
Sekte Naga
Nampak sebuah siluet orang tengah berada di atas kediaman Patriak Sekte Naga. Orang itu tak lain adalah Shen Li, meskipun hanya klon saja.
Shen Li menyembunyikan hawa keberadaannya dengan begitu rapat, hingga tidak ada seseorang pun yang menyadari keberadaanya.
Beberapa saat kemudian, Patriark Huo Li telah kembali dari Sekte Vermillion lalu bergegas masuk ke dalam kediaman.
Shen Li yang melihat itu tak tinggal diam, ia lalu mengikuti Huo Li dengan berhati-hati. Ia yang sekarang ini seperti memiliki teknik persembunyian seperti seorang assassin, tetapi bedanya ia saat ini memakai pakaian berwarna hitam dengan siluet naga di sekujur pakaiannya lalu memakai jubah hitam tidak bertudung. Ia hanya memakai sebuah kain penutup wajah yang hanya menutupi daerah hidung ke bawah saja, tak lupa ia juga merubah warna rambutnya menjadi abu-abu cerah dengan beberapa bagian berwarna merah di poninya.
Huo Li yang tidak menyadari kedatangan Shen Li hanya terus berjalan menuju kamar Huo Shan.
"Anakku, bangunlah! ayah ingin berbicara" ucap Huo Li membangunkan Huo Shan.
"Ada apa ayah? apa ayah sudah mengetahui pelakunya?" tanya Huo Shan.
"Ayah sudah mengetahui pelakunya, namanya adalah Jin. Tetapi sepertinya kita harus melakukan pertempuran besar demi melawannya" ucap Huo Li.
Shen Li yang tengah menguping di sudut ruangan itu sedikit terkejut, karena ternyata Huo Li telah mengetahui bahwa dirinya yang menghajar Huo Shan. Tetapi ia kembali tenang dengan senyuman licik diwajahnya, karena ia tentu saja tidak kehabisan akal dan tidak merasa takut.
Sedangkan Huo Shan ynag mendengar perkataan ayahnya sedikit terkejut dan ketakutan, karena ternyata orang yang ia singgung adalah orang yang sangat kuat.
"Tapi kamu tak perlu khawatir anakku, karena ayah akan selalu menjagamu. Ayah akan meminta bantuan pada Tetua Kedua dan Keempat Klan Shen untuk membantu ayah" ucap Huo Li menenangkan anaknya tetapi yang tidak diketahuinya adalah, bahwa saat ini ia tengah membangunkan sosok naga sejati yang tengah tertidur.
Shen Li sangat senang mendapatkan informasi itu, karena dengan itu ia lebih mudah untuk membersihkan tikus-tikus di Klan Shen dan membalaskan dendamnya. "Sepertinya aku nanti akan mendapatkan event beli 1 dapat 3, hahaha!" Batin Shen Li.
Karena merasakan sudah cukup untuk mendapatkan informasi, Shen Li kemudian membocorkan sedikit auranya dengan sengaja agar di ketahui, tetapi tak lupa sebelum itu ia memasang array pelindung khusus.
Swushh!
Sebuah aura yang begitu kuat dirasakan oleh Huo Li dan Huo Shan. Nampak keduanya begitu terkejut karena pembicaraan mereka didengar seseorang.
"Siapa kamu?! Keluar lah" Teriak Huo Li.
Shen Li kemudian perlahan keluar dari persembunyiannya, ia sengaja melakukan ini demi menjalankan rencananya.
"Apa yang kamu maksud adalah aku?" ucap Shen Li dengan nada biasa yang mengejutkan kedua orang itu.
"Kamu!! Beraninya!!" Ucap Huo Li dengan nada marah.
__ADS_1
"Kamu?! Dasar Bajin*an!! Ayah dia adalah pelakunya, aku sangat hafal dengan aura dan postur tubuhnya" ucap Huo Shan dengan marahnya.
"Ohh ternyata kamu adalah pelaku dibalik pemukulan anakku" Ucap Huo Li mengepalkan tangannya erat-erat.
Shen Li yang melihat tingak mereka berdua hanya tertawa terbahak-bahak, "Hahaha! jika benar lalu kamu mau apa 'tikus kecil'?!" ucap Shen Li memprovokasi dengan penekanan.
"Dasar bajin*an!! beraninya kamu menghinaku" Kata Huo Li, yang kemudian ingin menyerang Shen Li tetapi anehnya tubuhnya tidak bisa bergerak sedikitpun begitupun anaknya.
"Ehh?? Shh! Jangan terlalu berisik tikus kecil!" ucap Shen Li dengan jari telunjuk didepan mulutnya.
"Kalian tikus tenang saja, karena kucing ini belum terlalu lapar" Ejek Shen Li.
"Bajin*an lepaskan aku! atau-..!!"
"Atau apa!!" potong Shen Li, menghentikan ucapan Huo Shan.
Sedangkan Huo Li yang amarahnya sudah tak terbendung lagi mengeluarkan aura puncaknya dengan harap mampu menekan Shen Li. Akan tetapi kejadian yang tak diduganya justru terjadi, karena saat ini Shen Li nampak biasa-biasa saja sedangkan yang terkena efeknya adalah anaknya sendiri.
Melihat hal itu, tidak bisa tidak membuat Shen Li tertawa terbahak-bahak, "Hahaha,, ternyata kalian jauh lebih bodoh dari yang aku kira! hahaha! Sebutan tikus masih terlalu baik untuk kalian, kalian lebih baik aku sebut dengan Kecoak!" ucap Shen Li.
