Great Ruler Cultivator

Great Ruler Cultivator
Merampok Dengan Gaya


__ADS_3

Shen Li sebenarnya sedari tadi merasakan jika Fang Di akan pergi kemari. Tetapi ia tidak menduga jika ia dengan cepat bisa mengenalinya.


"Apa yang tuan katakan?" sahut Shen Li mencoba mengelak.


Sementara Xiao Yin yang berada di sana, dirinya tersentak saat mendengar seorang pemimpin Ras Manusia Binatang memanggil sosok Shen Li yang masih asing baginya itu dengan panggilan 'Tuan Muda'.


Fang Di sedikit memiringkan kepalanya karena keheranan, sebab yang ia yakini saat ini adalah tuan mudanya, sampai saat sebuah suara telepati ia dapati.


"Jangan memanggilku seperti itu di depan umum" kata Shen Li.


Fang Di kemudian menyadari kesalahan yang ia lakukan itu, "Ahaha, maafkan aku tuan muda" balasnya melalui telepati.


"Ah?! maafkan aku tuan, saya pikir anda adalah oramg yang saya kenali" ucap Fang Di mencoba beralasan.


"Tidak apa-apa" balas Shen Li.


Sedangkan di pihak Xiao Yin, ia semakin mencurigai Shen Li karena gelagat yang ditunjukkan oleh Fang Di sedikit mencurigakan baginya. Tetapi ia tidal terlalu memikirkannya karena itu adalah privasi bagi para relasinya.


"Ehem, Xiao Yin. Aku lupa dengan barang yang ku jual tadi" kata Fang Di.


"Baiklah tuan Fang Di, silahkan tunggu sebentar" Xiao Yin kemudian beranjak meninggalkan ruangan itu.


Fang Di kemudian bergegas mendekati Shen Li kemudian sedikit menundukkan kepalanya.


"Salam Tuan Muda" sapanya lirih agar tidak di dengar orang lain.


"Hahh, kau ini. Apa kamu juga menjual barang?" tanya Shen Li.


"Hehehe, itu benar tuan muda. Ak-.."


Ucapan Fang Di terhentikan karena merasakan kedatangan Xiao Yin di ruangan itu.


"Maaf telah membuat anda menunggu tuan Fang Di. Ini silahkan diperiksa hasil penjualan tombak pedang bulan perak milik anda" Xiao Yin kemudian memberikan sebuah cincin penyimpanan pada Fang Di.


"Terimakasih, aku akan pergi dulu" ucap Fang Di kemudian beranjak pergi terlebih dahulu keluar.


"Tuan Sh-.."


"Maaf jika aku menyela, aku juga harus pergi karena ada yang menungguku" kata Shen Li memotong ucapan Xiao Yin.


Xiao Yin hanya bisa tersenyum hangat mendengar akan hal itu. Ia sebenarnya ingin lebih dekat lagi dengan Shen Li, entah mengapa saat ia berada di dekatnya, hatinya terasa tenang. Tetapi mengingat sikap Shen Li yang cukup dingin membuatnya harus sedikit berusaha.


"Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan tuan Shen Li" ucap Xiao Yin menundukkan kepalanya sedikit.


"Terimakasih atas bantuanmu hari ini"


Shen Li kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangan itu dan segera keluar ke tempat Bai Ling Yue yang sudah menunggunya, dan nampaknya Fang Di juga berada di sana.


"Aku juga harus melihat pertarungan tuan Shen Li malam ini" gumam Xiao Yin kemudian masuk ke dalam ruangannya.


Sementara di tempat Bai Ling Yue dan Fang Di, mereka tengah mengobrol ringan sembari menunggu Shen Li datang.


"Maaf jika aku terlalu lama" ucapan Shen Li seketika menyadarkan mereka berdua.


"Tuan Muda"


"Tuan Shen Li, kemana saja anda hari ini? saya terus mencari anda tetapi tidak menemukan dimana anda berada tadi" kata Ling Yue.


"Aku berada di kelas 3 tadi, lalu saat ingin keluar aku melihat-lihat bagian dalam dulu baru keluar"


"Lalu kenapa kamu masih berada di sini?" tanya Shen Li.

__ADS_1


"Apa lagi? Saya menunggu tuan Shen Li sedari tadi, sampai saya bosan. Huhh" balas Xiao Yin menyilangkan tangannya sembari menggembungkan pipinya.


Sementara Shen Li yang melihat tingkah Ling Yue itu hanya bisa terkekeh kecil. Bagaimanapun juga Bai Ling Yue masihlah anak remaja berumur 17 tahun.


"Hehh, apa kamu tidak menungguku saja?" sahut Fang Di menyela.


