
Lautan Bintang
Setelah meninggalkan bintang Sirius cukup jauh, ia tidak segera meninggalkan alam semesta menengah. Akan tetapi ia memasuki dunia jiwanya terlebih dahulu, karena sudah lama ia tidak memasukinya.
Dunia Jiwa
Shen Li saat ini tengah berada di dalam dunia jiwa miliknya. Ia merasakan jika kepadatan energi di dalam sini menjadi jauh lebih padat lagi.
Dia lantas berjalan ke tanah lapang di sana, sebab dunia dalam dunia jiwanya belum berdiri satupun tempat tinggal. Shen Li lantas membayangkan sebuah istana yang begitu megah dalam benaknya.
Seketika bayangan istana dalam benak Shen Li sudah muncul di dalam dunia jiwa. Ia juga membayangkan sebuah taman yang sangat indah dengan sebuah gazebo di tengah-tengahnya.
Tak lupa ia membuat sebuah gunung suci yang terdapat sebuah air terjun es layaknya tempat latihannya dahulu. Shen Li juga tak lupa membuat gunung petir semasa latihannya dulu, karena dalam dunia jiwanya ia juga ingin berlatih agar bisa lebih kuat lagi.
Setelah banyaknya keinginan dalam benaknya sudah tercapai, Shen Li tidak langsung memasuki istana kediamannya. Sebab ia merasakan keberadaan yang begitu lemah berada dalam dunia jiwa miliknya.
Dengan segera ia menghilang dan muncul di suatu tempat seperti sebuah penjara. Perlahan Shen Li memasukinya dan aura tersebut semakin terasakan olehnya.
Shen Li begitu terkejut ketika sudah sampai di ujung lorong paling dalam penjara.
"Ohoo, tak kusangka kamu masih hidup semut kecil" kata orang yang berada di dalam penjara itu yang tak lain adalah, Han Ji.
"Aku tidak menduga jika sampah sepertimu ada di sinj" kata Shen Li tanpa ekspresi.
"Cih!! mau apa kamu kemari?! jika saja Kai Shan Li kepa*at itu tidak menang-..."
Swushhh!!!
Sebuah aura yang begitu kuat keluar dari dalam tubuh Shen Li karena amarahnya saat mendengar Shen Kai dihina.
Sedangkan Han Ji sudah banjir muntah darah mendapati tekanan dari Shen Li, "Anak ini begitu mengerikan, dalam waktu singkat dia sudah bisa mengendalikan kekuatan sebenarnya" batin Han Ji. Tubuhnya sudah tidak memiliki warna lagi sebab kehilangan banyak sekali darah.
Ctik!!
Shen Li menjentikkan jarinya, seketika tubuh Han Ji hancur lebur dan hanya menyisakan inti jiwanya yang tak luput dari belenggu rantai yang Shen Li buat.
Shen Li kemudian mengeluarkan sebuah belati yang begitu tajam, kemudian perlahan ia menyiksa jiwa dari Han Ji.
Mendapati jiwanya disiksa oleh Shen Li, Jiwa Han Ji bergetar begitu hebatnya karena mendapatkan siksaan yang begitu menyakitkan dari Shen Li.
Tak puas akan hal itu, Shen Li kembali menjentikkan jarinya. Seketika tubuh Han Ji kembali utuh seperti semula dengan semua luka tidak ada di tubuhnya. Akan tetapi ia masih tidak bisa bergerak sebab seluruh tubuhnya dirantai oleh Shen Li.
Shen Li dengan perlahan menguliti seluruh tubuh Han Ji dan hanya menyisakan daging dan uratnya saja. Teriakan demi teriakan keluar dari mulut Han Ji karena siksaan Shen Li.
Shen Li terus mengulang hal itu sampai beberapa minggu lamanya. Ia tidak merasa khawatir, sebab ia sudah mengubah aturan waktu di dunia jiwa miliknya dimana 1 bulan di sini sama dengan 1 hari di dunia nyata.
