayah" Balas ayahnya dengan nada merendahkan dirinya sendiri.


"Ayolah Shen Qi, apa ini sikap yang ditunjukkan seorang Patriark? hahaha! Semangatlah sedikit agar kamu tidak dilampaui anakmu" Ucap Jia Ru menyemangati Shen Qi, tetapi dia juga sedikit mengejek sahabatnya itu.


"Hehh, kamu mana tahu apa yang aku rasakan?! karena yang ada dipikiranmu hanyalah makan dan bertarung saja" Kata Shen Qi membalas ejekan Jia Ru.


Jia Ru yang mendengar itu hanya mendengus kesal saat tahu Shen Qi membalas ejekannya.


Sementara Shen Li yang melihat tingkah kedua orang itu hanya terkekeh menikmati tontonan. Untuk sesaat mereka melupakan akan kemarahannya, ini lebih baik daripada harus terus-menerus marah, sampai-sampai nanti bisa saja salah langkah.


"Sudahlah ayah, paman, kalian seperti anak kecil saja. Sekarang mari kita pergi ke ruang makan menyusul ibu dan Jia Yu" ucap Shen Li melerai percekcokan kedua pria paruh baya itu.


Setelah itu, Shen Li beserta ayah dan pamannya beranjak menuju ruang makan karena hari sudah berganti malam. Shen Li juga membuat 2 klon dirinya untuk mencari informasi tentang Sekte Naga maupun Kediaman Shen Mong. Tak lupa sebelum itu, Shen Li menghilangkan terlebih dahulu array yang ia buat tadi.


ctikk!!


Tak ada pelayan di kediaman Patriak ini, karena memang permintaan khusus dari Shen Qi agar keluarganya tenang. Ia hanya menugaskan beberapa murid Klan Shen saja untuk berjaga di luar kediaman, dan tidak memperbolehkan masuk jika tidak ada hal penting.


Setelah sampai di ruang makan, makanan yang sudah Jia Yu masak sudah tersedia banyak di meja makan. malam ini mereka mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan kembalinya Shen Li dan kesembuhan Yui Ran Qui.


Sekte Naga


Suasana malam di sekte naga kali ini tidak seperti biasanya yang tenang dan damai. Malam ini, susana di tempat itu begitu mencekam dan penuh ketegangan karena amarah Patriark Huo Li, saat mendapati anaknya telah dibuat babak belur oleh seseorang yang tidak diketahui.


"Huo Shan?! apa kamu benar-benar tidak mengetahui siap yang telah memukulimu sampai babak belur?" tanya Huo Li pada anaknya.


"Aku benar-benar tidak tahu ayah. Karena orang itu memakai jubah sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya" balas Huo Shan. "Tapi sepertinya Feing Ling mengetahui siapa orang itu, karena orang itu menginap di penginapan Vermillion" lanjutnya.


"Penginapan Vermillion? hahaha! Sepertinya akan menarik, lebih baik aku menemui saja Hei Ma pengecut itu, ia tidak pantas menyandang gelar Patriark karena terlalu penakut" Ucap Huo Li sembari tertawa licik.


Huo Shan yang melihat ayahnya itu hanya terdiam, karena bagaimanapun ia masih sangat kesal memikirkan siapa gerangan orang yang telah menghajarnya.

__ADS_1


"Aku akan pergi ke sekte Vermillion saat ini juga, kamu istirahatlah" Ucap Patriark Huo Li kemudian menghilang.


Sekte Vermillion


Di depan gerbang masuk sekte Vermillion, tiba-tiba saja muncul seseorang pria parih baya berjenggot pendek mengejutkan semua murid sekte Vermillion yang tengah berjaga malam.


Pria itu tak lain adalah Huo Li.


"Salam Patriark Huo Li, ada perlu apa Patriark datang kemari malam hari seperti ini?!" ucap salah seorang murid sekte Vermillion dengan hormat.


"Jangan basa-basi lagi, antarkan aku ke Patriark kalian!. Aku ada urusan yang penting" ucap Huo Li dengan nada angkuh.


"Ba-baiklah Patriark, silahkan ikuti saya." ucap seorang murid lalu beranjak menuju kediaman Patriak Hei Ma.


Sesampainya di depan kediaman Patriak, murid itu lantas memberitahu murid yang berjaga di kediaman bahwa Patriark Sekte Naga datang bertamu. Setelah itu, murid itu lantas pergi terlebih dulu undur diri, tak lupa memberi hormat terlebih dahulu pada Patriark Huo Li.


Tok!


Tok!


Tok!


"Ada apa?" Tanya patriark Hei Ma.


"Mohon maaf telah mengganggu waktu istirahat anda Patriark, hamba datang kemari memberi tahu bahwa Patriark Huo Li dari Sekte Naga datang berkunjung" ucap murid itu sopan dengan menangkupkan tangannya.


"Baiklah, Suruh dia masuk." Balas Patriark Hei Ma.


