
"Barang kedua adalah sebuah pedang pendek tingkat emas menengah, untuk harga awal 80 ribu kristal roh setiap kelipatan penawaran tidak dibatasi"
Penawaran terus berlanjut, persaingan antar harga terus digelontorkan. Provokasi dari Fang Di juga membuat suasana semakin panas, bahkan ada juga yang berkeinginan buruk terhadap Fang Di nanti saat setelah selesai lelang.
Hingga pada akhirnya barang terakhir di sesi awal dikeluarkan. Sampai saat ini masih belum ada barang yang menarik perhatian Shen Li satupun.
"Baiklah, ini adalah barang penutupan sesi awal." ucap Xiao Yin.
Ia kemudian berjalan mendekati kotak kecil yang dibawakan oleh penjaganya. Nampak terlihat sebuah benda kecil usang yang tidak memiliki aura sedikitpun.
"Barang terakhir adalah sebuah besi berkarat. Jangan hanya melihat dari luarnya saja, kami meyakini bahwa barang ini sangat berharga. Lalu untuk harga awal dibuka dengan 200 ribu kristal roh dan untuk setiap kelipatan penawaran tidak dibatasi" ucap Xiao Yin.
Suara riuh peserta lelang mulai bergemuruh dan menggema. Mereka seakan merasakan jika Rumah Lelang Angsa Putih telah melakukan kesalahan karena melelang benda tidak berharga itu.
"Benda apa itu? bukankah itu hanya besi berkarat biasa? lagipula ukurannya jug sangat kecil dan tidak memiliki aura sama sekali" ucap Orvar mengutarakan isi kepala para saudaranya yang juga kebingungan.
"Mungkin saja jika tuan muda ada di sini, dia pasti akan mengetahuinya, mungkin." sahut Fei Luo.
"Kau benar saudara Luo" balas Chen Ba.
Sedangkan Shen Li tubuhnya sontak berdiri terkejut melihat benda usang berkarat itu. Sebab ia mengetahui dengan pasti benda apa itu, meski energi yang dikandungnya terasa sangat kecil bahkan tidak dapat dirasakan siapapun di acara lelang itu. Tetapi Shen Li masih bisa merasakan adanya energi begitu murni samar-samar di kandungnya.
"Pedang Pelahap Malam, kenapa itu bisa ada di sini?" Batin Shen Li.
"Apa tidak ada yang menawar?" tanya Xiao Yin.
"Buang saja benda itu dan segera mulai sesi utamanya!" ucap salah seorang peserta.
"Iya itu benar"
"Betul"
"Cepatlah mulai sesi utama"
Suara bersahut-sahutan mendesak Xiao Yin untuk segera memulai sesi utama. Pada saat ia hendak menutup acara sesi awal, sebuah suara mengejutkan semua orang yang berada di dalam sana.
"10 kristal jiwa" Ucap seseorang dari ruangan VVIP yang tak lain adalah Shen Li yang sudah mengubah suaranya menjadi anak-anak.
"Hahaha, pulanglah nak. Kamu hanya menghabiskan harta orang tuamu saja"
"Anak tidak tahu apa-apa sepertimu mau apa? hahaha"
Suara tawa riuh terdengar mengejek Shen Li yang menawar barang tidak berguna bagi mereka semua itu. Mereka membodoh-bodohkannya karena menganggap tidak mengerti barang.
Sementara di tempat para tamu VIP bahkan para saudaranya dan Ling Yue dibuat penasaran dengan identitasnya.
"Siapa orang yang berada di ruangan VVIP itu?" Ucap Fang Di lirih tetapi masih bisa didengar oleh Shin di sampingnya.
__ADS_1
"Entahlah, jika orang yang berada di sana berani menawar itu dengan harga tinggi berarti barang itu bukanlah barang biasa." Sahut Shin.
"Apa yang kamu katakan?" tanya Fang Di penasaran.