"Apa kamu masih tidak sadar?! lihatlah anakmu sendiri! hahaha!" lanjut Shen Li.
Menyadari kebodohannya, Huo Li langsung menarik kembali aura miliknya. Dan nampak setelah itu terlihat bahwa anaknya sudah tak sadarkan diri dengan posisi masih berdiri karena ikatan benang energi Shen Li.
"Bajin*an! Kau!! beraninyaa!" Ucap Huo Li yang sudah seperti ingin menerkam Shen Li.
"Ada apa denganku?! bukankah itu kesalahanmu sendiri? cihh! bisa-bisanya hanya menyalahkan orang lain saja" balas Shen Li kesal.
Shen Li lantas sedikit mengambil nafas, seakan ingin berbicara serius dengan tatapan tajam.
"Aku menantang Sekte Naga untuk melawanku! Kerahkan seluruh kekuatan yang kalian miliki bahkan kamu juga bisa meminta bantuan kepada para tetua bajin*an itu" Ucap Shen Li yang sudah merubah ekspresinya dingin.
"Aku menantangmu 3 hari terhitung mulai besok! persiapkanlah diri kalian karena telah bodoh menjadikanku sebagai lawan kalian! dan jika kalian tidak datang, maka tak segan-segan aku menghancurkan kalian tanpa tersisa!" ucap Shen Li dengan nada mendominasi, "yah, walaupun kalian datang sekalipun aku akan tetap membasmi kalian semua" batinnya.
Shen Li kemudian menghilang dari tempat mereka dan melepaskan benang energinya kemudian kembali ke tubuh aslinya.
Sejetika tubuh Huo Shan ambruk karena sudah pingsan dengan darah yang mengalir. Huo Li yang mendengar pernyataan perang Shen Li tadi sebenarnya merasakan takut, tetapi karena ia termakan api amarah dan keserakahannya ia tidak menghiraukan hal itu, dan masih teguh untuk melawan Shen Li.
Ia nampak mulai berpikir, bagaimana caranya untuk mengalahkan Shen Li. Walaupun ia nanti hanya seorang diri, tetapi rasanya mustahil bisa mengalahkannya.
__ADS_1
Kediaman Tetua Kedua
Nampak saat ini, Tetua Kedua dan Keempat tengah berbincang untuk membahas rencana pemberontakan.
"Sepertinya kita harus segera menghubungi Huo Li, karena kita harus segera melengserkan Shen Qi sialan itu, sehingga kita bisa berkuasa penuh di Klan Shen ini" ucap Tetua Kedua.
"Benar sekali apa katamu, aku juga merasakan jika terlalu lama lagi semua rencana kita dalam 20 tahun ini akan terbongkar" Ucap Tetua Keempat membenarkan ucapan Tetua Kedua.
"Baiklah kalau begitu, besok kita akan menemui Huo Li untuk menjalankan rencana kita" Balas Tetua Kedua tersenyum licik.
Yang tidak mereka ketahui sedari tadi bahwa, ada seseorang yang bersembunyi di pojok ruangan itu mendengarkan semua perbincangan mereka.
Sosok itu tak lain adalah Shen Li, nampak di raut wajahnya terukir sebuah senyuman licik saat mendengarkan bahwa mereka akan bekerjasama dengan Sekte Naga.
Tak lama kemudian, Shen Li pergi dari tempat itu untukkembali ke tubuh aslinya karena merasa sudah cukup mendapat informasi.
Kediaman Patriak Shen
Saat ini tubuh asli Shen Li tengah mengipasi ibunya yang tertidur di kamarnya sendiri. Sedangkan ayahnya sudah tertidur di sofa kamar itu.
Beberapa saat kemudian, mucul 2 siluet di belakang Shen Li yang tak lain adalah klon miliknya. Kedua klon itu kemudian melesat masuk ke dalam tubuh Shen Li untuk memberikan informasi padanya.
Nampak sebuah senyuman cerah di wajah Shen Li, saat mendapati informasi dari para klon miliknya. Ia merasa sangat bahagia karena sebentar lagi semua urusannya akan segera selesai, sehingga dia bisa melanjutkan petualangannya dalam menggapai takdirnya.
Setelah merasa ibunya sudah cukup nyenyak, Shen Li lantas berjalan menuju kamarnya sendiri.
Sesampainya di kamar Shen Li tidak langsung tidur, melainkan ia mengambil kitab hukum ruang dan waktu untuk ia pelajari agar segera bisa memasuki dunia jiwanya.
Hingga sampai waktu matahari terbit, Shen Li masih terjaga guna memahami setiap kalimat di dalam kitab itu.
"Argh!! tak kusangka begitu sulit memahami kitab ini. Aku baru bisa mempelajarinya sampai tingkat menengah, sedangkan untuk membuka dunia jiwaku aku harus bisa sampai tingkat sempurna" gerutu kesalnya.
Yang tidak Shen Li ketahui adalah, bahwa dirinya begitu sangat-sangat jenius, bahkan bisa dikatakan bahwa dia adalah jeniusnya para jenius.
Bagaimana tidak, jika ada orang yang mendengar bahwa Shen Li mampu mencapai tingkatan menengah saat mempelajari sebuah kitab teknik tingkat ilahi dalam waktu satu malam, tentu saja orang itu akan muntah darah.
Karena setidaknya, orang jenius pada umumnya membutuhkan waktu sekitar 5 tahun hanya untuk selesai di tahap awal.
Benar-benar tidak tahu diri.
__ADS_1
***