"Untuk apa juga aku menunggu paman?!" balas Ling Yue ketus yang membuat Fang Di menunjukkan ekspresi jeleknya.


"Hahaha, sudahlah. Kalau begitu kita akan mampir terlebih dulu mencari camilan." kata Shen Li.


"Benarkah?! baiklah kalau begitu mari kita pergi sekarang, la lala lala.." Ling Yue kemudian berjalan berjingkrak-jingkrak senang ke dalam kereta yang sudah menunggunya.


"Tuan muda, lalu bagaimana dengan pertandingan tuan muda nanti?" tanya Fang Di berbisik-bisik.


"Kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah mengirimkan bayanganku tadi" balas Shen Li berbisik juga.


"Apa tuan yakin? ehh?! tidak tidak. Itu sudah lebih dari cukup mengingat kekuatan tuan muda" balas Fang Di sembari mengingat-ingat saat pembantaian sepihak Shen Li beberapa waktu lalu.


"Tuan Shen Li, apa yang tuan tunggu lagi?!" suara dari Ling Yue membuat pembicaraan antara Shen Li dengan Fang Di menjadi terganggu.


"Hahaha, baiklah-baiklah. Lalu kamu ikut dengan kami?" tanya Shen Li kemudian berjalan mendekati kereta bersama Fang Di.


"Ah tidak, aku lebih suka terbang saja tuan muda. Lagipula saudara yang lain juga sudah sampai di arena, saya ingin segera sampai dulu hehehe. Saya permisi" Fang Di kemudian segera bergegas melesat menuju arena tempat pertandingan Shen Li nanti.


"Apa paman Fang Di tidak ingin ikut dengan kita tuan Shen Li?" tanya Ling Yue.


"Katanya dia ingin segera menuju ke pertandingan di arena antara orang di ruang VVIP dengan tetua Sekte Darah Hitam dan Sekte Bulan Racun" balas Shen Li.


"Kalau begitu kita juga harus bergegas menyusul ke arena" kata Ling Yue sembari mengepalkan tangannya erat, entah mengapa ia menjadi bersemangat.


"Lalu kamu tidak ingin membeli camilan dulu?"


"Hehehe, sebenarnya ingin, tapi aku tidak ingin ketinggalan pertandingan nanti" balas Ling Yue dengan tersenyum cerah.


Mereka berdua kemudian beranjak pergi menuju arena yang berada di luar kota. Arena tersebut sudah sangat terkenal sekali di seluruh antero bintang ini. Selain karena tidak adanya hukum, tempai ini juga dijadikan sebagai lahan pencari uang bagi para penjudi untuk bertaruh pada tiap-tiap orang yang bertanding.


Arena Pertandingan


Nampak di arena pertandingan, seluruh tribun penonton sudah hampir penuh yang bahkan bisa menampung sekitar 10 juta penonton itu. Di luar arena juga masih banyak sekali orang-orang yang hendak memasuki arena itu.


Karena kabar mengenai pertandingan seorang anak remaja melawan dua orang tetua sekte besar aliran hitam sudah tersebar dengan luasnya. Seluruh orang yang mengikuti acara lelang tadi juga sudah hadir disana begitupun Xiao Yin.


Para Patriark dari masing-masing sekte pun juga sudah hadir. Sebenarnya mereka merasa malu karena ulah tetua mereka yang menantang seorang anak kecil. Tapi saat mendengar ketika para bawahan mereka yang berusaha memasuki ruangan VVIP begitu kesulitan. Para Patriark itu menjadi sedikit tertarik dan serakah dengan anak di ruang VVIP itu.


"Hahaha! sepertinya anak itu takut" ucap tetua Sekte Darah Hitam.


"Jika itu benar, kita akan memburunya dan merampas semua hartanya tentunya hahaha!" balas tetua Sekte Bulan Racun.


Mereka berdua terus saja menggunjing Shen Li yang bahkan mereka saja tidak mengetahui akan kekuatannya. Akan tetapi kesibukan mereka itu segera menghilang saat suara seorang anak-anak menyela perbincangan mereka.


"Apa paman takut?!"


Deg!


Kedua tetua itu tentu sangat mengenali dengan suara yang membuat mereka melakukan ini. Tetapi mereka sedikit takut karena tak ada satupun dari mereka yang menyadari kedatangan anak remaja itu tak lain adalah bayangan Shen Li yang sudah merubah penampilannya menjadi saat usianya 14 tahun dengan mengenakan jubah bercorak naga di punggungnya.


"Kau!!"


"Aku akan membunuhmu!!"


Kedua tetua itu menggeram marah dengan nafsu membunuh yang sangat kuat. Mereka padahal awalnya meremehkan Shen Li dan berencana menggunakan sedikit kekuatan mereka, tetapi saat mengalami kejadian baru saja, niat mereka sudah berubah dan berencana menggunakan seluruh kekuatannya meski lawan mereka adalah anak kecil.