"Apa kamu tidak menyadarinya? Aku sedari tadi berusaha mencari tahu siapa orang yang berada di sana dengan kesadaranku. Tetapi entah mengapa rasanya terhalangi oleh sesuatu tak kasat mata." jelas Shin.
Mendengar ucapan Shin, Fang Di kemudian berusaha untuk melepaskan kesadaran berusaha memeriksa ruangan itu. Dan benar saja apa kata Shin, ia tidak bisa menembusnya sekuat apapun ia mencoba, "Kau benar, orang ini tidak bisa kita sepelekan. Mungkin nanti aku harus memberitahu Tuan Muda" ucapnya
Hal itu juga sama dirasakan oleh Bai Zian Ma dan para tetuanya, mereka menjadi khawatir mengetahui jika, sang penawar itu adalah seseorang yang kuat.
"Aku harus memberitahu segera Tuan Muda akan orang ini" gumamnya.
Sementara Xiao Yin, sudah tentu mengetahui siapa identitas orang itu meski mengubah suaranya menjadi anak-anak. Sebab hanya Shen Li sendirilah yang menempati ruangan VVIP.
"10 Kristal Jiwa, apa ada yang ingin menawar lagi?" Ucap Xiao Yin.
"Baiklah jika tidak ada yang menawar lagi, tanpa basa-basi benda ini dimenangkan oleh tuan yang berada di ruangan VVIP" lanjutnya.
"Terimakasih pada semua peserta yang masih berkenan duduk menunggu sesi awal lelang sampai akhir. Dan sekarang adalah saat yang paling dinanti-nantikan oleh para peserta dan tuan sekalian."
"Dengan ini saya nyatakan sesi awal berakhir, dan menginjak acara selanjutnya adalah sesi utama"
Seluruh peserta bertepuk tangan dan bersiul-siul kegirangan karena pada akhirnya acara yang mereka nantikan tiba. Sebab mereka semua mendapat kabar angin jika barang yang dilelang di sesi utama, memiliki nilai yang sangat berharga.
"Untuk sesi utama terdapat tujuh benda yang akan dilelang dan akan dimulai dari benda yang nilainya paling kecil" Jelas Xiao Yin.
Dua orang penjaga datang menaiki panggung lelang sembari membawa sebuah peti senjata yang nampaknya adalah tombak.
"Barang kali ini adalah sebuah tombak, tetapi ini bukan sembarang tombak biasa..." Xiao Yin menghentikan ucapannya lalu menyuruh penjaga itu untuk membuka penutup peti senjata.
Terlihat sebuah tombak pedang yang memiliki gagang berwarna biru laut dengan garis-garis pola berwarna merah sepanjang 1,5 meter yang memiliki panjang bilah pedang tajamnya sekitar 50 sentimeter dan memiliki lebar 10 sampai 15 sentimeter yang berbentuk semakin melebar dari ujung gagangnya.
"Seperti yang tuan-tuan dan peserta ketahui, ini adalah tombak pedang bulan perak. Memiliki bilah pedang yang sangat tajam bahkan mampu membelah sebongkah batu besar dengan rapi."
"Tombak pedang bulan perak tingkat surgawi menengah ini, dibuka dengan harga 500 ribu kristal roh dengan kelipatan minimal 50 ribu kristal roh"
"600 ribu.."
"800 ribu.."
"10 kristal jiwa.."
"11 kristal jiwa.."
suara perang tawar kembali terjadi dan kali ini mencapai harga yang cukup fantastis.
"20 kristal jiwa, mohon para tuan sekalian memberi wajah pada Sekte Bulan Racun" ucap seorang pria di ruang VIP nomor 10.
__ADS_1
"Apa sektemu terlalu miskin? Klan Gajah Putih menawar 23 kristal jiwa" kata seseorang dari ruangan VIP nomor 5.
"Hahaha, kalian semua sangat miskin sekali. 30 kristal jiwa dari Klan Serigala Petir" kali ini giliran ruangan VIP nomor 6 yang menawar.
