
Novi yang melihat Justin masih diruangan menyuruhnya pulang juga.
" Mas kamu pulang juga yaa ". Pinta novi kepada Justin.
" Gak, aku disini juga menemanimu dan kayla ". Jawabnya yang berdiri disamping tempat kayla terbaring.
" Aku gak mau merepotkan mas justin ". Belanya lagi melihat arah justin.
" Aku gak merasa direpotkan olehmu, jadi stop jangan nyuruh aku pulang, ini kemauan ku " Bantah justin membalaa tatapan novi.
" Tapi mas .. " Belum selesai novi bicara.
" Ini kemauan ku nov, aku juga ingin berada disisi kayla . ". Ucap justin yang kemudian melihat kayla.
Novi tidak membalas lagi ucapan justin, dia hanya diam menatap Justin. Ada kekhawatiran dalam matanya, ada rasa sayang yang tulus untuk kayla. Kemudian novi mengalihkan pandangannya ke kayla yang masih tidur diranjangnya. Novi terus mengenggam tangan kayla, ada rasa lelah yang dirasakan novi. Dia menyandarkan kepalanya di dekay kayla dan tak lama matanya terpejam karena ngantuk.
Justin yang melihat novi tertidur di dekat kayla apalagi posisinya lagi duduk tak tega membangunkan novi untuk menyuruhnya pindah. Novi tidur terlelap karena kelelahan, Justin berinisiatif mengangkat tubuh novi dan memindahkannya ke sofa yang lumayan cukup nyaman untuk dipakai tidur. Setelah meletakkan novi disofa, justin duduk dikursi samping kayla. Tangannya yang sebelah kanan mengelus-elus kepala kayla sedangkan tangan kirinya mengenggam tangan kecil kayla.
" Cepat sembuh kayla sayang, om justin juga tidak mau kayla lama-lama seperti ini ". Ucapnya pelan memandangi wajah polos kayla.
Justin yang juga mulai mengantuk mencoba untuk tidur, ketika matanya baru saja terpejam dia mendengar suara kayla yang memanggil " PAPA ". Justin terbangun dan melihat kayla yang mengigau-ngigau panggil " PAPA ", matanya masih terpejam. Entah siapa yang dipanggil PAPA oleh kayla hanya kayla yang tau.
" Kayla .. Ini om justin sayang ". Sahutnya memegangi tangan kayla.
Kayla kembali diam melanjutkan tidurnya, rasa nyaman yang dirasakannya kembali membuatnya terlelap. Justin yang melihat kayla diam kembali melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.
__ADS_1
Novi yang merasa tenggorokannya kering terbangun, dia mendapati dirinya ataa sofa. Dia mengucek matanya sebentar kemudian menoleh kearah tempat tidur kayla, ada justin juga disitu. Dia melihat arloji dipergelangan tangannya pukul 3 subuh. Novi beranjak bangun mendekati ranjang kayla, dilihatnya wajah kayla yang tenang seperti dalam keadaan nyaman lalu melirik ke Justin yang tertidur dikursi.
Merasa kasihan juga melihat justin tidur dalam posisi tidak nyaman, dia mengambil selimut yang disediakan pihak rumah sakit dan menyelimuti Justin dari belakang. Justin yang merasa ada kehangatan yang menyelimutinya, perlahan membuka matanya. Dia melihat novi yang mengambil air minum, sementara itu novi yang tidak menyadari Justin bangun, meminum airnya hingga tandas.
Setelah selesai novi membalikkan badannya tetapi tidak bisa karena ada sesuatu yang menghalangi badannya. Dia melihat sekilas yang menghalangi badannya.
" Mas Justin ". Ucapnya yang masih membelakangi Justin.
" Maaf, tapi ijinkan aku untuk memelukmu ! Sebentar saja ". Pintanya dengan suara pelan.
Novi yang masih diam belum berkata apapun kemudian menganggukan kepalanya pelan. Justin yang melihat anggukan novi langsung memeluk tubuh novi dari belakang. Menyandarkan kepalanya dibahu novi, walaupun tidak ada balasan pelukannya, novi hanya diam seribu bahasa.
" Maaf memintamu seperti ini, aku hanya merasa nyaman didekatmu ". Ucapnya pelan didekat telinga novi.
Ada rasa nyaman juga yang dirasakan novi ketika dirinya dalam pelukan Justin.
" Sebentar lagi, aku mohon .. " Pinta justin lembut.
" Aku menyukaimu nov, aku sangat menyukaimu. Sejak pertama kali bertemu denganmu aku sudah jatuh cinta kepadamu, bahkan dengan kayla juga. Aku menyayangi kalian berdua nov ". Ungkap justin akan perasaannya selama ini.
Novi tetap diam walaupun sebenarnya dia terkejut mendengar pengakuan perasaan Justin kepadanya. Ini mendadak sekali apalagi dalam situasi seperti ini, kayla yang sedang sakit, sedangkan perasaannya yang masih dilema. Dia binggung harus jawab apa agar tidak menyakiti perasaan justin.
" Mas ... Terima kasih sudah menyayangiku dan kayla, untuk itu beri aku waktu untuk berpikir tentang ini. Setidaknya tunggu kayla sembuh total. " Pinta novi agar tidak menyakiti perasaan Justin.
" Baiklah, kalau maumu seperti itu aku akan menunggumu. Balasnya lalu melepaskan pelukannya.
__ADS_1
*******
Pagi ini, kayla yang bangun terlebih dahulu melihat mamanya dan justin yang masih tidur disofa. Entah bagaimana mereka berdua bisa seperti itu.
" Mama .. " Panggil kayla
Tidak ada sahutan, tapi justin yang mendengar suara kayla membuka matanya, memegang pangkal hidung sebentar dan dia merasakan ada yang bersandar si bahunya.
Novi ! Sejak kapan dia disini ... batinnya. Seingat justin novi duduk didekat kayla dan kapan dia ada disini.
" Om Justin " Panggil kayla membuyarkan lamunan justin.
" Iya sayang ". Sahutnya yang berusaha memindahkan kepala novi pelan2 agar tidak membangunkan novi.
" Ada apa kayla ? ". Sambungnya mendekat ke ranjang kayla.
" Om justin disini ya temani kayla ". Pinta kayla dengan suara manja khas anak kecil.
" Iya sayang ". Menyetujui permintaan kayla.
Novi yang mendengar suara orang bicara terbangun, dia merengangkan otot-ototnya sebentar kemudian menghampiri kayla dan justin.
" Pagi anak mama ". Ucapnya sambil mencium kepala kayla. " Pagi mas ". sambungnya melihat justin.
" Pagi ma " Balas kayla
__ADS_1
" pagi juga " balas justin tersenyum.