"Bu-bu.. nu.. h.. a.. a.. ku.." ucap Han Ji yang sudah kehilangan semangat hidupnya.
"Cih!! sebenarnya aku enggan membunuhmu dengan mudah! aku juga sudah mulai bosan dengan wajahmu itu!" ucap Shen Li.
Saat ini tubuh Han Ji Hanya menyisakan daging pada kepalanya saja, organ tubuhnya dibiarkan oleh Shen Li tergantung, tulang-tulang tubuhnya sudah banyak terukir sayatan-sayatan belati Shen Li.
Karena sudah merasa bosan Shen Li kemudian menjentikkan jarinya, seketika seluruh tubuh Han Ji Hancur menyisakan jiwanya. Dengan segera Shen Li menangkap inti jiwa milik Han Ji lalu menelannya perlahan.
Gulp!!
__ADS_1
Tubuh Shen Li bergidik jijik saat menelan inti jiwa Han Ji, rasa saat menelannya pun masih ia ingat begitu jelasnya.
"Ini sangat buruk sekali rasanya, lebih baik aku memakan makanan basi daripada harus menelan inti jiwa lagi" gumamnya.
Sesaat setelah menelan inti jiwa Han Ji, tingkat kultivasi Shen Li juga ikut meningkat sampai ke ranah Supreme God Puncak.
Ia kemudian menghilang dari tempat itu, dan segera muncul di depan sebuah bangunan bertingkat kuno yang tak lain adalah perpustakaan kuno yang ia temukan di bintang Sirius lalu.
Ia kemudian memasuki tempat tersebut lalu dengan segera mendekati sebuah pintu kayu yang sebelumnya ia coba buka namun tidak berhasil. Namun karena ini adalah dunia jiwa miliknya, tentu dengan mudah ia membukanya. Sebab di sini yang memegang kendali adalah Shen Li, dia layaknya dewa sejati dan dia adalah hukum itu sendiri di dunia jiwa ini.
Setelah berhasil membukanya, Shen Li kemudian memasuki lorong dengan penerangan redup itu. Ia berjalan cukup jauh memasukinya, entah mengapa ia sampai berpikiran jika saat ini Shen Li tengah terjebak formasi ilusi.
Kesal karena tak kunjung sampai, Shen Li lalu mengeluarkan auranya.
Pyarr!!
Seketika suara seperti kaca pecah terdengar dari tempat Shen Li berdiri, nampak beberala waktu yang lalu Shen Li memang terkena formasi ilusi sebab saat ini ia masih berdiri di depan pintu usang tadi.
Matanya terbelalak tidak percaya dengan yang dilihatnya saat ini.
Ia melihat sebuah pohon yang begitu besarnya dengan akar-akarnya melilit sebuah kristal yang sangat besar. Ia tidak menduga jika menemukan sebuah dunia kecil di dalam sebuah perpustakaan kuno.
Ia kemudian berjalan perlahan mendekati pohon tersebut, terasa dengan jelas kepadatan energi di sini jauh lebih besar dari dunia jiwa miliknya. Bagaimana mungkin hal itu terjadi masih menjadi misteri tersendiri bagi Shen Li.
Tempat itu dikelilingi oleh tebing-tebing yang begitu menjulang dengan air terjun di sisi-sisinya. Yang membuatnya semakin penasaran adalah adanya pencahayaan di tempat itu yang nampak seperti matahari di siang hari tetapi tidak terasa panas, melainkan sejuk.
Shen Li terbang perlahan menuju pohon itu, sebab ia merasakan ada sesuatu yang kuat di pohon itu. Dan benar saja, saat ia telah sampai di atas pohon, ia menemukan Sebuah meja dengan kursi yang tak terlalu mewah dari kelihatannya, tetapi yang sebenarnya kursi dan meja itu berasal dari Divine Realm, atau dunia tempat tinggal para dewa.