"35 kristal jiwa, kalian semua orang-orang miskin lebih baik pulang dan minta minum susu pada ibu kalian saja hahaha!" Fang Di yang melihat kesitegangan mereka mulai ikut memanas-manasi agar lebih meriah.
Seluruh orang yang berada di ruang VIP menjadi sedikit geram dengan provokasi dari Fang Di.
"Anak nakal ini benar-benar kurang kerjaan, dia bahkan sampai membuat marah para tamu VIP" gumam Bai Zian Ma, ia tidak mau menawar bukan karena uang, tetapi karena senjata itu tidak cocok baginya maupun keluarga dan saudaranya.
"38 kristal jiwa, dan jangan ada yang berani menawar" ucap seseorang dari ruangan VIP nomor 7 yang nerasal dari Sekte Darah Hitam.
"Aku mau menawar itu bukan urusanmu hehe. Biarkan ayah yang membelikanmu saja, kamu duduk manis di situ saja oke?" sahaut Fang Di yang tak ingin kalah lalu melanjutkan ucapannya, "45 kristal jiwa"
seluruh peserta yang berada di sana hanya bisa menelan ludah mereka sendiri saja, bahkan tidak sedikit juga yang berkeringat dingin mendengar jumlah uang yang bahkan sanggup untuk menghidupi mereka 20 tahun kedepan, digelontorkan dengan mudahnya.
"Dia ternyata suka berbuat onar, hehehe" Gumam Shen Li yang mengawasi jalannya lelang. Ia juga sempat tertarik dan berpikiran untuk membelinya, karena dia ingin menguasai seluruh senjata yang ada sampai tingkat sempurna. Tetapi memikirkan ia yang mempunyai sistem, ia tidak jadi untuk menawar.
"ini penawaran pertama dan terakhir dari saya, mohon tuan dari ruangan VIP nomor 2 dan yang lainnya memberikan wajah pada Sekte Mawar Biru.."
"60 kristal jiwa" ucapnya.
"Apa paman sudah tidak memiliki uang? hihihi, baiklah kalau begitu akan kuberikan pada paman saja" jawab Fang Di.
"Terima.."
"Apa yang kalian maksud? apa kalian tidak menganggapku?" sebuah suara memotong perkataan dari petinggi Sekte Mawar Biru yang berasal dari Tetua Sekte Langit Merah.
"63 kristal jiwa" lanjutnya.
Petinggi Sekte Mawar Biru sebenarnya ingin marah, tetapi dengan segera ia menahannya menenangkan diri karena tidak ingin membuat keributan di sana. Pada akhirnya ia hanya bisa mengalah, ia sengaja menghemat penawarannya dan menunggu barang yang lebih tinggi lagi nantinya.
"Apa yang paman katakan? bukankah tadi aku mengatakan senjata itu untuk paman di ruangan VIP nomor 4? jika menawar maka aku juga ingin menawar lagi. 65 Kristal jiwa" ucap Fang Di.
Tuk! Plak!
Fang Di mendapatkan pukulan dan tamparan dari saudaranya.
"Hei apa yang kalian lakukan? tidak perlu sampai marah begitu bukan?" Ucap Fang Di sembari menggosok-gosok kepalanya itu.
"Matamu soak, apa yang kamu lakukan bocah nakal? kamu hanya membuang-buang uang saja" ucap Gi Luan dengan suara berat khasnya.
"Hehh" Fang Di mendengus kesal karena tak ingin menjawab pertanyaan dari Gi Luan itu.
Sementara Tetua Sekte Langit Merah menjadi sangat marah, karena lagi-lagi penawarannya diungguli oleh Fang Di.
"Cepat cari tahu siapa orang yang berada di ruangan VIP nomor 2 itu, jika perlu bunuh" ucap tetua itu menyuruh 10 anak buahnya.
__ADS_1
***