__ADS_1


"Siapa yang akan terbunuh itu bukan keputusan kalian paman hehehe." bayangan Shen Li itu kemudian berjalan keluar menuju panggung pertandingan dan diikuti oleh kedua tetua itu.


Suara riuh penonton terdengar sangat bersemangat saat melihat seorang anak remaja berjubah hitam berjalan memasuki arena dan diikuti dua orang tetua.


"Huuuu!! mati saja kau bocah!!"


"Hahaha! kamu hanya mencari kuburanmu sendiri!"


"Aku sangat berbelas kasih padamu anak muda"


Hinaan demi hinaan terus saja dilontarkan dari tribun penonton. Kali ini Shen Li yang asli dan Ling Yue telah hadir. Mereka berdua saat ini tengah duduk di sebuah tempat khusu yang disediakan bagi para tamu utama di arena itu.


Saat keenam saudara Shen Li melihat anak remaja yang memasuki arena, seketika mengarahkan pandangannya ke arah Shen Li yang tengah duduk sembari minum kopi latte.


"Hehh, ada apa kalian melihatku seperti itu?" tanya Shen Li.


"Ahh, tidak tuan muda" balas mereka.


Sementara Bai Zian Ma dan Bai Ling Yue tentu kebingungan akan hal ini. Keenam saudara Shen Li itu sudah pasti dengan jelas menyadari jika anak remaja itu adalah Shen Li meski sudah merubah penampilannya. Sebab energi mereka dengan Shen Li terhubung jadi dengan mudah mereka mengetahuinya.


Bai Zian Ma yang masih kebingungan itu kemudian diberitahu oleh Orvar melalui telepati jika anak remaja itu adalah tuan muda mereka.


Karena mengetahui itu adalah tuan mudanya, ia kemudian melayang ke tengah-tengah arena pertandingan.


Swushh!!


Zian Ma datang dengan penuh wibawa dibawanya. Ia terbang turun perlahan menjadi pusat perhatian seluruh penonton yang membuat mereka terpukau diam.


Ia kemudian turun dengan kedua kaki menyentuh lantai arena bersamaan dengan kedua tangan di belakang punggung.


"Untuk pertandingan kali ini, aku yang akan menjadi wasitnya agar menjadi adil. Lalu pertarungan seperti apa yang kalian inginkan?" ucapnya.


"Raja Bai Zian Ma, tentu saja kami menginginkan pertarungan hidup dan mati!!" balas tetua Sekte Darah Hitam dengan sombongnya.


Sontak seluruh penonton kembali berteriak semangat mendengar hal itu.Mereka semua tak sedikit juga yang memasang taruhan di pertandingan itu.


Bai Zian Ma kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas sembari melihat kedua sisi petarung menerima persetujuan.


"Pertarungan hidup dan mati! Mu-.."


Swushh!!


Set! Tap! Tap! Dug!


"Ehhh hehh??!! Bocah nakal apa yang kamu lakukan?!"


"Hehehe kamu diamlah dulu pak tua" kedatangan Fang Di yang secara tiba-tiba itu seketika membuat terkejut para penonton.


Sedangkan tetua Sekte Langit Merah seketika menjadi berkeringat dingin. Sebab ia tentunya sudah hafal dengan suara itu dari lelang tadi. Ia tidak menyangka jika orang yang bersitegang dengannya tadi adalah Raja Manusia Binatang.


"Sebelum pertandingan dimulai, aku ingin memasang taruhan pada tuan ini sebesar 1000 kristal spirit. Apa yang ingin bertaruh denganku? hehehe."


Seketika tribun arena kembali heboh, karena mereka tentu mengetahui Fang Di yang menampilkan wujud aslinya seorang Raja Manusia Binatang.


Semua orang yang berada di tribun tentu langsung memasang taruhan mereka masing-masing mengingat hadiah utamanya sangat besar bagi mereka. Hampir semua orang penonton disana bertaruh pada kedua tetua itu, tak sedikit pula yang mempertaruhkan seluruh harta yang mereka bawa.


Sementara Fang Di tentu saja tersenyum licik, lalu menyebarkan bayangannya ke seluruh penjuru tribun arena karena rencananya berhasil, tetapi ia seketika sedikit cemberut saat mendengar seseorang bertaruh pada Shen Li yang tak lain adalah Tetua Sekte Mawar Biru.


Sedangkan para saudara Fang Di seketika memasang wajah jelek mereka masing-masing karena mengetahui niatan Fang Di yang sebenarnya.


"Anak nakal ini benar-benar merampok mereka semua"

__ADS_1


***


__ADS_2