Akan tetapi Shen Li belum mengetahui akan hal itu. Perlahan ia menduduki kursi itu lalu melihat di atas meja terdapat 3 buah kotak berwarna putih dengan bingkai emas hitam dengan Kristal dewa yang menjadi penutupnya.
Saat satu kotak ia buka, ia menemukan sebuah cincin kuno berwarna hitam berukiran naga dengan energi berwarna biru cerah keluar dari ukiran-ukirannya.
Ia tidak mengetahui tentang cincin apa itu, sebab ia merasakan adanya energi yang begitu kuat di dalamnya. Saat ia hendak menyentuhnya, tiba-tiba saja cincin itu bergetar kencang lalu melesat ke jari tangan Shen Li.
Betapa terkejutnya Shen Li saat mendapati hal itu terjadi, ia berusaha mencoba melepas cincin itu tetapi tidak bisa berhasil sama sekali, dan pada akhirnya ia menyerah untuk melepas cincin itu kemudian membuka 1 kotak lagi.
Kali ini ia menemukan sebuah kalung yang memiliki liontin berbentuk naga hitam dengan energi berwarna Jingga Keemasan.
Saat Shen Li dengan segera ingin menutup kembali kotak itu karena merasakan jika kalung itu mulai bergetar hebatnya, akan tetapi semua usahanya sia-sia.
Karena saat ia merasa sudah menutup kotak itu, ia merasakan adanya sesuatu yang menggantung di lehernya. Dan benar saja ternyata kalung itu sudah berada di lehernya tanpa mengetahui kapan bergeraknya kalung itu.
Ketika kedua benda pusaka itu sudah terpasang di tubuh Shen Li, tiba-tiba kotak ketiga yang belum ia buka bergetar begitu hebatnya. Karena merasakan akan ada hal aneh terjadi lagi, dengan segera Shen Li melesat ingin meninggalkan tempat itu.
Tetapi sialnya kotak ketiga itu terbuka dan nampak sebuah cincin berwarna hitam dengan motif seperti lautan bintang berwarna ungu di sekelilingnya terbang melesat begitu cepatnya mengejar Shen Li.
Karena kecepatan cincin itu lebih cepat daripada Shen Li, tentu saja dengan mudahnya cincin itu menghadang Shen Li seperti memiliki jiwa tersendiri.
__ADS_1
"Ah sial!". Kata Shen Li saat mendapati cincin itu melayang di atas jarinya.
Nampak sebuah cahaya begitu menyilaukan mata keluar dari ketiga cincin Shen Li yang tak lain Cincin Primordial, Cincin Naga Kuno, Dan yang terakhir sebuah cincin yang melayang diatas tangannya.
Shen Li saat ini tidak bisa bergerak sama sekali karena merasakan seperti ada yang menahannya untuk tidak bergerak sedikitpun.
Perlahan cahaya mulai redup dan nampak Dua cincin yang berada di jari Shen Li terlepas lalu melayang di udara, yang kemudian ketiganya berputar-putar semakin kencang lalu melesat ke dalam kristal yang dililit oleh akar pohon besar tadi.
Sesaat setelah ketiga cincin itu masuk kedalam kristal, perlahan terlihat warna dari kristal itu seperti terhisap oleh sesuatu di dalamnya.
Shen Li yang melihat hal itu hanya bisa membuka rahangnya lebar-lebar karena keterkejutannya. Ia tidak bisa berkedip sama sekali karena kejadian yang begitu memukau itu.
Tak menunggu waktu lama, semua warna dari kristal itu sudah hilang memudar dan menyisakan kristal bening saja. Setelah itu keluar sebuah cincin hitam tadi tetapi tidak dengan kedua cincin yang lain, sebab kedua cincin itu telah menyatu kedalam cincin hitam.