Setelah itu, murid itu membawa masuk Patriark Huo Li sesuai perintah Patriark Hei Ma.


"Saya permisi dulu Patriark" Ucap murid itu lalu bergegas undur diri.


"Terimakasih" Ucap Patriark Hei Ma mengangkat tangan kanannya setinggi dada.


"Lalu, ada urusan apa kamu kemari?" tanya Hei Ma dengan nada datar.


"Apa kamu membiarkan seorang tamu berdiri di depan pintu? sungguh tidak sopan" Balas Huo Li menghina.


"Hahh! masuklah! kamu bisa sendiri bukan?" ucap Hei Ma lalu beranjak menuju ke dalam kediaman.

__ADS_1


"Cih! jika saja aku tidak ada perlu denganmu, aku sudah membunuhmu sekarang juga!" Batin Huo Li. Ia lalu segera mengikuti Hei Ma yang sudah masuk terlebih dulu.


Sesampainya di dalam, para pelayan menyuguhkan makanan kecil dengan minumannya.


"Lalu? ada perlu apa?" Tanya Hei Ma tidak berbasa-basi.


Huo Li yang tengah menyeruput minumnya itu, harus menghentikan aktivitasnya.


"Cih! Baiklah, aku tidak akan berbasa-basi lagi. Apa kamu tahu siapa pelaku yang menghajar anakku di penginapanmu tadi pagi?" Tanya Huo Li.


Hei Ma yang mendengar itu sedikit terkejut dengan pertanyaan Huo Li.


"Ada perlu apa kamu dengannya?" tanya Hei Ma dengan nada datar.


Huo Li yang mendengar jawaban dari Hei Ma menyunggingkan senyumnya, "Sepertinya kamu mengetahuinya, beritahu padaku atau aku akan menghancurkan sektemu?! karena kamu berani menyembunyikan orang yang telah memukuli anakku!" ucapnya dengan nada sedikit tinggi.


"Cih!! aku tidak takut dengan ancamanmu itu. Dan asal kamu tahu, kamu tidak akan pernah bisa mengalahkan tuan Jin. Bahkan jika ada 10 orang sepertimu, aku yakin kamu masih tidak bisa mengalahkannya!" balas Hei Ma dengan nada tegas.


"Apa kamu meremehkanku?!" Ucap Huo Li yang mulai terpancing emosinya. "Aku tidak takut sama sekali dengan orang bernama Jin itu, siapa juga yang akan berani menantang sekteku, Sekte Naga." lanjutnya dengan nada sombong.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak, aku hanya memberi peringatan ini padamu selagi aku berbaik hati" ucap Hei Ma.


"Apa kamu ingin mencari ajalmu lagi? Apa kamu tidak ingat bagaimana kamu hampir mati saat dulu berhadapan dengan Patriark Klan Shen?" lanjut Hei Ma.


"Kamu tidak perlu lagi khawatir denganku, karena aku sudah mempunyai dukungan kuat saat ini" balas Huo Li dengan senyum licik dan serakah.


"Apa kamu berpikir dengan memanfaatkan orang dari dalam Klan Shen, kamu bisa membalaskan dendam dan mengalahkan tuan Jin bersamaan? Aku mendengar kabar angin bahwa akan ada pemberontakan di dalam Klan Shen, dan sepertinya itu benar." ucap Hei Ma.


"Aku juga mengetahui bahwa kamulah sebenarnya dalang dibalik rencana pemberontakan itu bukan? Aku tahu bahwa kamu ingin mengadu domba orang-orang Klan Shen demi membalaskan dendammu pada Patriark Shen Qi" Ucap Hei Ma menebak.


"Cih! seperti biasanya, kamu sangat banyak bicara!" Balas Huo Li yang kemudian pergi meninggalkan kediaman itu tanpa menaruh rasa hormat sedikitpun.


"Tak kusangka kamu menjadi seperti ini Huo Li, padahal dulu kita adalah sahabat, tetapi kamu malah termakan pada sifat serakahmu dengan ingin merebut istri Patriark Shen Qi" Gumam Hei Ma.


"Entah apa yang akan dikatakan para leluhurmu sahabatku? Aku pastikan mereka akan sangat kecewa dengan perilakumu ini, dulu mereka menitipkan Sekte Naga untuk menjaga perdamaian di kekaisaran Dao ini. Tetapi kamu malah ingin menyulut api peperangan dengan Klan terkuat yang bahkan pihak kekaisaran enggan jika harus melawan Klan Shen. Dan kuharap nanti tuan Jin tidak berlebihan dalam menghadapimu" Lanjutnya bergumam dengan perasaan khawatir jika sesuatu terjadi pada sahabatnya itu.


Meskipun sekarang nampaknya mereka berdua sudah berbeda jalan, akan tetapi rasa persahabat Hei Ma tidak hilang sedikit pun.


***

__ADS_1


__ADS_2