Cincin itu perlahan melayang mendekati tempat Shen Li berada lalu berhenti ketika sudah berada di depan Shen Li.
"Mau apa kamu?" Tanya Shen Li.
Ia tidak mendapati jawaban dari cincin yang masih mengambang di udara itu. Kemudian ia perlahan ingin menggapai cincin itu, tetapi anehnya cincin itu malah semakin menjauh.
Merasa aneh akan hal itu, Shen Li kemudian terus mengejar cincin itu, akan tetapi dia tidak berhasil sama sekali.
"Hahh, hahh, hahh, Kamu ini sebenarnya apa?" gumam Shen Li yang masih ngos-ngosan.
Shen Li kemudian menghirup nafasnya dalam-dalam berusaha mengatur pernafasannya. Ia kemudan menjulurkan tangannya bak seperti orang yang menawarkan bantuan.
Dalam hatinya ia merasa begitu pasrah dengan apa yang akan terjadi, jika ia harus kehilangan cincin itu Shen Li tak akan mempermasalahkannya. Saat ini dalam hati Shen Li penuh dengan kelembutan dan kemurnian berharap bisa mendapatkan cincin itu.
Sedangkan cincin hitam itu merasakan kelembutan hati Shen Li kemudian melesat ke jari telunjuk Shen Li seakan merindukan tuannya.
Shen Li yang mendapati cincin terpasang di jarinya, ia merasakan energi begitu meledak-ledak memaksa masuk kedalam dantiannya. Tak ingin mengambil resiko, dengan segera ia mengambil posisi berkultivasi untuk pertama kali dalam hidupnya.
Shen Li menyerap energi cincin itu dengan perlahan karena tidak ingin memaksakan kapasitas dantiannya. Aura dari tubuhnya perlahan merembes keluar dan tingkat kultivasinya juga terus meningkat.
Tak hanya itu, dalam pikirannya juga masuk berbagai informasi yang begitu banyaknya sampai rasanya kepalanya ingin meledak, tetapi Shen Li berusaha memahaminya perlahan demi perlahan.
2 Tahun Kemudian
Shen Li telah berhasil meyerap seluruh energi dan memahami segala informasi dalam pikirannya. Basis Kultivasinya saat ini sudah mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi lagi, Immortal True God tingkat Nether.
Aura yang dikeluarkannya begitu kuat, bahkan sudah melampaui Huang Long Dian, Sang Kaisar Alam Semesta Rendah. Ia juga sudah mengtahui segala informasi yang ada di seluruh alam semesta ini, tetapi entah mengapa saat informasi tentang Spirit Realm dan Divine Realm seperti terhalangi oleh sesuatu.
Ia juga sudah mengetahui bahwa cincin miliknya bernama Absolute Extinction Primordial Ring, Sedangkan kalung miliknya bernama Primordial Dragon Realm.
"Kai, sudah berapa lama waktu yang aku habiskan untuk menyerap energi ini?" Tanya Shen Li pada Kai, inti sistem miliknya peninggalan Shen Kai yang ia beri nama Kai, yang bertujuan untuk mengenang Kai Shan Li.
[Tuan sudah berada di sini selama 2 tahun tuan]
"2 tahun? itu berarti 24 hari di dunia nyata. Baiklah terimakasih Kai" ucap Shen Li yang kemudian menghilang lalu muncul di lautan bintang.
"Jia Yu, Ibu, Ayah, Paman Ru. Aku harap kalian baik-baik saja, aku akan segera menemui kalian" Gumam Shen Li yang kemudian membuka robekan ruang menuju alam semesta rendah.
***
*****Untuk tingkat***** kultivasi bisa dilihat kembali ke chapter 4 Informasi tentang Novel, di sana sudah saya perbarui informasinya.
__ADS_1
Terimakasih, dan simak terus perjalanan Shen Li menuju titik tertinggi.
~Jangan lupa memberi dukungan dan follow author~